Desain Penelitian - Saat kita sedang akan melakukan sebuah penelitian tentunya kita perlu memperhatikan banyak hal yang berkaitan erat dengannya. Mulai dari masalah yang akan kita teliti, rancangan penelitian, metode yang akan kita gunakan dalam menyusun sebuah penelitian hingga pada jenis desain penelitian yang akan kita gunakan pun sangat penting untuk kita perhatikan. Untuk itulah demi kemudahan saat anda tengah merencanakan sebuah penelitian maka artikel berikut ini sangat layak untuk anda cermati karena artikel kali ini akan menjelaskan kepada anda tentang jenis desain penelitian yang merupakan salah satu hal penting sebelum mengadakan penelitian ilmiah.
Jenis desain penelitian ini dapat kita bedakan menjadi beberapa macam yang tentunya memiliki kekurangan dan juga kelebihannya masing-masing. Untuk lebih jelasnya silahkan baca ulasan berikut!
1. Jenis desain penelitian yang pertama adalah Cross sectional,desain penelitian semacam
ini mendalami tentang dinamika korelasi antar beberapa faktor resiko dan juga efeknya. Desain seperti ini menggabungkan pendekatan dan juga pengumpulan data dalam satu waktu tertentu secara bersamaan. Kelebihannya adalah tentang waktu penelitian yang lebih cepat dan biaya yang murah tentunya, mampu menghasilkan sebuah hipotesis yang lebih spesifik terutama pada penelitian analistik. Kelemahannya adalah terletak pada subyek penelitian yang dapat berjumlah besar jika pada penelitian terdapat banyak variabel, selain itu jika digunakan untuk meneliti perkembangan penyakit maka hasil datanya kurang akurat, dan sebagainya.
2. Desain penelitian Case control. Ini merupakan rancangan epidemiologis yang menitik beratkan pada hubungan antara penyakit dan paparan penelitian. Desain penelitian yang seperti ini dapat kita gunakan untuk mengetahui tentang besar kecilnya pengaruh antara resiko terhadap timbulnya efek. Desain penelitian semacam ini sangat pas bila kita gunakan untuk meneliti tentang penyakit yang jarang sekali ditemukan. Selain itu juga waktu penelitian yang tidak terlalu lama, biaya yang murah dan tidak memerlukan subyek penelitian dalam jumlah yang besar. Namun kendati demikian desain penelitian ini masih dirasa memiliki beberapa kelemahan seperti tidak dapat diketahuinya pengaruh varibel luar terhadap efek yang mungkin terjadi.
Itulah perbandingan antara dua jenis desain penelitian yang umum digunakan, yang kita tahu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan mungkin menjadi pilihan kita saat hendak melakukan sebuah penelitian.
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 September 2013
Sabtu, 07 September 2013
Paradigma Penelitian Kualitatif
Apa itu penelitian menggunakan paradigma kualitatif? Bagi anda yang belum mengetahui maka saya akan mencoba menjelaskannya untuk anda. Penelitian menggunakan paradigma kualitatif ini merupakan sebuah penelitian yang memiliki tujuan utama yaitu untuk mengkaji makna-makna dari sebuah perilaku, simbol maupun fenomena-fenomena yang terjadi. Paradigma kualitatif menitik beratkan suatu pandangan tentang sebuah fakta sosial yang berdasar pada penilaian dan juga penjabaran yang bersifat subjektif.
Dengan kata lain bahwa penelitian semacam ini kita akan mencoba mendalami tentang berbagai hal menyangkut masalah-masalah sosial yang terjadi dan ini kita kaji dengan menggunakan sudut pandang secara realitas atau berdasarkan kenyataan yang sebenarnya terjadi pada penelitian. Dan dengan cara tersebut diharapkan akan mampu mengungkap sebuah fakta yang belum terpecahkan dari adanya masalah sosial yang terjadi.
Paradigma kualitatif ini sendiri saat ini lebih akrab di telinga dengan sebutan fenomenologi, pada paradigma ini kita mencoba menelaah tentang perilaku yang dilakukan oleh manusia mulai dari cara berpikir hingga cara bertindak dari orang-orang yang dijadikan objek penelitian. Bila kita cermati lebih dalam maka paradigma kualitatif ini tidak hanya melihat tentang fenomena sosial, tingkah laku maupun budaya yang tercipta secara nyata saja tetapi juga mengkaji lebih mendalam tentang keseluruhan konteks.
Paradigma kualitatif ini meyakini bahwa kenyataan yang terjadi pada sebuah fenomena sosial, perilaku manusia maupun tentang budaya merupakan sebuah akibat yang terjadi dari adanya konteks yang melatarbelakangi terjadinya. Atau bisa dikatakan sebagai sebuah hubungan sebab akibat antara konteks dan juga fenomena sosial budaya yang terjadi pada manusia. Dan menurut paradigma kualitatif ini hukum-hukum yang tercipta tersebut tidak dapat disatukan menjadi sebuah hukum tunggal yang bebas dari konteks.
Dalam paradigma kualitatif memiliki sebuah keyakinan bahwa dalam sebuah kelompok masyarakat terdapat sebuah keteraturan. Dan hal ini terbentuk secara alamiah yang memaksa para peneliti untuk mencermati tentang sebuah fenomena keteraturan yang terjadi dan bukan malah membatasi objek penelitian dengan membuat keteraturan yang sengaja dibuat. Paradigma kualitatif ini sebenarnya merupakan sebuah penelitian yang telah tersusun secara sistematis yang memiliki tujuan menemukan teori dari sebuah fenomena dan bukan sebaliknya atau bukan juga untuk menguji kebenaran tentang sebuah teori yang telah ada. Dengan demikian kegiatan penelitian ini masih menjadikan sebuah fakta empiris sebagai sumber pengetahuan tetapi tidak menjadikannya sebagai dasar yang digunakan pada penelitian itu sendiri. Sekian semoga bermanfaat.
Dengan kata lain bahwa penelitian semacam ini kita akan mencoba mendalami tentang berbagai hal menyangkut masalah-masalah sosial yang terjadi dan ini kita kaji dengan menggunakan sudut pandang secara realitas atau berdasarkan kenyataan yang sebenarnya terjadi pada penelitian. Dan dengan cara tersebut diharapkan akan mampu mengungkap sebuah fakta yang belum terpecahkan dari adanya masalah sosial yang terjadi.
Paradigma kualitatif ini sendiri saat ini lebih akrab di telinga dengan sebutan fenomenologi, pada paradigma ini kita mencoba menelaah tentang perilaku yang dilakukan oleh manusia mulai dari cara berpikir hingga cara bertindak dari orang-orang yang dijadikan objek penelitian. Bila kita cermati lebih dalam maka paradigma kualitatif ini tidak hanya melihat tentang fenomena sosial, tingkah laku maupun budaya yang tercipta secara nyata saja tetapi juga mengkaji lebih mendalam tentang keseluruhan konteks.
Paradigma kualitatif ini meyakini bahwa kenyataan yang terjadi pada sebuah fenomena sosial, perilaku manusia maupun tentang budaya merupakan sebuah akibat yang terjadi dari adanya konteks yang melatarbelakangi terjadinya. Atau bisa dikatakan sebagai sebuah hubungan sebab akibat antara konteks dan juga fenomena sosial budaya yang terjadi pada manusia. Dan menurut paradigma kualitatif ini hukum-hukum yang tercipta tersebut tidak dapat disatukan menjadi sebuah hukum tunggal yang bebas dari konteks.
Dalam paradigma kualitatif memiliki sebuah keyakinan bahwa dalam sebuah kelompok masyarakat terdapat sebuah keteraturan. Dan hal ini terbentuk secara alamiah yang memaksa para peneliti untuk mencermati tentang sebuah fenomena keteraturan yang terjadi dan bukan malah membatasi objek penelitian dengan membuat keteraturan yang sengaja dibuat. Paradigma kualitatif ini sebenarnya merupakan sebuah penelitian yang telah tersusun secara sistematis yang memiliki tujuan menemukan teori dari sebuah fenomena dan bukan sebaliknya atau bukan juga untuk menguji kebenaran tentang sebuah teori yang telah ada. Dengan demikian kegiatan penelitian ini masih menjadikan sebuah fakta empiris sebagai sumber pengetahuan tetapi tidak menjadikannya sebagai dasar yang digunakan pada penelitian itu sendiri. Sekian semoga bermanfaat.
