Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Kegiatan Pembelajaran yang Efektif

Kegiatan Pembelajaran yang Efektif - Pada ulasan berikut ini saya akan mengajak anda untuk membicarakan tentang sebuah bahasan yang menarik mengenai Kegiatan Pembelajaran. Apakah itu kegiatan pembelajaran? Kegiatan pembelajaran dapat kita artikan sebagai sebuah kegiatan penyampaian materi pembelajaran yang dilakukan oleh seorang tenaga pendidik kepada para peserta didiknya. Kegiatan pembelajaran ini terjadi mengacu pada materi pembelajaran yang telah ditentukan sebelu kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam sebuah kegiatan pembelajaran terdapat komponen-komponen yang saling berkaitan yang dengannya harus seimbang antara satu dan yang lainnya agar dapat memiliki peranan yang baik dalam menciptakan sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif, yang diinginkan oleh semua orang di dunia ini. Karena itulah maka pada ulasan berikut ini saya telah merangkum beberapa komponen yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kaitannya degan terciptanya sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif.

Hal pertama yang menjadi sebuah komponen utama dalam kegiatan pembelajaran adalah adanya peserta didik. Peserta didik merupakan pelaku utama yang memiliki peran untuk belajar tentang materi pembelajaran yang diterima secara langsung dari penjelasan tenaga pendidik maupun materi pembelajaran yang didapat secara tidak langsung selama kegiatan pembelajaran melalui media semisal buku ataupun juga melalui pengamat secara langsung ke lapangan. Dengan hal tersebut maka kesiapan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Yang kedua adalah adanya materi pembelajaran. Seorang dapat belajar dengan baik walaupun sedang tidak bersama dengan tenaga pendidiknya karena dia mendapatkan materi pembelajaran yang baik melalui berbagai macam media. Terlebih untuk saat ini media pembelajaran ini kian bervariasi mulai dari buku, media elektronik hingga kecanggihan teknologi pun dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.

Yang ketiga adalah seorang tenaga pendidik yang mumpuni serta memiliki kecakapan dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya. Dalam hal ini seorang tenaga pendidik bukan hanya dituntut untuk menyampaikan materi pembelajaran saja tetapi juga membuat sebuah kondisi pembelajaran yang mendukung terjadinya kegiatan pembelajaran yang efektif bagi para peserta didiknya. Dengan seorang tenaga pendidik yang mengerti akan perannya tersebut maka akan tercipta kegiatan pembelajaran yang baik.

Demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan, semoga memberikan banyak manfaat untuk anda yang membutuhkannya.

Jumat, 07 Maret 2014

Metode Pembelajaran Inkuiri Untuk Anak

Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan di mana terjadi sebuah transfer ilmu atau informasi dari seorang tenaga pendidik kepada seorang peserta didiknya. Dalam sebuah kegiatan pembelajaran ini terdapat berbagai macam komponen yang memiliki peranan penting yang saling mengait satu sama lainnya sehingga jika kita berkeinginan untuk mendapatkan sebuah kegiatan pembelajaran yang baik dan efektif maka pemaksimalan komponen yang terdapat di dalamnya merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada seorang individu ini maka ada banyak sekali pengembangan model pembelajaran mulai dari strategi dan metode yang digunakan oleh tenaga pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya. Salah satunya adalah metode pembelajaran inkuiri.

Metode pembelajaran inkuiri merupakan sebuah metode pembelajaran yang menitik beratkan pada seorang peserta didik yang dituntut untuk menemukan hal baru dalam kegiatan pembelajaran atau dengan kata lain dapat kita katakan bahwa pembelajaran inkuiri ini akan mengajarkan kepada seorang peserta didik untuk lebih aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran secara ilmiah. Peran seorang tenaga pendidik sangat terbatas dalam pembelajaran inkuiri ini yakni sebagai peletak metode atau pembelajaran dasar saja. Setelah itu mereka memberikan tugas kepada para peserta didik untuk berpikir kritis terhadap sebuah permasalahan sehingga mereka dapat memecahkan sebuah permasalahan terkait dengan pembelajaran secara mandiri tetapi tetap berada dalam pengawasan dari tenaga pendidik dalam pelaksanaannya.

