Selasa, 31 Desember 2013

Proses Pembelajaran Efektif Pada Siswa SD

Pembelajaran Efektif Pada Siswa SD - Dalam dunia pendidikan memiliki siswa yang pintar  merupakan keinginan setiap guru. Keinginan tersebut selaras dengan keinginan menciptakan generasi yang lebih pintar. Bicara tentang hasil pasti diawali dengan proses, dimana ini merupakan salah satu langkah awal yang menentukan hasil di akhir target pencapaian nanti. Dari beberapa pakar proses pembelajaran sendiri merupakan  suatu interaksi antara pendidik dengan siswa didik pada suatu pembelajaran sumber belajar siswa. Secara garis besar proses belajar adalah suatu tindakan transformasi ilmu yang ditujukan kepada siswa didik yang belum mengetahui secara penuh suatu cabang ilmu. Dapat dipastikan peran guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran yang dikaitkan dengan output siswa.

Kendala untuk memenuhi target pencapaian bukannya tidak ada, justru tantangan yang paling besar adalah untuk menumbuh
kemauan belajar pada siswa SD. Mengapa demikian ? pada tahap ini tingkat kemauan anak untuk bermain masih lebih dominan dari pada untuk belajar. Untuk menumbuhkan rasa ingin belajar, maka perlu dirubah proses pembelajarannya.  Anak SD lebih menyenangi dengan pembelajaran dengan nuansa bermain, jadi pada saat penyamapain suatu pelajaran jangan menggunakan metode yang lama. Kenapa ini dipilih dan menjadi rekomendasi bagi anda? Sebagian besar anak-anak SD bosan dengan proses pembelajaran dengan system mendengarkan dan memperhatikan.

Dengan system bermain maka anak-anak merasa tidak terbebani dengan proses pembelajaran. Justru transformasi ilmu akan lebih berjalan dengan baik. Cara menggunakan proses pembelajaran dengan system bermain dapat anda ambil dari  beberapa permainan yang ada. Misal pada saat mata pelajaran sejarah anak-anak pasti akan malas untuk membaca buat seperti kuis dengan konsep yang bisa anda tiru pada acara hiburan di televise. Dan sediakan juga reward bagi anak-anak yang dapat memberikan jawaban yang benar. Setelah terjadi Tanya jawab anda bisa menjelaskan sebentar dari pertanyaan yang anda lontarkan. Proses belajar akan berjalan dengan baik tanpa mereka sadari, dan akan memberikan pengaruh yang baik, seperti anak belajar lebih mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mendapatkan materi yang akan diberikan oleh guru.


Senin, 30 Desember 2013

Pembelajaran Bahasa Inggris Dengan Cara Mendengarkan Lagu

Pembelajaran Bahasa Inggris - Bahasa inggris pada era ini sangat penting bagi anda. Dengan semakin meluasnya globalisasi yang dimana seluruh kegiatan ekonomi, politik  dan informasi sebagian besar menggunakan bahasa inggris. Untuk itu meningkatkan kemampuan bahasa inggris wajib anda lakukan, bagi usia belajar bahasa inggris sangatlah mudah. Dengan situasi belajar yang mereka hadapi setiap hari memudah untuk menyesuaikan dalam proses pembelajaran. Bagi anda yang sudah dalam usia produktif kerja sebagian besar anda mulai enggan untuk belajar namun dituntut untuk dapat berbahasa inggris merupakan suatu tantangan. Maka dari itu menggunakan metode mendengarkan lagu sangatlah mudah dan efektif.

Mendengarkan music memliki berapa manfaat salah satunya dapat meningkatkan fungsi otak kita. Bila dihubungkan dengan belajar bahasa inggris menggunakan metode mendengarkan lagu justru memberikan manfaat. Apabila kita mendengarkan lagu bahasa inggris yang terus menerus kita ulang anda dapat menghafal beberapa lirik. Setelah anda hafal silakan anda mencoba untuk menuli kembali lirik lagu yang anda benar. Usahakan lirik yang anda tulis sama dengan lirik yang ada dalam lagu tersebut. Lalu silakan anda menyanyikan kembali dengan lirik yang telah anda tulis dengan benar. Guna dari menyanyikan ini adalah untuk memperlancar dalam pelafalan kosa kata bahasa inggris. Setelah anda mencoba dan anda mulai bisa melafalkan dengan benar dan lancar maka saatnya anda untuk beralih ketahap selanjutnya.

Tahap selanjutnya adalah mencoba untuk mengartikan lagu tersebut kedalam bahasa Indonesia. Yang perlu adalah kamus bahasa inggris sebagai alat bantu penerjemah. Maksud dari penerjemah ini adalah untuk mengetahui beberapa arti kata yang ada dalam lagu tersebut, karena dalam lirik  sebagian besar menggunakan bahasa sehari-hari digunakan dan bahasa yang mudah. Setelah anda mampu mengartikan dengan benar silakan anda mencari lagu yang lain dan mulailah anda menerjemahkan lagu tersebut. Bila telinga anda mulai terbiasa mendengarkan beberapa percakapan maka kemampuan anda dapat diasah kembali dengan belajar bahasa inggris melalui buku dan media lainnya. Dari poin adalah untuk meningkatkan kepekaan telinga dan rasa percaya diri anda dalam belajar bahasa inggris.

Sabtu, 28 Desember 2013

Model Pembelajaran Terbaru Untuk Anak SD

Model Pembelajaran Terbaru - Bagus tidaknya murid dapat dikaitkan dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Mulai dari system diskusi, system regu dan sebagainya. Siswa yang masuk tingkat sekolah dasar, rata-rata memiliki kesulitan dalam menerima pelajaran, bisa dikarenakan sifat yang masih ingin bermain dan rasa bosan dalam belajar. Tentunya guru harus mengetahui gejala ini untuk mengatisipasi siswa yang mengalami masalah ini. Rancangan system yang paling cocok untuk anak sd adalah dengan system bermain eksperimental. Metode pembelajaran ini tidak menekankan kepada murid untuk membaca dan menghafal teori yang mereka dari guru. Yang ditekankan dari metode ini adalah memberikan pengetahuan kepada murid lewat ekperimen yang tidak mereka duga.

Untuk lebih sederhananya seperti ini :
1. Sebelum memberikan teori pada bab

yang akan dibahas ajak murid untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan teori yang akan diterangkan usahakan jangan membuat siswa merasa curiga, selipkan beberapa macam permainan yang membuat mereka nyaman dan meningkatkan motorik siswa.

2. Setelah melakukan kegiatan diluar ruangan, berikan beberapa pertanyaan kepada siswa. Seperti apa yang telah dirasakan pada saat melakukan kegiatan.

3. Beri penjelasan kepada siswa melalui teori yang ada dan praktekan kembali bila siswa menginginkan contoh yang lain untuk lebih mengerti.