Jumat, 06 September 2013
Klasifikasi Penelitian
Klasifikasi Penelitian - Saat ini banyak hal terjadi dalam perkembangan kehidupan yang kita jalani dan hal ini tentu saja tak dapat kita pisahkan dari usaha para ilmuwan yang terus melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan pun bermacam-macam sehingga perlu untuk dikelompokkan. Dari sekian banyak penelitian yang dilakukan maka dapat kita klasifikasikan dalam beberapa kelompok yang memiliki karakterisktik yang serupa seperti yang akan kita bahas berikut ini.
1. Hal yang mendasar yang pertama yang dapat kita jadikan sebagai salah satu pengelompokan adalah tentang bidang ilmu yang dipilih berkaitan dengan objek penelitian. Misalnya saja tentang biologi, sejarah ataupun mengenai bidang ilmu yang lain yang bertujuan untuk mengembangkannya.
2. Pengelompokan selanjutnya berdasarkan pada metode pendekatan yang dipakai. Dalam hal ini yang umum digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif ataupun juga metode kuantitatif yang menyajikan data berupa angka-angka sehingga hasilnya pun akan lebih
akurat.
3. Selanjutnya mengenai tempat melakukan sebuah penelitian. Para ilmuwan bisa melakukan penelitian ini di berbagai tempat misalnya saja melakukan penelitian di perpustakaan dengan mencari kebenaran dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan mengkaji buku-buku. Melakukan penelitian di laboratorium ataupun juga dapat melakukan penelitian dengan mendatangi objek di lapangan secara langsung sehingga data yang terkumpul lebih akurat.
4. Berdasarkan tujuan umum dilakukannya penelitian maka dapat kita kelompokkan menjadi beberapa bagian lagi. Pertama penelitian yang bersifat eksploratif, ini berkenaan dengan tujuan utama dari penelitian yang melakukan eksplorasi pada sebuah fenomena ataupun masalah tertentu dari sebuah objek yang ada pada penelitian. Kedua, penelitian yang merupakan pengembangan dari penelitian yang telah ada sebelumnya. Hal ini sangat baik guna mendapatkan data yang lebih lengkap dan terbaru dari sebuah penelitian yang telah dilakukan. Selain itu ada penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran hasil penelitian ataupun pernyataan yang terdapat pada penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan demikian kita dapat mengetahui kebenaran sebuah fakta yang tentu lebih akurat.
5. Disamping itu juga dapat kita klasifikasikan lagi berdasarkan taraf penelitian yang dilakukan. Baik yang dilakukan secara deskriptif maupun yang bersifat lebih mendalam dengan menganalisis lebih jauh tentang objek penelitian.
Semoga informasi tersebut dapat memberikan manfaat yang besar
1. Hal yang mendasar yang pertama yang dapat kita jadikan sebagai salah satu pengelompokan adalah tentang bidang ilmu yang dipilih berkaitan dengan objek penelitian. Misalnya saja tentang biologi, sejarah ataupun mengenai bidang ilmu yang lain yang bertujuan untuk mengembangkannya.
2. Pengelompokan selanjutnya berdasarkan pada metode pendekatan yang dipakai. Dalam hal ini yang umum digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif ataupun juga metode kuantitatif yang menyajikan data berupa angka-angka sehingga hasilnya pun akan lebih
akurat.
3. Selanjutnya mengenai tempat melakukan sebuah penelitian. Para ilmuwan bisa melakukan penelitian ini di berbagai tempat misalnya saja melakukan penelitian di perpustakaan dengan mencari kebenaran dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan mengkaji buku-buku. Melakukan penelitian di laboratorium ataupun juga dapat melakukan penelitian dengan mendatangi objek di lapangan secara langsung sehingga data yang terkumpul lebih akurat.
4. Berdasarkan tujuan umum dilakukannya penelitian maka dapat kita kelompokkan menjadi beberapa bagian lagi. Pertama penelitian yang bersifat eksploratif, ini berkenaan dengan tujuan utama dari penelitian yang melakukan eksplorasi pada sebuah fenomena ataupun masalah tertentu dari sebuah objek yang ada pada penelitian. Kedua, penelitian yang merupakan pengembangan dari penelitian yang telah ada sebelumnya. Hal ini sangat baik guna mendapatkan data yang lebih lengkap dan terbaru dari sebuah penelitian yang telah dilakukan. Selain itu ada penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran hasil penelitian ataupun pernyataan yang terdapat pada penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan demikian kita dapat mengetahui kebenaran sebuah fakta yang tentu lebih akurat.
5. Disamping itu juga dapat kita klasifikasikan lagi berdasarkan taraf penelitian yang dilakukan. Baik yang dilakukan secara deskriptif maupun yang bersifat lebih mendalam dengan menganalisis lebih jauh tentang objek penelitian.
Semoga informasi tersebut dapat memberikan manfaat yang besar
Senin, 02 September 2013
Penelitian Induktif
Penelitian Induktif - Di dalam dunia akademis, suatu penelitian adalah hal yang tidak dapat dipisahkan sebagai bagian dari pengembang ilmu pengetahuan. Terdapat banyak istilah dalam penelitian yang terus muncul dari beberapa model suatu penelitian itu sendiri. Adapun penelitian induktif dan juga penelitian deduktif yang perlu juga untuk diketahui. Jadi ada dua metode penelitian untuk menarik kesimpulan yaitu seperti yang telah disinggung di atas.
Penelitian induktif
Metode ini adalah kebalikan dari penelitian deduktif. Jadi contoh konkrit serta fakta yang ada di uraikan terlebih dahulu. setelah itu baru dirumuskan hingga menjadi suatu kesimpulan. Dalam metode ini, suatu data yang ada di kaji dengan melalui proses yang berlangsung atas fakta-fakta. Seperti yang kita tahu di dalam penelitian linguistic, kerap kali menggunakan metode induktif, mengapa demikian? sebab linguistic itu termasuk ilmu yang di dalamnya berusaha untuk menyusun teori mengenai bahasa. Adapun kelebihan dari penelitian induktif yaitu :
1. Metode ini bisa menemukan kenyataan yang lebih kompleks yang ada pada data suatu penelitian.
2. Metode ini bisa membuat hubungan di antara para penliti dengan responden menjadi eksplisit. Sehingga bisa dikenal dan bisa dipertimbangkan.
3. Metode ini bisa menemukan pengaruh secara bersama sehingga bisa mempertajam hubungan
Penelitian deduktif
Metode deduktif merupakan cara analisis atas kesimpulan umum yang kemudian di uraikan menjadi contoh konkrit atau fakta yang berguna untuk memperjelas suatu kesimpulan pada penelitian yang dilakukan. Setelah itu dijabarkan menjadi fakta-fakta berupa angka produksi yang dibandingkan dengan modal usaha dan lain sebagainya. Jadi metode penelitian ini dipergunakan pada penelitian ketika penelitian yang dilakukan berangkat dari sebuah teori yang selanjutnya dibuktikan dengan melakukan pencarian fakta-fakta yang ada. Misalnya seperti : penelitian bahasa arab yang mana umumnya berangkat dari adanya kaidah bahasa arab dan selanjutnya dicarilah mengenai fakta-fakta yang ada pada berbagai sumber seperti sumber data dari Al-Quran.
Adapun tahap-tahapan untuk melakukan penelitian ini yaitu :
1. Melakukan tahapan spekulasi
2. Melakukan tahapan observasi serta klarifikasi
3. Melakukan perumusan hipotesis
Itulah macam-macam penelitian yang bisa dan sesuai untuk dilakukan untuk memecahkan masalah .
Penelitian induktif
Metode ini adalah kebalikan dari penelitian deduktif. Jadi contoh konkrit serta fakta yang ada di uraikan terlebih dahulu. setelah itu baru dirumuskan hingga menjadi suatu kesimpulan. Dalam metode ini, suatu data yang ada di kaji dengan melalui proses yang berlangsung atas fakta-fakta. Seperti yang kita tahu di dalam penelitian linguistic, kerap kali menggunakan metode induktif, mengapa demikian? sebab linguistic itu termasuk ilmu yang di dalamnya berusaha untuk menyusun teori mengenai bahasa. Adapun kelebihan dari penelitian induktif yaitu :
1. Metode ini bisa menemukan kenyataan yang lebih kompleks yang ada pada data suatu penelitian.
2. Metode ini bisa membuat hubungan di antara para penliti dengan responden menjadi eksplisit. Sehingga bisa dikenal dan bisa dipertimbangkan.