Sebagai sebuah metode pembelajaran tentu saja metode pembelajaran inkuiri ini tak lepas dari berbagai macam kelebihan dan kelemahan yang ada padanya. Kelebihannya adalah dengan metode pembelajaran semacam ini anak akan lebih aktif, dan jika dilakukan secara konsisten maka dapat meningkatkan rasa keingintahuan yang besar pada anak sehingga mereka memiliki gaya pemikiran yang lebih kritis dan diharapkan akan dapat melahirkan pemikiran baru nantinya. Kelemahannya adalah dalam menerapkan pembelajaran ini maka seorang tenaga pendidik harus lebih dahulu melakukan observasi kepada para peserta didiknya apakah memang mampu atau tidak, karena pada dasarnya pembelajaran ini akan berlangsung dengan efektif jika para peserta didik yang terlibat di dalamnya memiliki tingkat intelegensi yang tinggi.

Demikianlah sedikit ulasan yang dapat saya sampaikan tentang pembelajaran inkuiri ini, semoga memberi manfaat untuk anda.

Senin, 10 Februari 2014

Penjelasan Mengenai Aktiva

Penjelasan Mengenai Aktiva - Aktiva atau sering disebut dengan Harta (Asset) merupakan kekayaan yang dimiliki perusahaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Aktiva perusahaan diperoleh dari hasil kegiatan di masa lampau dan bermanfaat untuk kegiatan perusahaan dimasa yang akan datang. Dra. Lanita Winata mengemukakan bahwa, “Aktiva ialah sejumlah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatau perusahaan berupa uang, barang dan hak yang timbul dari transaksi-transaksi yang terjadi di masa lampau dan dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang.” Sedangkan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan) disebutkan bahwa, “Aktiva ialah Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh perusahaan.”

Aktiva menurut tingkat likuiditasnya (kemudahan dalam mengubah menjadi uang) dikelompokkan menjadi :

1. Aktiva lancar (current assets), merupakan aktiva paling likuid (memiliki likuiditas tinggi) atau yang paling mudah diubah menjadi uang. Aktiva lancar yaitu aktiva yang hanya dapat dipakai satu atau beberapa kali dalam proses produksi dan mempunyai umur ekonomis pendek (kurang dari satu tahun). Contoh dari aktiva lancar antara lain kas (uang tunai), piutang, perlengkapan, dan persediaan barang dagang (pada akuntansi perusahaan dagang), wesel tagih, beban dibayar dimuka.

2. Aktiva tetap (fixed assets), yaitu aktiva yang dapat dipakai berulang kali untuk berproduksi dan umur ekonomisnya panjang (lebih dari satu tahun). Aktiva tetap dibagi menjadi tiga, yaitu invetasi jangka panjang, aktiva tetap berwujud (Tangible Assets), dan aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets). Yang termasuk dalam aktiva tetap berwujud seperti peralatan, mesin, tanah, kendaraan, dan bangunan atau gedung. Zaki Baridwan mengungkapkan bahwa “Aktiva tetap berwujud yang sifatnya relatif permanen (menunjukkan sifat bahwa aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama) yang digunakan dalam kegiatan perusahaan.” Sedangkan yang termasuk golongan aktiva tetap tidak berwujud antara lain : goodwill, franchise, merek dagang, hak sewa, hak paten, dan hak cipta.

Setiap bentuk dari aktiva tetap berwujud selalu mempunyai penyusutan, karena nilainya dari tahun ke tahun semakin menyusut, kecuali tanah yang nilainya semakin naik setiap waktu.

3. Aktiva lain-lain, merupakan kelompok aktiva yang tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Contoh dari aktiva lain-lain seperti gedung yang masih dalam proses pembangunan dan barang konsinyasi.

Selasa, 28 Januari 2014

Beberapa Prinsip Utama Dalam Pengembangan Kurikulum

Kurikulum atau lebih dikenal dengan sistem pembelajaran memiliki sebuah aspek yang berguna dalam membantu perkembangan dari kurikulum itu sendiri, sebut saja pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum itu sendiri adalah merupakan sebuah proses yang melibatkan perencanaan sehingga menghasilkan sebuah sarana baru yang lebih baik sehingga memberikan sebuah kondisi pembelajaran yang lebih baik.

Dalam pengembangan kurikulum, yang perlu diperhatikan adalah prinsip itu sendiri, agar perkembangan tetap terarah dan dapat diterima oleh para siswa itu sendiri. Prinsip berorientasi terhadap tujuan, merupakan hal diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, dimana hal tersebut tetap memiliki arti yang sama yaitu mengandung aspek – aspek pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan. Dari hal tersebut, maha selanjutnya akan ada pertumbuhan yang memunculkan perubahan tingkah laku siswa sehingga mencakup dari tiga spek tersebut dan tetap mempertahankannya.

