Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2014

Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Seperti yang kita tahu, pembelajaran Bahasa Indonesia adalah salah satu materi yang di ajarkan di bangku sekolah. Adapun tujuan pembelajaran ini dapat kita tinjau dari dua sudut pandang, untuk para siswa ditujukan agar para siswa mampu menghayati bahasa dan juga sastra Indonesia serta mempunyai kemampuan yang baik dan benar dalam berbahasa. Sementara tujuan bagi para guru yaitu untuk mengembangkan potensi para siswa dalam berbahasa Indonesia, serta agar lebih mandiri dalam menyiapkan dan menentukan bahan ajar sesuai dengan kemampuan siswa dan kondisi lingkungan.

Selain itu, yang menjadi tujuan umum dari pembelajaran suatu Bahasa yakni peran pentingnya di dalam perkembangan intelektual dan emosional siswa serta sebagai penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua mata pelajaran. Di samping itu pembelajaran Bahasa Indonesia juga dapat memungkinkan manusia untuk bisa saling berkomunikasi dan berbagi pengalaman serta saling belajar satu sama lain untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Adapun pembelajaran Bahasa Indonesia di bangku sekolah diharapkan bisa membantu para siswa untuk mengenal dirinya sendiri, budayanya, budaya orang lain, belajar untuk menyampaikan gagasan, serta mampu menggunakan kemampuan imajinatif dan analitis yang terdapat pada diri masing-masing siswa. Jadi apabila kita rangkum, maka tujuan dari pembelajar tersebut seperti berikut ini :

Peserta didik diharapkan bisa berkomunikasi secara lebih efektif dan juga efisien serta mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai etika dan kesopanan.

Peserta didik diharapkan bisa semakin menghargai bahasa Indonesia dan bangga terhadap bahasa pemersatu bangsa tersebut.

Peserta didik diharapkan bisa memahami bahasa Indonesia dan juga mampu menggunakannya secara tepat.

Peserta didik diharapkan bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk semakin meningkatkan kemampuannya.

Peserta didik diharapkan mampu membaca untuk memperluas wawasan mereka serta bisa memperhalus budi pekerti.

Peserta didik diharapkan bisa lebih menghayati sastra Indonesia.

Adapun aspek dalam kemampuan berbahasa itu meliputi beberapa hal di antaranya seperti berbicara, mendengarkan, menulis dan membaca yang berhubungan dengan ragam sastra maupun ragam bahasa yang mana merupakan ruang lingkup dari standar kompetensi pembelajaran bahasa Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2013

Kumpulan Contoh-Contoh Pidato Tentang Pendidikan

Kumpulan Contoh-Contoh Pidato Tentang Pendidikan - Bingung ngerjain tugas bikin pidato sekolah? Atau sedang nyari kumpulan contoh-contoh pidato? gak usah bingung deh, apalagi pusing. Disini neh tempatnya. Kali ini saya akan berbagi tips membuat pidato yang baik. Tema pidato kali ini adalah pendidikan jadi cocok banget buat kamu-kamu yang masih sekolah. Daripada kebanyakan rempong, yuk langsung aja disimak:

Contoh pidato 1:

Assalamualaikum wr wb. Yang terhormat, bapak kepala sekolah smp Suka Maju. Yang terhormat, bapak ibu guru dan staff. Yang tercinta teman-temanku semuanya. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat bertemu pada hari yang indah ini. Terimakasih saya ucapkan atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato yang berjudul “Indonesia Butuh Pendidikan Moral”.