3. Metode ini bisa menemukan pengaruh secara bersama sehingga bisa mempertajam hubungan
Penelitian deduktif
Metode deduktif merupakan cara analisis atas kesimpulan umum yang kemudian di uraikan menjadi contoh konkrit atau fakta yang berguna untuk memperjelas suatu kesimpulan pada penelitian yang dilakukan. Setelah itu dijabarkan menjadi fakta-fakta berupa angka produksi yang dibandingkan dengan modal usaha dan lain sebagainya. Jadi metode penelitian ini dipergunakan pada penelitian ketika penelitian yang dilakukan berangkat dari sebuah teori yang selanjutnya dibuktikan dengan melakukan pencarian fakta-fakta yang ada. Misalnya seperti : penelitian bahasa arab yang mana umumnya berangkat dari adanya kaidah bahasa arab dan selanjutnya dicarilah mengenai fakta-fakta yang ada pada berbagai sumber seperti sumber data dari Al-Quran.
Adapun tahap-tahapan untuk melakukan penelitian ini yaitu :
1. Melakukan tahapan spekulasi
2. Melakukan tahapan observasi serta klarifikasi
3. Melakukan perumusan hipotesis
Itulah macam-macam penelitian yang bisa dan sesuai untuk dilakukan untuk memecahkan masalah .
Sabtu, 31 Agustus 2013
Tema Penelitian
Tema Penelitian - Pada dasarnya penelitian merupakan pengolahan, pencarian ataupun penganalisasian sebuah objek yang hendak dilakukan dengan berdasarkan teori maupun cara sistematis guna mendapatkan jawaban dari suatu masalah yang ada. Lalu apa itu tema penelitian? Jadi untuk melakukan sebuah penelitian memang diharuskan menentukan tema maupun judul penelitian. Untuk tema sendiri merupakan pokok masalah atau pokok pikiran yang dikemukakan ke dalam sebuah penelitian.
Dalam menentukan tema juga harus di pikirkan baik-baik jauh sebelum proses penelitian itu dimulai, karena tema itulah yang akan menjadi batasan atas penelitian yang hendak di lakukan. Namun sering kali kita salah mengartikan antara tema dan judul, sebab judul itu yang akan menjadi nama dari hasil penelitian yang dilakukan, jadi ada baiknya untuk judul dipikirkan setelah penelitian itu selesai.
Terkadang menentukan tema penelitian masih menjadi permasalahan bagi peneliti pemula. Lantas bagaimana solusinya? Nah, yang harus anda perhatikan untuk menentukan tema sebuah penelitian yaitu :
Ketahuilah dan tentukanlah apa yang menjadi minat Anda, Hal ini memang penting, sebab melakukan penelitian itu juga tidak mudah dan pasti akan ada masalah, membutuhkan biaya serta membutuhkan tenaga dan usaha. Semua itu akan berat untuk dilakukan apabila kita melakukan sesuatu hal yang tidak kita minat.
Melakukan studi pustaka, Hal ini harus kita lakukan, karena buat apa melakukan suatu penelitian yang pernah atau sudah di publikasikan? Tentu apa yang kita lakukan menjadi sia-sia dan bahkan mungkin kita dituduh menjiplak. Jadi baca semua penelitian yang telah di publikasikan untuk mencegah terjadinya duplikasi. Itulah mengapa studi pustaka perlu dilakukan.
Perhatikan sikon dan budget, Ini yang harus diperhatikan khususnya untuk peneliti pemula, kebanyakan ingin melakukan penelitian yang muluk-muluk namun tidak punya cukup biaya maupun atmosfer yang bisa mendukung. Untuk atmosfer bisa berupa sumber referensi, pembimbing, peralatan, termasuk sulit tidaknya dalam melakukan penelitian tersebut
Langkah kedua dan ketiga sangat erat kaitannya, jadi setelah kita mengetahui pasti mengenai kondisi atmosfer yang riil di sekitar kita, khususnya biaya. Maka dengan membaca semua pustaka yang ada, dari situ kita bisa memiliki gambaran mengenai tema penelitian apa yang dapat kita lakukan di tempat kita. Apabila memang ingin melakukan pengulangan, maka lakukanlah sekiranya yang mempunyai muatan lokal yang kuat.
Langkah terakhir, baca dan lihat hasil diskusi pada pustaka yang kita miliki. Dari sini kita bisa mendapatkan ide yang bagus dan pas untuk tema penelitian yang hendak kita lakukan. Jadi apabila anda berbakat, maka anda juga bisa mendapatkan ide tema yang benar-benar masih original.
Dalam menentukan tema juga harus di pikirkan baik-baik jauh sebelum proses penelitian itu dimulai, karena tema itulah yang akan menjadi batasan atas penelitian yang hendak di lakukan. Namun sering kali kita salah mengartikan antara tema dan judul, sebab judul itu yang akan menjadi nama dari hasil penelitian yang dilakukan, jadi ada baiknya untuk judul dipikirkan setelah penelitian itu selesai.
Terkadang menentukan tema penelitian masih menjadi permasalahan bagi peneliti pemula. Lantas bagaimana solusinya? Nah, yang harus anda perhatikan untuk menentukan tema sebuah penelitian yaitu :
Ketahuilah dan tentukanlah apa yang menjadi minat Anda, Hal ini memang penting, sebab melakukan penelitian itu juga tidak mudah dan pasti akan ada masalah, membutuhkan biaya serta membutuhkan tenaga dan usaha. Semua itu akan berat untuk dilakukan apabila kita melakukan sesuatu hal yang tidak kita minat.
Melakukan studi pustaka, Hal ini harus kita lakukan, karena buat apa melakukan suatu penelitian yang pernah atau sudah di publikasikan? Tentu apa yang kita lakukan menjadi sia-sia dan bahkan mungkin kita dituduh menjiplak. Jadi baca semua penelitian yang telah di publikasikan untuk mencegah terjadinya duplikasi. Itulah mengapa studi pustaka perlu dilakukan.
Perhatikan sikon dan budget, Ini yang harus diperhatikan khususnya untuk peneliti pemula, kebanyakan ingin melakukan penelitian yang muluk-muluk namun tidak punya cukup biaya maupun atmosfer yang bisa mendukung. Untuk atmosfer bisa berupa sumber referensi, pembimbing, peralatan, termasuk sulit tidaknya dalam melakukan penelitian tersebut
Langkah kedua dan ketiga sangat erat kaitannya, jadi setelah kita mengetahui pasti mengenai kondisi atmosfer yang riil di sekitar kita, khususnya biaya. Maka dengan membaca semua pustaka yang ada, dari situ kita bisa memiliki gambaran mengenai tema penelitian apa yang dapat kita lakukan di tempat kita. Apabila memang ingin melakukan pengulangan, maka lakukanlah sekiranya yang mempunyai muatan lokal yang kuat.
Langkah terakhir, baca dan lihat hasil diskusi pada pustaka yang kita miliki. Dari sini kita bisa mendapatkan ide yang bagus dan pas untuk tema penelitian yang hendak kita lakukan. Jadi apabila anda berbakat, maka anda juga bisa mendapatkan ide tema yang benar-benar masih original.
Jumat, 30 Agustus 2013
Sistematika Proposal Penelitian
Sistematika proposal penelitian adalah tahap-tahap atau aturan yang digunakan sebagai acuan dalam membuat proposal penelitian. Dapat diartikan sebagai sebuah usulan yang dibuat secara ringkas yang menggambarkan apa saja aspek yang akan dilakukan dalam sebuah penelitian, kemudian dirancang dan disesuaikan dengan penelitian yang akan dilakukan. Melalui proposal peneliti atau pihak-pihak terkait akan memahami kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan.