Pengembangan kurikulum harus fleksibel, dalam arti luwes, atau mudah disesuaikan. Maksudnya adalah pengembangan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Jadi tidak kaku atau monoton, dan pengembangannya pun juga melibatkan penambahan – penambahan ilmu dan pengetahuan akan sekitar sesuai dengan lahan atau medan pembelajaran para siswa. Relevansi sangat diperlukan dalam pengembangan kurikulum, gunanya agar kurikulum tetap ada dalam naungan tujuan utama, baik secara isi maupun sistem.

Dalam pengembangan kurikulum harus dipertimbangkan juga segi efektivitasnya, maksudnya adalah dapat memanfaatkan dalam pendayagunaan dana, tenaga yang ada, waktu, dan juga beberapa sumber yang tersedia sehingga pengembangan tersebut dapat berjalan secara lancar dan membuahkan hasil yang optimal. Secara sederhana, pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, misal dari segi waktu, jika siswa memiliki waktu yang terbatas, maka harus dimanfaatkan dengan tepat dan sesuai akan tata ajaran dan juga materi pembelajaran yang dibutuhkan.

Kurikulum harus disusun secara berkesinambungan atau kontinuitas, dalam artian bagian dan aspek, materi, dan juga bahan kajian pembelajaran disusun secara berurutan lalu tidak boleh terlepas atau terpisah, sehingga antara satu dan yang lain memiliki hubungan yang bermakna dan sesuai dengan jenjang atau tingkatan pendidikan, struktur yang ada dalam satuan pendidikan, dan juga tingkat perkembangan siswa. Sehingga nampak jelas alurnya, yang berdampak dalam sistem pembelajaran yang lancar.

Pengembangan kurikulum harus tetap terpadu, bermutu dan juga seimbang baik secara proporsional maupun fungsional. Seperti pengembangan antara teori dan praktek, unsur sains, sosial, ilmu prilaku, dan humanoria.

Selasa, 14 Januari 2014

Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi Sektor Publik - Lane (1993) memberikan pengertian bahwa “sektor publik dan sektor privat terkait dengan kepentingan (interest) yang timbul. Sektor publik terkait dengan kepentingan publik atau masyarakat (public interest), sedangkan sektor privat terkait dengan kepentingan individu atau kelompok individu sendiri (self interest).” Freeman and Shoulders (2000) menjelaskan bahwa, “Kepentingan publik tersebut terkait dengan politik dan pemerintahan. Hal inilah yang membawa pengertian sektor publik lebih banyak difokuskan pada pemerintah (Jones and Pendlebury, 2000), meskipun lingkup sektor publik termasuk organisasi non pemerintah yang tidak mencari keuntungan.”

Akuntansi sektor publik merupakan bidang akuntansi yang digunakan dalam organisasi nirlaba yang didirikan bukan semata-mata mencari keuntungan, dan karakteristik yang dimiliki juga berbeda dengan sektor private. Contoh lembaga yang menerapkan akuntansi sektor publik antara lain lembaga pemerintahan, rumah sakit, lembaga pendidikan, dan organisasi nirlaba lain.

Persamaan akuntansi sektor publik dengan akutansi keuangan adalah pada proses akuntansinya, yaitu meliputi proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaan, serta pelaporan transaksi keuangan organisasi publik dengan hasil berupa laporan keuangan yang digunakan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Jenis laporan keuangan yang dihasilkanpun sama dengan yang ada dalam akuntansi keuangan, yaitu antara lain laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, laporan perubahan ekuitas, dan laporan kinerja keuangan.

Perbedaan yang mencolok antara unit bisnis dengan sektor publik atau pemerintahan terletak pada tujuannya. Jika unit bisnis didirikan dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan dan mencapai laba atau keuntungan semaksimal mungkin (profit orientation), berbeda dengan sektor publik atau pemerintahan yang didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan dan mensejahterakan masyarakat. Perbedaan lain antara akuntansi keuangan dengan sektor publik adalah system akutansi yang digunakan. Jika akuntansi keuangan pada sektor swasta menggunakan accrual basic, maka pada sektor publik menggunakan cash basic.

Sumber pembiayaan kedua sektor juga memberikan perbedaan. Sektor publik memperoleh sumber dana antara lain dari pajak dan retribusi, laba perusahaan milik negara, pinjaman pemerintah dalam bentuk utang luar negeri, obligasi pemerintah, dan pendapatan lain-lain. Sektor swasta mempunyai sumber pendanaan dari modal pemilik maupun keuntungan perusahaan yang disisihkan. Selain itu juga dapat diperoleh dari pinjaman bank, maupun penerbitan saham.

