Senin, 18 November 2013

Mengenal Beberapa Karakter Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - Pasti bagi para pengajar maupun pelajar pernah mendengar kurikulum KTSP dan belum mengerti apa itu KTSP sesungguhnya. KTSP adalah sebuah bentuk operasional pengembangan kurikulum dimana kurikulum tersebut masih didalam area desentralisasi pendidikan dan juga otonomi daerah yang berperan memberikan wawasan baru terhadap sistem – sistem yang sedang bertujuan selama ini.

Dengan adanya kurikulum baru ini, dapat dipastikan akan terjadi pelonjakan dari segi efisiensi dan kinerja pembelajaran di sekolah atau disebut juga peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran. Hal ini mengingat bahwa para pelajar terdiri dari berbagai latar belakang kesukuan, status dan tingkat sosial yang dimana sekolah akan memusatkan pada asas pemerataan pembelajaran.

Seperti yang kita ketahui pada umumnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP memiliki focus kinerja dimana kurikulum tersebut mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, sumber belajar, pengelolaan, sistem penilaian, serta profesionalisme tenaga pendidik.

Namun ada 4 karakter pokok yang terdapat pada kurikulum KTSP, menurut Mulyasa (2007:179-180), yaitu:

Adanya perluasan pemberian otonomi yang luas oleh KTSP kepada sekolah maupun satuan pendidikan. Hal ini disertai dengan seperangkat tanggung jawab dimana hal tersebut berperan untuk mengembangkan kurikulum - kurikulum sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan setempat. Pihak sekolah juga diberi kewenangan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik atau pelajar.

Dalam KTSP tentunya ada partisipasi yang tinggi oleh masyarakat dan juga orang tua. Dengan adanya partisipasi kedua pihak tersebut, tentunya akan mempermudah komite sekolah dan dewan pendidikan dalam pengembangan program – program baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran para peserta didik.

Dalam KTSP, tentunya pihak institusi pembelajaran memerlukan kepala sekolah, guru, dan tenaga pelaksana kurikulum yang memiliki integritas dan kemampuan yang profesional. Kepala sekolah sendiri adalah manajer pendidikan profesional, yang ber-kooperatif dengan komite sekolah dalam satu tujuan, yaitu mengelola segala kegiatan sekolah agar berjalan sesuai dengan kebijakan – kebijakan yang sudah ditetapkan.

Guru sendiri direkrut sebagai tenaga didik profesional yang bekerja sesuai dengan bidangnya masing – masing, dan mereka bekerja sesuai dengan pola kinerja profesional yang sudah ditetapkan dan sudah melewati persepakatan bersama agar dapat memberi kemudahan dan dukungan sehingga pembelajaran terhadap peserta didik berhasil.

Dalam proses mengambil keputusan, kepala sekolah harus melakukan implementasi proses yang disebut bottom-up dengan cara yang demokratis. Sehingga seluruh pihak dapat mengemban tanggung jawab mereka masing – masing dan memiliki dedikasi yang kuat atas keputusan yang diambilnya.

Dalam KTSP, sebuah keberhasilan dalam pengembangan kurikulum institusi pendidikan serta keberhasilan dalam pembelajaran ditentukan oleh kerja tim yang kompak dan transparan sehingga terlibatnya berbagai pihak dalam proses pendidikan. Dengan hal ini, keberhasilan KTSP adalah hasil dari sinergi dari kegiatan kolaborasi tim pengajar.

Rabu, 13 November 2013

Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya - Schaum mengemukakan bahwa Akuntansi biaya adalah “suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya : Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.” Sedangkan menurut Carter dan Usry Akuntansi biaya adalah “penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.” Pendekatan yang digunakan dalam akuntansi biaya meliputi biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (akuntansi throughput).

Bidang akuntansi biaya merupakan salah dsatu bidang yang juga harus dikuasai manajemen sebagai tugasnya untuk memonitor dan merekam transaksi biaya, serta informasi biaya tersebut akan disajikan dalam bentuk laporan biaya. Manfaat akuntansi biaya adalah sebagai perencanaan mengenai biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk, serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.

Terdapat dua pengelompokan dalam akuntansi biaya, yaitu Actual Cost System atau Sistem Harga Pokok Sesungguhnya dan Standard Cost System atau Sistem Harga Pokok Standar. Yang dimaksud dengan Actual Cost System adalah jika harga produk atau pesanan dibebankan sesuai dengan
harga pokok yang dihabiskan untuk membuat produk tersebut. Pada sistem ini, perhitungan harga pokok dilakukan setelah produk selesai diproduksi, kemudian seluruh biaya pembuatan dihitung total keseluruhannya. Sedangkan yang dimaksud dengan Standard Cost System adalah jika harga pokok dibebankan di awal atau disepakati sebelum proses produksi dilakukan.

Pelaksanaan akuntansi biaya dalam sebuah perusahaan tentunya bukan tanpa suatu tujuan atau manfaat. Adapun manfaat penerapan akuntansi biaya antara lain sebagai perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk (barang atau jasa), dan pengambilan keputusan oleh manajemen. Aplikasi akuntansi biaya pada masing-masing perusahaan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut. Jadi kemungkinan terjadi perbedaan penerapan atau aplikasi akuntansi biaya antar perusahaan.

Berbagai macam biaya yang ada dalam perusahaan berdasarkan fungsi pokok perusahaan antara lain Biaya Produksi, yang meliputi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Tidak Langsung. Selain itu terdapat biaya operasi yang terdiri dari Biaya Penjualan dan Pemasaran, dan Biaya Administrasi dan Umum.

Sedangkan biaya berdasarkan periode akuntansi terdapat biaya pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan. Sedangkan menurut pengaruh perubahan volume kegiatan terdapat biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.

Berapapun jumlah barang atau jasa yang diproduksi, besarnya biaya tetap sama. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya mengalami perubahan sebanding dengan perubahan volume produksi, semakin banyak volume produksi, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Sedangkan biaya semi variable yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volumeproduksi, tetapi perubahannya tidak sebanding/proporsional.