Sabtu, 31 Agustus 2013

Tema Penelitian

Tema Penelitian - Pada dasarnya penelitian merupakan pengolahan, pencarian ataupun penganalisasian sebuah objek yang hendak dilakukan dengan berdasarkan teori maupun cara sistematis guna mendapatkan jawaban dari suatu masalah yang ada. Lalu apa itu tema penelitian? Jadi untuk melakukan sebuah penelitian memang diharuskan menentukan tema maupun judul penelitian. Untuk tema sendiri merupakan pokok masalah atau pokok pikiran yang dikemukakan ke dalam sebuah penelitian.

Dalam menentukan tema juga harus di pikirkan baik-baik jauh sebelum proses penelitian itu dimulai, karena tema itulah yang akan menjadi batasan atas penelitian yang hendak di lakukan. Namun sering kali kita salah mengartikan antara tema dan judul, sebab judul itu yang akan menjadi nama dari hasil penelitian yang dilakukan, jadi ada baiknya untuk judul dipikirkan setelah penelitian itu selesai.

Terkadang menentukan tema penelitian masih menjadi permasalahan bagi peneliti pemula. Lantas bagaimana solusinya? Nah, yang harus anda perhatikan untuk menentukan tema sebuah penelitian yaitu :

Ketahuilah dan tentukanlah apa yang menjadi minat Anda, Hal ini memang penting, sebab melakukan penelitian itu juga tidak mudah dan pasti akan ada masalah, membutuhkan biaya serta membutuhkan tenaga dan usaha. Semua itu akan berat untuk dilakukan apabila kita melakukan sesuatu hal yang tidak kita minat.

Melakukan studi pustaka, Hal ini harus kita lakukan, karena buat apa melakukan suatu penelitian yang pernah atau sudah di publikasikan? Tentu apa yang kita lakukan menjadi sia-sia dan bahkan mungkin kita dituduh menjiplak. Jadi baca semua penelitian yang telah di publikasikan untuk mencegah terjadinya duplikasi. Itulah mengapa studi pustaka perlu dilakukan.

Perhatikan sikon dan budget, Ini yang harus diperhatikan khususnya untuk peneliti pemula, kebanyakan ingin melakukan penelitian yang muluk-muluk namun tidak punya cukup biaya maupun atmosfer yang bisa mendukung. Untuk atmosfer bisa berupa sumber referensi, pembimbing, peralatan, termasuk sulit tidaknya dalam melakukan penelitian tersebut

Langkah kedua dan ketiga sangat erat kaitannya, jadi setelah kita mengetahui pasti mengenai kondisi atmosfer yang riil di sekitar kita, khususnya biaya. Maka dengan membaca semua pustaka yang ada, dari situ kita bisa memiliki gambaran mengenai tema penelitian apa yang dapat kita lakukan di tempat kita. Apabila memang ingin melakukan pengulangan, maka lakukanlah sekiranya yang mempunyai muatan lokal yang kuat.

Langkah terakhir, baca dan lihat hasil diskusi pada pustaka yang kita miliki. Dari sini kita bisa mendapatkan ide yang bagus dan pas untuk tema penelitian yang hendak kita lakukan. Jadi apabila anda berbakat, maka anda juga bisa mendapatkan ide tema yang benar-benar masih original.

Jumat, 30 Agustus 2013

Sistematika Proposal Penelitian

Sistematika proposal penelitian adalah tahap-tahap atau aturan yang digunakan sebagai acuan dalam membuat proposal penelitian. Dapat diartikan sebagai sebuah usulan yang dibuat secara ringkas yang menggambarkan apa saja aspek yang akan dilakukan dalam sebuah penelitian, kemudian dirancang dan disesuaikan dengan penelitian yang akan dilakukan. Melalui proposal peneliti atau pihak-pihak terkait akan memahami kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan.

1. Latar belakang masalah, latar belakang masalah dimulai secara sistematis. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terkait sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas sebagai penjelas. Unsur-unsur yang harus ada dalam penulisan latar belakang masalah adalah menguatkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Syarat-syarat dalam penulisan latar belakang masalah adalah sebagai berikut:

- Hal-hal yang ideal

- Masalah utama

- Dimana hal itu terjadi

- Kosekuensi yang muncul bila masalah itu dibiarkan

- Intervensi yang relevan

2. Batasan masalah dalam suatu penelitian diperlukan agar ruang lingkup masalah yang akan diteliti tidak meluas, batasan-batasan yang dimaksud seperti batasan waktu, batasan tenaga dan batasan dana. Batasan-batasan ini tentunya juga berpengaruh pada proses dan hasil penelitiannya :

- Membatasi masalah yang akan dipilih

- Menegaskan pengertiannya

- Menggambarkan secara detail dan menjelaskan data yang diberikan

3. Dalam perumusan masalah dijabarkan sebagai definisi yang dapat menjelaskan, ruang lingkup serta asumsi dasar

4. Tujuan penelitian, tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat yang pasif, karena tujuan merupakan pernyataan yang berisi harapan yang akan dicapai.

5. Manfaat penelitian, uraikanlah manfaat penelitian secara singkat dan jelas.

6. Landasan teori, bagian ini ditulis agar pembaca atau pihak-pihak terkait mengetahui landasan-landasan yang di pakai dalam melakukan penelitian.

7. Metode penelitian, dalam hal ini dapat meliputi rancangan penelitian, cara penafsiran dan variabel dalam penelitian,

8. Objek penelitian adalah suatu benda, orang, tempat atau keadaan yang menjadi fokus dari penelitian yang dilakukan.

9. Metode pengumpulan data, ada beberapa cara, yaitu :

- Wawancara

- Diskusi kelompok

- Observasi

- Review dokumen

10. Metode analisis data,setelah data dikumpulkan tahap selanjutnya adalah analisa data.

11. Hasil penelitian yang diharapkan.

12. Dan yang terakhir daftar pustaka.

Sistematika proposal penelitian memang diperlukan sebagai acuan penulisan proposal penelitian yang sesuai dan benar ,hal ini merupakan langkah atau perencanaan awal yang dibuat secara ringkas sebelum akhirnya penelitian dilaksanakan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Penulisan Laporan Penelitian

Penulisan laporan penelitian merupakan tahap akhir dari suatu penelitian dan merupakan hasil akhir yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Laporan dari suatu penelitian pun harus dapat dipertanggungjawabkan dan juga mudah dipahami oleh setiap pembaca. Suatu penulisan laporan yang baik terlebih dahulu harus memiliki bahasa yang baik dan setiap aspek yang disampaikan dalam penulisan juga harus sesuai dengan apa yang telah dilakukan dalam penelitian.

Penulisan laporan penelitian ini harus ditulis dengan teliti dan juga jelas, hal ini adalah kegiatan menuangkan pikiran-pikiran kedalam kalimat yang baik dan juga menyusun kalimat-kalimat ke dalam alinea dan merangkai alinea tersebut menjadi suatu karya ilmiah. Penulisan laporan ini menjadi mutlak karena dengan adanya laporan maka masyarakat dapat dengan mudah untuk dipahami, atau mungkin menyempurnakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Aspek yang harus diperhatikan dalam sebuah penulisan laporan penelitian adalah penggunaan bahasa yang komunikatif, mengetahui target atau untuk siapa laporan tersebut ditujukan kemudian juga adanya kejelasan serta kemampuan meyakinkan para pembaca. Sebelum laporan penelitian diajukan, maka diperlukan kerangka laporan yang berfungsi sebagai arah dari setiap isi dan bagian laporan.

Dan berikut beberapa tahapan dalam penulisan laporan penelitian :

• Buatlah laporan sementara, artinya apabila data dari hasil penelitian telah terkumpul, maka tahap selanjutnya adalah mengerjakan laporan sementara secara bertahap, kemudian diteliti baru setelah itu dapat disusun dengan baik.

• Buatlah kerangka laporan. Pada dasarnya tidak semua orang mampu menuangkan hasil pemikirannya secara langsung dan detail, tapi sebelum itu buatlah dulu garis besar laporan yang akan ditulis. Kerangka laporan ini akan memudahkan penulisan laporan dari sebuah penelitian. Ketika penulisan laporan masih dalam tahap pembuatan kerangka muncul ide-ide atau gagasan tambahan untuk menunjang isi suatu laporan yang dibuat.

• Menyusun hasil penelitian, dalam isi laporan ada beberapa aspek yang harus disusun, yakni :

1. Judul

2. Kata pengantar

3. Daftar isi

4. Pendahuluan

5. Tubuh laporan

6. Kesimpulan dan saran

7. Daftar pustaka

Yang juga harus diperhatikan dalam penulisan laporan penelitian ialah saran dan kesimpulan. Hal ini merupakan bagian yang paling penting dari laporan penelitian, keduanya saling berhubungan. Tetapi bagian kesimpulan dan saran merupakan bukan bagian wajib dari suatu laporan, hal ini hanyalah sebagai pelengkap saja.

Rabu, 28 Agustus 2013

Penelitian Hukum Normatif

Penelitian hukum normatif bisa juga disebut sebagai penelitian hukum doktrinal. Pada penelitian ini, sering kali hukum dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan ( Law in book ) atau hukum yang dikonsepsikan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku masyarakat terhadap apa yang dianggap pantas. Namun sesungguhnya hukum juga dapat dikonsepkan sebagai apa yang ada dalam tindakan ( Low in action ). Low in book adalah hukum yang seharusnya berjalan sesuai harapan, keduanya seiring berbeda, artinya hukum dalam buku sering berbeda dengan hukum dalam kehidupan masyarakat.

Penelitian hukum normatif hanya meneliti peraturan perundang-undangan, dan mempunyai beberapa konsekuensi, dan sumber data yang digunakan berasal dari data sekunder.

Adapun penjelasan mengenai bahan-bahan hukumnya adalah :

Bahan hukum primer :
1. Nama atau kaidah dasar, yaitu pembukaan UUD 1945

2. Peraturan dasar yang meliputi : Batang tubuh UUD 1945 dan Ketetapan-ketetapan MPR

3. Peraturan perundang-undangan yang meliputi : UU dan peraturan yang setaraf, Peraturan pemerintah, Keputusan menteri, dan Keputusan peraturan daerah

4. Bahan hukum yang tidak
dikodifikasikan seperti hukum adat

5. Yuripudensi

Bahan hukum sekunder
yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai hukum-hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian atau pendapat para pakar hukum.

Bahan hukum tersier
yaitu bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus ( hukum ) ensiklopedia.

• Karena seluruh penelitian hukum normatif merupakan data sekunder ( bahan kepustakaan ), maka penggunaan kerangka teoritis tentaif ( skema ) dapat ditinggalkan, tetapi penyusunan kerangka konsepsional dapat digunakan perumusan-perumusan yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar penelitian.