Rabu, 11 Desember 2013

Pengertian Kurikulum Berdasar Para Ahli

Pengertian Kurikulum Berdasar Para Ahli - Kurikulum secara umum dapat didefinisikan sebagai komponen utama dalam pembelajaran dan proses pengembangan sistem belajar pada sebuah institusi pendidikan. Namun ada pendapat lain menurut para ahli mengenai pengertian dari kurikulum itu sendiri.

Hilda Taba : Menurut Hilda Taba, kurikulum adalah sebuah rancangan atau sebuah sistem yang tersusun secara beralur dari sebuah pembelajaran, dengan mempertimbangkan segala hal baik dari proses pembelajaran serta mengenai perkembangan individu.

Daniel Tanner & Laurel Tanner : Kurikulum merupakan pengalaman pembelajaran yang terarah dan juga terencana secara terstruktur dan tersusun melalui sebuah proses rekonstruksi pengetahuan dan juga pengalaman yang secara sistematis berada dibawah pengawasan lembaga pendidikan sehingga para pembelajar dapat terus memiliki motivasi dan minat untuk belajar. Sehingga memiliki dasar pemikiran bahwa belajar adalah bagian dari sebuah kompetensi sosial yang ada di pribadinya.

Romine : Kurikulum adalah bagian dari pendidikan yang mencakup semua aspek dan titik temu dari pembelajaran, aktivitas belajar, dan juga pengalaman yang diikuti oleh para peserta didik dengan bantuan berupa arahan dari pihak sekolah, baik di dalam kelas maupun diluar kelas.

Murray Print. : Kurikulum dapat didefinisikan sebagai sebuah ruang pembelajaran yang terencana, yang diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati oleh semua siswa pada saat kurikulum tersebut diterapkan.

Kurikulum juga merupakan sejumlah mata pelajaran yang ada di institusi pendidikan seperti sekolah, yang juga harus ditempuh dan juga dipelajari oleh setiap siswa guna memperoleh sejumlah ilmu dan pengetahuan.

Kurikulum dapat disebut sebagai suatu program yang merupakan bagian dari sebuah pendidikan yang sudah disediakan dari pihak sekolah untuk para siswa atau peserta didik guna mendukung sistem pembelajaran. Dengan adanya kurikulum, maka para siswa akan melakukan berbagai kegiatan pembelajaran sehingga akan berdampak pada perubahan dan juga perkembangan dari segi tingkah laku siswa tersebut. Hal ini tentunya harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan dan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dengan kata lain, sebuah institusi pendidikan berperan dalam menyediakan sarana dan lingkungan belajar bagi siswa, dan memberikan kesempatan untuk siswa agar dapat mengembangkan ilmu dan pengetahuannya.

Selasa, 10 Desember 2013

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen - Akuntansi yang secara garis besar dibagi menjadi duan, yaitu bidang akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan merupakan bidang yang bertugas mengolah transaksi perusahan dan pada akhir periode menghasilkan laporan keuangan (baik Neraca, Laba Rugi, dan laporan lain yang diperlukan. Informasi yang dihasilkan digunakan oleh pihak luar (ekstern) pwerusahaan, seperti pemegang saham, kreditor, investor, pemerintah, dan lain-lain. Sedangkan akuntansi manajemen merupakan bidang akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang diperuntukkan bagi pihak manajemen atau manajer perusahaan (intern). Informasi yang dihasilkan digunakan oleh semua lini manajemen. Mulai dari top manajemen, middle manajemen, sampai lower manajemen untuk mengambil keputusan bisnis bagi perusahaan.

Informasi yang dihasilkan akuntansi keuangan, berupa laporan keuangan, digunakan sebagai pertanggung jawaban manajemen atas kinerja yang telah dilakukan selama satu periode. Sedangkan informasi yang dihasilkan akuntansi manajemen digunakan oleh pihak intern (dalam) perusahaan, dan tidak untuk dipublikasikan ke publik. Informasi tersebut
digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil kebijakan perusahaan untuk kemajuan perusahaan di masa yang akan datang. Jika dalam akuntansi keuangan informasi yang digunakan berorientasi pada masa lalu (historical)., maka pada akuntansi manajemen semua sumber informasi digunakan. Mulai dari informasi biaya-biaya di masa lalu atau historical cost, sekarang atau current cost, dan biaya masa datang atau future cost.