Untuk lebih mudahnya dapat dicontohkan sebagai berikut:
Bila anda akan membahas tentang radiasi silakan anda membaca atau mereview dahulu tentanga masalah ini. Lalu silakan ajak siswa untuk keluar ruangan untuk melakukan sesuatau kegiatan namun anda jangan member tahu tujuan dari siswa tersebut. Usahakan semua siswa ikut melakukan tugas yang telah anda rancang dan merasakan rasa panas dari radiasi sinar matahari. Setelah dirasa cukup panggil kembali siswa untuk masuk kekelas , tanyakan kembali dari kegiatan yang telah dilakukan tersebut apa meraka merasakan adanya rasa panas yang diterima pada saat melakukan kegiatan tersebut dan bila mereka merasakan serta menjelaskan biarkan . lalu anda beri pengetahuan fenomena yang telah mereka rasakan. Dengan cara ini anda akan menghemat waktu pelajaran dan 1 bab telah terselesaikan.

Rabu, 11 Desember 2013

Pengertian Kurikulum Berdasar Para Ahli

Pengertian Kurikulum Berdasar Para Ahli - Kurikulum secara umum dapat didefinisikan sebagai komponen utama dalam pembelajaran dan proses pengembangan sistem belajar pada sebuah institusi pendidikan. Namun ada pendapat lain menurut para ahli mengenai pengertian dari kurikulum itu sendiri.

Hilda Taba : Menurut Hilda Taba, kurikulum adalah sebuah rancangan atau sebuah sistem yang tersusun secara beralur dari sebuah pembelajaran, dengan mempertimbangkan segala hal baik dari proses pembelajaran serta mengenai perkembangan individu.

Daniel Tanner & Laurel Tanner : Kurikulum merupakan pengalaman pembelajaran yang terarah dan juga terencana secara terstruktur dan tersusun melalui sebuah proses rekonstruksi pengetahuan dan juga pengalaman yang secara sistematis berada dibawah pengawasan lembaga pendidikan sehingga para pembelajar dapat terus memiliki motivasi dan minat untuk belajar. Sehingga memiliki dasar pemikiran bahwa belajar adalah bagian dari sebuah kompetensi sosial yang ada di pribadinya.

Romine : Kurikulum adalah bagian dari pendidikan yang mencakup semua aspek dan titik temu dari pembelajaran, aktivitas belajar, dan juga pengalaman yang diikuti oleh para peserta didik dengan bantuan berupa arahan dari pihak sekolah, baik di dalam kelas maupun diluar kelas.

Murray Print. : Kurikulum dapat didefinisikan sebagai sebuah ruang pembelajaran yang terencana, yang diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati oleh semua siswa pada saat kurikulum tersebut diterapkan.

Kurikulum juga merupakan sejumlah mata pelajaran yang ada di institusi pendidikan seperti sekolah, yang juga harus ditempuh dan juga dipelajari oleh setiap siswa guna memperoleh sejumlah ilmu dan pengetahuan.

Kurikulum dapat disebut sebagai suatu program yang merupakan bagian dari sebuah pendidikan yang sudah disediakan dari pihak sekolah untuk para siswa atau peserta didik guna mendukung sistem pembelajaran. Dengan adanya kurikulum, maka para siswa akan melakukan berbagai kegiatan pembelajaran sehingga akan berdampak pada perubahan dan juga perkembangan dari segi tingkah laku siswa tersebut. Hal ini tentunya harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan dan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dengan kata lain, sebuah institusi pendidikan berperan dalam menyediakan sarana dan lingkungan belajar bagi siswa, dan memberikan kesempatan untuk siswa agar dapat mengembangkan ilmu dan pengetahuannya.

Selasa, 10 Desember 2013

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen - Akuntansi yang secara garis besar dibagi menjadi duan, yaitu bidang akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan merupakan bidang yang bertugas mengolah transaksi perusahan dan pada akhir periode menghasilkan laporan keuangan (baik Neraca, Laba Rugi, dan laporan lain yang diperlukan. Informasi yang dihasilkan digunakan oleh pihak luar (ekstern) pwerusahaan, seperti pemegang saham, kreditor, investor, pemerintah, dan lain-lain. Sedangkan akuntansi manajemen merupakan bidang akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang diperuntukkan bagi pihak manajemen atau manajer perusahaan (intern). Informasi yang dihasilkan digunakan oleh semua lini manajemen. Mulai dari top manajemen, middle manajemen, sampai lower manajemen untuk mengambil keputusan bisnis bagi perusahaan.

Informasi yang dihasilkan akuntansi keuangan, berupa laporan keuangan, digunakan sebagai pertanggung jawaban manajemen atas kinerja yang telah dilakukan selama satu periode. Sedangkan informasi yang dihasilkan akuntansi manajemen digunakan oleh pihak intern (dalam) perusahaan, dan tidak untuk dipublikasikan ke publik. Informasi tersebut
digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil kebijakan perusahaan untuk kemajuan perusahaan di masa yang akan datang. Jika dalam akuntansi keuangan informasi yang digunakan berorientasi pada masa lalu (historical)., maka pada akuntansi manajemen semua sumber informasi digunakan. Mulai dari informasi biaya-biaya di masa lalu atau historical cost, sekarang atau current cost, dan biaya masa datang atau future cost.

Dalam menjalankan praktik akuntansi keuangan harus berpedoman pada SAK (Standar Akuntansi Keuangan) yang berlaku. Namun dalam akuntansi manajemen tidak ada batasan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. Selama prinsip-prinsip yang digunakan memberi manfaat bagi pihak manajemen perusahaan, baik itu dalam hal pengukuran, ataupun perhitungan, maka hal tersebut wajar diterapkan. Bahkan untuk prinsip atau pedoman yang telah terbukti berhasil dan bermanfaat dalam penerapan akuntansi manajemen di sebuah perusahaan, hal tersebut akan diadaptasi atau ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain.

Dalam akuntansi manajemen banyak disiplin ilmu yang terlibat, tidak hanya mengandalkan disiplin ilmu akuntansi, namun juga mengambil disiplin ilmu dari bidang lain, seperti manajemen dan psikologi sosial. Perpaduan berbagai disiplin ilmu tersebut bermanfaat dalam menjalankan fungsi utama akuntansi manajemen, yaitu pengambilan keputusan dan merumuskan kebijakan perusahaan untuk masa yang akan datang maka informasi yang dihasilkan berupa tafsiran. Tafsiran yang dihasilkan bermanfaat bagi manajemen dalam melakukan fungsi pengelolaan dan kontrol perusahaan.

Senin, 18 November 2013

Mengenal Beberapa Karakter Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - Pasti bagi para pengajar maupun pelajar pernah mendengar kurikulum KTSP dan belum mengerti apa itu KTSP sesungguhnya. KTSP adalah sebuah bentuk operasional pengembangan kurikulum dimana kurikulum tersebut masih didalam area desentralisasi pendidikan dan juga otonomi daerah yang berperan memberikan wawasan baru terhadap sistem – sistem yang sedang bertujuan selama ini.

Dengan adanya kurikulum baru ini, dapat dipastikan akan terjadi pelonjakan dari segi efisiensi dan kinerja pembelajaran di sekolah atau disebut juga peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran. Hal ini mengingat bahwa para pelajar terdiri dari berbagai latar belakang kesukuan, status dan tingkat sosial yang dimana sekolah akan memusatkan pada asas pemerataan pembelajaran.