• Dalam penelitian hukum normatif tidak diperlukan hipotesis, kalaupun ada hanyalah hipotesis kerja

• Penelitian hukum normatif diperlukan sample, karena data sekunder ( sebagai sumber data utamanya ) memiliki bobot dan kualitas tersendiri yang tidak bisa diganti dengan data jenis lainnya.

Jenis – jenis :
1. Penelitian inventarisasi hukum-hukum positif

2. Penelitian asas- asas hukum

Kesimpulannya, penelitian hukum normatif adalah hukum yang dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang – undangan ( law in book ).Kegiatan penelitian ini didasarkan pada sistematika,metode dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan mengenalinya.

Selasa, 27 Agustus 2013

Jenis Desain Penelitian Kuantitatif

Jenis Desain Penelitian Kuantitatif - Rencana design yang baik dapat menambah mutu hasil penelitian kuantitatif. Dengan mutu yang meyakinkan, penjelasan perihal hasil penelitian hanya bisa dikaitkan dengan yang ada didalam penelitian. Perihal ini bisa dicapai apabila peneliti dapat mengontrol faktor-faktor lain yang barangkali bisa merubah atau memiliki kontribusi untuk menjelaskan hasilnya.

Pada prinsipnya, desain didalam penelitian kuantitatif meliputi penentuan subjek dari tempat mana informasi atau data dapat didapatkan, teknik yang dipakai didalam pengumpulan data, serta prosedur yang ditempuh untuk pengumpulan, dan perlakuan yang dapat diadakan ( spesial untuk penelitian eksperimental ).

Rencana yang amat mutlak serta berkenaan dengan masalah desain yaitu validitas yakni seberapa jauh penjelasan ilmiah perihal satu fenomena cocok dengan kenyataan. Validitas bisa dibedakan jadi dua: internal serta eksternal. Validitas internal merujuk pada seberapa jauh apa yang dilihat, diukur, serta dianalisis cocok dengan kenyataan. Validitas eksternal merujuk pada kekuatan generalisasi hasil atau dengan kata lain, seberapa jauh hasil dan rangkuman bisa diaplikasikan mengerti populasi dan setting yang lebih luas.

Beberapa jenis desain penelitian kuantitatif :

1. Desain deskriptif

Tipe desain penelitian deskriptif ditujukan untuk memperoleh gambaran perihal satu kenyataan atau menguji jalinan pada kenyataan yang sudah ada atau sudah berlangsung pada subjek. Didalam desain ini, peneliti tidak lakukan manipulasi perlakuan atau penempatan subjek.

2. Desain eksperimental

Didalam design eksperimental, peneliti lakukan manipulasi pada perlakuan ( treatment ) yang diberian pada subjek. peneliti lakukan kontrol pada apa yang dapat dihadapi oleh subjek lewat cara berikan atau tidak berikan kondisi atau perlakuan spesifik dengan sistematis.

3. Desain ex post facto

Desain ini dipakai untuk menjajaki kemungkinan ada jalinan kausal ( sebab-akibat ) pada variabel yang tidak bisa dimanipulasi oleh peneliti. Peneliti memperbandingkan dua grup subjek atau lebih yang relatif sama jika didalam factor spesifik sebagai konsentrasi penyelidikan. Tidak sama dengan design eksperimental, di mana apa yang berlangsung pada subjek sudah dimanipulasi oleh peneliti, design ex post facto fokus penyelidikannya pada apa yang berlangsung pada subjek. ( ibnu hadjar, 1999 )

Itulah macam-macam desain penelitian kuantitatif yang dapat kita ulas dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan kita.

Senin, 26 Agustus 2013

Seputar Penelitian Asosiatif

Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. Penelitian ini memiliki tingkat yang tertinggi bila di bandingkan dengan penelitian yang lain, seperti penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan menggunakan penelitian ini, dapat kita temukan beberapa teori yang dapat memberikan penjelasan, perkiraan dan kontrol suatu gejala.

Penelitian sendiri di artikan sebagai suatu penyelidikan atau usaha pengujian yang di lakukan secara teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta dan menggunakan langkah-langkah tertentu, dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah suatu masalah. Di sisi lain tujuan dari sebuah penelitian digunakan untuk mengembangkan suatu metode, menguji serta mengemukakan kebenaran suatu masalah atau pengetahuan. Penelitian sejatinya adalah kegiatan yang objektif yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip atau teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif. Kemudian masalah adalah titik sentral atau fokus dari penelitian itu sendiri.

1. Hubungan kausal

Hubungan kausal merupakan hubungan yang sifatnya sebab-akibat, salah satu variabel ( independen ) mempengaruhi variabel yang lain ( dependen ), misalnya adalah pengaruh sosial media dengan kualitas belajar remaja.

2. Hubungan simetris

Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel yang bersifat sejajar atau terjadinya bersamaan,misalnya adalah apakah ada hubungan antara hewan-hewan yang turun dari gunung dengan akan terjadinya suatu bencana. Hubungan ini cenderung tidak menyelidiki siapa yang mempengaruhi dan siapa yang di pengaruhi.

3. Hubungan interaktif atau timbal balik

Hubungan interaktif atau timbal balik atau bisa juga di sebut hubungan respirokal adalah hubungan yang variabelnya saling mempengaruhi. Pada hal ini tidak di ketahui variabel independen maupun dependennya. Misalnya adalah hubungan antara prestasi dan beasiswa, pada kasus ini diasumsikan bahwa orang yang berprestasi akan mendapatkan beasiswa, sebaliknya orang yang mendapatkan beasiswa sudah pasti adalah orang yang berprestasi atau pintar. Contoh yang lain adalah hubungan antara kerja keras dan sukses pada hal ini diasumsikan orang yang memiliki niat lalu bekerja keras kelak ia akan menjadi orang sukses, dan sebaliknya orang yang sukses berawal dari niat dan kerja keras.

Dalam penelitian asosiatif menggunakan teknik analisis kuantitatif atau statistik. Kemudian perhitungan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel antara lain menggunakan perhitungan koefisien korelasi ( Rank Spearman ) dan ( Person Product Moment).

Minggu, 25 Agustus 2013

Desain Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen yaitu penelitian yang didalamnya melibatkan manipulasi pada kondisi subjek yang di teliti, dibarengi usaha kontrol yang ketat pada faktor-faktor luar dan melibatkan subjek pembanding atau metode ilmiah yang sistematis yang dikerjakan untuk membangun jalinan yang melibatkan fenomena sebab-akibat.

Metode penelitian eksperimental adalah metode penelitian yang bisa menguji dengan benar hipotesis yang menyangkut jalinan kausal (sebab-akibat). Didalam studi eksperimental peneliti merekayasa sangat sedikit satu variable, mengontrol variable lain yang relevan, serta mengobservasi efek/pengaruhnya pada satu atau lebih variable terikat. Didalam penelitian pendidikan variable yang dapat dimanipulasi terhitung metode pengajaran, type penguatan, pengaturan lingkungan belajar, type materi belajar serta ukuran grup belajar.

Sedangkan desain penelitian eksperimen, meliputi :

a. Desain postes grup kontrol subjek random : memakai penentuan subjek dengan acak serta melibatkan dua
grup subjek tanpa pretes.

b. Desain pasangan subjek postes dengan random : memakai random pasangan untuk penentuan ke-2 grup subjek sekalian.

c. Desain pretes-postes grup kontrol subjek random : memakai randomisasi penentuan subjek dan memakai pretes serta postes.

d. Desain tiga grup salomon : adalah design yang memakai pretes, postes, penentuan dengan acak, serta melibatkan tiga grup dengan dua grup kontrol.

e. Desain empat grup salomon : nyaris sama juga dengan design tiga grup salomon cuma saja melibatkan empat grup.

f. Desain faktorial simpel : sesuaikan dengan keberadaan factor lain yakni factor level hingga memiliki bentuk yaitu design faktorial.

g. Desain quasi eksperimen : adalah di antara design eksperimen satu variabel

h. Desain grup kontrol tidak ekuivalen : amat pas bila peneliti membutuhkan subjek penelitian yang cocok dengan kondisi serta tatanan yang telah permanen.

i. Desain deret waktu : lakukan pretes serta postes berkali-kali.

j. Desain deret waktu dengan grup kontrol : melibatkan dua grup, yakni grup eksperimen serta grup kontrol serta hasil yang diperoleh lebih menyakinkan dari pada design pretes-postes satu grup.

k. Desain kontrabalans sekurang-kurangnya : melibatkan dua grup yang beroleh perlakuan yang sama juga dengan urutan beroleh perlakuan yang tidak sama hingga jumlah perlakuan serta jumlah grup mesti sama.

Dengan demikian ternyata ada sangat banyak desain penilitian eksperimen yang bisa kita kerjakan. Semoga artikel ini bisa berguna.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Penjelasan Mengenai Sumber Data Penelitian

Sumber data penelitian yaitu sumber subjek dari tempat mana data bisa didapatkan. Jika peneliti memakai kuisioner atau wawancara didalam pengumpulan datanya, maka sumber data itu dari responden, yakni orang yang menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis ataupun lisan. Sumber data berbentuk responden ini digunakan didalam penelitian.

Imam Suprayogo mengemukakan bahwa, tipe sumber data terlebih di dalam penelitian kualitatif bisa diklasifikasi seperti berikut.

Narasumber

Narasumber didalam perihal ini yakni orang yang dapat berikan informasi lisan perihal suatu hal yang ingin kita kenali. Seorang informan mungkin menyembunyikan informasi mutlak yang dimiliki oleh dikarenakan itu peneliti mesti pandai-pandai menggali data lewat cara membangun keyakinan, keakraban serta hubungan kerja dengan subjek yang dieteliti di samping terus gawat serta analitis.

Momen

Data atau informasi juga bisa didapatkan melewati pengamatan pada momen atau kegiatan yang terkait dengan persoalan penelitian. Dari momen atau kegiatan ini, peneliti dapat tahu sistem bagaimana suatu hal berlangsung dengan lebih tentu dikarenakan melihat sendiri dengan segera.

Area
Informasi kondisi dari lokasi momen atau kegiatan dikerjakan dapat digali melalui sumber lokasinya, baik adalah area ataupun lingkungannya. dari pemahaman lokasi serta lingkungan, peneliti dapat dengan cermat membahas serta dengan gawat menarik kemungkinan rangkuman.

Dokumen
Dokumen adalah bahan tertulis atau benda yang terkait dengan satu momen atau kegiatan spesifik. ia dapat adalah rekaman atau dokumen tertulis seperti rekaman, database, surat, arsip, gambar, benda peninggalan yang terkait dengan satu momen. Banyak momen yang sudah lama berlangsung dapat di teliti serta dipahami atas dasar dokumen atau arsip.

Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data didalam penelitian, maka diklasifikasikan jadi tiga sisi yang disingkat dengan 3p yakni : person, place, serta paper. Bila dipandang dari tempat mana sumber data berasal, maka sumber data bisa dibagi jadi sumber data primer serta sumber data sekunder. Data primer yaitu data penelitian yang didapatkan dengan segera dari sumber aslinya atau tanpa perantara. Sekunder yaitu data penelitian yang didapatkan dengan tidak segera melewati media perantara atau didapatkan serta dicatat oleh pihak lain. Penelitian kuantitatif meletakkan sumber data sebagai objek namun penelitian kualitatif meletakkan sumber data sebagai subjek yang mempunyai kedudukan yang mutlak.
Itulah penjelasan tentang sumber data penelitian semoga bisa menambah manfaat untuk anda semuanya.

Jumat, 23 Agustus 2013

Penelitian Eksperimen Pendidikan

Penelitian Eksperimen Pendidikan - Salah satu penelitian yang paling sering digunakan oleh seorang peneliti dalam bidang pendidikan yaitu penelitian eksperimen pendidikan. Di dalam penelitian eksperimen, variabel bebas ( independent variabel ) serta variabel terikat ( dependent variabel ), telah ditentukan secara jelas oleh para peneliti mulai awal penelitian. Variabel bebas terkadang adalah variabel yang diubah secara matematis. Dalam bidang pendidikan, yang diamati sebagai variabel bebas antaranya adalah : teknik mengajar, jenis – jenis penguatan / reinforcement, frekuensi penguatan, fasilitas pendidikan, materi belajar, lingkungan belajar, jumlah kelompok belajar dan lain sebagainya. Variabel terikat yang juga disebut dengan criterion variabe adalah variabel yang diukur menjadi akibat dari manipulasi terhadap variabel bebas.

Variabel terikat ini sering disebut dependent variabel sebab memang fungsi mereka bergantung pada variabel bebas. Penelitian eksperimen pendidikan adalah sebuah penelitian yang dapat menjawab pertanyaan bila anda melakukan sesuatu terhadap keadaan yang dikendalikan secara
ketat apa yang akan terjadi ?. Untuk mengetahui apa ada perubahan / tidak terhadap sebuah kondisi yang di kontrol secara ketat, jadi anda membutuhkan perlakuan / treatment pada keadaan tersebut serta hal inilah yang dikerjakan terhadap penelitian eksperimen pendidikan. Maka penelitian eksperimen pendidikan bisa dikatakan sebagai teknik penelitian yang dipakai untuk mencari hubungan perlakuan pada yang lain di dalam kondisi yang telah terkendali ( Sugiono : 2010 ).

Menurut MacLin dan Solso : 2002, penelitian eksperimen pendidikan merupakan sebuah penelitian yang didalamnya ditemukan paling tidak 1 variabel yang diubah untuk mempelajari antara hubungan sebab-akibat. Oleh sebab itu, penelitian eksperimen pendidikan erat kaitannya di dalam menguji sebuah hipotesis. Maka, dengan kata lain sebuah penelitian eksperimen pendidikan pada prinsipnya bisa diartikan sebagai metode sistematis untuk membangun hubungan yang berisi fenomena sebab akibat / causal – effect relationship. Sebagai contoh hubungan antara sebab – akibat dibidang pendidikan misalnya, mahasiswa yang memiliki nilai matematika diatas rata – rata cenderung sukses dalam menyelesaikan mapel merencana mesin.

Penelitian eksperimen pendidikan terkadang dilaksanakan oleh peneliti untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang berhubungan dengan suatu hal bila dilakukan pada keadaan yang di kontrol dengan teliti. Sekian sedikit ulasan singkat tentang penelitian eksperimen pendidikan, semoga berguna.

Kamis, 22 Agustus 2013

Penjabaran Tinjauan Pustaka Penelitian

Tinjauan pustaka penelitian memiliki arti yaitu peninjauan kembali pustaka-pustaka mengenai ( review of related literatur ). Sesuai dengan arti itu, sebuah tinjauan pustaka penelitian memiliki fungsi sebagai peninjauan kembali / review pustaka ( laporan penelitian dan lain – lain ) mengenai masalah yang berkaitan dan tidak selalu harus cocok identik dengan bidang masalah yang sedang dihadapi, namun termasuk juga yang seiring serta berkaitan ( collateral ).

Fungsi tinjauan pustaka penelitian yang berkaitan adalah hal yang mendasar di dalam penelitian, seperti yang dinyatakan oleh Leedy pada tahun 1997, bahwa semakin banyak peneliti mengetahui, memahami dan mengenal tentang penelitian – penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya ( yang berkaitan erat sesuai dengan topik penelitiannya ). Semakin bisa dipertanggung jawabkan tekniknya meneliti masalah yang dihadapi. Namun demikian, sebagian penulis / peneliti ( usulan penelitian / karya tulis ) menganggap bahwa href="http://www.informasi-pendidikan.com/2013/08/penjabaran-tinjauan-pustaka-penelitian.html">tinjauan pustaka penelitian adalah bagian yang tidak terlalu penting sehingga dibuat asal ada saja / hanya untuk sekedar menyatakan / membuktikan bahwa penelitian yang dikerjakan belum pernah dilaksanakan sebelumnya.

Pembuktian keaslian penelitian itu sebenarnya hanyalah salah 1 dari beberapa fungsi tinjauan pustaka. Kekurangan lain yang terkadang juga dijumpai yaitu dalam penyusunan, penstrukturan / pengorganisasian tinjauan pustaka penelitian. Banyak pembuatan tinjauan pustaka penelitian yang mirip dengan resensi buku ( dibahas buku/buku, tanpa ada hubungan yang bersistem ) / mirip dengan daftar pustaka ( hanya menuliskan siapa penulisnya serta di pustaka mana ditulis, jadi tidak membahas apa yang ditulis ). Tinjauan pustaka memiliki fungsi yakni :

1. Mengungkapkan penelitian – penelitian yang sama dengan penelitian yang akan anda lakukan, dalam hal ini, perlu diperlihatkan juga cara penelitian – penelitian tersebut dalam menjawab permasalahan serta merancang teknik penelitiannya.

2. Membantu memberikan gambaran mengenai metode serta teknik yang digunakan dalam penelitian tersebut.

3. Mengungkapkan sumber – sumber informasi / judul pustaka yang berkaitan dan belum anda ketahui sebelumnya.

4. Mengenal peneliti yang karyanya unik dan penting dalam permasalahan yang sedang anda hadapi. Kemungkinan dapat dijadikan narasumber / bisa ditelusuri karya tulisnya yang lain.

Semoga ulasan singkat kali ini berguna.

Rabu, 21 Agustus 2013

Jenis Data Penelitian

Jenis Data Penelitian - Aktivitas penelitian tidak bisa terlepas dari keberadaan info yang merupakan bahan utama untuk membuat gambaran spesifik tentang objek penelitian. Data merupakan fakta empirik yang sudah dikumpulkan oleh peneliti untuk memecahkan masalah / menjawab pertanyaan penelitian. Data penelitian bisa berasal dari berbagai hal yang dikumpulkan dengan memakai berbagai teknik selama proses penelitian berlangsung. Berikut jenis data penelitian :

1. Data berdasarkan sumbernya = berdasarkan sumbernya, data penelitian bisa dikelompokkan ke dalam 2 jenis yakni data primer serta data sekunder.
  • Data primer merupakan data yang didapat / dikumpulkan oleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya. Data primer biasanya disebut dengan data asli / data baru yang mempunyai sifat up to date. Untuk memperoleh data primer, peneliti wajib mengumpulkannya secara langsung. Cara yang bisa digunakan peneliti untuk mencari data primer yaitu observasi, diskusi terfokus, wawancara serta penyebaran kuesioner.
  • Data sekunder merupakan data yang didapat / dikumpulkan peneliti dari semua sumber yang sudah ada dalam artian peneliti sebagai tangan kedua. Data sekunder bisa didapat dari berbagai sumber misalnya biro pusat statistik yang biasanya disingkat dengan BPS, jurnal buku, laporan dan lain sebagainya. Pemahaman pada ke 2 jenis data di atas dibutuhkan sebagai landasan untuk menentukan cara dan langkah-langkah pengumpulan data penelitian.
2. Data berdasarkan sifatnya = berdasarkan sifat dan bentuknya, data penelitian bisa dibedakan menjadi 2 jenis yaitu data kualitatif ( data yang berbentuk kata – kata atau kalimat ) dan data kuantitatif ( data yang berbentuk angka ). Data kuantitatif bisa dikelompokkan berdasarkan teknik mendapatkannya yakni data diskrit serta data kontinum. Data berdasarkan sifatnya, data kuantitatif tersusun atas data nominal, data interval, data rasio dan data ordinal.
  • Data kualitatif = data kualitatif merupakan data yang berbentuk kalimat bukan berbentuk angka. Data kualitatif didapat melalui berbagai jenis cara pengumpulan data seperti analisis dokumen, wawancara, diskusi terfokus, / observasi yang sudah dituangkan ke dalam catatan lapangan / transkrip. Bentuk lain dari data kualitatif adalah foto yang didapat melalui pemotretan / rekaman video.
  • Data kuantitatif = merupakan data yang berbentuk angka / bilangan. Sesuai dengan kriterianya, data kuantitatif bisa diolah / dianalisis memakai teknik perhitungan statistika / matematika.
Semoga informasi di atas berguna untuk anda.

Selasa, 20 Agustus 2013

Pembahasan Penelitian Empiris

Penelitian empiris merupakan penelitian hukum yang memakai sumber data primer. Data yang diperoleh berasal dari eksperimen dan observasi.

Studi hukum :

1. Hukum bisa dipelajari dan diteliti sebagai sebuah studi tentang law in books.

2. Hukum bisa dipelajari dan diteliti sebagai studi tentang law in action : adalah studi ilmu sosial non doktrinal serta bersifat empiris.

Dalam penelitian sosial hukum tidak dijadikan sebagai suatu gejala otonom (normatif yang mandiri), namun sebagai sebuah institusi sosial yang dihubungkan secara nyata dengan variabel - variabel sosial lainnya. Hukum secara impiris adalah gejala masyarakat yang bisa dipelajari :
Sebagai variabel penyebab / independent variabel yang dapat menimbulkan akibat terhadap berbagai segi kehidupan masyarakat.

Sebagai variabel akibat / dependent variabel yang muncul sebagai hasil akhir / resultante dari berbagai kekuatan di dalam proses sosial. Penelitian hukum ini bukanlah penelitian hukum normatif, studi ini disebut dengan sosiologi hukum (empiris), yakni apabila sarana penelitiannya
adalah hukum yang menjadi variabel akibat / merupakan studi hukum serta masyarakat, yakni jika sasaran penelitiannya ditujukan terhadap hukum yang menjadi variabel independen. Adanya perbedaan dari penelitian sosiologis (empiris) dan normatif akan mengakibatkan perbedaan terhadap langkah – langkah teknis di dalam penelitian yang harus dikerjakan dan terhadap desain – desain penelitian yang wajib dibuat. Berikut perbedaan penelitian hukum sosiologis dengan penelitian normatif :

Penelitian hukum sosiologis ( empiris ) = memberikan arti penting terhadap analisis yang bersifat kuantitatif dan empiris, sehingga langkah dan desain teknis penelitian tersebut mengikuti pola dari penelitian ilmu sosial khususnya ilmu sosiologis ( socio – legal research ). Oleh sebab itu langkahnya adalah dengan dimulai dari perumusan hepotetis dan perumusan permasalahan, melalui penetapan sampul, lalu pengukuran variabel, selanjutnya pengumpulan data serta pembuatan desain analisis, dan semua proses diakhiri dengan menarik sebuah kesimpulan.


