Senin, 05 Agustus 2013

Penelitian Tindakan Sekolah

Penelitian tindakan sekolah (PTS) merupakan suatu penelitian yang dilakukan oleh para peneliti (juga praktisi) di sekolah supaya membuat peneliti bisa lebih profesional di dalam pekerjaannya, melakukan inovasi sekolah, memperbaiki praktek-praktek kerja dan juga mengembangkan ilmu pengetahuan terapan.

Berdasarkan dari pengertian di atas, maka ciri utama dari penelitian tindakan sekolah (PTS) yaitu untuk melakukan tindakan yang nyata guna memperbaiki kondisi atau melakukan inovasi sekolah untuk upaya semakin meningkatkan kualitas dan mutu dalam pembelajaran sehingga bisa menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif, kritis, mampu menyelesaikan masalah serta memiliki naluri kewirausahaan. Adapun tujuan yang lainnya yaitu :
  1. Memperbaiki kondisi sekolah sekarang ini.
  2. Meningkatkan mutu proses, input dan juga output sekolah. 
  3. Meningkatkan kinerja dari sekolah yang berhubungan dengan inovasi, mutu, efisiensi dan produktivitas sekolah. 
  4. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah yang profesional. 
  5. Mengembangkan budaya akademik di sekolah. 
  6. Membimbing guru dalam melaksanakan, merencanakan, melaporkan serta menindaklanjuti suatu hasil dari PTS. 
  7. Mengembangkan ilmu praktis/terapan.
Sementara untuk ciri-ciri dari penelitian tindakan sekolah (PTS) ada beberapa hal yaitu :
  • Adanya tindakan yang nyata untuk menyelesaikan maupun menghadapi masalah dan tantangan serta terus melakukan inovasi yang baru.
  • Lebih bersifat kualitatif, walaupun bisa menggunakan data kuantitatif. 
  • Berasaskan pada tantangan atau masalah yang dihadapi kepala sekolah. 
  • Adanya perubahan yang lebih positif dari kepala sekolah maupun sekolahnya. 
  • Penelitian dilaksanakan dengan cara kolaboratif di antara para peneliti beserta semua warga sekolah. Baik itu tenaga kependidikan, guru, siswa, pengawas dan juga pihak yang berkaitan. 
  • Seorang peneliti juga bisa menjadi praktisi yang melakukan refleksi. 
  • Jumlah dari siklus bergantung pada pencapaian tujuan penelitian tindakan sekolah. Apabila terdapat tujuan siklus yang belum tercapai maka bisa dilanjutkan pada siklus berikutnya. 
  • Tidak terdapat rumusan hipotesis disebabkan penelitian tindakan sekolah memang tidak digunakan untuk menguji hipotesis.
Di dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan sekolah juga perlu untuk memperhatikan etika. di antaranya seperti berikut ini :
  • Harus bersikap jujur. Maksudnya disini tidak fiktif, tidak plagiat dan merubah data serta menuliskan sumber dari referensi yang dikutip.
  • Tidak diperbolehkan untuk mengganggu tugas pokok maupun fungsi dari kepala sekolah. 
  • Tidak diperbolehkan untuk mengganggu proses dari pembelajaran maupun tugas mengajar. 
  • Harus bisa memanfaatkan waktu secara efisien ketika mengambil data. 
  • Meminta izin. Bisa menjamin kerahasiaan atas data responden yang telah diteliti

Penelitian Eksperimental

Penelitian Eksperimental - Eksperimen adalah metode penelitian yang bisa dipilih maupun digunakan di dalam penelitian pembelajaran kelas. Sedangkan penelitian eksperimental bisa diartikan studi yang sistematis, objektif, dan terkontrol untuk memprediksi ataupun mengontrol fenomena. Selain itu penelitian eksperimen memiliki tujuan untuk menyelidiki keterkaitan sebab-akibat dengan langkah mengekspos 1 atau lebih kelompok eksperimental maupun kondisi eksperimen dan hasilnya akan dibandingkan satu sama lain.