Teman temanku yang saya cintai,

Pendidikan moral merupakan momok dasar yang harus diajarkan kepada generasi sekarang ini. Bagaimana tidak, di media sosial atau televisi kasus kekerasan seringkali kita jumpai bahkan terkadang tidak sedikit orang yang menyaksikan kekerasan tersebut secara langsung. Sayangnya, pendidikan moral ini yang seharusnya dijadikan pendidikan utama dalam tingkat sekolah formal, justru sering diabaikan. Para guru hanya dituntut untuk membuat siswa mereka menjadi pandai. Para guru hanya terfokus pada setiap subjek yang akan mereka sampaikan. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat kasus-kasus yang terkadang terjadi disekolah seolah tidak menjadikan koreksi bagi para guru. Sekolah hanya menyediakan fasilitas melalui guru BP yang bertugas menegur sikap siswa. Sekolah mungkin menganggap bahwa fasilitas ini sudah cukup memenuhi kebutuhan siswa yang bermasalah. Namun, para guru lupa bahwa kasus-kasus siswa yang terjadi sebenarnya dapat ditanggulangi sehingga kasus tersebut tidak perlu terjadi. Karenanya, pendidikan moral harus di patenkan menjadi salah satu pelajaran wajib disekolah.

Ketika siswa ditanya lebih penting mana antara moral dan pengetahuan? Maka jawabanya pasti pengetahuan. Namun, apabila pertanyaan ini di lontarkan kepada guru. Mereka pasti tak mampu menjawab karena meskipun mereka menyadari keduanya penting namun disekolah mereka hanya terfokus mengajarkan pengetahuan saja. Hal ini tentulah dapat dijadikan koreksi betapa pentingnya pendidikan moral.

Bagi generasi muda, jangan lelah menggapai cita. Tetap berusaha, rajin belajar dan tidak pantang menyerah. Selalu hormati orang tua, guru, dan sayangi sesama teman. Satu hal yang pasti, hindari kekacauan, hilangkan tingkah laku buruk, kobarkan persatuan dan jaga nama baik Negara kita Indonesia.

Demikianlah sedikit kata yang bisa saya sampaikan,
terimakasih.

wassalamualaikum wr wb.


Contoh Pidato II:

Selamat siang,

Assalamu’alaikum Wr Wb

Yang saya hormati Kepala Sekolah SMP Guna Bakti.

Yang saya hormati Wakil Kepala Sekolah SMP Guna Bakti.

Yang saya hormati guru-guru SMP Guna Bakti.

Beserta seluruh murid SMP Guna Bakti yang berbahagia.

Alhamdulilah, Puji dan Syukur saya ucapkan kepada Allah swt yang telah memberikan hidayahnya sehingga kita dapat berkumpul pada acara siang hari ini.

Mungkin hadirin sudah banyak yang paham tentang pengertian globalisasi, atau mungkin malah masih belum ada yang memahaminya?.. kali ini saya berdiri disini ingin sedikit mengajak hadirin untuk mengingat kembali beberapa pola hidup yang menyebabkan globalisasi. Apa pengaruhnya bagi kita dan bagaimana kita menghadapi pengaruhnya.

Globalisasi berasal dari kata global yang mempunyai arti menyeluruh. Globalisasi berarti proses penyebaran unsur-unsur baru yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak atau elektronik. Globalisasi mempunyai pengaruh yang hampir meliputi semua aspek kehidupan. Contohnya, dalam bidang transportasi. Ada begitu banyak kendaraan yang dapat kita jumpai merayap dijalan raya setiap harinya. Transportasi ini membuat orang lebih mudah untuk bepergian. Hal ini tentu berbeda terbalik dengan jaman dahulu yang untuk kemanapun, seseorang harus rela menempuhnya dengan jalan kaki.

Selain transportasi, nampaknya sistem telekomunikasi juga berdampak global dalam aspek kehidupan. Sebagai contohnya adalah handphone (HP). Jaman canggih seperti sekarang ini, HP sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Internet merupakan contoh lain dari pengaruh globalisasi. Tua muda semua berlomba untuk dapat menggunakanya. Bahkan tidak sedikit generasi muda yang mampu menemukan penemuan terbaru hanya melalui internet.

Pengaruh globalisasi juga datang dari dunia kuliner. Secara perlahan makanan dari berbagai penjuru dunia mulai masuk kepelosok-pelosok nusantara. Tidak sedikit masyarakat yang ikut berdagang dengan merk makanan luar negeri. Misalnya, KFC, PIZZA, Ramen dan lainya.