1. Latar belakang masalah, latar belakang masalah dimulai secara sistematis. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terkait sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas sebagai penjelas. Unsur-unsur yang harus ada dalam penulisan latar belakang masalah adalah menguatkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Syarat-syarat dalam penulisan latar belakang masalah adalah sebagai berikut:
- Hal-hal yang ideal
- Masalah utama
- Dimana hal itu terjadi
- Kosekuensi yang muncul bila masalah itu dibiarkan
- Intervensi yang relevan
2. Batasan masalah dalam suatu penelitian diperlukan agar ruang lingkup masalah yang akan diteliti tidak meluas, batasan-batasan yang dimaksud seperti batasan waktu, batasan tenaga dan batasan dana. Batasan-batasan ini tentunya juga berpengaruh pada proses dan hasil penelitiannya :
- Membatasi masalah yang akan dipilih
- Menegaskan pengertiannya
- Menggambarkan secara detail dan menjelaskan data yang diberikan
3. Dalam perumusan masalah dijabarkan sebagai definisi yang dapat menjelaskan, ruang lingkup serta asumsi dasar
4. Tujuan penelitian, tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat yang pasif, karena tujuan merupakan pernyataan yang berisi harapan yang akan dicapai.
5. Manfaat penelitian, uraikanlah manfaat penelitian secara singkat dan jelas.
6. Landasan teori, bagian ini ditulis agar pembaca atau pihak-pihak terkait mengetahui landasan-landasan yang di pakai dalam melakukan penelitian.
7. Metode penelitian, dalam hal ini dapat meliputi rancangan penelitian, cara penafsiran dan variabel dalam penelitian,
8. Objek penelitian adalah suatu benda, orang, tempat atau keadaan yang menjadi fokus dari penelitian yang dilakukan.
9. Metode pengumpulan data, ada beberapa cara, yaitu :
- Wawancara
- Diskusi kelompok
- Observasi
- Review dokumen
10. Metode analisis data,setelah data dikumpulkan tahap selanjutnya adalah analisa data.
11. Hasil penelitian yang diharapkan.
12. Dan yang terakhir daftar pustaka.
Sistematika proposal penelitian memang diperlukan sebagai acuan penulisan proposal penelitian yang sesuai dan benar ,hal ini merupakan langkah atau perencanaan awal yang dibuat secara ringkas sebelum akhirnya penelitian dilaksanakan.
1. Latar belakang masalah, latar belakang masalah dimulai secara sistematis. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terkait sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas sebagai penjelas. Unsur-unsur yang harus ada dalam penulisan latar belakang masalah adalah menguatkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Syarat-syarat dalam penulisan latar belakang masalah adalah sebagai berikut:
- Hal-hal yang ideal
- Masalah utama
- Dimana hal itu terjadi
- Kosekuensi yang muncul bila masalah itu dibiarkan
- Intervensi yang relevan
2. Batasan masalah dalam suatu penelitian diperlukan agar ruang lingkup masalah yang akan diteliti tidak meluas, batasan-batasan yang dimaksud seperti batasan waktu, batasan tenaga dan batasan dana. Batasan-batasan ini tentunya juga berpengaruh pada proses dan hasil penelitiannya :
- Membatasi masalah yang akan dipilih
- Menegaskan pengertiannya
- Menggambarkan secara detail dan menjelaskan data yang diberikan
3. Dalam perumusan masalah dijabarkan sebagai definisi yang dapat menjelaskan, ruang lingkup serta asumsi dasar
4. Tujuan penelitian, tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat yang pasif, karena tujuan merupakan pernyataan yang berisi harapan yang akan dicapai.
5. Manfaat penelitian, uraikanlah manfaat penelitian secara singkat dan jelas.
6. Landasan teori, bagian ini ditulis agar pembaca atau pihak-pihak terkait mengetahui landasan-landasan yang di pakai dalam melakukan penelitian.
7. Metode penelitian, dalam hal ini dapat meliputi rancangan penelitian, cara penafsiran dan variabel dalam penelitian,
8. Objek penelitian adalah suatu benda, orang, tempat atau keadaan yang menjadi fokus dari penelitian yang dilakukan.
9. Metode pengumpulan data, ada beberapa cara, yaitu :
- Wawancara
- Diskusi kelompok
- Observasi
- Review dokumen
10. Metode analisis data,setelah data dikumpulkan tahap selanjutnya adalah analisa data.
11. Hasil penelitian yang diharapkan.
12. Dan yang terakhir daftar pustaka.
Sistematika proposal penelitian memang diperlukan sebagai acuan penulisan proposal penelitian yang sesuai dan benar ,hal ini merupakan langkah atau perencanaan awal yang dibuat secara ringkas sebelum akhirnya penelitian dilaksanakan.
Kamis, 29 Agustus 2013
Penulisan Laporan Penelitian
Penulisan laporan penelitian merupakan tahap akhir dari suatu penelitian dan merupakan hasil akhir yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Laporan dari suatu penelitian pun harus dapat dipertanggungjawabkan dan juga mudah dipahami oleh setiap pembaca. Suatu penulisan laporan yang baik terlebih dahulu harus memiliki bahasa yang baik dan setiap aspek yang disampaikan dalam penulisan juga harus sesuai dengan apa yang telah dilakukan dalam penelitian.
Penulisan laporan penelitian ini harus ditulis dengan teliti dan juga jelas, hal ini adalah kegiatan menuangkan pikiran-pikiran kedalam kalimat yang baik dan juga menyusun kalimat-kalimat ke dalam alinea dan merangkai alinea tersebut menjadi suatu karya ilmiah. Penulisan laporan ini menjadi mutlak karena dengan adanya laporan maka masyarakat dapat dengan mudah untuk dipahami, atau mungkin menyempurnakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Aspek yang harus diperhatikan dalam sebuah penulisan laporan penelitian adalah penggunaan bahasa yang komunikatif, mengetahui target atau untuk siapa laporan tersebut ditujukan kemudian juga adanya kejelasan serta kemampuan meyakinkan para pembaca. Sebelum laporan penelitian diajukan, maka diperlukan kerangka laporan yang berfungsi sebagai arah dari setiap isi dan bagian laporan.
Dan berikut beberapa tahapan dalam penulisan laporan penelitian :
• Buatlah laporan sementara, artinya apabila data dari hasil penelitian telah terkumpul, maka tahap selanjutnya adalah mengerjakan laporan sementara secara bertahap, kemudian diteliti baru setelah itu dapat disusun dengan baik.
• Buatlah kerangka laporan. Pada dasarnya tidak semua orang mampu menuangkan hasil pemikirannya secara langsung dan detail, tapi sebelum itu buatlah dulu garis besar laporan yang akan ditulis. Kerangka laporan ini akan memudahkan penulisan laporan dari sebuah penelitian. Ketika penulisan laporan masih dalam tahap pembuatan kerangka muncul ide-ide atau gagasan tambahan untuk menunjang isi suatu laporan yang dibuat.
• Menyusun hasil penelitian, dalam isi laporan ada beberapa aspek yang harus disusun, yakni :
1. Judul
2. Kata pengantar
3. Daftar isi
4. Pendahuluan
5. Tubuh laporan
6. Kesimpulan dan saran
7. Daftar pustaka
Yang juga harus diperhatikan dalam penulisan laporan penelitian ialah saran dan kesimpulan. Hal ini merupakan bagian yang paling penting dari laporan penelitian, keduanya saling berhubungan. Tetapi bagian kesimpulan dan saran merupakan bukan bagian wajib dari suatu laporan, hal ini hanyalah sebagai pelengkap saja.
Penulisan laporan penelitian ini harus ditulis dengan teliti dan juga jelas, hal ini adalah kegiatan menuangkan pikiran-pikiran kedalam kalimat yang baik dan juga menyusun kalimat-kalimat ke dalam alinea dan merangkai alinea tersebut menjadi suatu karya ilmiah. Penulisan laporan ini menjadi mutlak karena dengan adanya laporan maka masyarakat dapat dengan mudah untuk dipahami, atau mungkin menyempurnakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Aspek yang harus diperhatikan dalam sebuah penulisan laporan penelitian adalah penggunaan bahasa yang komunikatif, mengetahui target atau untuk siapa laporan tersebut ditujukan kemudian juga adanya kejelasan serta kemampuan meyakinkan para pembaca. Sebelum laporan penelitian diajukan, maka diperlukan kerangka laporan yang berfungsi sebagai arah dari setiap isi dan bagian laporan.
Dan berikut beberapa tahapan dalam penulisan laporan penelitian :
• Buatlah laporan sementara, artinya apabila data dari hasil penelitian telah terkumpul, maka tahap selanjutnya adalah mengerjakan laporan sementara secara bertahap, kemudian diteliti baru setelah itu dapat disusun dengan baik.
