“Negara” kata ini tentulah tidak asing ditelinga kita. Seringkali kita dengar tentang pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kata negara.
Apakah nama Negara kita? dengan mudah tentu kita akan menjawab: Negara Indonesia. Lalu, ketika kita ditanya kembali tentang arti Negara itu sendiri, apa kita bisa menjawabnya? jawabanya sudah pasti tidak. Dari sini baru bisa kita pahami jika selain ilmu yang kita pahami, masih ada ilmu lain yang menunggu untuk dipahami. Karenanya, untuk artikel kali ini saya ingin berbagi sedikit ilmu tentang Negara kepada sobat semua.
Ada beberapa pengertian Negara yang dirumuskan oleh para ahli, Beberapa pengertian Negara dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Hans Kelsen (1969) didalam Rudolf Aladar menyebutkan negara yaitu suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan tata paksa.
2) Legemann (1985) negara yaitu suatu organisasi kemasyarakatan yang dengan kekuasaanya bertujuan untuk mengatur serta menyelenggarakan suatu masyarakat.
3) Franz Magnis-Suseno (1988) negara yaitu satu kesatuan masyarakat politik yang berfungsi membuat norma, menerapkan norma, serta menjamin kepastian berlakunya norma kelakuan untuk seluruh masyarakatnya. Sifat Negara tegas dan apabila terdapat pelanggaran pada norma ini maka Negara harus memberikan sanksi tegas pada pelakunya yang berupa paksaan fisik.
4) Prof. Miriam Budiardjo (1993) negara yaitu suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah serta ditaati oleh rakyatnya.
5) Jean Bodin (1999) negara yaitu suatu persekutuan dari berbagai keluarga dengan segala kepentigannya yang dipimpin oleh atau dari suatu lembaga yang berdaulat.
Demikianlah beberapa pengertian negara yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat menambah pengetahuan sobat semua.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 Februari 2013
Minggu, 10 Februari 2013
peninggalan kerajaan majapahit di indonesia
Kerajaan majapahit yang berdiri pada tahun 1293-1500M terletak di jawa timur, Indonesia. Puncak kejayaan pada kerajaan ini adalah ketika dipimpin oleh Hayam wuruk pada masa pemerintahan tahun 1350-1389. Kerajaan ini menjadi kerajaan terbesar yang menguasai banyak wilayah nusantara.
Kekuasaan yang diperoleh kerajaan majapahit berimbas pada kemakmuran rakyatnya. Peradaban mulai maju terutama pada wilayah Antawulan yang waktu itu dijadikan sebagai ibukota kerajaan. Saat ini antawulan dikenal dengan sebutan Trowulan. Kerajaan majapahit meninggalkan beberapa istilah yang sampai saat ini masih sering kita gunakan. Istilah tersebut antara lain, satelit palapa dan bhineka tunggal ika. Selain istilah tersebut, penggunaan lambang kerajaan “surya majapahit” banyak digunakan untuk ornamen bangunan pagi para pecinta sejarah kerajaan ini.
Terdapat banyak bangunan bersejarah hingga saat ini yang dapat kita temui di daerah Trowulan. Adanya bangunan-bangunan ini di sebabkan karena trowulan merupakan bekas ibukota kerajaan. Kolam pemandian, bangunan candi, waduk, kanal, makam kuno, sisa bangunan pendapa, sumur kuno, sisa pemukiman kuno, pintu gerbang kerajaan adalah macam-macam bangunan bersejarah yang terdapat dalam wilayah ini.
Selain itu, ratusan ribu artefak Majapahit yang berupa batu bata, koin (mata uang) batu umpak, batu lumpang, pecahan tembikar, genting, keramik cina, hingga celengan tersebar di wilayah Trowulan yang sampai saat ini masih bisa ditemukan oleh masyarakat sekitar.
1.Candi Wringin Lawang
Adalah gapura agung yang terbuat dari bata merah yang mempunyai luas dasar 13 x 11 meter serta tinggi 15,5 meter yang berarsitektur candi bentar atau biasa disebut candi terbelah. Bangunan ini berfungsi Fungsi sebagai pintu gerbang yang digunakan untuk menuju kawasan utama pada ibukota kerajaan. Lokasinya berada di brangkal.
2.Candi Brahu
Adalah sentra pengrajin kuningan dan juga patung batu yang berlokasi di wilayah Bejijong, Trowulan. Candi ini merupakan bangunan peribadatan suci yang digunakan untuk menghormati anggota keluarga kerajaan yang wafat.
3.Candi Gentong
Wujud dari candi ini adalah reruntuhan bangunan yang masih direstorasi sehingga para pengunjung belum bisa menikmati keindahanya. Lokasi candi ini berdekatan dengan candi brahu.
4.Candi Tikus
Adalah kolam pemandian yang merupakan tempat ritual (petirtaan) yang bangunannya berbentuk kolam bujur sangkar. Kolam ini mempunyai ukuran 22,5 x 22,5 meter yang beraksitektur teras-teras persegi yang di hiasi menara-menara yang tertata dalam susunan yang konsentris sebagai titik tertinggi bangunan ini.