Berbicara mengenai penelitian eksperimen, maka ada juga karakteristik di dalamnya, yaitu :

  1. Kondisi eksperimental dan variabel penelitian diatur secara tertib, baik itu dengan menetapkan kontrol, melakukan manipulasi langsung ataupun random.
  2. Terdapat kelompok kontrol yang digunakan sebagai data dasar yang nantinya akan dibandingkan dengan kelompok eksperimental. 
  3. Penelitian ini memfokuskan diri terhadap pengontrolan variansi, memaksimalkan variansi variabel yang berhubungan dengan hipotesis penelitian, melakukan minimalisasi variansi variabel yang mungkin bisa mengganggu dan mempengaruhi hasil suatu penelitian, akan tetapi tidak menjadi tujuan dari penelitian. 
  4. Validitas internal diperlukan untuk rancangan penelitian eksperimental. 
  5. Validitas eksternal yang berhubungan dengan bagaimana kerepresentatifan suatu penemuan penelitian. 
  6. Seluruh variabel penting untuk diusahakan secara konstan, namun pengecualian terhadap variabel perlakuan yang sengaja untuk dimanipulasikan. 

Pada umumnya, suatu penelitian eksperimen dilaksanakan dengan menempuh beberapa langkah seperti berikut ini :

Melakukan kajian dengan cara induktif yang berhubungan dengan masalah yang akan diselesaikan.

Mengidentifikasi serta mendefinisikan permasalahan.

Melakukan studi literatur dan juga beberapa sumber yang relevan, merumuskan hipotesis penelitian, merumuskan definisi operasional dan menentukan variabel.

Membuat suatu rencana penelitian yang mencakup beberapa kegiatan seperti :

a) Mengidentifikasi variabel eksternal yang tidak digunakan.

b) Menentukan cara untuk mengontrol.

c) memilih rancangan penelitian yang sesuai.

d) Memilih sampel dan menentukan populasi.

e) Membagi subjek ke dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.

f) Memvalidasi instrumen, membuat instrumen serta melakukan studi pendahuluan.

· Melakukan eksperimen.

· Mengumpulkan data mentah dan proses dari eksperimen.

· Mendeskripsikan dan mengorganisasikan data berdasarkan dengan variabel yang ditentukan.

· Menginterpretasikan hasil, merumuskan kesimpulan, melakukan pembahasan serta pembuatan laporan.

Rancangan dari penelitian eksperimen yang biasanya diterapkan meliputi :
· Pra-eksperimental

· Eksperimental murni

· Eksperimental kuasi

Variabel Penelitian

Pengertian dari Variabel
Terdapat beberapa definisi mengenai variabel dalam penelitian. Salah satunya adalah seperti di bawah ini :

- Variabel merupakan segala sesuatu yang hendak dijadikan sebagai objek pengamatan di dalam sebuah penelitian. Jadi pengertian yang biasa didapatkan dari definisi tersebut adalah bahwa di dalam sebuah penelitian ada sesuatu yang memang menjadi sasaran, misalnya variabel itu tadi. Sehingga variabel merupakan suatu fenomena yang menjadi perhatian di dalam penelitian yang di ukur atau diobservasi.

- Variabel merupakan konsep yang mempunyai variasi nilai. Dari definisi tersebut mengandung arti konsep atau sesuatu bisa disebut sebagai variabel apabila konsep tersebut mempunyai variabilitas atau bisa dibedakan jadi beberapa kategori atau jenis.

Kegunaan dari Variabel pendidikan
Untuk mempersiapkan metode atau alat pengumpulan data
Untuk pengujian hipotesis
Untuk mempersiapkan pengolahan data atau metode analisis

Macam-macam dari variabel

- Variabel Independen
Variabel yang bisa menjadi sebab perubahannya / bisa mempengaruhi / menimbulkan variabel dependen.

·- Variabel Dependen
Variabel yang bisa dipengaruhi / akibat yang dikarenakan adanya variabel bebas. Misalnya seperti : pengaruh dari ikan terhadap motivasi pembelian. Jadi ikan = variabel independen, sementara motivasi pembelian = variabel dependen.

- Variabel Moderator
Adalah salah satu variabel yang bisa mempengaruhi, baik itu memperkuat maupun memperlemah hubungan di antara variabel dependen dan independen. Selain itu variabel ini juga sering disebut dengan variabel independen kedua. Misalnya seperti : Anak merupakan variabel yang memperkuat hubungan di antara suami istri. Jadi yang menjadi pihak ketiga yaitu variabel yang memperlemah hubungan antara suami istri.

- Variabel Intervening
Adalah variabel yang bisa menghubungkan di antara variabel Independen dengan variabel dependen yang bisa memperlemah atau memperkuat hubungan akan tetapi tidak bisa diukur atau diamati. Misalnya seperti : Hubungan di antara (Independen) kualitas pelayanan dengan (Intervening) kepuasan konsumen dan juga (Dependen) loyalitas.