Seperti yang kita ketahui pada umumnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP memiliki focus kinerja dimana kurikulum tersebut mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, sumber belajar, pengelolaan, sistem penilaian, serta profesionalisme tenaga pendidik.

Namun ada 4 karakter pokok yang terdapat pada kurikulum KTSP, menurut Mulyasa (2007:179-180), yaitu:

Adanya perluasan pemberian otonomi yang luas oleh KTSP kepada sekolah maupun satuan pendidikan. Hal ini disertai dengan seperangkat tanggung jawab dimana hal tersebut berperan untuk mengembangkan kurikulum - kurikulum sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan setempat. Pihak sekolah juga diberi kewenangan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik atau pelajar.

Dalam KTSP tentunya ada partisipasi yang tinggi oleh masyarakat dan juga orang tua. Dengan adanya partisipasi kedua pihak tersebut, tentunya akan mempermudah komite sekolah dan dewan pendidikan dalam pengembangan program – program baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran para peserta didik.

Dalam KTSP, tentunya pihak institusi pembelajaran memerlukan kepala sekolah, guru, dan tenaga pelaksana kurikulum yang memiliki integritas dan kemampuan yang profesional. Kepala sekolah sendiri adalah manajer pendidikan profesional, yang ber-kooperatif dengan komite sekolah dalam satu tujuan, yaitu mengelola segala kegiatan sekolah agar berjalan sesuai dengan kebijakan – kebijakan yang sudah ditetapkan.

Guru sendiri direkrut sebagai tenaga didik profesional yang bekerja sesuai dengan bidangnya masing – masing, dan mereka bekerja sesuai dengan pola kinerja profesional yang sudah ditetapkan dan sudah melewati persepakatan bersama agar dapat memberi kemudahan dan dukungan sehingga pembelajaran terhadap peserta didik berhasil.

Dalam proses mengambil keputusan, kepala sekolah harus melakukan implementasi proses yang disebut bottom-up dengan cara yang demokratis. Sehingga seluruh pihak dapat mengemban tanggung jawab mereka masing – masing dan memiliki dedikasi yang kuat atas keputusan yang diambilnya.

Dalam KTSP, sebuah keberhasilan dalam pengembangan kurikulum institusi pendidikan serta keberhasilan dalam pembelajaran ditentukan oleh kerja tim yang kompak dan transparan sehingga terlibatnya berbagai pihak dalam proses pendidikan. Dengan hal ini, keberhasilan KTSP adalah hasil dari sinergi dari kegiatan kolaborasi tim pengajar.

Rabu, 13 November 2013

Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya - Schaum mengemukakan bahwa Akuntansi biaya adalah “suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya : Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.” Sedangkan menurut Carter dan Usry Akuntansi biaya adalah “penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.” Pendekatan yang digunakan dalam akuntansi biaya meliputi biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (akuntansi throughput).

Bidang akuntansi biaya merupakan salah dsatu bidang yang juga harus dikuasai manajemen sebagai tugasnya untuk memonitor dan merekam transaksi biaya, serta informasi biaya tersebut akan disajikan dalam bentuk laporan biaya. Manfaat akuntansi biaya adalah sebagai perencanaan mengenai biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk, serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.

Terdapat dua pengelompokan dalam akuntansi biaya, yaitu Actual Cost System atau Sistem Harga Pokok Sesungguhnya dan Standard Cost System atau Sistem Harga Pokok Standar. Yang dimaksud dengan Actual Cost System adalah jika harga produk atau pesanan dibebankan sesuai dengan
harga pokok yang dihabiskan untuk membuat produk tersebut. Pada sistem ini, perhitungan harga pokok dilakukan setelah produk selesai diproduksi, kemudian seluruh biaya pembuatan dihitung total keseluruhannya. Sedangkan yang dimaksud dengan Standard Cost System adalah jika harga pokok dibebankan di awal atau disepakati sebelum proses produksi dilakukan.

Pelaksanaan akuntansi biaya dalam sebuah perusahaan tentunya bukan tanpa suatu tujuan atau manfaat. Adapun manfaat penerapan akuntansi biaya antara lain sebagai perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk (barang atau jasa), dan pengambilan keputusan oleh manajemen. Aplikasi akuntansi biaya pada masing-masing perusahaan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut. Jadi kemungkinan terjadi perbedaan penerapan atau aplikasi akuntansi biaya antar perusahaan.

Berbagai macam biaya yang ada dalam perusahaan berdasarkan fungsi pokok perusahaan antara lain Biaya Produksi, yang meliputi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Tidak Langsung. Selain itu terdapat biaya operasi yang terdiri dari Biaya Penjualan dan Pemasaran, dan Biaya Administrasi dan Umum.

Sedangkan biaya berdasarkan periode akuntansi terdapat biaya pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan. Sedangkan menurut pengaruh perubahan volume kegiatan terdapat biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.

Berapapun jumlah barang atau jasa yang diproduksi, besarnya biaya tetap sama. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya mengalami perubahan sebanding dengan perubahan volume produksi, semakin banyak volume produksi, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Sedangkan biaya semi variable yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volumeproduksi, tetapi perubahannya tidak sebanding/proporsional.

Jumat, 18 Oktober 2013

Pentingnya Sebuah Motivasi Belajar Siswa

Motivasi Belajar Siswa - Pada saat ini sering kali telah ada banyak siswa yang membolos pelajaran tertentu, dan hal ini adalah wujud kurangnya sebuah motivasi belajar siswa. Bahkan dengan tetap memakai pakaian seragam sekolah masih terdapat banyak siswa yang masih berkeliaran di tempat-tempat umum. Pada saat ditanya dengan terkadang mereka hanya menjawab bosan dengan mata pelajarannya.

Maka dari itu sebuah kebosanan di dalam belajar adalah salah satu indikasi perwujudan rendahnya motivasi pada diri siswa. Dan hal Ini cukup jelas sekali akan dapat merugikan siswa. Dan oleh karena itu seorang guru dan juga para orang tua sangat perlu mengkaji beberapa siswa sering kali bolos pelajaran. Dan para guru maupun orang perlu mencari sebuah solusi terbaik supaya para siswa tidak lagi melakukan tindakan bolos serta bosan belajar.

Hal yang paling utama dan terpenting untuk seorang pelajar ialah adanya sebuah motivasi. Motivasi itu sendiri ialah sebuah dorongan untuk dapat melakukan sebuah kegiatan belajar siswa dengan sepenuh hati. Untuk para pelajar sebuah motivasi ini dapat di katakana sebagai kendaraan dan siswa adalah bensinnya. Tidak akan pernah ada artinya apabila sebagus apapun kendaraannya tanpa adanya sebuah bahan. Dan begitu pula halnya dengan sebuah motivasi

Motivasi adalah dorongan untuk melakukan suatu kegiatan dengan baik. Dengan demikian, Dengan adanya sebuah motivasi belajar maka para siswa di harapkan untuk dapat menggerakkan keinginan mereka belajar secara maksimal. Dan apabila di kelompokkan, maka dengan adanya sebuah motivasi ini sebuah motivasi dapat di bagi menjadi dua kelompok yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Sebuah motivasi intrinsik ialah sebuah dorongan untuk dapat melakukan yang berasal dari dalam setiap diri orang, dalam hal ini salah satu upaya yang dapat di lakukan adalah dengan pihak para orang tua maupun guru selalu dapat mendorong para pelajar untuk melakukan sebuah motivasi belajar.