Aspek berikutnya adalah fashion. Tampak jelas sekali berbagai jenis pakaian yang booming diluar negeri segera diikuti masyarakat kita. Bidang lain yang tidak kalah heboh adalah olah raga. Banyak pertandingan yang disiarkan secara langsung. Tidak sedikit orang dibuat demam karenanya.

Begitu banyak aspek yang mampu dipengaruhi globalisasi. Hal ini jelas membuktikan bahwa setiap orang mampu merasakan pengaruhnya. beberapa aspek yang telah dijelaskan di atas, membuktikan bahwa globalisasi sudah hampir mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Semua orang tentunya merasakan pengaruh yang terjadi akibat globalisasi. Tentulah sebagai masyarakat kita harus bisa memilah globalisasi ini dengan hanya mengambil nilai positifnya saja dan mengabaikan nilai negatifnya sehingga budaya-budaya barat yang akan masuk keindonesia dapat tersaring dengan baik. Apabila hal ini dilakukan semua masyarakat maka ciri khas kebudayaan kita tentu akan dapat dipertahankan dengan baik.

Semoga yang saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Harapan saya, pengaruh globalisasi tidak akan merusak keutuhan bangsa.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Demikianlah contoh pidato yang dapat penulis bagikan, semoga bermanfaat.

Rabu, 27 Februari 2013

Kalimat Majemuk Bertingkat dan Contohnya

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. Salah satu pola menduduki sebagai induk kalimat, sedangkan pola yang lain sebagai anak kalimat. Ada beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat, anatara lain :

1. Kalimat majemuk hubungan waktu, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sejak, sewaktu, ketika, setelah, sampai, manakala, dan sebagainya.

Contoh :

a. sejak saya masih sekolah SD, ibu saya sudah mengajar di sana.

b. Sewaktu kakek datang kerumah, ayah sedang pergi ke kantor.

c. Manakala ibu datang, saya sedang sibuk dengan hewan piaraan saya.


2. Kalimat majemuk hubungan syarat

Kalimat maemuk ini ditandai oleh konjungsi jika, seandainya, andaikan, asalkan, apabila.

Contoh :

a. Jika saya lulus nanti, ayahku akan memberikan saya hadiah.

b. Kami akan segera berangkat, seandainya hujan tidak turun begitu derasnya.

c. Hatiku bertambah ciut apabila aku teringat bahwa aku yang tertua.


3. Kalimat majemuk hubungan tujuan

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi agar, supaya, biar.

Contoh :

a. Saya harus belajar sungguh-sungguh agar saya bisa naik kelas.

b. Kakak bercerita tentang harapannya supaya aku memiliki pekerjaan yang lebih layak.

c. Saya bekerja sampai malam biar anak saya dapat melanjutkan sekolahnya.


4. Kalimat majemuk hubungan konsesip, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun.

Contoh :

a. Walaupun hatinya sangat sedih, ia tak pernah menampakannya di hadapan ayahnya.

b. Hidup harus terus berjalan, meskipun banyak cobaan yang menghadang.

c. Perjuangan berjalan terus, kendatipun musuh terus bergerak menyerang.


5. Kalimat majemuk hubungan perbandingan, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi daripada, ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, alih-alih.

Contoh :

a. Daripada hanya berdiam diri dirumah, lebih baik membantu orang tua di sawah.

b. Bu santi menyayang semua
anak asuhnya seperti beliau menyayang anaknya sendiri.

c. Perbedaan yani dan kakaknya bagaikan langit dan bumi.


6. Kalimat majemuk hubungan penyebaban, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sebab, karena, oleh karena.

Contoh :

a. saya mengundurkan diri dari perusahaan, sebab saya ingin melanjutkan kuliah saya.

b. Karena dua hari tidak masuk kantor, kakak mendapat surat teguran dari atasannya.


7. Kalimat majemuk hubungan akibat, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjunggsi sehingga, sampai-sampai, maka.

Contoh :

a. Andi menarik tali itu terlalu keras sehingga talinya putus.

b. Kakak berjalan terburu-buru sampai-sampai tidak menghiraukan ada motor didepannya.