- Variabel Kontrol
Adalah variabel yang dibuat atau dikendalikan konstan, sehingga pengaruh dari variabel independen dengan dependen tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal yang tidak diteliti. Misalnya seperti : Adakah perbedaan di antara tenaga penjual yang lulus S1 dan D3, maka harus ditetapkan adanya variabel kontrol yang berupa peralatan yang sama, gaji yang sama dan sebagainya. Sehingga apabila tanpa variabel kontrol tentu akan sulit ditemukan perbedaan penampilan karyawan yang disebabkan oleh faktor pendidikan.

Minggu, 04 Agustus 2013

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah salah satu bentuk penelitian yang memang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena yang terjadi, baik itu fenomena yang alamiah ataupun fenomena buatan manusia sendiri. Jadi fenomena itu bisa berupa aktivitas, bentuk, karakteristik, hubungan, perubahan perbedaan dan kesamaan antara fenomena yang satu dengan yang lainnya.

Penelitian deskriptif ini biasanya dilakukan dengan tujuan utama yakni berusaha untuk menggambarkan secara sistematis fakta atau bisa juga karakteristik objek maupun subjek yang diteliti. Di dalam perkembangannya, metode penelitian ini juga kerap kali dilakukan untuk dua alasan. Yang pertama, melalui pengamatan empiris diperoleh bahwa kebanyakan laporan suatu penelitian dilaksanakan dalam bentuk deskriptif. Yang kedua, suatu metode deskriptif sangat membantu dalam memperoleh variasi permasalahan yang berhubungan dengan dunia pendidikan ataupun tingkah laku. Adapun ciri-ciri dari penelitian deskriptif :
  1. Penelitian deskriptif adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang utama dari subjek studi. Contohnya umur, gender, pekerjaan, status, pendidikan dan sebagainya.
  2. Penelitian deskriptif tidak membutuhkan adanya kelompok kontrol untuk pembandingnya disebabkan yang dicari merupakan prevalensi penyakit maupun sautu fenomena tertentu. 
  3. Adanya keterkaitan sebab-akibat hanya sebatas perkiraan berdasarkan tabel silang yang disajikan. 
  4. Hasil dari penelitian disajikan hanya sesuai dengan data yang didapatkan tanpa perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam. 
  5. Penelitian deskriptif adalah penelitian pendahulu yang digunakan secara bersama-sama di semua jenis penelitian. 
  6. Pengumpulan data tersebut dilakukan dalam satu periode tertentu. 
  7. Penelitian deskriptif bisa dilaksanakan pada wilayah yang terbatas, misalnya seperti desa, kecamatan ataupun wilayah besar layaknya sebuah negara.
Selain itu dalam melaksanakan penelitian deskriptif juga memiliki langkah-langkah penting seperti berikut ini:
  • Mengidentifikasi suatu permasalahan yang signifikan agar bisa dipecahkan dengan menggunakan metode ini.
  • Membatasi serta merumuskan masalah dengan jelas. 
  • Menentukan suatu tujuan serta manfaat dari penelitian. 
  • Mengidentifikasi dan melakukan studi pustaka berkaitan dengan permasalahan. 
  • Menentukan pertanyaan untuk penelitian atau hipotesis penelitian. 
  • Mendesain suatu metode penelitian yang akan digunakan, khususnya untuk menentukan sampel, populaasi, instrumen, teknik sampling, menganalisis data maupun mengumpulkan data. 
  • Mengumpulkan, lalu menganalisis dan mengorganisasikan data menggunakan teknik statistik yang relevan. 
  • Membuat sebuah laporan penelitian.
Sementara itu, manfaat dari dilakukannya penelitian deskriptif di bidang kesehatan yaitu hasilnya bisa digunakan baik itu oleh peneliti ataupun pelayan kesehatan untuk mendapatkan suatu informasi yang cepat serta relevan mengenai ciri-ciri dari subjek studi dan juga klasifikasi penyakit.

Rabu, 31 Juli 2013

Penelitian Pendidikan

Pengertian dari penelitian pendidikan adalah suatu kegiatan yang sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati kebenaran mengenai permasalahan pendidikan atas dasar penalaran yang rasional dan logis, serta adanya dukungan dari fakta empiris.