• Buatlah kerangka laporan. Pada dasarnya tidak semua orang mampu menuangkan hasil pemikirannya secara langsung dan detail, tapi sebelum itu buatlah dulu garis besar laporan yang akan ditulis. Kerangka laporan ini akan memudahkan penulisan laporan dari sebuah penelitian. Ketika penulisan laporan masih dalam tahap pembuatan kerangka muncul ide-ide atau gagasan tambahan untuk menunjang isi suatu laporan yang dibuat.
• Menyusun hasil penelitian, dalam isi laporan ada beberapa aspek yang harus disusun, yakni :
1. Judul
2. Kata pengantar
3. Daftar isi
4. Pendahuluan
5. Tubuh laporan
6. Kesimpulan dan saran
7. Daftar pustaka
Yang juga harus diperhatikan dalam penulisan laporan penelitian ialah saran dan kesimpulan. Hal ini merupakan bagian yang paling penting dari laporan penelitian, keduanya saling berhubungan. Tetapi bagian kesimpulan dan saran merupakan bukan bagian wajib dari suatu laporan, hal ini hanyalah sebagai pelengkap saja.
Rabu, 28 Agustus 2013
Penelitian Hukum Normatif
Penelitian hukum normatif bisa juga disebut sebagai penelitian hukum doktrinal. Pada penelitian ini, sering kali hukum dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan ( Law in book ) atau hukum yang dikonsepsikan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku masyarakat terhadap apa yang dianggap pantas. Namun sesungguhnya hukum juga dapat dikonsepkan sebagai apa yang ada dalam tindakan ( Low in action ). Low in book adalah hukum yang seharusnya berjalan sesuai harapan, keduanya seiring berbeda, artinya hukum dalam buku sering berbeda dengan hukum dalam kehidupan masyarakat.
Penelitian hukum normatif hanya meneliti peraturan perundang-undangan, dan mempunyai beberapa konsekuensi, dan sumber data yang digunakan berasal dari data sekunder.
Adapun penjelasan mengenai bahan-bahan hukumnya adalah :
Bahan hukum primer :
1. Nama atau kaidah dasar, yaitu pembukaan UUD 1945
2. Peraturan dasar yang meliputi : Batang tubuh UUD 1945 dan Ketetapan-ketetapan MPR
3. Peraturan perundang-undangan yang meliputi : UU dan peraturan yang setaraf, Peraturan pemerintah, Keputusan menteri, dan Keputusan peraturan daerah
4. Bahan hukum yang tidak
dikodifikasikan seperti hukum adat
5. Yuripudensi
Bahan hukum sekunder
yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai hukum-hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian atau pendapat para pakar hukum.
Bahan hukum tersier
yaitu bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus ( hukum ) ensiklopedia.
• Karena seluruh penelitian hukum normatif merupakan data sekunder ( bahan kepustakaan ), maka penggunaan kerangka teoritis tentaif ( skema ) dapat ditinggalkan, tetapi penyusunan kerangka konsepsional dapat digunakan perumusan-perumusan yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar penelitian.
• Dalam penelitian hukum normatif tidak diperlukan hipotesis, kalaupun ada hanyalah hipotesis kerja
• Penelitian hukum normatif diperlukan sample, karena data sekunder ( sebagai sumber data utamanya ) memiliki bobot dan kualitas tersendiri yang tidak bisa diganti dengan data jenis lainnya.
Jenis – jenis :
1. Penelitian inventarisasi hukum-hukum positif
2. Penelitian asas- asas hukum
Kesimpulannya, penelitian hukum normatif adalah hukum yang dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang – undangan ( law in book ).Kegiatan penelitian ini didasarkan pada sistematika,metode dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan mengenalinya.
Penelitian hukum normatif hanya meneliti peraturan perundang-undangan, dan mempunyai beberapa konsekuensi, dan sumber data yang digunakan berasal dari data sekunder.
Adapun penjelasan mengenai bahan-bahan hukumnya adalah :
Bahan hukum primer :
1. Nama atau kaidah dasar, yaitu pembukaan UUD 1945
2. Peraturan dasar yang meliputi : Batang tubuh UUD 1945 dan Ketetapan-ketetapan MPR
3. Peraturan perundang-undangan yang meliputi : UU dan peraturan yang setaraf, Peraturan pemerintah, Keputusan menteri, dan Keputusan peraturan daerah
4. Bahan hukum yang tidak
dikodifikasikan seperti hukum adat
5. Yuripudensi
Bahan hukum sekunder
yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai hukum-hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian atau pendapat para pakar hukum.
Bahan hukum tersier
yaitu bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus ( hukum ) ensiklopedia.
• Karena seluruh penelitian hukum normatif merupakan data sekunder ( bahan kepustakaan ), maka penggunaan kerangka teoritis tentaif ( skema ) dapat ditinggalkan, tetapi penyusunan kerangka konsepsional dapat digunakan perumusan-perumusan yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar penelitian.
• Dalam penelitian hukum normatif tidak diperlukan hipotesis, kalaupun ada hanyalah hipotesis kerja
• Penelitian hukum normatif diperlukan sample, karena data sekunder ( sebagai sumber data utamanya ) memiliki bobot dan kualitas tersendiri yang tidak bisa diganti dengan data jenis lainnya.
Jenis – jenis :
1. Penelitian inventarisasi hukum-hukum positif
2. Penelitian asas- asas hukum
Kesimpulannya, penelitian hukum normatif adalah hukum yang dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang – undangan ( law in book ).Kegiatan penelitian ini didasarkan pada sistematika,metode dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan mengenalinya.
Selasa, 27 Agustus 2013
Jenis Desain Penelitian Kuantitatif
Jenis Desain Penelitian Kuantitatif - Rencana design yang baik dapat menambah mutu hasil penelitian kuantitatif. Dengan mutu yang meyakinkan, penjelasan perihal hasil penelitian hanya bisa dikaitkan dengan yang ada didalam penelitian. Perihal ini bisa dicapai apabila peneliti dapat mengontrol faktor-faktor lain yang barangkali bisa merubah atau memiliki kontribusi untuk menjelaskan hasilnya.
Pada prinsipnya, desain didalam penelitian kuantitatif meliputi penentuan subjek dari tempat mana informasi atau data dapat didapatkan, teknik yang dipakai didalam pengumpulan data, serta prosedur yang ditempuh untuk pengumpulan, dan perlakuan yang dapat diadakan ( spesial untuk penelitian eksperimental ).
Rencana yang amat mutlak serta berkenaan dengan masalah desain yaitu validitas yakni seberapa jauh penjelasan ilmiah perihal satu fenomena cocok dengan kenyataan. Validitas bisa dibedakan jadi dua: internal serta eksternal. Validitas internal merujuk pada seberapa jauh apa yang dilihat, diukur, serta dianalisis cocok dengan kenyataan. Validitas eksternal merujuk pada kekuatan generalisasi hasil atau dengan kata lain, seberapa jauh hasil dan rangkuman bisa diaplikasikan mengerti populasi dan setting yang lebih luas.
Beberapa jenis desain penelitian kuantitatif :
1. Desain deskriptif
Tipe desain penelitian deskriptif ditujukan untuk memperoleh gambaran perihal satu kenyataan atau menguji jalinan pada kenyataan yang sudah ada atau sudah berlangsung pada subjek. Didalam desain ini, peneliti tidak lakukan manipulasi perlakuan atau penempatan subjek.
2. Desain eksperimental
Didalam design eksperimental, peneliti lakukan manipulasi pada perlakuan ( treatment ) yang diberian pada subjek. peneliti lakukan kontrol pada apa yang dapat dihadapi oleh subjek lewat cara berikan atau tidak berikan kondisi atau perlakuan spesifik dengan sistematis.
3. Desain ex post facto
Desain ini dipakai untuk menjajaki kemungkinan ada jalinan kausal ( sebab-akibat ) pada variabel yang tidak bisa dimanipulasi oleh peneliti. Peneliti memperbandingkan dua grup subjek atau lebih yang relatif sama jika didalam factor spesifik sebagai konsentrasi penyelidikan. Tidak sama dengan design eksperimental, di mana apa yang berlangsung pada subjek sudah dimanipulasi oleh peneliti, design ex post facto fokus penyelidikannya pada apa yang berlangsung pada subjek. ( ibnu hadjar, 1999 )
Itulah macam-macam desain penelitian kuantitatif yang dapat kita ulas dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan kita.