Metode yang digunakan adalah pendekatan yang sekiranya bisa diterapkan di dalam penelitian tersebut, yaitu :

1. Pendekatan yang bersifat normatif / legal research

2. Metode empiris / yuridis sosiologis

3. Menggunakan gabungan keduanya

Itu tadi sedikit penjelasan tentang penelitian empiris, semoga dapat menambah pengetahuan anda dan berguna.

Selasa, 13 Agustus 2013

Tipe Penelitianin

Tipe penelitian bisa ditinjau dari beberapa sudut pandang, oleh sebab itu yipe penelitian bisa dibedakan menjadi berikut :

1. Dari sudut sifatnya

a. Penelitian yang memiliki sifat eksploratif / penjajakan atau penjelajahan = penelitian ini mempunyai tujuan untuk mempertajam pengetahuan tentang suatu gejala tertentu agar memperoleh gagasan-gagasan baru mengenai sebuah gejala tersebut. Hal ini dilakukan untuk pengetahuan yang masih baru, dan belum banyak informasi tentang masalah yang diteliti / bahkan belum ada. Penelitian ini digunakan untuk tahap awal dari suatu penelitian. Dalam bidang hukum penelitian ini seperti penelitian tentang masalah identifikasi hukum

b. Penelitian yang memiliki sifat deskriptif = penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara tepat dari sifat-sifat suatu individu, kondisi / gejala kelompok tertentu / untuk menentukan penyebaran dari suatu gejala, untuk menentukan ada dan tidaknya hubungan antar satu gejala dengan gejala lain di dalam masyarakat. Deskripsi adalah pertanyaan faktual di dalam peristiwa sejarah yang meliputi what, when, who, dan where. Penelitian ini biasanya bermula dari hipotesis, biasanya juga tidak, bisa membentuk teori-teori baru / mempertajam teori yang telah ada, serta bisa memakai data kuantitatif dan kualitatif.

c. Penelitian yang memiliki sifat eksplanatif ( menjelaskan ) = penelitian eksplanatif memiliki tujuan untuk menguji hipotesis mengenai ada dan tidaknya hubungan antara sebab akibat dari variabel yang diteliti. Dengan begitu penelitian ini baru bisa dilakukan jika informasi-informasi mengenai masalah yang diselidiki telah cukup banyak, artinya sudah ada teori sebelumnya serta sudah ada penelitian empiris sebagai penguji berbagai hipotesis. Penelitian ini memiliki bentuk eksperimen yang dipadukan ilmu eksakta.

Sebenarnya penelitian eksperimen adalah menguji hubungan antara sebab akibat, wajib ada 2 kelompok yang memiliki ciri-ciri yang sama, yakni kelompok pertama merupakan kelompok yang diteliti serta kelompok kedua merupakan kelompok kontrol. Cara pengujiannya adalah dengan memberikan perlakuan kepada kelompok yang diuji / diteliti, dan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Jika sesudah diberi perlakuan terjadi perubahan dengan kelompok kontrol, maka perbedaan itu merupakan akibat dari perlakuan tertentu, sedangkan perlakuan yang diberikan merupakan sebab yang terjadi dari perbedaan tersebut.

Syarat Penelitian

Ada beberapa persyaratan penelitian yang penting dan harus diketahui terlebih dahulu. Berikut akan kami rangkum secara jelas dibawah ini.

1.Syarat-syarat dari latar belakang masalah :
Argumentasikan urgensi penelitian, jadi orang percaya bahwa kejadian itu perlu untuk diteliti

Bagaimana meyakinkan terhadap pembaca bahwa hal itu penting

Kemukakan fakta-fakta awal dengan kongkrit

Jelaskan kesenjangan yang ada di antara dassain / keadaan yang ada dengan dassolen / keadaan yang diinginkan.

Perlu segera ditangani dan perlu diteliti

Jelaskan ide-ide awal

2. Syarat-syarat rumusan masalah :
Berisi pertanyaan yang nantinya akan dijawad lewat pengumpulan data, pengolahan serta analisis data.

Rumusan masalah sebaiknya tersusun dari 2 / 3

Harus memiliki referensi ( tijauan pustaka )

3. Tinjauan pustaka adalah mereview pendapat-pendapat dari orang lain dan terbagi menjadi 2 yakni :
Landasan teoritis = setiap teori memiliki asumsi yang sesuai dengan keadaan nyata di masyarakat.

Landasan empiris = menyusun hasil penelitian dari orang lain yang

lalu digunakan sebagai landasan yang melengkapi susunan ilmiah yang sebelumnya sudah ada.

Kerangka pikir adalah ide gagasan yang berasal dari peneliti serta melihat hubungan sesudah membaca referensi, lalu memilih pendekatan apa yang digunakan.

Jenis-jenis penelitian menurut tujuan :
1. Penelitian murni

Adalah penelitian yang dilakukan sekedar untuk memahami fenomena organisasi dengan mendalam serta hasil penelitian tersebut digunakan untuk pengembangan ilmu manajemen / administrasi.

2. Penelitian terapan

Adalah penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang nantinya bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah.

3. Penelitian survey

Merupakan penelitian yang diarahkan pada populasi besar / kecil, namun data yang dipahami merupakan data dari contoh yang diambil dari organisasi tersebut, jadi ditemukan kejadian relatif, distributif, serta hubungan antar variabel. Seperti : penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan kecenderungan warga dalam memilih calon pemimpin nasional serta daerah, kualitas masyarakat Indonesia dilihat dari SDM nya.

4. Penelitian sx post facto

Merupakan sebuah penelitian yang diarahkan untuk menyelidiki kejadian yang sudah terjadi serta kemudian untuk mengetahui faktor-faktor yang bisa menyebabkan kejadian ini muncul. Misalnya : penelitian untuk menjelaskan sebab terjadinya kebakaran di dalam sebuah gedung pemerintahan / penelitian untuk mengungkapkan penyebab munculnya kerusuhan pada suatu daerah.

Senin, 12 Agustus 2013

Teknik Penelitian

Pengumpulan data adalah salah satu teknik penelitian yang paling penting. Menyusun instrumen memang kegiatan yang penting dalam penelitian, namun mengumpulkan data lebih penting, terutama bila peneliti memakai metode yang rawan akan masuknya unsur subjektif dari peneliti. Itulah pentingnya mengumpulkan data, maka harus ditangani dengan serius supaya hasil yang didapat sesuai dengan fungsinya yakni pengumpulan data yang cocok dan tepat.

Pengumpulan data di dalam penelitian harus dipantau supaya data yang didapat bisa terjaga tingkat validitas serta realiabilitasnya. Walaupun sudah memakai instrumen yang valid serta reliabel namun bila dalam proses penelitian anda tidak memperhatikan dengan baik, maka data yang terkumpul bisa jadi hanya tumpukan sampah. Peneliti yang mempunyai jawaban responden sesuai dengan keinginannya akan tidak reliabel. Petugas pengumpulan data sangat mudah dipengaruhi dengan keinginan pribadinya dan akan semakin condong kepada data yang terkumpul.

Oleh sebab itu, walaupun pengumpul data hanya sebatas sebagai pengumpul data, namun harus tetap memenuhi standar dan persyaratan yakni memiliki keahlian yang baik dalam melakukan kegiatan pengumpulan data. Mengumpulkan data memang merupakan pekerjaan yang sulit dan melelahkan. Di dalam penelitian sosial, biasanya petugas pengumpul data mondar-mandir dari sekolah satu ke sekolah yang lain / dari rumah satu ke rumah yang lain melakukan interview / membagi angket. Memang kadang sangat mudah memperoleh responden namun ada saat juga sulit sehingga akan menimbulkan keputusasaan. Oleh sebab itu biasanya kegiatan ini diberikan kepada peneliti junior dan peneliti senior yang membuat desain, mengolah data, menyusun instrumen, serta mengambil kesimpulan. Berikut beberapa jenis pengumpulan data :

1. Pengumpulan data lewat kuesioner / angket = banyak penelitian yang memakai kuesioner sebagai teknik yang dipilih dalam mengumpulkan data. Kuesioner / angket memangan memiliki banyak kelebihan sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Prosedur penyusunan kuesioner sebagai berikut :

Merumuskan tujuan yang ingin dicapai

Mengidentifikasi variabel yang ingin dijadikan sasaran

2. Pengumpulan data lewat interview = teknik interview membutuhkan waktu yang lumayan lama dalam mengumpulkan data bila dibandingkan dengan menyebarkan angket. Interview sangat rumit dan sulit, peneliti harus memperhatikan dari cara duduk sampai cara menginterview responden.

Sekian info kali ini semoga berguna.

Macam-Macam Metode Penelitian

Metode penelitian adalah rangkaian dari cara / kegiatan pelaksanaan penelitian dan didasari oleh pandangan filosofis, asumsi dasar, dan ideologis serta pertanyaan dan isu yang dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu. Rancangan ini menjelaskan prosedur / langkah-langkah yang harus dijalani, waktu penelitian, kondisi data dikumpulkan, sumber data serta dengan cara apa data tersebut dibuat dan diolah. Tujuan dari rancangan ini adalah menggunakan metode penelitian yang baik dan tepat, dirancang kegiatan yang bisa memberikan jawaban yang benar terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian. Berikut macam-macam metode penelitian :

1. Penelitian kuantitatif

Penelitian ini didasari oleh suatu filsafat positivisme yang mengacu pada fenomena-fenomena objektif serta dikaji secara kuantitatif. Memaksimalkan objektivitas desain dalam penelitian dengan memakai angka-angka, struktur, pengolahan statistik, dan percobaan terkontrol. Di dalam penelitian kuantitatif ada beberapa metode yakni : deskriptif, survei, komparatif, penelitian tindakan, korelasional, dan ekspos facto.

2. Penelitian deskriptif 
Penelitian deskriptif merupakan sebuah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang ada, dan yang sedang berlangsung saat ini maupun yang lampau. Seperti : berapa lama orang dewasa menghabiskan waktunya untuk bekerja. Penelitian deskriptif, dapat menjelaskan sesuatu kondisi saja, namun dapat juga menjelaskan keadaan da dalam langkah-langkah perkembangannya. Penelitian yang demikian disebut dengan penelitian perkembangan (developmental studies). Ada 2 sifat di dalam penelitian perkembangan yakni longitudinal / sepanjang waktu dan cross sectional / dalam potongan waktu.