Motivasi belajar siswa yang tergolong motivasi ekstrinsik ialah sebuah dorongan dari luar pelajar itu sendiri. Untuk mendorong motivasi golongan ini para guru di wajibkan untuk memiliki sebuah trik tersendiri untuk dapat membangkitkan kemauan sebuah motivasi belajar siswa.

Selasa, 15 Oktober 2013

Akuntansi Pajak (Part II)

Akuntansi Pajak - Terdapat berbagai macam pajak yang ada di Indonesia. Diantaranya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Penyetoran pajak pengahasilan (Pph) pasal 21 adalah penyetoran kewajiban karyawan yang dipotong dari penghasilannya sesuai UU yang tidak terkait dengan kekayaan perusahaan. Jadi pajak penghasilah tidak dapat dicatat sebagai biaya dibayar dimuka.

Pihak yang wajib membayar pajak disebut sebagai subjek pajak. Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008, subyek pajak penghasilan adalah: “Subyek pajak pribadi yaitu orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.” Sedangkan orang atau badan yang dikenai pajak disebut wajib pajak. Sedangkan objek yang menyebabkan seseorang atau badan dikenai pajak disebut dengan Objek Pajak.

Pada Januari 2013, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berubah. Wajib Pajak tidak kawin dan tidak mempunyai tanggungan PTKP-nya sebesar Rp 24.300.000,00 atau setara dengan Rp 2.025.000,00 per bulan. Sedangkan tarif pajak penghasilan sebagai berikut :
PKP (Rp)
Tarif Pajak
Sampai dengan 50 juta
5 %
50 juta – 250 juta
15 %
250 juta – 500 juta
25 %
Lebih dari 500 juta
30 %

Saat membayar angsuran pajak, perusahaan menjurnal sebagai berikut :

Beban/Pajak Dibayar dimuka Rp xxx (Debet)

 
      Kas Rp xxx (Kredit)

Sedangkan pajak untuk karyawan (PPh 21) perusahaan hanya menghitung dan memotong dari gaji yang dibayarkan. Pada saat pembayaran gaji :

- Biaya Gaji Rp xxx (Debet)

           Pajak penghasilan (PPh 21) Rp xxx (Kredit)

           Kas ( Gaji yang dibayarkan) Rp xxx (Kredit)

Saat menyetor ke kas Negara dijurnal sebagai berikut :

Pajak penghasilan (pph 21) Rp xxx (Debet)

         Kas Rp xxx (Kredit)

Pajak lain yang sering menjadi tanggungan masyarakat adalah PPN (Pajak Pertambahan Nilai), yaitu saat melakukan belanja barang yang mengandung pajak. Sebagian uang /kas yang dibayarkan saat membeli merupakan pembayaran Utang PPN (PPN Masukan). Kemudian perusahaan memungut PPN (PPN Keluaran) pada saat menjual sehingga timbul utang kepada Negara. Utang tersebut dikompensasikan langsung dengan beban pajak yang terjadi pada saat membeli barang tersebut (PPN Masukan).

Jurnal yang dibuat saat pembelian barang :
Pembelian/Persediaan barang dagang    Rp xxx (Debet)  
PPN                                                    Rp xxx (Debet)    
            Kas/utang                                                       Rp xxx (Kredit)

Jurnal yang dibuat saat penjualan barang :
Kas/Piutang                                               Rp xxx (Debet)  
            Penjualan                                                       Rp xxx (Kredit)
            PPN                                                                 Rp xxx (Kredit)

Jurnal pada saat penyetoran ke kas negara :
PPN                                                            Rp xxx (Debet)

      Kas                                                                             Rp xxx (Kredit)

Info lebih lengkap silahkan kunjungi Akuntansi Pajak part I

Rabu, 18 September 2013

Akuntansi Pajak (Part I)

Akuntansi Pajak (Part I) - Setiap warga Negara, baik perorangan maupun lembaga yang mempunyai atau menjalankan suatu usaha mempunyai kewajiban membayar pajak kepada pemerintah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) akan ditentukan dengan prinsip dasar yang dipakai dalam Pernyataan PSAK 46. Contoh pajak yang ada di Indonesia antara lain Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan NIlai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Tontonan, Pajak Kendaraan Bermotor, dan lain-lain.

Akuntansi pajak merupakan bidang akuntansi yang bertugas menghitung besarnya pajak terutang. Fungsi akuntansi pajak adalah mengolah data kuantitatif perorangan atau perusahaan yang akan digunakan untuk menyajikan laporan keuangan yang didalamnya memuat perhitungan perpajakan. Akuntansi Pajak mambahas transaksi & Peraturan Perpajakan yang berpengaruh terhadap laporan keuangan yang menentukan besarnya laba perusahaan. Misal, penjualan & pembelian, sewa, merger perusahaan, dan lain-lain.

Dalam Hukum Perdata dan Hukum Dagang pasal 6 KUHD termuat aturan mengenai kewajiban perusahaan menyelenggarakan pembukuan sebagai berikut : “bahwa siapapun juga yang melakukan perusahaan, diharuskan mengadakan pembukuan tentang semua
kejadian mengenai perusahaan sedemikian rupa sehingga dari catatan pembukuan itu setiap waktu, dapat diketahui hak dan kewajiban terhadap pihak ketiga”. Sedangkan untuk Wajib Pajak yang melakukan kegiatan usaha yang tidak memungkinkan melakukan pembukuan, wajib melakukan pencatatan. Pembukuan mempunyai hasil akhir berupa laporan keuangan yang didalamnya dapat diketahui penghasilan bersih dan PKP (Pendapatan Kena Pajak) dalam laporan laba-rugi. Sedangkan pencatatan merupakan pendokumentasian kegiatan usaha yang dilakukan, termasuk harga pokoknya, dan dapat diketahui penghasilan bersih perusahaan.

Beberapa sifat dari pajak adalah sebagai berikut :

1. Pajak merupakan Iuran masyarakat kepada pemerintah yang pembayarannya dapat dipaksakan karena diatur dalam UU,

2. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah,

3. Wajib pajak tidak mendapat imbalan jasa secara langsung,

4. Pajak mempunyai fungsi mengatur bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Berdasarkan cara pemungutannya, pajak dibedakan menjadi Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung. Pajak Langsung merupakan pajak yang tidak dapat dipindahtangankan kepada wajib pajak lain. Pengenaannya dilakukan secara berulang-ulang. Sedangkan Pajak Tidak Langsung merupakan pajak yang terjadi karena seseorang melakukan transaksi atau kegiatan yang menyebabkan dikenakannya pajak. Contohnya pajak bea meterai. Pembayarannya dapat dipindahtangankan kepada wajib pajak lain. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi disini

Senin, 16 September 2013

Beragam Manfaat Twitter

Mau tahu apa saja manfaat Twitter? Berikut ulasannya, saat ini beragam perkembangan teknologi terus bermunculan dan menjejali setiap lini kehidupan yang kita jalani. Dan salah satu yang paling nampak adalah mengenai perkembangan dari adanya kemajuan teknologi komunikasi. Twitter, adalah satu contoh diantara banyaknya perkembangan tersebut.