Penelitian pendidikan umumnya dilakukan untuk mengembangkan, menemukan dan menguji atas kebenaran dari suatu konsep, prinsip, pengetahuan dan mengenai pendidikan secara umum. Adapun tujuan penelitian pendidikan sebagai berikut :
  1. Untuk bahan masukan, meningkatkan mutu isi, proses serta hasil pembelajaran dan pendidikan di sekolah.
  2. Untuk membantu tenaga kependidikan seperti guru dan lainnya dalam mengatasi masalah pendidikan dan pembelajaran baik di luar maupun di dalam kelas.
  3. Untuk meningkatkan profesionalisme di dalam dunia pendidikan maupun tenaga kependidikan.
  4. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya akademik dalam lingkungan sekolah, sehingga bisa melakukan perbaikan mutu pembelajaran dan pendidikan secara berkelanjutan.
  5. Untuk meningkatkan keterampilan bagi tenaga pengajar khususnya saat melakukan PBT.
  6. Untuk meningkatkan kerja sama yang profesional di antara para pendidik maupun tenaga kependidikan.
Selain itu manfaat dari penelitian pendidikan sendiri yaitu :
  1. Sebagai peta yang dapat mendeskripsikan mengenai keadaan pendidikan serta mendeskripsikan tentang kemampuan sumber daya mengenai kemungkinan hambatan yang bisa dihadapi.
  2. Sebagai sarana diagnosis ketika mencari penyebab suatu kegagalan dan masalah yang di hadapi pada saat pelaksanaan pendidikan agar bisa dicari penyelesaiannya.
  3. Sebagai bahan dasar untuk menyusun suatu kebijakan, termasuk strategi dalam pengembangan pendidikan.
  4. Sebagai masukan yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dalam peralatan, pembiayaan, perbekalan dan tenaga kerja yang memiliki peran dalam keberhasilan pendidikan.
Untuk jenis-jenis dari penelitian pendidikan sendiri dibagi menjadi 6 bagian yakni :

Penelitian Deskriptif
Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan suatu kegiatan penelitian yang dilakukan terhadap objek-objek tertentu dengan cara sistematis dan jelas.

Penelitian Eksperimen
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 persyaratan yaitu peneliti harus melakukan kegiatan mengontrol, kemudian memanipulasi serta melakukan observasi.

Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian terhadap refleksi diri berdasarkan yang sudah dilakukan partisipan selama ini dalam situasi-situasi sosial (pendidikan) agar bisa memperbaiki praktek yang dilakukannya.

Penelitian Kualitatif
Metode penelitian ini yang sering kali digunakan untuk melakukan penelitian terhadap kondisi objek alamiah.

Penelitian Kuantitatif
Metode penelitian ini yang digunakan untuk meneliti sampel atau populasi tertentu.

R & D
Research an Development atau penelitian dan pengembangan ini merupakan strategi yang ampuh untuk memperbaiki praktek. Maksudnya untuk mengembangkan produk baru.

Pada hakikatnya penelitian pendidikan merupakan cara untuk memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai upaya untuk memahami proses kependidikan.

Selasa, 30 Juli 2013

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas atau yang biasa disingkat PTK ini terdiri atas 3 kata, yakni penelitian, tindakan serta kelas. Maksudnya penelitian adalah suatu kegiatan untuk mengamati sebuah objek dengan menggunakan metode tertentu serta memiliki tujuan untuk mendapatkan data yang berguna demi mencapai suatu tujuan tertentu.

Sedangkan Tindakan merupakan sesuatu yang dilakukan dengan sengaja demi mencapai tujuan. Sementara itu, suatu penelitian tindakan kelas diartikan sebagai pembelajaran sistematis atas upaya dalam meningkatkan praktek pendidikan oleh partisipan dengan cara refleksi serta menggunakan tindakan praktis mereka terhadap pengaruh dari tindakan tersebut. Untuk konteks pendidikan sendiri, PTK bisa juga diartikan sebagai tindakan perbaikan guru untuk mengorganisasikan suatu pembelajaran dengan sistematik supaya mendapatkan hasil yang tentunya lebih baik.

PTK atau penelitian tindakan kelas juga dibagi ke dalam 2 jenis yakni PTK praktis dan PTK partisipan. Pembagian dalam penelitian tindakan kelas tersebut kita kenal dengan action research practical. Untuk tujuan dari PTK praktis sendiri yaitu untuk meneliti situasi dan kondisi sekolah tertentu supaya keahliannya lebih meningkat. Jadi penelitian tersebut terfokus agar meningkatkan wawasan dan
pembelajaran siswa serta meningkatkan kemampuan guru.

Adapun manfaat dari Penelitian tindakan kelas antara lain :

· PTK bisa dilakukan oleh semua tipe maupun level sekolah, guru kelas baik itu secara kelompok maupun individu dan bahkan pimpinan sekolah sekalipun.