Pada prinsipnya, desain didalam penelitian kuantitatif meliputi penentuan subjek dari tempat mana informasi atau data dapat didapatkan, teknik yang dipakai didalam pengumpulan data, serta prosedur yang ditempuh untuk pengumpulan, dan perlakuan yang dapat diadakan ( spesial untuk penelitian eksperimental ).
Rencana yang amat mutlak serta berkenaan dengan masalah desain yaitu validitas yakni seberapa jauh penjelasan ilmiah perihal satu fenomena cocok dengan kenyataan. Validitas bisa dibedakan jadi dua: internal serta eksternal. Validitas internal merujuk pada seberapa jauh apa yang dilihat, diukur, serta dianalisis cocok dengan kenyataan. Validitas eksternal merujuk pada kekuatan generalisasi hasil atau dengan kata lain, seberapa jauh hasil dan rangkuman bisa diaplikasikan mengerti populasi dan setting yang lebih luas.
Beberapa jenis desain penelitian kuantitatif :
1. Desain deskriptif
Tipe desain penelitian deskriptif ditujukan untuk memperoleh gambaran perihal satu kenyataan atau menguji jalinan pada kenyataan yang sudah ada atau sudah berlangsung pada subjek. Didalam desain ini, peneliti tidak lakukan manipulasi perlakuan atau penempatan subjek.
2. Desain eksperimental
Didalam design eksperimental, peneliti lakukan manipulasi pada perlakuan ( treatment ) yang diberian pada subjek. peneliti lakukan kontrol pada apa yang dapat dihadapi oleh subjek lewat cara berikan atau tidak berikan kondisi atau perlakuan spesifik dengan sistematis.
3. Desain ex post facto
Desain ini dipakai untuk menjajaki kemungkinan ada jalinan kausal ( sebab-akibat ) pada variabel yang tidak bisa dimanipulasi oleh peneliti. Peneliti memperbandingkan dua grup subjek atau lebih yang relatif sama jika didalam factor spesifik sebagai konsentrasi penyelidikan. Tidak sama dengan design eksperimental, di mana apa yang berlangsung pada subjek sudah dimanipulasi oleh peneliti, design ex post facto fokus penyelidikannya pada apa yang berlangsung pada subjek. ( ibnu hadjar, 1999 )
Itulah macam-macam desain penelitian kuantitatif yang dapat kita ulas dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan kita.
Senin, 26 Agustus 2013
Seputar Penelitian Asosiatif
Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. Penelitian ini memiliki tingkat yang tertinggi bila di bandingkan dengan penelitian yang lain, seperti penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan menggunakan penelitian ini, dapat kita temukan beberapa teori yang dapat memberikan penjelasan, perkiraan dan kontrol suatu gejala.
Penelitian sendiri di artikan sebagai suatu penyelidikan atau usaha pengujian yang di lakukan secara teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta dan menggunakan langkah-langkah tertentu, dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah suatu masalah. Di sisi lain tujuan dari sebuah penelitian digunakan untuk mengembangkan suatu metode, menguji serta mengemukakan kebenaran suatu masalah atau pengetahuan. Penelitian sejatinya adalah kegiatan yang objektif yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip atau teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif. Kemudian masalah adalah titik sentral atau fokus dari penelitian itu sendiri.
1. Hubungan kausal
Hubungan kausal merupakan hubungan yang sifatnya sebab-akibat, salah satu variabel ( independen ) mempengaruhi variabel yang lain ( dependen ), misalnya adalah pengaruh sosial media dengan kualitas belajar remaja.
2. Hubungan simetris
Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel yang bersifat sejajar atau terjadinya bersamaan,misalnya adalah apakah ada hubungan antara hewan-hewan yang turun dari gunung dengan akan terjadinya suatu bencana. Hubungan ini cenderung tidak menyelidiki siapa yang mempengaruhi dan siapa yang di pengaruhi.
3. Hubungan interaktif atau timbal balik
Hubungan interaktif atau timbal balik atau bisa juga di sebut hubungan respirokal adalah hubungan yang variabelnya saling mempengaruhi. Pada hal ini tidak di ketahui variabel independen maupun dependennya. Misalnya adalah hubungan antara prestasi dan beasiswa, pada kasus ini diasumsikan bahwa orang yang berprestasi akan mendapatkan beasiswa, sebaliknya orang yang mendapatkan beasiswa sudah pasti adalah orang yang berprestasi atau pintar. Contoh yang lain adalah hubungan antara kerja keras dan sukses pada hal ini diasumsikan orang yang memiliki niat lalu bekerja keras kelak ia akan menjadi orang sukses, dan sebaliknya orang yang sukses berawal dari niat dan kerja keras.
Dalam penelitian asosiatif menggunakan teknik analisis kuantitatif atau statistik. Kemudian perhitungan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel antara lain menggunakan perhitungan koefisien korelasi ( Rank Spearman ) dan ( Person Product Moment).
Penelitian sendiri di artikan sebagai suatu penyelidikan atau usaha pengujian yang di lakukan secara teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta dan menggunakan langkah-langkah tertentu, dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah suatu masalah. Di sisi lain tujuan dari sebuah penelitian digunakan untuk mengembangkan suatu metode, menguji serta mengemukakan kebenaran suatu masalah atau pengetahuan. Penelitian sejatinya adalah kegiatan yang objektif yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip atau teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif. Kemudian masalah adalah titik sentral atau fokus dari penelitian itu sendiri.
1. Hubungan kausal
Hubungan kausal merupakan hubungan yang sifatnya sebab-akibat, salah satu variabel ( independen ) mempengaruhi variabel yang lain ( dependen ), misalnya adalah pengaruh sosial media dengan kualitas belajar remaja.
2. Hubungan simetris
Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel yang bersifat sejajar atau terjadinya bersamaan,misalnya adalah apakah ada hubungan antara hewan-hewan yang turun dari gunung dengan akan terjadinya suatu bencana. Hubungan ini cenderung tidak menyelidiki siapa yang mempengaruhi dan siapa yang di pengaruhi.
3. Hubungan interaktif atau timbal balik
Hubungan interaktif atau timbal balik atau bisa juga di sebut hubungan respirokal adalah hubungan yang variabelnya saling mempengaruhi. Pada hal ini tidak di ketahui variabel independen maupun dependennya. Misalnya adalah hubungan antara prestasi dan beasiswa, pada kasus ini diasumsikan bahwa orang yang berprestasi akan mendapatkan beasiswa, sebaliknya orang yang mendapatkan beasiswa sudah pasti adalah orang yang berprestasi atau pintar. Contoh yang lain adalah hubungan antara kerja keras dan sukses pada hal ini diasumsikan orang yang memiliki niat lalu bekerja keras kelak ia akan menjadi orang sukses, dan sebaliknya orang yang sukses berawal dari niat dan kerja keras.
Dalam penelitian asosiatif menggunakan teknik analisis kuantitatif atau statistik. Kemudian perhitungan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel antara lain menggunakan perhitungan koefisien korelasi ( Rank Spearman ) dan ( Person Product Moment).
Sabtu, 24 Agustus 2013
Penjelasan Mengenai Sumber Data Penelitian
Sumber data penelitian yaitu sumber subjek dari tempat mana data bisa didapatkan. Jika peneliti memakai kuisioner atau wawancara didalam pengumpulan datanya, maka sumber data itu dari responden, yakni orang yang menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis ataupun lisan. Sumber data berbentuk responden ini digunakan didalam penelitian.
Imam Suprayogo mengemukakan bahwa, tipe sumber data terlebih di dalam penelitian kualitatif bisa diklasifikasi seperti berikut.
Narasumber
Narasumber didalam perihal ini yakni orang yang dapat berikan informasi lisan perihal suatu hal yang ingin kita kenali. Seorang informan mungkin menyembunyikan informasi mutlak yang dimiliki oleh dikarenakan itu peneliti mesti pandai-pandai menggali data lewat cara membangun keyakinan, keakraban serta hubungan kerja dengan subjek yang dieteliti di samping terus gawat serta analitis.
Momen
Data atau informasi juga bisa didapatkan melewati pengamatan pada momen atau kegiatan yang terkait dengan persoalan penelitian. Dari momen atau kegiatan ini, peneliti dapat tahu sistem bagaimana suatu hal berlangsung dengan lebih tentu dikarenakan melihat sendiri dengan segera.