3. Penelitian survei
Metode survei digunakan untuk mendapatkan informasi dalam bentuk opini dari sejumlah orang terhadap isu dan topik tertentu. Dalam survei ada 3 karakter utama yaitu 1) informasi dikumpulkan dari kelompok besar orang yang digunakan untuk menjelaskan beberapa aspek tertentu. 2) informasi dikumpulkan lewat pengajuan pertanyaan (biasanya tertulis). 3) informasi yang didapat dari sampel, tidak dari populasi. Tujuan dari survei adalah untuk mengetahui gambaran umum dari populasi.

4. Penelitian ekspos facto
Metode yang meneliti hubungan antara sebab dan akibat. Penelitian ini dilakukan terhadap program, kejadian / kegiatan yang sudah berlangsung / telah terjadi. Seperti penelitian tentang pemberian gizi pada waktu hamil bisa menyebabkan bayi sehat.

Di atas adalah sedikit penjelasan mengenai macam-macam metode penelitian. Semoga berguna.

Minggu, 11 Agustus 2013

Strategi Penelitian

Strategi Penelitian - Dalam sebuah penelitian tentunya kita sulit dalam memecahkan masalah. Selain itu dalam pembuatan proposal dan laporan tentunya akan sulit direalisasikan bila informasi yang kita dapatkan sangat minim. Untuk menyiasati hal ini maka kita harus menerapkan strategi yang tepat dalam mendapatkan informasi. Berikut beberapa strategi penelitian :

1. Studi kasus

Merupakan strategi yang banyak digunakan dalam penelitian kualitatif, walaupun tidak semua peneliti studi kasus ini adalah peneliti kualitatif. Studi kasus ini berfokus pada paradigma yang sifatnya naturalistic, kebudayaan, holistic dan fenomenologi. studi kasus dibagi menjadi beberapa jenis yakni studi kasus yang memiliki sifat exploratory, dan descriptive. dimana studi kasus jenis ini terdapat banyak usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, mengapa dan bagaimana, serta di tingkat tertentu juga memakai pertanyaan apa / apakah. Ada juga studi kasus intrinsic artinya usaha penelitian yang bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang suatu hal. Jadi jenis studi kasus ini tidak bermaksud untuk membuat teori. Studi kasus instrumental adalah studi yang menghasilkan hal-hal baru yang bisa memperdalam suatu teori. Yang terakhir studi kasus kolektif, merupakan perluasan dari studi instrumental yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman serta menyumbang kepada pembentukan teori.

2. Survey

Strategi ini umumnya digunakan untuk memetakan masalah secara singkat serta cepat. Analogi dari strategi survey ini di dalam fotografi adalah saat seorang fotografer membuat sebuah jepretan terhadap objek. Dengan demikian, semakin luas info yang didapat dari pemetaan yang cepat dan singkat ini maka populasi juga semakin tinggi, serta ini akan membuat pengambilan kesimpulan menjadi lebih baik.

3. Eksperimen

Strategi ini digunakan untuk melihat pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya. Dengan demikian, kondisi yang ada dicoba untuk dikendalikan sedemikian rupa, sehingga hanya variabel khusus yang menjadi perhatian. Untuk itu, umumnya disediakan 2 kelompok yang berbeda dengan tujuan untuk menarik perhatian saja. 2 kelompok ini lalu diberi perlakukan yang berbeda. Kemudian pengaruh dari perlakuan tersebut yang nantinya diamati serta dibandingkan.

Itu tadi beberapa strategi penelitian yang dapat anda terapkan dalam pembuatan sebuah proposal dan laporan. Sehingga anda tidak mengalami kesulitan dalam mencari ide. Semoga berguna.

Penelitian Deskriptif Kualitatif

Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam masyarakat, pertentangan 2 keadaan / lebih, hubungan antarvariabel, perbedaan antar fakta, pengaruh terhadap suatu kondisi, dan lain-lain. masalah yang diteliti dan diselidiki oleh penelitian deskriptif kualitatif mengacu pada studi kuantitatif, studi komparatif, serta dapat juga menjadi sebuah studi korelasional 1 unsur bersama unsur lainnya. Biasanya kegiatan penelitian ini meliputi pengumpulan data, menganalisis data, meginterprestasi data, dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang mengacu pada penganalisisan data tersebut.

Dalam penelitian deskriptif kualitatif umumnya akan

terjadi 3 hal kemungkinan pada masalah yang dibawa oleh peneliti ke penelitian tersebut. Yakni sebagai berikut :

Masalah yang dibawa peneliti adalah masalah tetap, jadi judul dari penelitian deskriptif kualitatif mulai awal pengajuan proposal hingga akhir laporan tetap sama

Masalah yang diajukan oleh peneliti menjadi berkembang serta lebih mendalam sesudah peneliti melakukan penelitian tersebut di lapangan, jadi tidak terlalu banyak hal yang berubah, maka cukup disempurnakan saja

Masalah yang diajukan oleh peneliti sesudah melakukan penelitian tersebut di lapangan akan berubah total, jadi objek masalah pun wajib diganti secara menyeluruh.

Setiap penelitian tentunya mempunyai tujuan yang berbeda-beda, termasuk penelitian deskriptif kualitatif ini. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah tidak semata-mata untuk menjelaskan secara menyeluruh masalah yang akan diteliti dan diamati saja, namun juga ada tujuan lainnya. Tujuan dari penelitian deskriptif kualitatif akan menjadi pedoman ketika anda melakukan penelitian.

Tujuan dari penelitian deskriptif kualitatif searah dengan rumusan masalah serta pertanyaan penelitian / identifikasi masalah. Hal ini disebabkan tujuan dari penelitian ini akan menjawab pertanyaan yang sebelumnya dikemukakan oleh rumusan masalah serta pertanyaan penelitian / identifikasi masalah. Tujuan ini juga menentukan bagaimana anda mengolah hasil penelitian yaitu dengan membuat analisisnya memakai metode penelitian ini. Sekian informasi dari saya tentang penelitian deskriptif kualitatif, semoga berguna.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Sistematika Penelitian

Sistematika Penelitian - Dalam sebuah penelitian apalagi proposal dan laporan penelitian tentunya diwajibkan menggunakan sistematika yang benar dan baik. Sehingga laporan dan proposal penelitian tersebut tidak asal dibuat. Berikut sistematika penelitian :

1. Judul = harus jelas, singkat, menarik, dan padat.

Contoh : sistem informasi administrasi desa, sistem kinerja mesin motor.

2. Latar belakang.

Mengapa perlu usulan kegiatan tersebut ?

Untuk menjawab keingintahuan seorang peneliti menjelaskan suat konsep / gejala / dugaan serta menerapkan suatu tujuan.

Bagaimana cara melakukan kegiatan ?

Menjelaskan hal-hal yang menguatkan argumentasi akan pentingnya dilakukan penelitian

Apa hasil dari kegiatan ?

Jelaskan proses dengan mengidentifikasi masalah penelitian

3. Perumusan masalah

a. terkait latar belakang

b. fokus pada masalah

c. bisa menggunakan kalimat tanya

d. rumuskan dengan jelas masalah yang akan diteliti

e. uraikan pendekatan serta konsep untuk menjawab masalah yang diteliti

f. hipotesis yang akan diteliti / dibuktikan

jelaskan definisi, asumsi dan lingkup yang menjadi batas penelitian

4.
Tinjauan Pustaka

- Usahakan pustaka terbaru, asli dan relevan dari jurnal ilmiah

- Uraikan dengan detail kajian pustaka yang membuat gagasan dan mendasari penelitian yang sedang dilakukan.

- Menguraikan temuan, bahan dan teori penelitian lain yang didapat dari acuan, yang dibuat sebagai landasan untuk melakukan sebuah penelitian yang akan diusulkan

- Merupakan landasan untuk membuat kerangka atau konsep yang akan dipakai

- Mengacu kepada daftar pustaka

5. Tujuan penelitian

- Apa yang mau dicapai ?

- Pertanyaan jelas, singkat dan terstruktur

- Ada benang merah yang mengacu latar belakang

- Berikan ulasan singkat tentang tujuan penelitian

- Penelitian bisa bertujuan menjajaki, menerangkan, membuktikan, menguraikan dan menerapkan sebuah konsep, gejala, dugaan dalam membuat suatu prototipe.

6. Manfaat penelitian

- Memberi kontribusi hasil dari penelitian dalam pengembangan iptek, pengembangan pembangunan dan lembaga.

- Manfaat penelitian sama dengan tujuan penelitian

7. Metode penelitian

- Uraikan metode dengan rinci

- Model yang digunakan

8. Jadwal pelaksanaan

9. Personalia penelitian

10. Perkiraan biaya penelitian

11. Lampiran – lampiran
Sekian informasi tentang sistematika penelitian yang bisa diterapkan di dalam pembuatan proposal dan laporan. Semoga berguna.

Bentuk Penelitian

Bentuk Penelitian - Secara umum penelitian bisa dibedakan dan dilihat dari beberapa aspek. Dimana, suatu bentuk penelitian itu dibuat, dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tersebut diantaranya aspek tujuan serta aspek metode.

1. Aspek Tujuan = bila mengacu terhadap perluasan ilmu, biasanya disebut dengan penelitian dasar. Bila mengacu terhadap pemecahan masalah serta untuk memperoleh manfaat bagi orang banyak umumnya disebut dengan penelitian terapan.

2. Aspek Metode = berdasarkan aspek metode, bentuk-bentuk penelitian dibagi menjadi beberapa sebagai berikut.

  • Penelitian deskriptif / penelitian praeksperimen = dalam penelitian ini, terdapat perlakuan eksplorasi yang digunakan untuk menggambarkan sebuah objek tertentu dengan jelas dan sistematis. Tujuannya adalah untuk memperkirakan gejala yang akan terjadi disebabkan dasar data yang didapat di lapangan.
  • Penelitian sejarah = penelitian ini hampir sama dengan penelitian deskriptif. Hal yang membedakan kedua penelitian ini adalah di penelitian sejarah untuk mendapatkan informasi dilakukan metode wawancara terhadap pelaku sejara, narasumber sejarah, misalnya tokoh masyarakat, para pemimpin, dan ahl sejarah yang berhubungan dengan sebuah peninggalan sejarah
  • Penelitian survey / penelitian normatif / penelitian status = dalam penelitian ini para peneliti memakai variabel serta populasi yang luas, tujuannya adalah sebagai bentuk awal dari penelitian, mengembangkan eksplorasi objek, serta melakukan klasifikasi terhadap suatu masalah yang akan diselesaikan.