· PTK bisa memperbaiki kualitas praktek pendidikan, membantu guru maupun pimpinan sekolah untuk meningkatkan kompetensi.

· PTK bisa memberi ruang kepada partisipan pendidikan untuk melakukan penelitian, jadi mereka bisa terus mengembangkan metode yang efektif dalam pembelajaran.

· PTK bisa membantu para guru dalam mengidentifikasi masalah dengan sistematis.

· PTK bisa membangun komunitas dengan berorientasi penelitian pada suatu sekolah tertentu.

Untuk penelitian tindakan kelas juga dibagi menjadi tiga karakteristik utama yaitu :

· Penelitian tindakan yang difokuskan terhadap isu lokal serta digunakan dalam konteks lokal.

· Penelitian tindakan yang dilakukan untuk dan oleh praktisi.

· Hasil dari penelitian tindakan (suatu tindakan atau perubahan yang diterapkan oleh praktisi untuk konteks tertentu).

Sementara prinsip yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ada beberapa meliputi :

· Kegiatan yang nyata untuk situasi rutin

· Adanya kesadaran untuk memperbaiki kinerja

· SWOT yang digunakan sebagai dasar penelitian

· Upaya sistematik dan empiris

· Mengikuti prinsip SMART untuk perencanaan

Pada dasarnya tujuan dari penelitian tindakan kelas yaitu untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas dari pembelajaran dan juga membantu memberdayakan pengajar untuk memecahkan masalah mengenai pembelajaran di sekolah.

Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang di dalamnya tidak menggunakan model statistik, matematis atau komputer. Jadi penelitian tersebut dimulai dari menyusun beberapa asumsi dasar serta aturan berpikir yang nantinya akan digunakan di dalam penelitian. Selain itu metode penelitian kualitatif juga biasa disebut dengan metode penelitian naturalistik, hal ini dikarenakan dalam penelitian yang dilakukan itu dengan cara alamiah (natural).

Di dalam metode penelitian kualitatif sendiri terdapat 5 karakteristik yang menjadi pokok dalam penelitian tersebut, yaitu :

· Menggunakan lingkungan untuk sumber datanya

Misalnya seperti kondisi sosial yang akan dijadikan sebagai kajian utama dalam penelitian. Dengan pergi ke lokasi, kemudian mempelajari dan memahami situasi di sana. Jadi yang diamati sebenarnya tidak jauh dari konteks lingkungan tempat di mana tingkah laku tersebut berlangsung.

· Mempunyai sifat deskriptif analitik

Di sini semua data yang didapat dari lapangan disusun oleh peneliti, kemudian dilakukan analisa dengan membandingkan, mencari hubungan serta menentukan pola dari data aslinya. Dari analisa tersebut nantinya akan disusun dalam bentuk uraian naratif.

· Lebih menekankan pada
prosesnya (bukan hasil)

Jadi data yang dibutuhkan lebih berkenaan dengan beberapa pertanyaan seperti mengapa, apa serta bagaimana untuk mengungkap suatu proses dan bukan hasil dari kegiatan.

· Bersifat induktif

Penelitian tidak dilakukan secara deduksi melainkan dimulai dari kondisi lapangan yaitu fakta empirisnya.

· Mengutamakan makna

Makna yang ditekankan di sini seputar peristiwa.

Sementara berdasarkan penggunaannya, maka bisa dikemukakan mengenai tujuan dari penelitian kualitatif di bidang pendidikan yakni :

· Untuk menggambarkan proses suatu kegiatan pendidikan atas dasar yang terjadi sebenarnya di lapangan untuk bahan kajiannya yang nantinya berguna untuk menemukan kelemahan dan kekurangan pendidikan sehingga bisa ditentukan penyempurnaannya.

· Menafsir dan menganalisa suatu gejala, fakta serta peristiwa pendidikan yang tengah terjadi di lapangan dalam konteks ruang, waktu dan situasi secara alami.

· Menyusun hipotesa yang berhubungan dengan prinsip dan konsep pendidikan atas informasi dan data sebenarnya terjadi di lapangan yang berguna untuk kepentingan pengujian lanjutan dengan pendekatan kualitatif.

Yang menjadi kajian penelitian kualitatif di dalam suatu pendidikan yaitu erat kaitannya dengan proses bimbingan, pengajaran, manajemen atau pengelolaan kelas, pengawasan dan kepemimpinan pendidikan, upaya pengembangan kinerja profesi guru serta dan sebagainya. Selain itu penelitian kualitatif kerap digunakan dalam penelitian tindakan kelas dan dalam bidang pendidikan.