8. Kalimat majemuk hubungan cara, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh kata penghubung dengan.

Contoh :

a. Dengan cara menggendongnya, ibu itu menenangkan anaknya yang menangis.

b. Dengan alat seadanya, ia berusaha membuka koper itu.


9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seakan-akan.

Contoh :

a. Suasana didalam rumah sangat gaduh, seolah-olah ada seratus orang didalamnya.

b. Daritadi dia hanya diam saja, seolah-olah tidak tahu apa yang sedang terjadi.


10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan, 

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi padahal, sedangkan.

Contoh :

a. Para murid sudah datang daritadi, sedangkan belum satu gurupun yang datang.

b. Adik menangis sangat keras, padahal hanya digigit semut.


11. Kalimat majemuk hubungan hasil

Klimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi makanya.

Contoh :

a. Hujannya sangat deras, makanya sungai diseberang rumah meluap.

b. Lantainya sangat licin, makanya kakak terpeleset.


12. Kaimat majemuk hubungan penjelasan

Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung bahwa, yaitu.

Contoh:

a. Ayah menjelaskan kepada ibu, bahwa hari ini ayah akan pulang terlambat.

b. Ayah telah memanen pohon pisang, yaitu dengan parang yang tajam.


13. Kalimat majemuk hubungan atributif

Kalimat majemuk in ditandai dengan konjungsi yang.

Contoh :

a. Orang yang duduk disebelah ibu itu adalah kaka dari ayah.

b. Bibi yang bekerja di jakarta itu, sedang menderita sakit kanker.

Semoga informasi kalimat majemuk bertingkat dan contohnya ini dapat menambah pemahaman kalian. Terima Kasih atas kunjungannya.

Selasa, 26 Februari 2013

Pengertian dan Ciri-Ciri Cerpen

Apa yang dimaksud dengan cerpen? Ada banyak penjelasan dari para ahli mengenai pengertian cerita pendek. Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa cerpen adalah cerita atau kisah pendek dengan jumlah kata kurang dari 10.000 dengan memberikan kesan tunggal dan ceritanya terpusat pada salah satu tokoh.

Susanto dalam Tarigan menjelaskan bahwa, cerpen merupakan cerita dengan jumlah kata 5000 kata atau sekitar tujuh belas halaman kuarto. Sedangkan Sumardjo dan Saini menjelaskan bahwa cerpen adalah cerita fiktif yang belum pasti kebenarannya serta ceritanya relatif pendek dan cerpen bukanlah suatu analisis argumentatif.

Dari penjelasan di atas tentunya kita sudah dapat mendefinisikan cerita pendek. Cerita pendek adalah cerita singkat berbentuk prosa yang jumlah katanya sekitar 2 sampai 20
halaman. Jika halamannya sudah lebih dari seratus halaman berarti bukanlah cerpen melainkan novel atau cerita panjang. Cerita pendek ini juga mempunyai ciri khusus yang membedakan dengan cerita lain. Berikut penjelasan ciri-ciri cerita pendek:

- Bentuk ceritanya lebih pendek dari novel (singkat dan padat)

- Jumlah katanya tidak lebih dari 10.000 kata

- Isi ceritanya berasal dari kehidupan sehari-hari (biasanya dari pengalaman pribadi atau orang lain)

- Tidak mengangkat atau menggambarkan semua kisah pelakunya karena yang dilukiskan hanyalah masalah tunggal atau inti sarinya saja.

- Tokoh-tokoh digambarkan mengalami masalah atau konflik hingga pada penyelesainnya.

- Pemakaian katanya sangat sederhana dan ekonomis sehingga mudah dikenal pembaca.

- Kesan yang ditinggalkan sangat mendalam sehingga pembaca ikut merasakan isi dari cerita pendek.

- Hanya satu kejadian saja yang diceritakan.

- Alur cerita tunggal dan lurus

- Penokohan pada cerpen sangat sederhana, tidak mendalam dan singkat

Demikian sedikit ulasan mengenai pengertian dan ciri-ciri cerita pendek. Terimkasih telah berkunjung semoga tulisan di atas dapat dijadikan referensi Anda. Baca artikel terkait menarik lainnya di bagian bawah artikel ini.