Mengapa demikian ? apakah hal istimewa yang terdapat pada twitter sehingga kehadirannya merubah perilaku masyarakat saat ini? Dan apakah pula manfaat twitter yang mungkin menarik bagi banyak orang untuk mulai menggunakannya? Untuk itu anda perlu menyimak ulasan berikut ini agar anda dapat mengetahui fakta tentang twitter yang ternyata bermanfaat sehingga menarik perhatian pengguna dari berbagai macam tingkatan usia baik yang masih anak-anak hingga yang telah berusia lanjut sekalipun.

1. Manfaat twitter yang pertama adalah sebagai media komunikasi yang efisien yang menghubungkan anda dengan banyak orang yang anda sukai. Misalnya saja saat anda berkomunikasi dengan saudara
yang berada jauh, dengan rekan kerja maupun dengan seseorang yang belum anda kenal sebelumnya. Dengan hal ini jelas kehadiran twitter sebagai media silaturrahmi telah mempunyai sebuah dampak yang positif.

2. Kalau pada era sebelumnya anda mendapat berita dari Koran, televisi atau media cetak dan elektronik lainnya maka sekarang anda dapat dengan mudah berita terbaru dari akun-akun resmi yang dimiliki oleh media yang memfokuskan pada berita semisal Koran tempo dan lainnya. Dengan demikian jelas bahwa peranan twitter sebagai media penyampai informasi , sangatlah efektif. Setiap menitnya anda akan bias menikmati sajian berita terbaru yang tentu menarik untuk diikuti.

3. Jika anda berpikir kreatif saat menggunakan situs jejaring sosial populer ini maka anda akan mendapatkan penghasilan darinya. Pasalnya dengan menggunakan twitter anda dapat melakukan promosi usaha barang atau jasa yang anda tekuni dengan gratis. Terlebih pengguna twitter yang jumlahnya terus bertambah membuat lapangan pekerjaan tentangnya terbuka lebar.

Nah itulah beberapa manfaat twitter yang mungkin akan anda dapatkan saat anda menggunakan produk teknologi layaknya twitter dengan benar. Terlepas dari isu buruk yang menimpa twitter maka situs jejaring sosial yang satu ini tetap layak untuk anda nikmati dengan beragam hal menarik dan juga manfaat yang ada pada situs populer yang satu ini.

Minggu, 08 September 2013

Desain Penelitian

Desain Penelitian - Saat kita sedang akan melakukan sebuah penelitian tentunya kita perlu memperhatikan banyak hal yang berkaitan erat dengannya. Mulai dari masalah yang akan kita teliti, rancangan penelitian, metode yang akan kita gunakan dalam menyusun sebuah penelitian hingga pada jenis desain penelitian yang akan kita gunakan pun sangat penting untuk kita perhatikan. Untuk itulah demi kemudahan saat anda tengah merencanakan sebuah penelitian maka artikel berikut ini sangat layak untuk anda cermati karena artikel kali ini akan menjelaskan kepada anda tentang jenis desain penelitian yang merupakan salah satu hal penting sebelum mengadakan penelitian ilmiah.

Jenis desain penelitian ini dapat kita bedakan menjadi beberapa macam yang tentunya memiliki kekurangan dan juga kelebihannya masing-masing. Untuk lebih jelasnya silahkan baca ulasan berikut!

1. Jenis desain penelitian yang pertama adalah Cross sectional,desain penelitian semacam
ini mendalami tentang dinamika korelasi antar beberapa faktor resiko dan juga efeknya. Desain seperti ini menggabungkan pendekatan dan juga pengumpulan data dalam satu waktu tertentu secara bersamaan. Kelebihannya adalah tentang waktu penelitian yang lebih cepat dan biaya yang murah tentunya, mampu menghasilkan sebuah hipotesis yang lebih spesifik terutama pada penelitian analistik. Kelemahannya adalah terletak pada subyek penelitian yang dapat berjumlah besar jika pada penelitian terdapat banyak variabel, selain itu jika digunakan untuk meneliti perkembangan penyakit maka hasil datanya kurang akurat, dan sebagainya.

2. Desain penelitian Case control. Ini merupakan rancangan epidemiologis yang menitik beratkan pada hubungan antara penyakit dan paparan penelitian. Desain penelitian yang seperti ini dapat kita gunakan untuk mengetahui tentang besar kecilnya pengaruh antara resiko terhadap timbulnya efek. Desain penelitian semacam ini sangat pas bila kita gunakan untuk meneliti tentang penyakit yang jarang sekali ditemukan. Selain itu juga waktu penelitian yang tidak terlalu lama, biaya yang murah dan tidak memerlukan subyek penelitian dalam jumlah yang besar. Namun kendati demikian desain penelitian ini masih dirasa memiliki beberapa kelemahan seperti tidak dapat diketahuinya pengaruh varibel luar terhadap efek yang mungkin terjadi.

Itulah perbandingan antara dua jenis desain penelitian yang umum digunakan, yang kita tahu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan mungkin menjadi pilihan kita saat hendak melakukan sebuah penelitian.

Sabtu, 07 September 2013

Paradigma Penelitian Kualitatif

Apa itu penelitian menggunakan paradigma kualitatif? Bagi anda yang belum mengetahui maka saya akan mencoba menjelaskannya untuk anda. Penelitian menggunakan paradigma kualitatif ini merupakan sebuah penelitian yang memiliki tujuan utama yaitu untuk mengkaji makna-makna dari sebuah perilaku, simbol maupun fenomena-fenomena yang terjadi. Paradigma kualitatif menitik beratkan suatu pandangan tentang sebuah fakta sosial yang berdasar pada penilaian dan juga penjabaran yang bersifat subjektif.

Dengan kata lain bahwa penelitian semacam ini kita akan mencoba mendalami tentang berbagai hal menyangkut masalah-masalah sosial yang terjadi dan ini kita kaji dengan menggunakan sudut pandang secara realitas atau berdasarkan kenyataan yang sebenarnya terjadi pada penelitian. Dan dengan cara tersebut diharapkan akan mampu mengungkap sebuah fakta yang belum terpecahkan dari adanya masalah sosial yang terjadi.

Paradigma kualitatif ini sendiri saat ini lebih akrab di telinga dengan sebutan fenomenologi, pada paradigma ini kita mencoba menelaah tentang perilaku yang dilakukan oleh manusia mulai dari cara berpikir hingga cara bertindak dari orang-orang yang dijadikan objek penelitian. Bila kita cermati lebih dalam maka paradigma kualitatif ini tidak hanya melihat tentang fenomena sosial, tingkah laku maupun budaya yang tercipta secara nyata saja tetapi juga mengkaji lebih mendalam tentang keseluruhan konteks.