5.Candi Bajang Ratu
Adalah bangunan anggun nan ramping yang berarsitektur gapura paduraksa setinggi 16,5 m. Ukiran hiasan rumit dan detail dijadikan tampilan aksesoris pada atap bangunan ini. Bajang Ratu atau “Raja Kecil” jika diartikan dalam bahasa jawa, merupakan julukan bagi jayanegara yang merupakan raja kedua majapahit. Raja jayanegara mendapat julukan raja kecil karena beliau masih sangat muda ketika naik tahta. Raja jayanegara wafat tahun 1328 M dan candi ini dibangun untuk menghormatinya.
6.Candi
Kedaton
Wujud dari candi kedaton masih menjadi misteri hingga saat ini. Bentuk bangunan yang luluh lantah membuat para ahli kesulitan untuk mendeskripsikanya. Bangunan berupa sumur upas, candi, lorong rahasia, makam rahasia dan mulut gua ditemukan disekitarnya. Ada dugaan jika daerah kedaton merupakan bagian dari wilayah ibukota kerajaan.
7.Candi Minak Jinggo
Bangunan yang hanya tersisa reruntuhanya saja ini, mempunyai bentuk unik dari sisa bangunan yang ditinggalkanya. Adanya kombinasi bahan dari batu adesit sebagai lapisan luar dan batu bata pada bagian dalam. Selain itu wujud qilin juga ditemukan pada ukiran yang berbentuk arca. Qilin merupakan makhluk ajaib bagi bangsa cina. Penemuan ini di yakini akan adanya hubungan yang terjalin antara dinasti ming (Cina) dengan kerajaan majapahit.
8.Candi Grinting
Candi grinting termasuk candi yang kurang mendapat sorotan dari masyarakat. Letaknya yang jauh dipelosok desa tepatnya, di dusun Grinting, Jatirejo ini membuat akses masuk sedikit sulit. Wujud bangunan tidak bisa di gambarkan dan hanya sisa bangunan yang berupa pondasi saja yang banyak ditemukan oleh para pembuat batu bata.
9.Pendopo Agung
Bangunan ini sebenarnya hanya berupa umpak-umpak besar yang merupakan sisa dari bangunan pendapa agung yang dijadikan tempat untuk menemui para taum oleh raja Majapahit. Bangunan ini sekarang berubah menjadi pendapa yang nyaman di kunjungi. Pemugaran ini dilakukan oleh pihak Kodam V Brawijaya. Sebuah batu miring ditemukan dibelakang pandapa. Batu ini diyakini sebagai tempat patih Gajah Mada mengikrarkan sumpahnya, yaitu sumpah palapa. Selain batu miring, Kompleks makam dari pendiri kerajaan majapahit Raden wijaya yang ada ditempat ini juga banyak mendapat kunjungan dari masyarakat.
10.Kolam Segaran
Adalah kolam besar yang terbuat dari batu bata yang berbentuk persegi panjang berukuran 800 x 500 meter persegi. Kolam Segaran ini mempunyai kedalaman 3 meter dengan ketebalan dinding 1,6 meter. Asal mula nama segaran adalah 'segara' yang berasal dari bahasa jawa yang berarti 'laut'. Kolam ini berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat kerajaan Majapahit. Selain itu, kolam juga digunakan sebagai tempat jamuan bagi para tamu kerajaan dengan menyajikan peralatan makan dari emas dan perak sebagai wujud kemakmuran kerajaan.
11.Situs Lantai Segi Enam
Situs ini hanya berupa sisa-sisa bangunan rumah yang memiliki keunikan lantaran adanya penemuan paving blok segi enam yang merupakan lantai kuno yang terbuat dari tanah liat halus yang dibakar. Paving ini mempunyai ukuran 34 x 29 x 6.5 cm. selain paving, sisa lantai,beberapa perabot seperti pot dan gentong, serta sisa dinding dapat kita temukan pada situs ini. Bangunan ini diduga milik bangsawan majapahit.
12.Alun-Alun Watu Umpak
Bangunan ini hanya terdiri dari susunan beberapa batu umpak besar yang disusun rapi. Situs ini diduga kuat merupakan bekas bangunan milik kerajaan majapahit.
13.Makam Putri Campa
pemakaman ini merupakan pemakaman Islam kuno yang terletak dekat dengan Candi Menak Jinggo. Putri Campa merupakan istri atau selir raja Majapahit pada periode akhir. Dari bentuk makam yang ada, putri Campa diyakini menganut agama islam. Ia wafat tahun 1448 M dan konon ia berhasil mengajak raja terakhir dari majapahit untuk memeluk agama Islam.
14.Makam Troloyo
Adalah kompleks pemakaman Islam kuno. Ditempat ini batu nisan yang ada rata-rata bertuliskan tahun 1350-1478. Makam ini membuktikan bahwa keberadaan penganut muslim telah ada sejak jaman majapahit.