Dalam menjalankan praktik akuntansi keuangan harus berpedoman pada SAK (Standar Akuntansi Keuangan) yang berlaku. Namun dalam akuntansi manajemen tidak ada batasan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. Selama prinsip-prinsip yang digunakan memberi manfaat bagi pihak manajemen perusahaan, baik itu dalam hal pengukuran, ataupun perhitungan, maka hal tersebut wajar diterapkan. Bahkan untuk prinsip atau pedoman yang telah terbukti berhasil dan bermanfaat dalam penerapan akuntansi manajemen di sebuah perusahaan, hal tersebut akan diadaptasi atau ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain.

Dalam akuntansi manajemen banyak disiplin ilmu yang terlibat, tidak hanya mengandalkan disiplin ilmu akuntansi, namun juga mengambil disiplin ilmu dari bidang lain, seperti manajemen dan psikologi sosial. Perpaduan berbagai disiplin ilmu tersebut bermanfaat dalam menjalankan fungsi utama akuntansi manajemen, yaitu pengambilan keputusan dan merumuskan kebijakan perusahaan untuk masa yang akan datang maka informasi yang dihasilkan berupa tafsiran. Tafsiran yang dihasilkan bermanfaat bagi manajemen dalam melakukan fungsi pengelolaan dan kontrol perusahaan.

Senin, 18 November 2013

Mengenal Beberapa Karakter Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - Pasti bagi para pengajar maupun pelajar pernah mendengar kurikulum KTSP dan belum mengerti apa itu KTSP sesungguhnya. KTSP adalah sebuah bentuk operasional pengembangan kurikulum dimana kurikulum tersebut masih didalam area desentralisasi pendidikan dan juga otonomi daerah yang berperan memberikan wawasan baru terhadap sistem – sistem yang sedang bertujuan selama ini.

Dengan adanya kurikulum baru ini, dapat dipastikan akan terjadi pelonjakan dari segi efisiensi dan kinerja pembelajaran di sekolah atau disebut juga peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran. Hal ini mengingat bahwa para pelajar terdiri dari berbagai latar belakang kesukuan, status dan tingkat sosial yang dimana sekolah akan memusatkan pada asas pemerataan pembelajaran.

Seperti yang kita ketahui pada umumnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP memiliki focus kinerja dimana kurikulum tersebut mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, sumber belajar, pengelolaan, sistem penilaian, serta profesionalisme tenaga pendidik.

Namun ada 4 karakter pokok yang terdapat pada kurikulum KTSP, menurut Mulyasa (2007:179-180), yaitu:

Adanya perluasan pemberian otonomi yang luas oleh KTSP kepada sekolah maupun satuan pendidikan. Hal ini disertai dengan seperangkat tanggung jawab dimana hal tersebut berperan untuk mengembangkan kurikulum - kurikulum sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan setempat. Pihak sekolah juga diberi kewenangan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik atau pelajar.

Dalam KTSP tentunya ada partisipasi yang tinggi oleh masyarakat dan juga orang tua. Dengan adanya partisipasi kedua pihak tersebut, tentunya akan mempermudah komite sekolah dan dewan pendidikan dalam pengembangan program – program baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran para peserta didik.

Dalam KTSP, tentunya pihak institusi pembelajaran memerlukan kepala sekolah, guru, dan tenaga pelaksana kurikulum yang memiliki integritas dan kemampuan yang profesional. Kepala sekolah sendiri adalah manajer pendidikan profesional, yang ber-kooperatif dengan komite sekolah dalam satu tujuan, yaitu mengelola segala kegiatan sekolah agar berjalan sesuai dengan kebijakan – kebijakan yang sudah ditetapkan.

Guru sendiri direkrut sebagai tenaga didik profesional yang bekerja sesuai dengan bidangnya masing – masing, dan mereka bekerja sesuai dengan pola kinerja profesional yang sudah ditetapkan dan sudah melewati persepakatan bersama agar dapat memberi kemudahan dan dukungan sehingga pembelajaran terhadap peserta didik berhasil.

Dalam proses mengambil keputusan, kepala sekolah harus melakukan implementasi proses yang disebut bottom-up dengan cara yang demokratis. Sehingga seluruh pihak dapat mengemban tanggung jawab mereka masing – masing dan memiliki dedikasi yang kuat atas keputusan yang diambilnya.

Dalam KTSP, sebuah keberhasilan dalam pengembangan kurikulum institusi pendidikan serta keberhasilan dalam pembelajaran ditentukan oleh kerja tim yang kompak dan transparan sehingga terlibatnya berbagai pihak dalam proses pendidikan. Dengan hal ini, keberhasilan KTSP adalah hasil dari sinergi dari kegiatan kolaborasi tim pengajar.