Area
Informasi kondisi dari lokasi momen atau kegiatan dikerjakan dapat digali melalui sumber lokasinya, baik adalah area ataupun lingkungannya. dari pemahaman lokasi serta lingkungan, peneliti dapat dengan cermat membahas serta dengan gawat menarik kemungkinan rangkuman.
Dokumen
Dokumen adalah bahan tertulis atau benda yang terkait dengan satu momen atau kegiatan spesifik. ia dapat adalah rekaman atau dokumen tertulis seperti rekaman, database, surat, arsip, gambar, benda peninggalan yang terkait dengan satu momen. Banyak momen yang sudah lama berlangsung dapat di teliti serta dipahami atas dasar dokumen atau arsip.
Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data didalam penelitian, maka diklasifikasikan jadi tiga sisi yang disingkat dengan 3p yakni : person, place, serta paper. Bila dipandang dari tempat mana sumber data berasal, maka sumber data bisa dibagi jadi sumber data primer serta sumber data sekunder. Data primer yaitu data penelitian yang didapatkan dengan segera dari sumber aslinya atau tanpa perantara. Sekunder yaitu data penelitian yang didapatkan dengan tidak segera melewati media perantara atau didapatkan serta dicatat oleh pihak lain. Penelitian kuantitatif meletakkan sumber data sebagai objek namun penelitian kualitatif meletakkan sumber data sebagai subjek yang mempunyai kedudukan yang mutlak.
Itulah penjelasan tentang sumber data penelitian semoga bisa menambah manfaat untuk anda semuanya.
Imam Suprayogo mengemukakan bahwa, tipe sumber data terlebih di dalam penelitian kualitatif bisa diklasifikasi seperti berikut.
Narasumber
Narasumber didalam perihal ini yakni orang yang dapat berikan informasi lisan perihal suatu hal yang ingin kita kenali. Seorang informan mungkin menyembunyikan informasi mutlak yang dimiliki oleh dikarenakan itu peneliti mesti pandai-pandai menggali data lewat cara membangun keyakinan, keakraban serta hubungan kerja dengan subjek yang dieteliti di samping terus gawat serta analitis.
Momen
Data atau informasi juga bisa didapatkan melewati pengamatan pada momen atau kegiatan yang terkait dengan persoalan penelitian. Dari momen atau kegiatan ini, peneliti dapat tahu sistem bagaimana suatu hal berlangsung dengan lebih tentu dikarenakan melihat sendiri dengan segera.
Area
Informasi kondisi dari lokasi momen atau kegiatan dikerjakan dapat digali melalui sumber lokasinya, baik adalah area ataupun lingkungannya. dari pemahaman lokasi serta lingkungan, peneliti dapat dengan cermat membahas serta dengan gawat menarik kemungkinan rangkuman.
Dokumen
Dokumen adalah bahan tertulis atau benda yang terkait dengan satu momen atau kegiatan spesifik. ia dapat adalah rekaman atau dokumen tertulis seperti rekaman, database, surat, arsip, gambar, benda peninggalan yang terkait dengan satu momen. Banyak momen yang sudah lama berlangsung dapat di teliti serta dipahami atas dasar dokumen atau arsip.
Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data didalam penelitian, maka diklasifikasikan jadi tiga sisi yang disingkat dengan 3p yakni : person, place, serta paper. Bila dipandang dari tempat mana sumber data berasal, maka sumber data bisa dibagi jadi sumber data primer serta sumber data sekunder. Data primer yaitu data penelitian yang didapatkan dengan segera dari sumber aslinya atau tanpa perantara. Sekunder yaitu data penelitian yang didapatkan dengan tidak segera melewati media perantara atau didapatkan serta dicatat oleh pihak lain. Penelitian kuantitatif meletakkan sumber data sebagai objek namun penelitian kualitatif meletakkan sumber data sebagai subjek yang mempunyai kedudukan yang mutlak.
Itulah penjelasan tentang sumber data penelitian semoga bisa menambah manfaat untuk anda semuanya.
Label:
informasi,
Informasi Pendidikan,
Penelitian
Jumat, 23 Agustus 2013
Penelitian Eksperimen Pendidikan
Penelitian Eksperimen Pendidikan - Salah satu penelitian yang paling sering digunakan oleh seorang peneliti dalam bidang pendidikan yaitu penelitian eksperimen pendidikan. Di dalam penelitian eksperimen, variabel bebas ( independent variabel ) serta variabel terikat ( dependent variabel ), telah ditentukan secara jelas oleh para peneliti mulai awal penelitian. Variabel bebas terkadang adalah variabel yang diubah secara matematis. Dalam bidang pendidikan, yang diamati sebagai variabel bebas antaranya adalah : teknik mengajar, jenis – jenis penguatan / reinforcement, frekuensi penguatan, fasilitas pendidikan, materi belajar, lingkungan belajar, jumlah kelompok belajar dan lain sebagainya. Variabel terikat yang juga disebut dengan criterion variabe adalah variabel yang diukur menjadi akibat dari manipulasi terhadap variabel bebas.
Variabel terikat ini sering disebut dependent variabel sebab memang fungsi mereka bergantung pada variabel bebas. Penelitian eksperimen pendidikan adalah sebuah penelitian yang dapat menjawab pertanyaan bila anda melakukan sesuatu terhadap keadaan yang dikendalikan secara
ketat apa yang akan terjadi ?. Untuk mengetahui apa ada perubahan / tidak terhadap sebuah kondisi yang di kontrol secara ketat, jadi anda membutuhkan perlakuan / treatment pada keadaan tersebut serta hal inilah yang dikerjakan terhadap penelitian eksperimen pendidikan. Maka penelitian eksperimen pendidikan bisa dikatakan sebagai teknik penelitian yang dipakai untuk mencari hubungan perlakuan pada yang lain di dalam kondisi yang telah terkendali ( Sugiono : 2010 ).
Menurut MacLin dan Solso : 2002, penelitian eksperimen pendidikan merupakan sebuah penelitian yang didalamnya ditemukan paling tidak 1 variabel yang diubah untuk mempelajari antara hubungan sebab-akibat. Oleh sebab itu, penelitian eksperimen pendidikan erat kaitannya di dalam menguji sebuah hipotesis. Maka, dengan kata lain sebuah penelitian eksperimen pendidikan pada prinsipnya bisa diartikan sebagai metode sistematis untuk membangun hubungan yang berisi fenomena sebab akibat / causal – effect relationship. Sebagai contoh hubungan antara sebab – akibat dibidang pendidikan misalnya, mahasiswa yang memiliki nilai matematika diatas rata – rata cenderung sukses dalam menyelesaikan mapel merencana mesin.
Penelitian eksperimen pendidikan terkadang dilaksanakan oleh peneliti untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang berhubungan dengan suatu hal bila dilakukan pada keadaan yang di kontrol dengan teliti. Sekian sedikit ulasan singkat tentang penelitian eksperimen pendidikan, semoga berguna.
Variabel terikat ini sering disebut dependent variabel sebab memang fungsi mereka bergantung pada variabel bebas. Penelitian eksperimen pendidikan adalah sebuah penelitian yang dapat menjawab pertanyaan bila anda melakukan sesuatu terhadap keadaan yang dikendalikan secara
ketat apa yang akan terjadi ?. Untuk mengetahui apa ada perubahan / tidak terhadap sebuah kondisi yang di kontrol secara ketat, jadi anda membutuhkan perlakuan / treatment pada keadaan tersebut serta hal inilah yang dikerjakan terhadap penelitian eksperimen pendidikan. Maka penelitian eksperimen pendidikan bisa dikatakan sebagai teknik penelitian yang dipakai untuk mencari hubungan perlakuan pada yang lain di dalam kondisi yang telah terkendali ( Sugiono : 2010 ).
Menurut MacLin dan Solso : 2002, penelitian eksperimen pendidikan merupakan sebuah penelitian yang didalamnya ditemukan paling tidak 1 variabel yang diubah untuk mempelajari antara hubungan sebab-akibat. Oleh sebab itu, penelitian eksperimen pendidikan erat kaitannya di dalam menguji sebuah hipotesis. Maka, dengan kata lain sebuah penelitian eksperimen pendidikan pada prinsipnya bisa diartikan sebagai metode sistematis untuk membangun hubungan yang berisi fenomena sebab akibat / causal – effect relationship. Sebagai contoh hubungan antara sebab – akibat dibidang pendidikan misalnya, mahasiswa yang memiliki nilai matematika diatas rata – rata cenderung sukses dalam menyelesaikan mapel merencana mesin.