15. Siti Inggil
Siti Inggil mempunyai arti Tanah Tinggi yang merupakan Tanah yang di-Agungkan. Tanah ini terletak di dekat Candi Brahu. Siti Inggil merupakan punden yang dahulu pernah dijadikan tempat pertapaan oleh Raden Wijaya. Ada 2 buah makam pada tanah ini, yaitu makam Sapu Jagat dan Sapu Angin. Makam ini dikeramatkan namun banyak dikunjungi peziarah.
Kekuasaan yang diperoleh kerajaan majapahit berimbas pada kemakmuran rakyatnya. Peradaban mulai maju terutama pada wilayah Antawulan yang waktu itu dijadikan sebagai ibukota kerajaan. Saat ini antawulan dikenal dengan sebutan Trowulan. Kerajaan majapahit meninggalkan beberapa istilah yang sampai saat ini masih sering kita gunakan. Istilah tersebut antara lain, satelit palapa dan bhineka tunggal ika. Selain istilah tersebut, penggunaan lambang kerajaan “surya majapahit” banyak digunakan untuk ornamen bangunan pagi para pecinta sejarah kerajaan ini.
Terdapat banyak bangunan bersejarah hingga saat ini yang dapat kita temui di daerah Trowulan. Adanya bangunan-bangunan ini di sebabkan karena trowulan merupakan bekas ibukota kerajaan. Kolam pemandian, bangunan candi, waduk, kanal, makam kuno, sisa bangunan pendapa, sumur kuno, sisa pemukiman kuno, pintu gerbang kerajaan adalah macam-macam bangunan bersejarah yang terdapat dalam wilayah ini.
Selain itu, ratusan ribu artefak Majapahit yang berupa batu bata, koin (mata uang) batu umpak, batu lumpang, pecahan tembikar, genting, keramik cina, hingga celengan tersebar di wilayah Trowulan yang sampai saat ini masih bisa ditemukan oleh masyarakat sekitar.
1.Candi Wringin Lawang
Adalah gapura agung yang terbuat dari bata merah yang mempunyai luas dasar 13 x 11 meter serta tinggi 15,5 meter yang berarsitektur candi bentar atau biasa disebut candi terbelah. Bangunan ini berfungsi Fungsi sebagai pintu gerbang yang digunakan untuk menuju kawasan utama pada ibukota kerajaan. Lokasinya berada di brangkal.
2.Candi Brahu
Adalah sentra pengrajin kuningan dan juga patung batu yang berlokasi di wilayah Bejijong, Trowulan. Candi ini merupakan bangunan peribadatan suci yang digunakan untuk menghormati anggota keluarga kerajaan yang wafat.
3.Candi Gentong
Wujud dari candi ini adalah reruntuhan bangunan yang masih direstorasi sehingga para pengunjung belum bisa menikmati keindahanya. Lokasi candi ini berdekatan dengan candi brahu.
4.Candi Tikus
Adalah kolam pemandian yang merupakan tempat ritual (petirtaan) yang bangunannya berbentuk kolam bujur sangkar. Kolam ini mempunyai ukuran 22,5 x 22,5 meter yang beraksitektur teras-teras persegi yang di hiasi menara-menara yang tertata dalam susunan yang konsentris sebagai titik tertinggi bangunan ini.
5.Candi Bajang Ratu
Adalah bangunan anggun nan ramping yang berarsitektur gapura paduraksa setinggi 16,5 m. Ukiran hiasan rumit dan detail dijadikan tampilan aksesoris pada atap bangunan ini. Bajang Ratu atau “Raja Kecil” jika diartikan dalam bahasa jawa, merupakan julukan bagi jayanegara yang merupakan raja kedua majapahit. Raja jayanegara mendapat julukan raja kecil karena beliau masih sangat muda ketika naik tahta. Raja jayanegara wafat tahun 1328 M dan candi ini dibangun untuk menghormatinya.
6.Candi
Kedaton
Wujud dari candi kedaton masih menjadi misteri hingga saat ini. Bentuk bangunan yang luluh lantah membuat para ahli kesulitan untuk mendeskripsikanya. Bangunan berupa sumur upas, candi, lorong rahasia, makam rahasia dan mulut gua ditemukan disekitarnya. Ada dugaan jika daerah kedaton merupakan bagian dari wilayah ibukota kerajaan.
7.Candi Minak Jinggo
Bangunan yang hanya tersisa reruntuhanya saja ini, mempunyai bentuk unik dari sisa bangunan yang ditinggalkanya. Adanya kombinasi bahan dari batu adesit sebagai lapisan luar dan batu bata pada bagian dalam. Selain itu wujud qilin juga ditemukan pada ukiran yang berbentuk arca. Qilin merupakan makhluk ajaib bagi bangsa cina. Penemuan ini di yakini akan adanya hubungan yang terjalin antara dinasti ming (Cina) dengan kerajaan majapahit.
8.Candi Grinting
Candi grinting termasuk candi yang kurang mendapat sorotan dari masyarakat. Letaknya yang jauh dipelosok desa tepatnya, di dusun Grinting, Jatirejo ini membuat akses masuk sedikit sulit. Wujud bangunan tidak bisa di gambarkan dan hanya sisa bangunan yang berupa pondasi saja yang banyak ditemukan oleh para pembuat batu bata.