Rabu, 13 November 2013

Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya - Schaum mengemukakan bahwa Akuntansi biaya adalah “suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya : Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.” Sedangkan menurut Carter dan Usry Akuntansi biaya adalah “penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.” Pendekatan yang digunakan dalam akuntansi biaya meliputi biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (akuntansi throughput).

Bidang akuntansi biaya merupakan salah dsatu bidang yang juga harus dikuasai manajemen sebagai tugasnya untuk memonitor dan merekam transaksi biaya, serta informasi biaya tersebut akan disajikan dalam bentuk laporan biaya. Manfaat akuntansi biaya adalah sebagai perencanaan mengenai biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk, serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.

Terdapat dua pengelompokan dalam akuntansi biaya, yaitu Actual Cost System atau Sistem Harga Pokok Sesungguhnya dan Standard Cost System atau Sistem Harga Pokok Standar. Yang dimaksud dengan Actual Cost System adalah jika harga produk atau pesanan dibebankan sesuai dengan
harga pokok yang dihabiskan untuk membuat produk tersebut. Pada sistem ini, perhitungan harga pokok dilakukan setelah produk selesai diproduksi, kemudian seluruh biaya pembuatan dihitung total keseluruhannya. Sedangkan yang dimaksud dengan Standard Cost System adalah jika harga pokok dibebankan di awal atau disepakati sebelum proses produksi dilakukan.

Pelaksanaan akuntansi biaya dalam sebuah perusahaan tentunya bukan tanpa suatu tujuan atau manfaat. Adapun manfaat penerapan akuntansi biaya antara lain sebagai perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk (barang atau jasa), dan pengambilan keputusan oleh manajemen. Aplikasi akuntansi biaya pada masing-masing perusahaan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut. Jadi kemungkinan terjadi perbedaan penerapan atau aplikasi akuntansi biaya antar perusahaan.

Berbagai macam biaya yang ada dalam perusahaan berdasarkan fungsi pokok perusahaan antara lain Biaya Produksi, yang meliputi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Tidak Langsung. Selain itu terdapat biaya operasi yang terdiri dari Biaya Penjualan dan Pemasaran, dan Biaya Administrasi dan Umum.

Sedangkan biaya berdasarkan periode akuntansi terdapat biaya pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan. Sedangkan menurut pengaruh perubahan volume kegiatan terdapat biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.

Berapapun jumlah barang atau jasa yang diproduksi, besarnya biaya tetap sama. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya mengalami perubahan sebanding dengan perubahan volume produksi, semakin banyak volume produksi, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Sedangkan biaya semi variable yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volumeproduksi, tetapi perubahannya tidak sebanding/proporsional.

Selasa, 15 Oktober 2013

Akuntansi Pajak (Part II)

Akuntansi Pajak - Terdapat berbagai macam pajak yang ada di Indonesia. Diantaranya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Penyetoran pajak pengahasilan (Pph) pasal 21 adalah penyetoran kewajiban karyawan yang dipotong dari penghasilannya sesuai UU yang tidak terkait dengan kekayaan perusahaan. Jadi pajak penghasilah tidak dapat dicatat sebagai biaya dibayar dimuka.

Pihak yang wajib membayar pajak disebut sebagai subjek pajak. Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008, subyek pajak penghasilan adalah: “Subyek pajak pribadi yaitu orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.” Sedangkan orang atau badan yang dikenai pajak disebut wajib pajak. Sedangkan objek yang menyebabkan seseorang atau badan dikenai pajak disebut dengan Objek Pajak.

Pada Januari 2013, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berubah. Wajib Pajak tidak kawin dan tidak mempunyai tanggungan PTKP-nya sebesar Rp 24.300.000,00 atau setara dengan Rp 2.025.000,00 per bulan. Sedangkan tarif pajak penghasilan sebagai berikut :
PKP (Rp)
Tarif Pajak
Sampai dengan 50 juta
5 %
50 juta – 250 juta
15 %
250 juta – 500 juta
25 %
Lebih dari 500 juta
30 %

Saat membayar angsuran pajak, perusahaan menjurnal sebagai berikut :

Beban/Pajak Dibayar dimuka Rp xxx (Debet)

 
      Kas Rp xxx (Kredit)

Sedangkan pajak untuk karyawan (PPh 21) perusahaan hanya menghitung dan memotong dari gaji yang dibayarkan. Pada saat pembayaran gaji :

- Biaya Gaji Rp xxx (Debet)

           Pajak penghasilan (PPh 21) Rp xxx (Kredit)

           Kas ( Gaji yang dibayarkan) Rp xxx (Kredit)

Saat menyetor ke kas Negara dijurnal sebagai berikut :

Pajak penghasilan (pph 21) Rp xxx (Debet)

         Kas Rp xxx (Kredit)

Pajak lain yang sering menjadi tanggungan masyarakat adalah PPN (Pajak Pertambahan Nilai), yaitu saat melakukan belanja barang yang mengandung pajak. Sebagian uang /kas yang dibayarkan saat membeli merupakan pembayaran Utang PPN (PPN Masukan). Kemudian perusahaan memungut PPN (PPN Keluaran) pada saat menjual sehingga timbul utang kepada Negara. Utang tersebut dikompensasikan langsung dengan beban pajak yang terjadi pada saat membeli barang tersebut (PPN Masukan).