  • Penelitian eksperimen = Penelitian ini adalah metode inti untuk model penelitian yang ada. Peneliti eksperimen melakukan 3 persyaratan penelitian, yaitu memanipulasi, observasi, dan mengontrol. Didalam penelitian ini, peneliti harus membagi objek yang sedang diteliti menjadi 2 grup, yaitu group perlakuan / yang mendapat perlakuan serta grup kontrol yang tidak mendapat perlakuan. Penelitian ini biasanya dipakai di dalam bidang IPA, terutama biologi.
  • Penelitian kualitatif = sebuah penelitian yang fokus pada asumsi dan berdasarkan fakta. Penelitian ini mengacu pada kebenaran itu dinamis, serta bisa dicari tahu dengan cara mewawancarai orang-orang yang terlibat di dalam kondisi tersebut. Penelitian ini berdasarkan kesimpulan penelitian terhadap asumsi-asumsi interpretasi yang benar dan mengarah kepada fakta serta teori pendukung. Di dalam penelitian ini terdapat 5 karakteristik yaitu sebagai berikut :
  1. Sumber data diperoleh dari lingkungan alamiah
  2. Bersifat deskriptif analitik
  3. Menekan pada proses, tidak pada hasil
  4. Bersifat induktif
  5. Mementingkan makna.

Semoga ulasan tentang bentuk penelitian ini dapat membantu.

Jumat, 09 Agustus 2013

Rencana Penelitian

Rencana Penelitian - Di dalam penelitian apapun itu, baik penelitian kuantitatif pasti tidak akan lepas dari salah satu tahapan yang biasa kita sebut dengan tahapan persiapan. Jadi dalam tahapan ini juga meliputi suatu kegiatan penjajakan ataupun orientasi ataupun orientasi lapangan maupun orientasi medan serta tahapan penyusunan rencana penelitian dan juga instrumen penelitian.

Meskipun penelitian kualitatif lebih menekankan diri pada kegiatan di lapangan sebagai sasaran penelitian, akan tetapi bukan berarti dalam penyusunan rencana penelitian bisa ditinggalkan begitu saja. Mengapa demikian? karena bagaimanapun juga suatu kegiatan penelitian tersebut juga harus cenderung bersifat terarah dan juga terfokus, di dalamnya termasuk penelitian kualitatif. Jadi penyusunan rencana penelitian itu dimaksudkan untuk menentukan arah fokus dan juga tujuan dari penelitian itu sendiri. Rencana penelitian seperti yang dimaksudkan ini kerap kali tampil dalam berbagai macam istilah seperti rancangan penelitian, usul penelitian, proposal penelitian, proyek proposal, proyek statement dan lain sebagainya.

Sebenarnya kata rencana kerap kali disebut pula sebagai rancangan, di sini maksudnya kerap kali persiapan yang hendak dilakukan untuk melaksanakan
sesuatu itu sesuai dengan mksud dan tujuan tertentu. Sehingga dari situlah suatu rencana termasuk rencana sebuah penelitian paling tidak harus mencakup unsur-unsur seperti berikut ini :
Kenyataan atau keadaan sekarang ini selaku latar belakang
Kecenderungan yang tengah berlaku di lapangan
Permasalahan yang sekiranya akan muncul
Anggapan-anggapan dasar yang bisa digunakan
Jawaban yang ada, yang kemungkinan jawaban tersebut benar
Tujuan yang akan dicapai
Sasaran yang akan dijangkau
Langkah untuk mencapai tujuan atau sasaran yang di dalamnya meliputi :

a) Pemilihan teknik ataupun metode operasional

b) Pemilihan untuk tempat operasionalnya

c) Pemilihan untuk waktu operasionalnya

d) Pemilihan personalia atau tenaga maupun sasaran serta organisasinya

e) Penetapan dana baik itu dalam jumlah ataupun asalnya

Pada dasarnya rencana ataupun perencanaan itu adalah sederetan petunjuk yang telah disusun secara logis dan juga secara sistematis. Apabila kita mengingat suatu rencana, maka yang rencana tersebut merupakan sebuah gambaran mengenai sesuatu tujuan maupun cara-cara untuk mencapainya. Jadi setidaknya dalam rencana penelitian itu dapat disimpulkan harus memuat penetapan atau perumusan mengenai :
Latar belakang suatu penelitian
Kecenderungan yang tengah berlaku
Anggapan dasar
Prakiraan jawaban (berupa hipotesis)
Tujuan dari penelitian tersebut
Sasaran dari penelitian tersebut
Cara untuk mencapai tujuan tersebut


Kamis, 08 Agustus 2013

Macam-Macam Penelitian

Macam-Macam Penelitian - Umumnya, Penelitian dapat diartikan sebagai salah satu proses analisis dan pengumpulan data yang dilaksanakan dengan cara sistematis dan juga logis untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Macam-macam penelitian

1. Macam-macam penelitian berdasarkan pada pendekatan
Penelitian merupakan suatu proses untuk mencari kebenaran yang bisa menghasilkan dalil atau hukum. Selain itu penelitian juga merupakan proses untuk memecahkan suatu masalah dengan berdasarkan data yang didapat dari lapangan. Untuk permasalahan penelitian ini terdapat dua bentuk teknik penelitian yaitu :

Penelitian Kuantitatif

Penelitian ini merupakan penelitian ilmiah. Sehingga penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang mempunyai kriteria seperti : bebas prasangka, berdasarkan fakta, menggunakan hipotesa, menggunakan prinsip analisa, menggunakan ukuran objektif dan juga menggunakan data kuantitatif.

Penelitian Kualitatif
Penelitian ini merupakan penelitian yang sifatnya non ilmiah yang mana datanya bersifat kualitatif. Jadi penelitian ini bukanlah penelitian yang ilmiah melainkan penelitian yang sifatnya alamiah.


2. Macam-macam penelitian berdasarkan dari fungsinya

Penelitian ini secara umum memiliki dua fungsi yang utama yaitu dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan

juga memperbaiki praktek. Pada dasarnya penelitian di sini bisa dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

Penelitian Dasar
Penelitian dasar atau yang biasa disebut dengan penelitian murni maupun pokok ini merupakan penelitian yang diarahkan kepada pengujian teori dengan sedikit atau malah tidak sama sekali menghubungkan hasilnya untuk keperluan praktek. Penelitian dasar dikerjakan tanpa harus memikirkan ujung praktis ataupun titik terapan, sementara hasil dari penelitiannya yaitu berupa pengetahuan umum serta pengertian mengenai hubungan-hubungannya.

Penelitian Terapan
Penelitian terapan ini pada dasarnya berkenaan dengan kenyataan praktis serta pengembangan pengetahuan yang didapatkan oleh penelitian dasar di kehidupan nyata.

Penelitian Evaluatif
Penelitian ini difokuskan kepada kegiatan dalam unit tertentu dan kegiatan tersebut bisa berupa proses maupun hasil kerja, program. Sementara untuk unit bisa berupa organisasi, tempat ataupun suatu lembaga.

3. Macam-macam penelitian berdasarkan dari tujuannya
Penelitian Deskriptif
Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan suatu keadaan secara apa adanya. Jadi di sini peneliti tidak melakukan manipulasi terhadap objek penelitian.

Penelitian Prediktif
Penelitian ini ditujukan untuk memperkirakan mengenai apa yang akan terjadi dengan berdasarkan hasil dari analisis kondisi sekarang.

Penelitian Importif
Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan, memperbaiki dan menyempurnakan keadaan.

Penelitian Eksplanatif
Penelitian ini ditujukan untuk memberi penjelasan mengenai hubungan antar fenomena untuk variabel. Jadi penelitian ini berupaya untuk mencari korelasi di antara hal tersebut.

Objek Penelitian

Objek Penelitian - Pada dasarnya objek merupakan apa yang hendak diselidiki di dalam kegiatan penelitian. Ada beberapa persoalan yang perlu untuk kita pahami supaya dapat menentukan serta menyusun objek penelitian di dalam metode penelitian dengan baik yaitu berhubungan dengan apa itu objek penelitian di dalam penelitian kualitatif. Selain itu apa saja objek penelitiannya dan juga kriteria seperti apa yang bisa dijadikan objek dari penelitian yang kita lakukan.

Menurut pengertian, objek adalah keseluruhan dari gejala yang terdapat di sekitar kehidupan kita. Apabila kita lihat dari sumbernya, maka objek di dalam suatu penelitian kualitatif disebut sebagai situasi sosial yang di dalamnya terdiri dari tiga elemen yaitu :

  1. Tempat
  2. Pelaku
  3. Aktivitas

Yang mana dari ketiga elemen tersebut saling bersinergi. Akan tetapi objek penelitian kualitatif juga tidak semata-mata bergantung pada situasi sosial dari tiga elemen itu saja melainkan juga bisa berupa tumbuhan, peristiwa alam, binatang, kendaraan dan sebagainya.

Apabila dikaitkan dengan sumbernya, maka objek penelitian bisa dibedakan menjadi 2 bagian yaitu objek primer dan sekunder. Sementara untuk pengertian dari objek primer yaitu suatu objek yang diperoleh dengan melalui sumber pertama, sedangkan untuk objek sekunder yaitu objek yang didapatkan dengan melalui sumber kedua. Untuk contohnya yaitu, pada saat melakukan sebuah wawancara, maka objek primernya adalah hasil dari wawancara tersebut, sedangkan untuk objek sekundernya adalah dokumen yang tertulis ataupun berbagai hasil pembicaraan yang berguna untuk mendukung sumber objek serta objek primernya. Sebenarnya objek sekunder masih dibedakan lagi menjadi 2 macam yaitu :
  1. Sumber yang berhubungan dengan masalah utama dari penelitian secara langsung
  2. Sumber umum, layaknya buku-buku serta referensi yang tidak berhubungan secara langsung, namun mempunyai relevansi.
Untuk persyaratan bagi permasalahan yang bisa dan juga layak untuk dijadikan objek penelitian yaitu :
  • Permasalahannya masih baru
  • Menarik minat dari banyak kalangan
  • Memiliki relevansi serta manfaat untuk masyarakat
  • Memungkinkan untuk bisa dikembangkan dalam penelitian selanjutnya
  • Memungkinkan untuk dilakukan sesuai pada waktu dan dana

Sementara itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan berhubungan dengan objek penelitian yaitu :
  • Objek untuk penelitian harus sesuai latar belakang, baik akademis maupun sosial.
  • Objek untuk penelitian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari peneliti supaya penelitian yang dilakukan menarik.
  • Jangan mengkaji atau meneliti di bidang penelitian orang lain.
  • Objek penelitian, kecil maupun besar di sekitar kita.
  • Usahakan objek penelitian tidak berada pada tempat kita bekerja atau tempat kita berdomisili supaya bisa objektif dalam meneliti.