Paradigma kualitatif ini meyakini bahwa kenyataan yang terjadi pada sebuah fenomena sosial, perilaku manusia maupun tentang budaya merupakan sebuah akibat yang terjadi dari adanya konteks yang melatarbelakangi terjadinya. Atau bisa dikatakan sebagai sebuah hubungan sebab akibat antara konteks dan juga fenomena sosial budaya yang terjadi pada manusia. Dan menurut paradigma kualitatif ini hukum-hukum yang tercipta tersebut tidak dapat disatukan menjadi sebuah hukum tunggal yang bebas dari konteks.

Dalam paradigma kualitatif memiliki sebuah keyakinan bahwa dalam sebuah kelompok masyarakat terdapat sebuah keteraturan. Dan hal ini terbentuk secara alamiah yang memaksa para peneliti untuk mencermati tentang sebuah fenomena keteraturan yang terjadi dan bukan malah membatasi objek penelitian dengan membuat keteraturan yang sengaja dibuat. Paradigma kualitatif ini sebenarnya merupakan sebuah penelitian yang telah tersusun secara sistematis yang memiliki tujuan menemukan teori dari sebuah fenomena dan bukan sebaliknya atau bukan juga untuk menguji kebenaran tentang sebuah teori yang telah ada. Dengan demikian kegiatan penelitian ini masih menjadikan sebuah fakta empiris sebagai sumber pengetahuan tetapi tidak menjadikannya sebagai dasar yang digunakan pada penelitian itu sendiri. Sekian semoga bermanfaat.

Jumat, 06 September 2013

Klasifikasi Penelitian

Klasifikasi Penelitian - Saat ini banyak hal terjadi dalam perkembangan kehidupan yang kita jalani dan hal ini tentu saja tak dapat kita pisahkan dari usaha para ilmuwan yang terus melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan pun bermacam-macam sehingga perlu untuk dikelompokkan. Dari sekian banyak penelitian yang dilakukan maka dapat kita klasifikasikan dalam beberapa kelompok yang memiliki karakterisktik yang serupa seperti yang akan kita bahas berikut ini.

1. Hal yang mendasar yang pertama yang dapat kita jadikan sebagai salah satu pengelompokan adalah tentang bidang ilmu yang dipilih berkaitan dengan objek penelitian. Misalnya saja tentang biologi, sejarah ataupun mengenai bidang ilmu yang lain yang bertujuan untuk mengembangkannya.

2. Pengelompokan selanjutnya berdasarkan pada metode pendekatan yang dipakai. Dalam hal ini yang umum digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif ataupun juga metode kuantitatif yang menyajikan data berupa angka-angka sehingga hasilnya pun akan lebih
akurat.

3. Selanjutnya mengenai tempat melakukan sebuah penelitian. Para ilmuwan bisa melakukan penelitian ini di berbagai tempat misalnya saja melakukan penelitian di perpustakaan dengan mencari kebenaran dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan mengkaji buku-buku. Melakukan penelitian di laboratorium ataupun juga dapat melakukan penelitian dengan mendatangi objek di lapangan secara langsung sehingga data yang terkumpul lebih akurat.

4. Berdasarkan tujuan umum dilakukannya penelitian maka dapat kita kelompokkan menjadi beberapa bagian lagi. Pertama penelitian yang bersifat eksploratif, ini berkenaan dengan tujuan utama dari penelitian yang melakukan eksplorasi pada sebuah fenomena ataupun masalah tertentu dari sebuah objek yang ada pada penelitian. Kedua, penelitian yang merupakan pengembangan dari penelitian yang telah ada sebelumnya. Hal ini sangat baik guna mendapatkan data yang lebih lengkap dan terbaru dari sebuah penelitian yang telah dilakukan. Selain itu ada penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran hasil penelitian ataupun pernyataan yang terdapat pada penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan demikian kita dapat mengetahui kebenaran sebuah fakta yang tentu lebih akurat.

5. Disamping itu juga dapat kita klasifikasikan lagi berdasarkan taraf penelitian yang dilakukan. Baik yang dilakukan secara deskriptif maupun yang bersifat lebih mendalam dengan menganalisis lebih jauh tentang objek penelitian.

Semoga informasi tersebut dapat memberikan manfaat yang besar

Senin, 02 September 2013

Penelitian Induktif

Penelitian Induktif - Di dalam dunia akademis, suatu penelitian adalah hal yang tidak dapat dipisahkan sebagai bagian dari pengembang ilmu pengetahuan. Terdapat banyak istilah dalam penelitian yang terus muncul dari beberapa model suatu penelitian itu sendiri. Adapun penelitian induktif dan juga penelitian deduktif yang perlu juga untuk diketahui. Jadi ada dua metode penelitian untuk menarik kesimpulan yaitu seperti yang telah disinggung di atas.

Penelitian induktif

Metode ini adalah kebalikan dari penelitian deduktif. Jadi contoh konkrit serta fakta yang ada di uraikan terlebih dahulu. setelah itu baru dirumuskan hingga menjadi suatu kesimpulan. Dalam metode ini, suatu data yang ada di kaji dengan melalui proses yang berlangsung atas fakta-fakta. Seperti yang kita tahu di dalam penelitian linguistic, kerap kali menggunakan metode induktif, mengapa demikian? sebab linguistic itu termasuk ilmu yang di dalamnya berusaha untuk menyusun teori mengenai bahasa. Adapun kelebihan dari penelitian induktif yaitu :

1. Metode ini bisa menemukan kenyataan yang lebih kompleks yang ada pada data suatu penelitian.

2. Metode ini bisa membuat hubungan di antara para penliti dengan responden menjadi eksplisit. Sehingga bisa dikenal dan bisa dipertimbangkan.

3. Metode ini bisa menemukan pengaruh secara bersama sehingga bisa mempertajam hubungan

Penelitian deduktif
Metode deduktif merupakan cara analisis atas kesimpulan umum yang kemudian di uraikan menjadi contoh konkrit atau fakta yang berguna untuk memperjelas suatu kesimpulan pada penelitian yang dilakukan. Setelah itu dijabarkan menjadi fakta-fakta berupa angka produksi yang dibandingkan dengan modal usaha dan lain sebagainya. Jadi metode penelitian ini dipergunakan pada penelitian ketika penelitian yang dilakukan berangkat dari sebuah teori yang selanjutnya dibuktikan dengan melakukan pencarian fakta-fakta yang ada. Misalnya seperti : penelitian bahasa arab yang mana umumnya berangkat dari adanya kaidah bahasa arab dan selanjutnya dicarilah mengenai fakta-fakta yang ada pada berbagai sumber seperti sumber data dari Al-Quran.

Adapun tahap-tahapan untuk melakukan penelitian ini yaitu :
1. Melakukan tahapan spekulasi
2. Melakukan tahapan observasi serta klarifikasi
3. Melakukan perumusan hipotesis

Itulah macam-macam penelitian yang bisa dan sesuai untuk dilakukan untuk memecahkan masalah .