9.Pendopo Agung
Bangunan ini sebenarnya hanya berupa umpak-umpak besar yang merupakan sisa dari bangunan pendapa agung yang dijadikan tempat untuk menemui para taum oleh raja Majapahit. Bangunan ini sekarang berubah menjadi pendapa yang nyaman di kunjungi. Pemugaran ini dilakukan oleh pihak Kodam V Brawijaya. Sebuah batu miring ditemukan dibelakang pandapa. Batu ini diyakini sebagai tempat patih Gajah Mada mengikrarkan sumpahnya, yaitu sumpah palapa. Selain batu miring, Kompleks makam dari pendiri kerajaan majapahit Raden wijaya yang ada ditempat ini juga banyak mendapat kunjungan dari masyarakat.
10.Kolam Segaran
Adalah kolam besar yang terbuat dari batu bata yang berbentuk persegi panjang berukuran 800 x 500 meter persegi. Kolam Segaran ini mempunyai kedalaman 3 meter dengan ketebalan dinding 1,6 meter. Asal mula nama segaran adalah 'segara' yang berasal dari bahasa jawa yang berarti 'laut'. Kolam ini berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat kerajaan Majapahit. Selain itu, kolam juga digunakan sebagai tempat jamuan bagi para tamu kerajaan dengan menyajikan peralatan makan dari emas dan perak sebagai wujud kemakmuran kerajaan.
11.Situs Lantai Segi Enam
Situs ini hanya berupa sisa-sisa bangunan rumah yang memiliki keunikan lantaran adanya penemuan paving blok segi enam yang merupakan lantai kuno yang terbuat dari tanah liat halus yang dibakar. Paving ini mempunyai ukuran 34 x 29 x 6.5 cm. selain paving, sisa lantai,beberapa perabot seperti pot dan gentong, serta sisa dinding dapat kita temukan pada situs ini. Bangunan ini diduga milik bangsawan majapahit.
12.Alun-Alun Watu Umpak
Bangunan ini hanya terdiri dari susunan beberapa batu umpak besar yang disusun rapi. Situs ini diduga kuat merupakan bekas bangunan milik kerajaan majapahit.
13.Makam Putri Campa
pemakaman ini merupakan pemakaman Islam kuno yang terletak dekat dengan Candi Menak Jinggo. Putri Campa merupakan istri atau selir raja Majapahit pada periode akhir. Dari bentuk makam yang ada, putri Campa diyakini menganut agama islam. Ia wafat tahun 1448 M dan konon ia berhasil mengajak raja terakhir dari majapahit untuk memeluk agama Islam.
14.Makam Troloyo
Adalah kompleks pemakaman Islam kuno. Ditempat ini batu nisan yang ada rata-rata bertuliskan tahun 1350-1478. Makam ini membuktikan bahwa keberadaan penganut muslim telah ada sejak jaman majapahit.
15. Siti Inggil
Siti Inggil mempunyai arti Tanah Tinggi yang merupakan Tanah yang di-Agungkan. Tanah ini terletak di dekat Candi Brahu. Siti Inggil merupakan punden yang dahulu pernah dijadikan tempat pertapaan oleh Raden Wijaya. Ada 2 buah makam pada tanah ini, yaitu makam Sapu Jagat dan Sapu Angin. Makam ini dikeramatkan namun banyak dikunjungi peziarah.
Kamis, 07 Februari 2013
Sejarah Asal Usul berdirinya Relief Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah candi budha terbesar didunia. Candi ini merupakan salah satu keajaiban dunia yang merupakan salah satu icon kebanggan Indonesia. Candi Borodudur terletak di kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasinya berada 100 km di barat daya Semarang, 86 km di barat Surakarta, dan 40 km di barat laut Yogyakarta. Pada tahun 950 M, lahar dingin dari letusan gunung berapi yang dahsyat mampu mengubur candi Borobudur hingga tahun 1814. Candi Borobudur kembali ditemukan pada masa penjajahan Inggris di Indonesia oleh Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles. Ia sangat menyukai sejarah jawa, karenanya begitu mengetahui tentang adanya penemuan benda raksasa purbakala, ia menyuruh H.C. Cornelius yang merupakan insinyur dari belanda untuk segera mencari keberadaan bangunan yang berbentuk bukit itu.
Candi Borobudur dibangun pada tahun 800M yaitu pada puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah. Pembangunan Borobudur ini menghabiskan waktu hingga 100 tahun. Luas Candi Borobudur yaitu 123 x 123 m dengan tinggi 34,5 m dan memiliki 1460 relief, 72 stupa, dan 504 Arca Buddha. Candi Borobudur mempunyai 10 tingkat yang melambangkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha. 10 tingkat tersebut terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar, dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya.