Penelitian eksperimen pendidikan terkadang dilaksanakan oleh peneliti untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang berhubungan dengan suatu hal bila dilakukan pada keadaan yang di kontrol dengan teliti. Sekian sedikit ulasan singkat tentang penelitian eksperimen pendidikan, semoga berguna.
Kamis, 22 Agustus 2013
Penjabaran Tinjauan Pustaka Penelitian
Tinjauan pustaka penelitian memiliki arti yaitu peninjauan kembali pustaka-pustaka mengenai ( review of related literatur ). Sesuai dengan arti itu, sebuah tinjauan pustaka penelitian memiliki fungsi sebagai peninjauan kembali / review pustaka ( laporan penelitian dan lain – lain ) mengenai masalah yang berkaitan dan tidak selalu harus cocok identik dengan bidang masalah yang sedang dihadapi, namun termasuk juga yang seiring serta berkaitan ( collateral ).
Fungsi tinjauan pustaka penelitian yang berkaitan adalah hal yang mendasar di dalam penelitian, seperti yang dinyatakan oleh Leedy pada tahun 1997, bahwa semakin banyak peneliti mengetahui, memahami dan mengenal tentang penelitian – penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya ( yang berkaitan erat sesuai dengan topik penelitiannya ). Semakin bisa dipertanggung jawabkan tekniknya meneliti masalah yang dihadapi. Namun demikian, sebagian penulis / peneliti ( usulan penelitian / karya tulis ) menganggap bahwa href="http://www.informasi-pendidikan.com/2013/08/penjabaran-tinjauan-pustaka-penelitian.html">tinjauan pustaka penelitian adalah bagian yang tidak terlalu penting sehingga dibuat asal ada saja / hanya untuk sekedar menyatakan / membuktikan bahwa penelitian yang dikerjakan belum pernah dilaksanakan sebelumnya.
Pembuktian keaslian penelitian itu sebenarnya hanyalah salah 1 dari beberapa fungsi tinjauan pustaka. Kekurangan lain yang terkadang juga dijumpai yaitu dalam penyusunan, penstrukturan / pengorganisasian tinjauan pustaka penelitian. Banyak pembuatan tinjauan pustaka penelitian yang mirip dengan resensi buku ( dibahas buku/buku, tanpa ada hubungan yang bersistem ) / mirip dengan daftar pustaka ( hanya menuliskan siapa penulisnya serta di pustaka mana ditulis, jadi tidak membahas apa yang ditulis ). Tinjauan pustaka memiliki fungsi yakni :
1. Mengungkapkan penelitian – penelitian yang sama dengan penelitian yang akan anda lakukan, dalam hal ini, perlu diperlihatkan juga cara penelitian – penelitian tersebut dalam menjawab permasalahan serta merancang teknik penelitiannya.
2. Membantu memberikan gambaran mengenai metode serta teknik yang digunakan dalam penelitian tersebut.
3. Mengungkapkan sumber – sumber informasi / judul pustaka yang berkaitan dan belum anda ketahui sebelumnya.
4. Mengenal peneliti yang karyanya unik dan penting dalam permasalahan yang sedang anda hadapi. Kemungkinan dapat dijadikan narasumber / bisa ditelusuri karya tulisnya yang lain.
Semoga ulasan singkat kali ini berguna.
Fungsi tinjauan pustaka penelitian yang berkaitan adalah hal yang mendasar di dalam penelitian, seperti yang dinyatakan oleh Leedy pada tahun 1997, bahwa semakin banyak peneliti mengetahui, memahami dan mengenal tentang penelitian – penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya ( yang berkaitan erat sesuai dengan topik penelitiannya ). Semakin bisa dipertanggung jawabkan tekniknya meneliti masalah yang dihadapi. Namun demikian, sebagian penulis / peneliti ( usulan penelitian / karya tulis ) menganggap bahwa href="http://www.informasi-pendidikan.com/2013/08/penjabaran-tinjauan-pustaka-penelitian.html">tinjauan pustaka penelitian adalah bagian yang tidak terlalu penting sehingga dibuat asal ada saja / hanya untuk sekedar menyatakan / membuktikan bahwa penelitian yang dikerjakan belum pernah dilaksanakan sebelumnya.
Pembuktian keaslian penelitian itu sebenarnya hanyalah salah 1 dari beberapa fungsi tinjauan pustaka. Kekurangan lain yang terkadang juga dijumpai yaitu dalam penyusunan, penstrukturan / pengorganisasian tinjauan pustaka penelitian. Banyak pembuatan tinjauan pustaka penelitian yang mirip dengan resensi buku ( dibahas buku/buku, tanpa ada hubungan yang bersistem ) / mirip dengan daftar pustaka ( hanya menuliskan siapa penulisnya serta di pustaka mana ditulis, jadi tidak membahas apa yang ditulis ). Tinjauan pustaka memiliki fungsi yakni :
1. Mengungkapkan penelitian – penelitian yang sama dengan penelitian yang akan anda lakukan, dalam hal ini, perlu diperlihatkan juga cara penelitian – penelitian tersebut dalam menjawab permasalahan serta merancang teknik penelitiannya.
2. Membantu memberikan gambaran mengenai metode serta teknik yang digunakan dalam penelitian tersebut.
3. Mengungkapkan sumber – sumber informasi / judul pustaka yang berkaitan dan belum anda ketahui sebelumnya.
4. Mengenal peneliti yang karyanya unik dan penting dalam permasalahan yang sedang anda hadapi. Kemungkinan dapat dijadikan narasumber / bisa ditelusuri karya tulisnya yang lain.
Semoga ulasan singkat kali ini berguna.
Rabu, 21 Agustus 2013
Jenis Data Penelitian
Jenis Data Penelitian - Aktivitas penelitian tidak bisa terlepas dari keberadaan info yang merupakan bahan utama untuk membuat gambaran spesifik tentang objek penelitian. Data merupakan fakta empirik yang sudah dikumpulkan oleh peneliti untuk memecahkan masalah / menjawab pertanyaan penelitian. Data penelitian bisa berasal dari berbagai hal yang dikumpulkan dengan memakai berbagai teknik selama proses penelitian berlangsung. Berikut jenis data penelitian :
1. Data berdasarkan sumbernya = berdasarkan sumbernya, data penelitian bisa dikelompokkan ke dalam 2 jenis yakni data primer serta data sekunder.
1. Data berdasarkan sumbernya = berdasarkan sumbernya, data penelitian bisa dikelompokkan ke dalam 2 jenis yakni data primer serta data sekunder.
- Data primer merupakan data yang didapat / dikumpulkan oleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya. Data primer biasanya disebut dengan data asli / data baru yang mempunyai sifat up to date. Untuk memperoleh data primer, peneliti wajib mengumpulkannya secara langsung. Cara yang bisa digunakan peneliti untuk mencari data primer yaitu observasi, diskusi terfokus, wawancara serta penyebaran kuesioner.
- Data sekunder merupakan data yang didapat / dikumpulkan peneliti dari semua sumber yang sudah ada dalam artian peneliti sebagai tangan kedua. Data sekunder bisa didapat dari berbagai sumber misalnya biro pusat statistik yang biasanya disingkat dengan BPS, jurnal buku, laporan dan lain sebagainya. Pemahaman pada ke 2 jenis data di atas dibutuhkan sebagai landasan untuk menentukan cara dan langkah-langkah pengumpulan data penelitian.
- Data kualitatif = data kualitatif merupakan data yang berbentuk kalimat bukan berbentuk angka. Data kualitatif didapat melalui berbagai jenis cara pengumpulan data seperti analisis dokumen, wawancara, diskusi terfokus, / observasi yang sudah dituangkan ke dalam catatan lapangan / transkrip. Bentuk lain dari data kualitatif adalah foto yang didapat melalui pemotretan / rekaman video.
- Data kuantitatif = merupakan data yang berbentuk angka / bilangan. Sesuai dengan kriterianya, data kuantitatif bisa diolah / dianalisis memakai teknik perhitungan statistika / matematika.
Langganan:
Postingan (Atom)