Rabu, 07 Agustus 2013

Analisis Data Penelitian

Pada dasarnya proses analisis data itu dimulai dari menelaah data secara keseluruhan yang telah tersedia dari berbagai macam sumber, baik itu pengamatan, wawancara, catatan lapangan dan yang lainnya. Data tersebut memang ada banyak sekali dan setelah dibaca kemudian dipelajari. Apabila itu sudah dilakukan maka selanjutnya melakukan reduksi data yang dilaksanakan dengan cara membuat sebuah abstraksi dan setelah itu maka menyusunnya ke dalam satuan-satuan. Dari satuan-satuan tersebut kemudian dikategorisasikan pada langkah-langkah selanjutnya. Kategori tersebut dilakukan sembari membuat koding dan tahap terakhir dari analisis data penelitian yaitu dengan mengadakan pemeriksaan atas keabsahan data. Apabila tahapan tersebut telah selesai maka sekarang mulailah ke tahap penafsiran data untuk menjadikannya teori substansi dengan menggunakan metode-metode tertentu.

Konsep dasar analisis data penelitian

Patton menjelaskan mengenai analisis data itu merupakan suatu proses untuk mengatur urutan data, kemudian mengorganisasikan ke dalam kategori, pola maupun ke dalam satuan uraian dasar. Sementara Menurut Taylor, analisis data didefinisikan sebagai proses yang melakukan perincian usaha secara formal yang berguna untuk merumuskan hipotesis dan menemukan tema seperti apa yang telah disarankan serta sebagai bentuk usaha untuk memberikan kontribusi dan tema pada hipotesis. Apabila dikaji, maka definisi yang pertama lebih tertuju pada pengorganisasian data sementara untuk definisi yang kedua menekankan pada tujuan dan maksud dari analisis data penelitian. Dengan demikian maka definisi tersebut bisa di sintetiskan bahwa analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan juga mengurutkan data ke dalam suatu kategori, pola dan satuan uraian dasar sehingga bisa ditemukan tema serta dirumuskan hipotesis kerjanya seperti yang telah didasarkan oleh data.

Berdasarkan uraian tersebut maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa urutan untuk melakukan analisis data dalam penelitian yaitu pertama-tama dengan mengorganisasikan data dari semua data yang telah terkumpul yang terdiri atas komentar peneliti, foto, gambar, dokumen, laporan, artikel, biografi dan sebagainya. Kemudian pekerjaan dari seorang analisis data di sini yaitu :

  • Mengatur
  • Mengurutkan
  • Mengelompokkan
  • Memberi Kode
  • Mengategorikan 

Dengan dilakukan pengorganisasian serta pengelolaan data tersebut memiliki tujuan untuk menemukan tema dan juga hipotesis kerja yang nantinya akan diangkat untuk menjadi sebuah teori substantif.

Analisis data dalam penelitian itu dilakukan di dalam suatu proses. Jadi pelaksanaan analisis mulai dilakukan ketika pengumpulan data itu juga dikerjakan dan dilakukan secara intensif yaitu ketika sudah meninggalkan lapangan. Melakukan analisis membutuhkan usaha pemusatan perhatian serta pengerahan tenaga dan juga pikiran peneliti. Dengan demikian selain menganalisis data para peneliti juga harus mendalami kepustakaan yang bertujuan mengonfirmasi teori dan menjustifikasi terhadap teori baru yang ditemukan.

Definisi Metode Penelitian

Sebenarnya metode penelitian adalah cara alamiah untuk memperoleh data dengan kegunaan dan tujuan tertentu. Jadi setiap penelitian yang dilakukan itu memiliki kegunaan serta tujuan tertentu. Umumnya tujuan dari penelitian itu ada 3 macam yaitu :

  • Bersifat penemuan
  • Bersifat pembuktian
  • Bersifat pengembangan

Penemuan yang berarti itu datanya benar-benar baru yang memang sebelumnya belum pernah diketahui, sedangkan pembuktian yang berarti itu datanya bisa digunakan untuk membuktikan keraguan terhadap pengetahuan atau informasi tertentu. Sementara untuk pengembangan yang berarti itu bisa memperluas dan memperdalam pengetahuan yang ada.

Dengan melalui suatu penelitian, manusia bisa menggunakan atas hasil yang didapatkannya. Secara umum data yang didapat dari suatu penelitian bisa digunakan untuk memecahkan, memahami serta untuk mengantisipasi masalah. Maksudnya memahami di sini yaitu memperjelas informasi atau masalah yang sebelumnya tidak diketahui dan kemudian menjadi tahu. Sedangkan memecahkan maksudnya meminimalkan atau bahkan menghilangkan masalah sementara mengantisipasi adalah berupaya agar tidak terjadi lagi masalah.

Pada dasarnya metode penelitian bisa dibagi menjadi dua yaitu :

  • Bersifat kuantitatif
  • Bersifat kualitatif

Untuk metode kuantitatif juga disebut dengan metode positivistik dikarenakan berasaskan pada filsafat positivisme. Selain itu metode ini juga dikenal dengan metode scientific atau metode ilmiah dikarenakan sudah memenuhi kaidah ilmiah seperti empiris, terukur, objektif, sistematis dan rasional. Metode ini disebut juga dengan metode discovery dikarenakan metode jenis ini bisa dikembangkan dan ditemukan berbagai iptek baru. Metode yang juga mendapat sebutan metode kuantitatif karena datanya berupa angka dan analisis menggunakan statistik.

Untuk metode kualitatif juga disebut dengan metode postpositivistik dikarenakan berasaskan pada filsafat postpositivistik. Selain itu metode ini disebut dengan metode artistik dikarenakan proses penelitian yang dilakukan cenderung bersifat seni atau kurang terpola. Tidak hanya itu sebutan lain dari metode ini yaitu metode penelitian naturalistik dikarenakan penelitian yang dilakukan dalam kondisi alamiah dan metode ini kebanyakan digunakan untuk penelitian di bidang antropologi budaya. Sebenarnya mengapa disebut dengan metode kualitatif dikarenakan data yang dikumpulkan serta analisisnya cenderung bersifat kualitatif.

Selasa, 06 Agustus 2013

Sampel Penelitian

Sampel Penelitian - Sampel merupakan salah satu unsur dari populasi yang hendak dijadikan suatu objek penelitian. Apabila penelitian menggunakan sampel, maka yang bisa didapat yaitu ciri-ciri sampel yang diharapkan bisa menaksir ciri-ciri- populasi. Selain itu dalam sampel penelitian sendiri juga terdapat jumlah sampel serta ukuran sampel yang mana memiliki pengertian yang sama dengan ukuran dan jumlah populasi. Biasanya lambang dari jumlah sampel itu adalah k, sementara untuk lambang dari ukuran sampel yaitu n.

Teknik sampling memang sangatlah penting untuk diperlukan di dalam penelitian, hal ini dikarenakan bisa digunakan untuk menentukan bahwa siapa saja anggota dari populasi yang akan dijadikan sampel. Oleh karena itu teknik sampling memang harus jelas tergambar dalam sebuah rencana penelitian supaya tidak membingungkan pada saat kita terjun di lapangan. Pada dasarnya teknik sampling dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :
Probability sampling
Nonprobability sampling
Untuk probability sampling adalah teknik untuk pengambilan sampel yang akan memberikan peluang sama untuk setiap anggota populasi yang bisa dipilih menjadi anggota sampel. Probability sampling sendiri terdiri atas 4 macam, yaitu :

1. Simple Random Sampling
Mengapa dikatakan simpel atau sederhana dikarenakan dalam pengambilan sampel dari
populasi itu memang dilakukan secara acak tanpa harus memperhatikan strata.

2. Proportionate Stratified Random Sampling
Salah satu teknik yang digunakan apabila populasi memiliki unsur/anggota yang tidak berstrata dan homogen secara proporsional.

3. Disproprtionate Stratified Random Sampling
Teknik yang digunakan dalam menentukan jumlah dari sampel, apabila populasi itu berstrata namun kurang proporsional.

4. Cluster Sampling atau Area Sampling
Teknik yang digunakan dalam menentukan sampel apabila objek yang hendak diteliti atau sumber dari datanya sangat luas.

Sedangkan untuk Nonprobability sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yang tidak memberi kesempatan atau peluang yang sama untuk setiap anggota populasi yang bisa dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability sampling terdiri atas 6 macam, yaitu :

· Sampling Sistematis
Sampling sistematis merupakan teknik untuk pengambilan sampel dengan berdasarkan urutan dari anggota populasi yang sudah diberikan nomor urutan.

· Sampling Kuota
Sampling kuota merupakan teknik penentuan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu hingga mencapai jumlah kuota tertentu.

· Sampling Insidental
Sampling Insidental merupakan teknik untuk menentukan sampel dengan berdasarkan kebetulan.

· Sampling Purposive
Sampling purposive merupakan teknik yang paling sesuai dengan pertimbangan tertentu.

· Sampling Jenuh
Sampling jenuh merupakan teknik untuk menentukan sampel apabila seluruh anggota populasi digunakan untuk sampel.

· Snowball Sampling
Snowball sampling merupakan teknik untuk menentukan sampel yang awal mulanya berjumlah kecil, yang kemudian semakin membesar.


Langkah Penelitian

Langkah Penelitian - Rancangan penelitian merupakan awal dari proses pelaksanaan suatu penelitian yang hendak dilakukan, dengan demikian berarti masih terdapat kegiatan lain yang juga harus ditempuh. Di dalam melakukan penelitian ilmiah, kita harus melalui langkah-langkah tertentu dengan sistematis atau yang disebut dengan prosedur penelitian. Oleh karena itu pada dasarnya langkah-langkah penelitian yang dimaksud yaitu sebagai berikut ini :

1. Membuat Sebuah Rancangan Penelitian
Seorang peneliti harus menyusun rancangan penelitian atau yang disebut dengan proposal penelitian, hal ini termasuk langkah-langkah yang sangat penting. Sebenarnya proposal penelitian bisa juga menentukan keberhasilan kegiatan penelitian.

2. Pengumpulan Data
Riset atau penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan secara sistematis dan terarah serta memiliki tujuan. Dalam proses pengumpulan data, kita perlu jenis data, cara memperoleh, sumber data, dan besarnya yang dibutuhkan. Sementara langkah yang perlu untuk diperhatikan pada proses pengumpulan data yaitu :

  1. Seleksi data, yaitu memilih data yang benar-benar valid serta berhubungan dengan inti masalah.
  2. Sumber data, yaitu berusaha untuk menemukan sumber data aslinya guna mendapatkan hasil yang akurat.
  3. Validasi data, yaitu mencari data aktual yang sesuai dengan tujuan dan masalah penelitian.
  4. Catatan data, yaitu membuat suatu catatan lapangan dengan cermat serta seksama untuk tujuan supaya data yang didapat tidak tercampur dengan yang lainnya dan agar tidak lupa
  5. Mengoreksi, merevisi dan memodifikasi data, yaitu melakukan pengecekan data yang sudah terkumpul serta mencari kembali data apabila dirasa kurang.