Relief pada candi Borobudur menggambarkan kegiatan kegiatan orang terdahulu, yang dibuat dengan sangat indah dan halus. Ada banyak gambar ditampilkan dalam Relief Borobudur, misalnya kaum bangsawan berhati baik, pertapa, rakyat jelata, aneka hewan dan tumbuhan, dan juga bangunan vernakular tradisional Nusantara. Candi Borobudur diibaratkan sebagai kitab jawa kuno yang merekam semua aspek kehidupan. Pada abad 8 dan 9, para Arkeolog berlomba-lomba mencermati setiap ukiran relief candi guna meneliti kehidupan pada masa lampau. Bentuk lumbung, rumah panggung, perhiasan, istana, candi, busana, persenjataan, aneka margasatwa, tumbuhan dan alat transportasi, dicermati oleh setiap peneliti. Relief yang terkenal adalah relief kapal Borobudur yang merupakan kebudayaan purbakala. Relief ini mempunyai cadik khas nusantara dan replikanya saat ini tersimpan di museum Samudera Raksa (utara candi borobudur)
Berikut adalah susunan candi Borobudur:
Candi Borobudur dibangun pada tahun 800M yaitu pada puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah. Pembangunan Borobudur ini menghabiskan waktu hingga 100 tahun. Luas Candi Borobudur yaitu 123 x 123 m dengan tinggi 34,5 m dan memiliki 1460 relief, 72 stupa, dan 504 Arca Buddha. Candi Borobudur mempunyai 10 tingkat yang melambangkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha. 10 tingkat tersebut terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar, dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya.
Relief pada candi Borobudur menggambarkan kegiatan kegiatan orang terdahulu, yang dibuat dengan sangat indah dan halus. Ada banyak gambar ditampilkan dalam Relief Borobudur, misalnya kaum bangsawan berhati baik, pertapa, rakyat jelata, aneka hewan dan tumbuhan, dan juga bangunan vernakular tradisional Nusantara. Candi Borobudur diibaratkan sebagai kitab jawa kuno yang merekam semua aspek kehidupan. Pada abad 8 dan 9, para Arkeolog berlomba-lomba mencermati setiap ukiran relief candi guna meneliti kehidupan pada masa lampau. Bentuk lumbung, rumah panggung, perhiasan, istana, candi, busana, persenjataan, aneka margasatwa, tumbuhan dan alat transportasi, dicermati oleh setiap peneliti. Relief yang terkenal adalah relief kapal Borobudur yang merupakan kebudayaan purbakala. Relief ini mempunyai cadik khas nusantara dan replikanya saat ini tersimpan di museum Samudera Raksa (utara candi borobudur)
Berikut adalah susunan candi Borobudur:
Bagan Relief | |||
Tingkat | Posisi/letak | Cerita Relief | Jumlah Pigura |
Kaki candi asli | ----- | Karmawibhangga | 160 |
Tingkat I | dinding | a. Lalitawistara | 120 |
b. jataka/awadana | 120 | ||
langkan | a. jataka/awadana | 372 | |
b. jataka/awadana | 128 | ||
Tingkat II | dinding | Gandawyuha | 128 |
langkan | jataka/awadana | 100 | |
Tingkat III | dinding | Gandawyuha | 88 |
langkan | Gandawyuha | 88 | |
Tingkat IV | dinding | Gandawyuha | 84 |
langkan | Gandawyuha | 72 | |
Jumlah | 1460 | ||
Senin, 04 Februari 2013
Belajar Sejarah - Sejarah Terusan Suez
Terusan Zues dibangun di Mesir pada tanggal 25 april 1859 oleh seorang insinyur Perancis bernama Ferdinand Vicomte de Lesseps. Terusan ini mempunyai panjang 163 km dan dibangun dengan menghubungkan pelabuhan said (Bur Sa’id) di laut tengah dan Suez (Al Suways) di laut merah. Pembangunan terusan ini ini memakan waktu hingga 10 tahun dan dibuka pertama kalinya pada tanggal 17 November 1869.
Keberadaan terusan zues memungkinkan adanya transportasi air dari Eropa ke Asia tanpa harus mengelilingi afrika. Terusan ini terbentang dari port Tawfik di bagian selatan hingga port said di bagian utara.
Terusan Suez terdiri dari dua bagian, utara dan selatan yaitu Danau Great Bitter yang menghubungkan Laut Tengah ke Teluk Suez.
Pada tanggal 26 Juli 1956 terusan Zues di nasionalisasika oleh Presiden Gamal Abdul Nasir. Penasionalisasian ini mengakibatkan krisis suez karena pemerintahan Perancis tidak bisa menerima kekuasaan mesir pada suez. Pemerintah perancis bersekutu dengan pasukan inggris yang tergabung dalam gabungan Israel yang melakukan penyerangan pada 29 Oktober 1956.
Pada tahun 1854-1856, Khadif Mesir Said Pasha memberikan hak kepada Ferdinand de Lesseps untuk membangun Terusan Zues. Terusan ini selesai pada tahun 1969. Dana yang dihabiskan mencapai UU$ 41,86 juta.