Sabtu, 31 Agustus 2013

Tema Penelitian

Tema Penelitian - Pada dasarnya penelitian merupakan pengolahan, pencarian ataupun penganalisasian sebuah objek yang hendak dilakukan dengan berdasarkan teori maupun cara sistematis guna mendapatkan jawaban dari suatu masalah yang ada. Lalu apa itu tema penelitian? Jadi untuk melakukan sebuah penelitian memang diharuskan menentukan tema maupun judul penelitian. Untuk tema sendiri merupakan pokok masalah atau pokok pikiran yang dikemukakan ke dalam sebuah penelitian.

Dalam menentukan tema juga harus di pikirkan baik-baik jauh sebelum proses penelitian itu dimulai, karena tema itulah yang akan menjadi batasan atas penelitian yang hendak di lakukan. Namun sering kali kita salah mengartikan antara tema dan judul, sebab judul itu yang akan menjadi nama dari hasil penelitian yang dilakukan, jadi ada baiknya untuk judul dipikirkan setelah penelitian itu selesai.

Terkadang menentukan tema penelitian masih menjadi permasalahan bagi peneliti pemula. Lantas bagaimana solusinya? Nah, yang harus anda perhatikan untuk menentukan tema sebuah penelitian yaitu :

Ketahuilah dan tentukanlah apa yang menjadi minat Anda, Hal ini memang penting, sebab melakukan penelitian itu juga tidak mudah dan pasti akan ada masalah, membutuhkan biaya serta membutuhkan tenaga dan usaha. Semua itu akan berat untuk dilakukan apabila kita melakukan sesuatu hal yang tidak kita minat.

Melakukan studi pustaka, Hal ini harus kita lakukan, karena buat apa melakukan suatu penelitian yang pernah atau sudah di publikasikan? Tentu apa yang kita lakukan menjadi sia-sia dan bahkan mungkin kita dituduh menjiplak. Jadi baca semua penelitian yang telah di publikasikan untuk mencegah terjadinya duplikasi. Itulah mengapa studi pustaka perlu dilakukan.

Perhatikan sikon dan budget, Ini yang harus diperhatikan khususnya untuk peneliti pemula, kebanyakan ingin melakukan penelitian yang muluk-muluk namun tidak punya cukup biaya maupun atmosfer yang bisa mendukung. Untuk atmosfer bisa berupa sumber referensi, pembimbing, peralatan, termasuk sulit tidaknya dalam melakukan penelitian tersebut

Langkah kedua dan ketiga sangat erat kaitannya, jadi setelah kita mengetahui pasti mengenai kondisi atmosfer yang riil di sekitar kita, khususnya biaya. Maka dengan membaca semua pustaka yang ada, dari situ kita bisa memiliki gambaran mengenai tema penelitian apa yang dapat kita lakukan di tempat kita. Apabila memang ingin melakukan pengulangan, maka lakukanlah sekiranya yang mempunyai muatan lokal yang kuat.

Langkah terakhir, baca dan lihat hasil diskusi pada pustaka yang kita miliki. Dari sini kita bisa mendapatkan ide yang bagus dan pas untuk tema penelitian yang hendak kita lakukan. Jadi apabila anda berbakat, maka anda juga bisa mendapatkan ide tema yang benar-benar masih original.

Jumat, 30 Agustus 2013

Sistematika Proposal Penelitian

Sistematika proposal penelitian adalah tahap-tahap atau aturan yang digunakan sebagai acuan dalam membuat proposal penelitian. Dapat diartikan sebagai sebuah usulan yang dibuat secara ringkas yang menggambarkan apa saja aspek yang akan dilakukan dalam sebuah penelitian, kemudian dirancang dan disesuaikan dengan penelitian yang akan dilakukan. Melalui proposal peneliti atau pihak-pihak terkait akan memahami kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan.

1. Latar belakang masalah, latar belakang masalah dimulai secara sistematis. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terkait sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas sebagai penjelas. Unsur-unsur yang harus ada dalam penulisan latar belakang masalah adalah menguatkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Syarat-syarat dalam penulisan latar belakang masalah adalah sebagai berikut:

- Hal-hal yang ideal

- Masalah utama

- Dimana hal itu terjadi

- Kosekuensi yang muncul bila masalah itu dibiarkan

- Intervensi yang relevan

2. Batasan masalah dalam suatu penelitian diperlukan agar ruang lingkup masalah yang akan diteliti tidak meluas, batasan-batasan yang dimaksud seperti batasan waktu, batasan tenaga dan batasan dana. Batasan-batasan ini tentunya juga berpengaruh pada proses dan hasil penelitiannya :

- Membatasi masalah yang akan dipilih

- Menegaskan pengertiannya

- Menggambarkan secara detail dan menjelaskan data yang diberikan

3. Dalam perumusan masalah dijabarkan sebagai definisi yang dapat menjelaskan, ruang lingkup serta asumsi dasar

4. Tujuan penelitian, tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat yang pasif, karena tujuan merupakan pernyataan yang berisi harapan yang akan dicapai.

5. Manfaat penelitian, uraikanlah manfaat penelitian secara singkat dan jelas.

6. Landasan teori, bagian ini ditulis agar pembaca atau pihak-pihak terkait mengetahui landasan-landasan yang di pakai dalam melakukan penelitian.

7. Metode penelitian, dalam hal ini dapat meliputi rancangan penelitian, cara penafsiran dan variabel dalam penelitian,

8. Objek penelitian adalah suatu benda, orang, tempat atau keadaan yang menjadi fokus dari penelitian yang dilakukan.

9. Metode pengumpulan data, ada beberapa cara, yaitu :

- Wawancara

- Diskusi kelompok

- Observasi

- Review dokumen

10. Metode analisis data,setelah data dikumpulkan tahap selanjutnya adalah analisa data.

11. Hasil penelitian yang diharapkan.

12. Dan yang terakhir daftar pustaka.

Sistematika proposal penelitian memang diperlukan sebagai acuan penulisan proposal penelitian yang sesuai dan benar ,hal ini merupakan langkah atau perencanaan awal yang dibuat secara ringkas sebelum akhirnya penelitian dilaksanakan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Penulisan Laporan Penelitian

Penulisan laporan penelitian merupakan tahap akhir dari suatu penelitian dan merupakan hasil akhir yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Laporan dari suatu penelitian pun harus dapat dipertanggungjawabkan dan juga mudah dipahami oleh setiap pembaca. Suatu penulisan laporan yang baik terlebih dahulu harus memiliki bahasa yang baik dan setiap aspek yang disampaikan dalam penulisan juga harus sesuai dengan apa yang telah dilakukan dalam penelitian.

Penulisan laporan penelitian ini harus ditulis dengan teliti dan juga jelas, hal ini adalah kegiatan menuangkan pikiran-pikiran kedalam kalimat yang baik dan juga menyusun kalimat-kalimat ke dalam alinea dan merangkai alinea tersebut menjadi suatu karya ilmiah. Penulisan laporan ini menjadi mutlak karena dengan adanya laporan maka masyarakat dapat dengan mudah untuk dipahami, atau mungkin menyempurnakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Aspek yang harus diperhatikan dalam sebuah penulisan laporan penelitian adalah penggunaan bahasa yang komunikatif, mengetahui target atau untuk siapa laporan tersebut ditujukan kemudian juga adanya kejelasan serta kemampuan meyakinkan para pembaca. Sebelum laporan penelitian diajukan, maka diperlukan kerangka laporan yang berfungsi sebagai arah dari setiap isi dan bagian laporan.