3. Pengolahan Data
Melakukan pengolahan data dengan cara menimbang, mengatur, menyaring serta mengklarifikasi data sudah terkumpul. Di sini ada empat tahapan dalam pengolahan data yaitu :

Menentukan variabel yang hendak dilakukan tabulasi dengan cara membuat daftar variabel untuk inventarisasi dalam menentukan variabel yang hendak dianalisis.

Menentukan metode tabulasi dengan memilih cara yang sesuai dengan jumlah dari variabel serta jumlah respondennya. Selain itu juga tenaga, biaya dan fasilitas.

Editing, yakni melakukan koreksi atas kesalahan di dalam data yang dikarenakan adanya kekeliruan pengolahan data.

Analisis data, yakni menyederhanakan data agar mudah dibaca dan di interpretasikan.

4. Penyusunan Laporan
Ini merupakan langkah terakhir dari kegiatan penelitian. Di sini mulai dilakukannya pembuatan laporan ke dalam bentuk karya tulis. Jadi laporan ini erat kaitannya dengan kemampuan bahasa, berpikir runtut dan berpikir logis. Pada laporan yang lengkap tidak hanya memuat kajian hasil, melainkan juga proses penelitiannya secara menyeluruh. Urutan dari isi laporan penelitian biasanya seperti berikut :

Pendahuluan

Kajian Pustaka

Metodologi Penelitian

Hasil Penelitian

Saran serta implikasi

Senin, 05 Agustus 2013

Rancangan Penelitian

Desain atau rancangan penelitian bisa diartikan suatu proses analisis dan pengumpulan data penelitian. Akan tetapi dalam arti luasnya rancangan penelitian itu meliputi proses dari perencanaan serta pelaksanaan penelitian. Sebenarnya rancangan penelitian itu adalah catatan yang menjelaskan semua prosedur dari penelitian sejak dari tujuan penelitian hingga analisis data. Pembuatan rancangan penelitian sendiri bertujuan agar penelitian bisa dijalankan dengan lancar.

Umumnya, komponen yang biasa terdapat di dalam rancangan suatu penelitian itu meliputi :
Tujuan dari penelitian
Jenis dari penelitian yang hendak digunakan
Unit atau populasi analisis penelitian
Rentang waktu maupun tempat dilakukannya penelitian
Teknik pengambilan sampel
Teknik pengumpulan data
Definisi dari operasional variabel penelitian
Pengukuran variabel penelitian
Teknik analisis data
Instrumen pencarian data
Tujuan dari penelitian
Tujuan dari dilakukannya penelitian yaitu hasil akhir dari penelitian itu sendiri. Jadi fungsinya di samping untuk mengatur proses penelitian melainkan juga bisa dijadikan ukuran keberhasilan suatu penelitian. Tujuan ini dinyatakan berupa pertanyaan ataupun hipotesis.

Jenis dari penelitian yang hendak digunakan
Jenis penelitian yang sering digunakan yaitu penelitian deskriptif, eksperimental, korelasional.

Populasi atau unit
analisis penelitian
Individual
Kelompok
Organisasi
Benda
Rentang waktu maupun tempat dilakukannya penelitian
Data hanya dikumpulkan sekali
Data dikumpulkan untuk beberapa periode tertentu.
Teknik pengambilan sampel
Secara umum, teknik dalam pengambilan sampel dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Sampling Probabilistik
Simple Random Sampling
Stratified Random Sampling
Area Sampling
Cluster Sampling
Systematic Sampling

2. Sampling Non Probabilistik
Accidental Sampling
Convienience Sampling
Snow-Ball Sampling
Purposive Sampling
Teknik pengumpulan data
Adapun teknik untuk melakukan pengumpulan data, diantaranya adalah :

1. Wawancara

2. Kuisioner

3. Observasi

4. Studi Dokumentasi

Biasanya sebuah penelitian hanya tergantung kepada satu cara pengumpulan data, akan tetapi dapat juga teknik tersebut dikombinasikan.

Definisi dari operasional variabel penelitian
Definisi dari operasional variabel yaitu sebuah upaya untuk meminimalisasi keabstrakan konsep ataupun variabel penelitian, Jadi dari sini dapat dilakukan pengukuran.

Pengukuran variabel penelitian
Skala untuk pengukuran di setiap variabel penelitian jenisnya harus diketahui secara pasti. Ini sangat penting untuk menentukan rumus ataupun perhitungan statistik.

Teknik analisis data
Jadi sebelum data tersebut dianalisa, maka data diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu dikenal yang namanya proses coding, editing dll. Analisis data meliputi kegiatan validitas dan reliabilitas, korelasi dan sebagainya.

Instrumen pencarian data
Terdapat beberapa alat atau yang biasa dikenal dengan alat pengambil data di dalam suatu penelitian bisnis/sosial.


Penelitian Tindakan Sekolah

Penelitian tindakan sekolah (PTS) merupakan suatu penelitian yang dilakukan oleh para peneliti (juga praktisi) di sekolah supaya membuat peneliti bisa lebih profesional di dalam pekerjaannya, melakukan inovasi sekolah, memperbaiki praktek-praktek kerja dan juga mengembangkan ilmu pengetahuan terapan.

Berdasarkan dari pengertian di atas, maka ciri utama dari penelitian tindakan sekolah (PTS) yaitu untuk melakukan tindakan yang nyata guna memperbaiki kondisi atau melakukan inovasi sekolah untuk upaya semakin meningkatkan kualitas dan mutu dalam pembelajaran sehingga bisa menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif, kritis, mampu menyelesaikan masalah serta memiliki naluri kewirausahaan. Adapun tujuan yang lainnya yaitu :
  1. Memperbaiki kondisi sekolah sekarang ini.
  2. Meningkatkan mutu proses, input dan juga output sekolah. 
  3. Meningkatkan kinerja dari sekolah yang berhubungan dengan inovasi, mutu, efisiensi dan produktivitas sekolah. 
  4. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah yang profesional. 
  5. Mengembangkan budaya akademik di sekolah. 
  6. Membimbing guru dalam melaksanakan, merencanakan, melaporkan serta menindaklanjuti suatu hasil dari PTS. 
  7. Mengembangkan ilmu praktis/terapan.
Sementara untuk ciri-ciri dari penelitian tindakan sekolah (PTS) ada beberapa hal yaitu :
  • Adanya tindakan yang nyata untuk menyelesaikan maupun menghadapi masalah dan tantangan serta terus melakukan inovasi yang baru.
  • Lebih bersifat kualitatif, walaupun bisa menggunakan data kuantitatif. 
  • Berasaskan pada tantangan atau masalah yang dihadapi kepala sekolah. 
  • Adanya perubahan yang lebih positif dari kepala sekolah maupun sekolahnya. 
  • Penelitian dilaksanakan dengan cara kolaboratif di antara para peneliti beserta semua warga sekolah. Baik itu tenaga kependidikan, guru, siswa, pengawas dan juga pihak yang berkaitan. 
  • Seorang peneliti juga bisa menjadi praktisi yang melakukan refleksi. 
  • Jumlah dari siklus bergantung pada pencapaian tujuan penelitian tindakan sekolah. Apabila terdapat tujuan siklus yang belum tercapai maka bisa dilanjutkan pada siklus berikutnya. 
  • Tidak terdapat rumusan hipotesis disebabkan penelitian tindakan sekolah memang tidak digunakan untuk menguji hipotesis.
Di dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan sekolah juga perlu untuk memperhatikan etika. di antaranya seperti berikut ini :
  • Harus bersikap jujur. Maksudnya disini tidak fiktif, tidak plagiat dan merubah data serta menuliskan sumber dari referensi yang dikutip.
  • Tidak diperbolehkan untuk mengganggu tugas pokok maupun fungsi dari kepala sekolah. 
  • Tidak diperbolehkan untuk mengganggu proses dari pembelajaran maupun tugas mengajar. 
  • Harus bisa memanfaatkan waktu secara efisien ketika mengambil data. 
  • Meminta izin. Bisa menjamin kerahasiaan atas data responden yang telah diteliti

Penelitian Eksperimental

Penelitian Eksperimental - Eksperimen adalah metode penelitian yang bisa dipilih maupun digunakan di dalam penelitian pembelajaran kelas. Sedangkan penelitian eksperimental bisa diartikan studi yang sistematis, objektif, dan terkontrol untuk memprediksi ataupun mengontrol fenomena. Selain itu penelitian eksperimen memiliki tujuan untuk menyelidiki keterkaitan sebab-akibat dengan langkah mengekspos 1 atau lebih kelompok eksperimental maupun kondisi eksperimen dan hasilnya akan dibandingkan satu sama lain.

Berbicara mengenai penelitian eksperimen, maka ada juga karakteristik di dalamnya, yaitu :

  1. Kondisi eksperimental dan variabel penelitian diatur secara tertib, baik itu dengan menetapkan kontrol, melakukan manipulasi langsung ataupun random.
  2. Terdapat kelompok kontrol yang digunakan sebagai data dasar yang nantinya akan dibandingkan dengan kelompok eksperimental. 
  3. Penelitian ini memfokuskan diri terhadap pengontrolan variansi, memaksimalkan variansi variabel yang berhubungan dengan hipotesis penelitian, melakukan minimalisasi variansi variabel yang mungkin bisa mengganggu dan mempengaruhi hasil suatu penelitian, akan tetapi tidak menjadi tujuan dari penelitian. 
  4. Validitas internal diperlukan untuk rancangan penelitian eksperimental. 
  5. Validitas eksternal yang berhubungan dengan bagaimana kerepresentatifan suatu penemuan penelitian. 
  6. Seluruh variabel penting untuk diusahakan secara konstan, namun pengecualian terhadap variabel perlakuan yang sengaja untuk dimanipulasikan. 

Pada umumnya, suatu penelitian eksperimen dilaksanakan dengan menempuh beberapa langkah seperti berikut ini :

Melakukan kajian dengan cara induktif yang berhubungan dengan masalah yang akan diselesaikan.

Mengidentifikasi serta mendefinisikan permasalahan.

Melakukan studi literatur dan juga beberapa sumber yang relevan, merumuskan hipotesis penelitian, merumuskan definisi operasional dan menentukan variabel.

Membuat suatu rencana penelitian yang mencakup beberapa kegiatan seperti :

a) Mengidentifikasi variabel eksternal yang tidak digunakan.

b) Menentukan cara untuk mengontrol.

c) memilih rancangan penelitian yang sesuai.

d) Memilih sampel dan menentukan populasi.

e) Membagi subjek ke dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.

f) Memvalidasi instrumen, membuat instrumen serta melakukan studi pendahuluan.

· Melakukan eksperimen.

· Mengumpulkan data mentah dan proses dari eksperimen.

· Mendeskripsikan dan mengorganisasikan data berdasarkan dengan variabel yang ditentukan.

· Menginterpretasikan hasil, merumuskan kesimpulan, melakukan pembahasan serta pembuatan laporan.

Rancangan dari penelitian eksperimen yang biasanya diterapkan meliputi :
· Pra-eksperimental

· Eksperimental murni

· Eksperimental kuasi