Pemerintahan Mesir mengalami defisit pada tahun 1875 sehingga saham terusan zues harus dijual. Pada tahun 1888, konvensi konstatinopel menjamin semua kebebasan secara damai dan aman bagi kapal dari semua Negara yang ingin melewati kanal ini. Terusan zues di nasionalisasikan pada 26 Juli 1956 oleh Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser.
Pada tahun 1956, terjadi serangan brutal gabungan pemerintah Israel, pemerintah perancis, dan pemerintah Inggris. Israel menduduki Semenanjung Sinai, sedangkan posisi sepanjang terusan di duduki oleh Inggris dan Prancis. Pemerintah Israel memberikan hak kepada pemerintah mesir untuk membuka kembali terusan zues dan harus mengganti kerugian saham pemegang saham secepatnya.
Terjadinya perang Enam Hari yang mendorong Israel untuk menguasai Suez pada tanggal 9 Juni 1967 yang mengakibatkan Terusan Suez harus di tutup selama 8 tahun.
Pada 6 Oktober 1973 terjadi perang Yom Kippur yang membuat pasukan Mesir berhasil menguasai zues. Untuk membalas kekalahanya, Israel melakukan serangan balasan pada 16 Oktober 1973 dan berhasil memukul mundur mesir. Israel membangun sebuah jembatan di atas kanal agar dapat menyebrangi Zues. Dalam perang Yom Kippur Mesir dikalahkan secara militer akan tetapi memperoleh kemenangan secara diplomatik sehingga seluruh terusan Suez dan Semenanjung Sinai kembali di bawah kekuasaan Mesir. Setelah sempat ditutup akhirnya terusan zues dibuka kembali pada tahun 1975.
Keberadaan terusan zues memungkinkan adanya transportasi air dari Eropa ke Asia tanpa harus mengelilingi afrika. Terusan ini terbentang dari port Tawfik di bagian selatan hingga port said di bagian utara.
Terusan Suez terdiri dari dua bagian, utara dan selatan yaitu Danau Great Bitter yang menghubungkan Laut Tengah ke Teluk Suez.
Pada tanggal 26 Juli 1956 terusan Zues di nasionalisasika oleh Presiden Gamal Abdul Nasir. Penasionalisasian ini mengakibatkan krisis suez karena pemerintahan Perancis tidak bisa menerima kekuasaan mesir pada suez. Pemerintah perancis bersekutu dengan pasukan inggris yang tergabung dalam gabungan Israel yang melakukan penyerangan pada 29 Oktober 1956.
Pada tahun 1854-1856, Khadif Mesir Said Pasha memberikan hak kepada Ferdinand de Lesseps untuk membangun Terusan Zues. Terusan ini selesai pada tahun 1969. Dana yang dihabiskan mencapai UU$ 41,86 juta.
Pemerintahan Mesir mengalami defisit pada tahun 1875 sehingga saham terusan zues harus dijual. Pada tahun 1888, konvensi konstatinopel menjamin semua kebebasan secara damai dan aman bagi kapal dari semua Negara yang ingin melewati kanal ini. Terusan zues di nasionalisasikan pada 26 Juli 1956 oleh Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser.
Pada tahun 1956, terjadi serangan brutal gabungan pemerintah Israel, pemerintah perancis, dan pemerintah Inggris. Israel menduduki Semenanjung Sinai, sedangkan posisi sepanjang terusan di duduki oleh Inggris dan Prancis. Pemerintah Israel memberikan hak kepada pemerintah mesir untuk membuka kembali terusan zues dan harus mengganti kerugian saham pemegang saham secepatnya.
Terjadinya perang Enam Hari yang mendorong Israel untuk menguasai Suez pada tanggal 9 Juni 1967 yang mengakibatkan Terusan Suez harus di tutup selama 8 tahun.
Pada 6 Oktober 1973 terjadi perang Yom Kippur yang membuat pasukan Mesir berhasil menguasai zues. Untuk membalas kekalahanya, Israel melakukan serangan balasan pada 16 Oktober 1973 dan berhasil memukul mundur mesir. Israel membangun sebuah jembatan di atas kanal agar dapat menyebrangi Zues. Dalam perang Yom Kippur Mesir dikalahkan secara militer akan tetapi memperoleh kemenangan secara diplomatik sehingga seluruh terusan Suez dan Semenanjung Sinai kembali di bawah kekuasaan Mesir. Setelah sempat ditutup akhirnya terusan zues dibuka kembali pada tahun 1975.
Jumat, 01 Februari 2013
sejarah candi gedong songo
Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, di Kecamatan Bandungan, dan masuk dalam kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya candi gedong songo terletak di lereng Gunung Ungaran. Di area candi ini terdapat sembilan buah candi. Kata gedong songo berasal dari bahasa jawa, gedong berarti bangunan atau rumah, dan songo berarti sembilan. Jadi gedong ssongo berarti sembilan (kelompok) bangunan.