Jurnal yang dibuat saat pembelian barang :
Pembelian/Persediaan barang dagang    Rp xxx (Debet)  
PPN                                                    Rp xxx (Debet)    
            Kas/utang                                                       Rp xxx (Kredit)

Jurnal yang dibuat saat penjualan barang :
Kas/Piutang                                               Rp xxx (Debet)  
            Penjualan                                                       Rp xxx (Kredit)
            PPN                                                                 Rp xxx (Kredit)

Jurnal pada saat penyetoran ke kas negara :
PPN                                                            Rp xxx (Debet)

      Kas                                                                             Rp xxx (Kredit)

Info lebih lengkap silahkan kunjungi Akuntansi Pajak part I

Rabu, 18 September 2013

Akuntansi Pajak (Part I)

Akuntansi Pajak (Part I) - Setiap warga Negara, baik perorangan maupun lembaga yang mempunyai atau menjalankan suatu usaha mempunyai kewajiban membayar pajak kepada pemerintah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) akan ditentukan dengan prinsip dasar yang dipakai dalam Pernyataan PSAK 46. Contoh pajak yang ada di Indonesia antara lain Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan NIlai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Tontonan, Pajak Kendaraan Bermotor, dan lain-lain.

Akuntansi pajak merupakan bidang akuntansi yang bertugas menghitung besarnya pajak terutang. Fungsi akuntansi pajak adalah mengolah data kuantitatif perorangan atau perusahaan yang akan digunakan untuk menyajikan laporan keuangan yang didalamnya memuat perhitungan perpajakan. Akuntansi Pajak mambahas transaksi & Peraturan Perpajakan yang berpengaruh terhadap laporan keuangan yang menentukan besarnya laba perusahaan. Misal, penjualan & pembelian, sewa, merger perusahaan, dan lain-lain.

Dalam Hukum Perdata dan Hukum Dagang pasal 6 KUHD termuat aturan mengenai kewajiban perusahaan menyelenggarakan pembukuan sebagai berikut : “bahwa siapapun juga yang melakukan perusahaan, diharuskan mengadakan pembukuan tentang semua
kejadian mengenai perusahaan sedemikian rupa sehingga dari catatan pembukuan itu setiap waktu, dapat diketahui hak dan kewajiban terhadap pihak ketiga”. Sedangkan untuk Wajib Pajak yang melakukan kegiatan usaha yang tidak memungkinkan melakukan pembukuan, wajib melakukan pencatatan. Pembukuan mempunyai hasil akhir berupa laporan keuangan yang didalamnya dapat diketahui penghasilan bersih dan PKP (Pendapatan Kena Pajak) dalam laporan laba-rugi. Sedangkan pencatatan merupakan pendokumentasian kegiatan usaha yang dilakukan, termasuk harga pokoknya, dan dapat diketahui penghasilan bersih perusahaan.

Beberapa sifat dari pajak adalah sebagai berikut :

1. Pajak merupakan Iuran masyarakat kepada pemerintah yang pembayarannya dapat dipaksakan karena diatur dalam UU,

2. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah,

3. Wajib pajak tidak mendapat imbalan jasa secara langsung,

4. Pajak mempunyai fungsi mengatur bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Berdasarkan cara pemungutannya, pajak dibedakan menjadi Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung. Pajak Langsung merupakan pajak yang tidak dapat dipindahtangankan kepada wajib pajak lain. Pengenaannya dilakukan secara berulang-ulang. Sedangkan Pajak Tidak Langsung merupakan pajak yang terjadi karena seseorang melakukan transaksi atau kegiatan yang menyebabkan dikenakannya pajak. Contohnya pajak bea meterai. Pembayarannya dapat dipindahtangankan kepada wajib pajak lain. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi disini