Lokasi 9 buah banguna candi ini tersebar di lereng Gunung Ungaran yang memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi candi gedong songo juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang. Kabut tipis yang turun dari atas gunung sering muncul, hal ini mengakibatkan kita sulit untuk memandang Candi Gedongsongo dari kejauhan. Candi gedong songo ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di daerah Wonosobo. Candi gedong songo ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Ha ini mengakibatkan suhu udara di kawasan candi gedong songo ini cukup dingin.
Candi gedong songo sendiri diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Komplek Candi Gedong Songo ini dibangun oleh Putera Sanjaya, seorang Raja Mataram Kuno pada sekitar abad 7 masehi. Dilihat dari arsitektur dan pendirinya yang beragama hindu, candi gedong songo dipastikan merupakan candi hindu yang dibangun untuk tujuan pemujaan. Di candi gedong songo terdapat beberapa patung dewa seperti Syiwa mahaguru, Syiwa Mahakala , Syiwa Mahadewa, Durgamahesasuramardhani dan Ganesya. Candi gedong songo ini dijadikan tempat pemujaan bagi umat hindu. Di dalam kompleks candi gedong songo ini Juga ditemukan Lingga dan Yoni yang merupakan ciri khas dari candi hindu di Indonesia.
Candi Gedong Songo mempunyai karakter Aura Alam Ghaib yang sangat kuat dan mistik. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, komplek candi ini terdiri atas sembilan buah candi, yang berderet dari bawah ke atas yang dihubungkan dengan jalan setapak bersemen. Satu bangunan Candi yang berada dipuncak paling tinggi disebut puncak Nirwana. Dilokasi sekitar candi gedong songo ini juga teerdapat bukit Kendalisodo dan Gua tempat Hanoman bertapa.
Candi gedong songo – candi gedong 1
Candi gedong 1 merupakan salah satu candi didalam kompleks candi gedong
songo yang berupa sebuah bangunan candi utuh. Candi gedong 1 berbentuk persegi panjang yang tidak terlalu besar dengan ketinggian sekitar 4 hingga 5 meter. Candi ini berdiri diatas sebuah batur atau kaki candi setinggi 1 meter yang dihiasi dengan pahatan relief sulur dan pahatan bunga atau padma disekelilingnya. Pada bagian dalam badan candi terdapat sebuah ruangan sempit, sementara pada bagian luarnya terlihat polos tanpa relief, pada bagian luar candi hanya terdapat pahatan sederhana yang berbentuk bunga seperti bingkai yang kosong dibagian tengahnya.
Candi gedong songo – candi gedong II
Candi gedong II berdiri diatas sebuah batur yang berbentuk bujur sangkar dengan luas 2,2 m persegi dan tinggi 1 meter. Pada bagian atas batur memebentuk selasar dengan lebar setengah meter yang mengelilingi candi. Pada badan candi dibagian sisi luar di ketiga dindingnya terdapat ceruk kecil sebagai tempat untuk meletakan arca. Ceruk ini dihiasai dengan dua kepala naga pada bagian bawahnya dan kalamakara pada bagian atas. Pada bagian luar ceruk dihiasi dengan pahatan pola kertas tempel. Pada bagian atas candi hanya terlihat reruntuhannya saja. Dibagian depan candi terdapat sebuah reruntuhan bangunan candi kecil yang dikenal dengan nama candi perwara yang memiliki fungsi seakan-akan sebagai penjaga.
Candi gedong songo – candi gedong III
Candi gedong tiga merupakan sebuah kelompok candi yang terdiri dari 3 buah candi besar. 2 buah candi besar menghadap ke timur dan terlihat seperti candi kembar dan berbentuk seperti candi gedong II. Disamping pintu mamsuk 2 candi ini terdapat relung yang berisi arca Siwa denagn posisi berdiri dengan gada panjang di tangan kanannya. Sedangkan sebuah candi yang lainnya menghadap ke arah barat dengan ukuran yang lebih kecil. Candi kecil ini diperkirakan berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Pada dinding candi utama terdapat relung yang berisi arca Ganesha dan Durga bertangan 8.
Candi gedong songo – candi gedong IV
Candi gedong IV terdiri dari sebuah candi utama dan beberapa reruntuhan candi di sekitarnya yang kemungkinan merupakan candi perwara. Pada candi utama memiliki bentuk seperti candi gedong II dengan batur setinggi 1 meter dan selasar selebar setengah meter di sekelilingnya. Di bagian dinding sebelah luar terdapat bilik penampil dengan relung yang berisi arca yang sudah rusak.
Candi gedong V
Candi gedong V terdiri dari sebuah candi utama dan sejumlah reruntuhan candi sekitarnya yang diduga sebagai candi perwara. Candi gedong V berbentuk mirip dengan candi gedong II. Pada dindning luar candi gedong V terdapat relung yang berisi arca Ganesha denga posisi duduk bersila.
Diantara candi gedong III dan candi gedong IV terdapat sebuah pemandian air panas. Pemandian air panas ini terletak dikepunden gunung yang memiliki sumber air panas dengan bau belerang yang sangat menyengat.
Lokasi 9 buah banguna candi ini tersebar di lereng Gunung Ungaran yang memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi candi gedong songo juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang. Kabut tipis yang turun dari atas gunung sering muncul, hal ini mengakibatkan kita sulit untuk memandang Candi Gedongsongo dari kejauhan. Candi gedong songo ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di daerah Wonosobo. Candi gedong songo ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Ha ini mengakibatkan suhu udara di kawasan candi gedong songo ini cukup dingin.
Candi gedong songo sendiri diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Komplek Candi Gedong Songo ini dibangun oleh Putera Sanjaya, seorang Raja Mataram Kuno pada sekitar abad 7 masehi. Dilihat dari arsitektur dan pendirinya yang beragama hindu, candi gedong songo dipastikan merupakan candi hindu yang dibangun untuk tujuan pemujaan. Di candi gedong songo terdapat beberapa patung dewa seperti Syiwa mahaguru, Syiwa Mahakala , Syiwa Mahadewa, Durgamahesasuramardhani dan Ganesya. Candi gedong songo ini dijadikan tempat pemujaan bagi umat hindu. Di dalam kompleks candi gedong songo ini Juga ditemukan Lingga dan Yoni yang merupakan ciri khas dari candi hindu di Indonesia.
Candi Gedong Songo mempunyai karakter Aura Alam Ghaib yang sangat kuat dan mistik. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, komplek candi ini terdiri atas sembilan buah candi, yang berderet dari bawah ke atas yang dihubungkan dengan jalan setapak bersemen. Satu bangunan Candi yang berada dipuncak paling tinggi disebut puncak Nirwana. Dilokasi sekitar candi gedong songo ini juga teerdapat bukit Kendalisodo dan Gua tempat Hanoman bertapa.
Candi gedong songo – candi gedong 1
Candi gedong 1 merupakan salah satu candi didalam kompleks candi gedong
songo yang berupa sebuah bangunan candi utuh. Candi gedong 1 berbentuk persegi panjang yang tidak terlalu besar dengan ketinggian sekitar 4 hingga 5 meter. Candi ini berdiri diatas sebuah batur atau kaki candi setinggi 1 meter yang dihiasi dengan pahatan relief sulur dan pahatan bunga atau padma disekelilingnya. Pada bagian dalam badan candi terdapat sebuah ruangan sempit, sementara pada bagian luarnya terlihat polos tanpa relief, pada bagian luar candi hanya terdapat pahatan sederhana yang berbentuk bunga seperti bingkai yang kosong dibagian tengahnya.
Candi gedong songo – candi gedong II
Candi gedong II berdiri diatas sebuah batur yang berbentuk bujur sangkar dengan luas 2,2 m persegi dan tinggi 1 meter. Pada bagian atas batur memebentuk selasar dengan lebar setengah meter yang mengelilingi candi. Pada badan candi dibagian sisi luar di ketiga dindingnya terdapat ceruk kecil sebagai tempat untuk meletakan arca. Ceruk ini dihiasai dengan dua kepala naga pada bagian bawahnya dan kalamakara pada bagian atas. Pada bagian luar ceruk dihiasi dengan pahatan pola kertas tempel. Pada bagian atas candi hanya terlihat reruntuhannya saja. Dibagian depan candi terdapat sebuah reruntuhan bangunan candi kecil yang dikenal dengan nama candi perwara yang memiliki fungsi seakan-akan sebagai penjaga.
Candi gedong songo – candi gedong III
Candi gedong tiga merupakan sebuah kelompok candi yang terdiri dari 3 buah candi besar. 2 buah candi besar menghadap ke timur dan terlihat seperti candi kembar dan berbentuk seperti candi gedong II. Disamping pintu mamsuk 2 candi ini terdapat relung yang berisi arca Siwa denagn posisi berdiri dengan gada panjang di tangan kanannya. Sedangkan sebuah candi yang lainnya menghadap ke arah barat dengan ukuran yang lebih kecil. Candi kecil ini diperkirakan berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Pada dinding candi utama terdapat relung yang berisi arca Ganesha dan Durga bertangan 8.
Candi gedong songo – candi gedong IV
Candi gedong IV terdiri dari sebuah candi utama dan beberapa reruntuhan candi di sekitarnya yang kemungkinan merupakan candi perwara. Pada candi utama memiliki bentuk seperti candi gedong II dengan batur setinggi 1 meter dan selasar selebar setengah meter di sekelilingnya. Di bagian dinding sebelah luar terdapat bilik penampil dengan relung yang berisi arca yang sudah rusak.
Candi gedong V
Candi gedong V terdiri dari sebuah candi utama dan sejumlah reruntuhan candi sekitarnya yang diduga sebagai candi perwara. Candi gedong V berbentuk mirip dengan candi gedong II. Pada dindning luar candi gedong V terdapat relung yang berisi arca Ganesha denga posisi duduk bersila.
Diantara candi gedong III dan candi gedong IV terdapat sebuah pemandian air panas. Pemandian air panas ini terletak dikepunden gunung yang memiliki sumber air panas dengan bau belerang yang sangat menyengat.
Langganan:
Postingan (Atom)