Selasa, 07 Mei 2013

Reaksi dan Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan

Reaksi dan Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan. Organisme membutuhkan energi untuk bertahan hidup. Beberapa organisme seperti tumbuhan mampu menyerap energi dari sinar matahari dan menggunakannya untuk menghasilkan gula dan senyawa organik lain seperti lemak dan protein. Gula yang kemudian digunakan untuk menyediakan energi bagi organisme. Proses ini, disebut Proses fotosintesis, digunakan oleh tanaman dan beberapa protista, bakteri, dan ganggang biru-hijau.
Reaksi Fotosintesis pada Tumbuhan


(Gbr: Sciencewithme.com)
Dalam reaksi fotosintesis, energi matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia disimpan dalam bentuk glukosa (gula). Karbon dioksida, air, dan sinar matahari digunakan untuk menghasilkan glukosa, oksigen, dan air. Persamaan kimia untuk proses fotosintesis ini adalah:

6CO2 + 12H2O + cahaya matahari → C6H12O6 + 6O2 + 6H2O

6 molekul karbon dioksida (6CO2) dan 12 molekul air (12H2O) dikonsumsi dalam proses, sedangkan glukosa (C6H12O6), enam molekul oksigen (6O2), dan enam molekul air (6H2O) yang dihasilkan.

Persamaan ini dapat disederhanakan sebagai: 6CO2 + 6H2O + cahaya → C6H12O6 + 6O2.

Pada tumbuhan, fotosintesis terjadi terutama dalam daun. Karena fotosintesis memerlukan karbon dioksida, air, dan sinar matahari, semua zat ini harus diperoleh oleh atau diangkut ke daun. Karbon dioksida diperoleh melalui pori-pori kecil di pabrik daun yang disebut stomata. Oksigen juga dirilis melalui stomata. Air diperoleh oleh tanaman melalui akar dan dikirim ke daun melalui sistem jaringan tanaman vaskular. Sinar matahari diserap
oleh klorofil, pigmen hijau yang terletak di struktur sel tanaman yang disebut kloroplas.

Semoga informasi pendidikan bidang biologi tentang reaksi dan proses fotosintesis pada tumbuhan ini dapat bermanfaat buat anda yang sedang membutuhkan. Mohon dikoreksi jika ada salah penulisan kata-kata atau rumus pada artikel ini.

Reaksi Dan Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan adalah bahasan artikel dari kami pada kali ini. Fotosintesis adalah bahasa yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu foto dan synthesis. Dari kata Foto sendiri ini dapat diartikan cahaya dan synthesis adalah kata yang memiliki makna penggabungan. Dari kata fotosintesis ini sering digunakan sebagai lingkup kajian ilmu biologi.

Fotosintesis ini secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah proses pembuatan makanan yang di lakukan pada tumbuhan yang memiliki warna hijau dengan cara melibatkan sebuah cahaya matahari. Selain sinar matahari pada proses fotosintesis ini melibatkan beberapa enzim. Pada proses fotosintesis ini sering dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan, dan beberapa jenis alga serta bakteri yang akan menghasilkan sebuah energi yang dapat digunakan di dalam berbagai aktivitas. Dan sebuah Energi tersebut juga disebut dengan nutrisi. Dengan melakukan proses berfotosintesis ini maka tumbuhan dapat bertahan hidup dan tumbuh berkembang.

Reaksi Dan Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan ini terdapat pada tumbuhan yang memiliki warna daun hijau yang bersifat autotrof yaitu dapat menyusun makanannya sendiri. Dengan melalui daun, maka tumbuhan akan dapat menyerap molekul karbondioksida dan juga air untuk menghasilkan gula serta oksigen. Dan Kedua senyawa tersebut akan digunakan untuk penyokong pertumbuhannya.

Pada tumbuhan yang telah melakukan sebuah proses fotosintesis akan memerlukan bantuan dari cahaya matahari. Dan mereka dapat menyerap cahaya tersebut karena mereka mempunyai zat hijau daun atau yang biasa di sebut dengan klorofil. Pada Klorofil ini sendiri ada di dalam bagian organel bernama memiliki nama kloroplast. Di bagian daun tumbuhan terdapat 2 lapisan sel yang memiliki nama mesofil. Pada bagian ini terdapat setengah juta kloroplast tersebar disetiap millimeter persegi. Kemudian Cahaya matahari akan melewati lapisan epidermis tanpa warna lalu menuju mesofil. Yang Pada bagian ini sebagian besar kegiatan dari fotosintesis berlangsung. Maka dari itu setiap tumbuhan sangat membutuhkan sebuah klorofil atau yang biasa di sebut dengan hijau daun agar dapat melakukan sebuah proses fotosintesis.
Inilah Reaksi Dan Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan yang dapat kami sampaikan pada anda.