Dan berikut beberapa tahapan dalam penulisan laporan penelitian :

• Buatlah laporan sementara, artinya apabila data dari hasil penelitian telah terkumpul, maka tahap selanjutnya adalah mengerjakan laporan sementara secara bertahap, kemudian diteliti baru setelah itu dapat disusun dengan baik.

• Buatlah kerangka laporan. Pada dasarnya tidak semua orang mampu menuangkan hasil pemikirannya secara langsung dan detail, tapi sebelum itu buatlah dulu garis besar laporan yang akan ditulis. Kerangka laporan ini akan memudahkan penulisan laporan dari sebuah penelitian. Ketika penulisan laporan masih dalam tahap pembuatan kerangka muncul ide-ide atau gagasan tambahan untuk menunjang isi suatu laporan yang dibuat.

• Menyusun hasil penelitian, dalam isi laporan ada beberapa aspek yang harus disusun, yakni :

1. Judul

2. Kata pengantar

3. Daftar isi

4. Pendahuluan

5. Tubuh laporan

6. Kesimpulan dan saran

7. Daftar pustaka

Yang juga harus diperhatikan dalam penulisan laporan penelitian ialah saran dan kesimpulan. Hal ini merupakan bagian yang paling penting dari laporan penelitian, keduanya saling berhubungan. Tetapi bagian kesimpulan dan saran merupakan bukan bagian wajib dari suatu laporan, hal ini hanyalah sebagai pelengkap saja.

Rabu, 28 Agustus 2013

Penelitian Hukum Normatif

Penelitian hukum normatif bisa juga disebut sebagai penelitian hukum doktrinal. Pada penelitian ini, sering kali hukum dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan ( Law in book ) atau hukum yang dikonsepsikan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku masyarakat terhadap apa yang dianggap pantas. Namun sesungguhnya hukum juga dapat dikonsepkan sebagai apa yang ada dalam tindakan ( Low in action ). Low in book adalah hukum yang seharusnya berjalan sesuai harapan, keduanya seiring berbeda, artinya hukum dalam buku sering berbeda dengan hukum dalam kehidupan masyarakat.

Penelitian hukum normatif hanya meneliti peraturan perundang-undangan, dan mempunyai beberapa konsekuensi, dan sumber data yang digunakan berasal dari data sekunder.

Adapun penjelasan mengenai bahan-bahan hukumnya adalah :

Bahan hukum primer :
1. Nama atau kaidah dasar, yaitu pembukaan UUD 1945

2. Peraturan dasar yang meliputi : Batang tubuh UUD 1945 dan Ketetapan-ketetapan MPR

3. Peraturan perundang-undangan yang meliputi : UU dan peraturan yang setaraf, Peraturan pemerintah, Keputusan menteri, dan Keputusan peraturan daerah

4. Bahan hukum yang tidak
dikodifikasikan seperti hukum adat

5. Yuripudensi

Bahan hukum sekunder
yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai hukum-hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian atau pendapat para pakar hukum.

Bahan hukum tersier
yaitu bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus ( hukum ) ensiklopedia.

• Karena seluruh penelitian hukum normatif merupakan data sekunder ( bahan kepustakaan ), maka penggunaan kerangka teoritis tentaif ( skema ) dapat ditinggalkan, tetapi penyusunan kerangka konsepsional dapat digunakan perumusan-perumusan yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar penelitian.

• Dalam penelitian hukum normatif tidak diperlukan hipotesis, kalaupun ada hanyalah hipotesis kerja

• Penelitian hukum normatif diperlukan sample, karena data sekunder ( sebagai sumber data utamanya ) memiliki bobot dan kualitas tersendiri yang tidak bisa diganti dengan data jenis lainnya.

Jenis – jenis :
1. Penelitian inventarisasi hukum-hukum positif

2. Penelitian asas- asas hukum

Kesimpulannya, penelitian hukum normatif adalah hukum yang dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang – undangan ( law in book ).Kegiatan penelitian ini didasarkan pada sistematika,metode dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan mengenalinya.

Selasa, 27 Agustus 2013

Jenis Desain Penelitian Kuantitatif

Jenis Desain Penelitian Kuantitatif - Rencana design yang baik dapat menambah mutu hasil penelitian kuantitatif. Dengan mutu yang meyakinkan, penjelasan perihal hasil penelitian hanya bisa dikaitkan dengan yang ada didalam penelitian. Perihal ini bisa dicapai apabila peneliti dapat mengontrol faktor-faktor lain yang barangkali bisa merubah atau memiliki kontribusi untuk menjelaskan hasilnya.

Pada prinsipnya, desain didalam penelitian kuantitatif meliputi penentuan subjek dari tempat mana informasi atau data dapat didapatkan, teknik yang dipakai didalam pengumpulan data, serta prosedur yang ditempuh untuk pengumpulan, dan perlakuan yang dapat diadakan ( spesial untuk penelitian eksperimental ).

Rencana yang amat mutlak serta berkenaan dengan masalah desain yaitu validitas yakni seberapa jauh penjelasan ilmiah perihal satu fenomena cocok dengan kenyataan. Validitas bisa dibedakan jadi dua: internal serta eksternal. Validitas internal merujuk pada seberapa jauh apa yang dilihat, diukur, serta dianalisis cocok dengan kenyataan. Validitas eksternal merujuk pada kekuatan generalisasi hasil atau dengan kata lain, seberapa jauh hasil dan rangkuman bisa diaplikasikan mengerti populasi dan setting yang lebih luas.

Beberapa jenis desain penelitian kuantitatif :

1. Desain deskriptif

Tipe desain penelitian deskriptif ditujukan untuk memperoleh gambaran perihal satu kenyataan atau menguji jalinan pada kenyataan yang sudah ada atau sudah berlangsung pada subjek. Didalam desain ini, peneliti tidak lakukan manipulasi perlakuan atau penempatan subjek.

2. Desain eksperimental

Didalam design eksperimental, peneliti lakukan manipulasi pada perlakuan ( treatment ) yang diberian pada subjek. peneliti lakukan kontrol pada apa yang dapat dihadapi oleh subjek lewat cara berikan atau tidak berikan kondisi atau perlakuan spesifik dengan sistematis.

3. Desain ex post facto

Desain ini dipakai untuk menjajaki kemungkinan ada jalinan kausal ( sebab-akibat ) pada variabel yang tidak bisa dimanipulasi oleh peneliti. Peneliti memperbandingkan dua grup subjek atau lebih yang relatif sama jika didalam factor spesifik sebagai konsentrasi penyelidikan. Tidak sama dengan design eksperimental, di mana apa yang berlangsung pada subjek sudah dimanipulasi oleh peneliti, design ex post facto fokus penyelidikannya pada apa yang berlangsung pada subjek. ( ibnu hadjar, 1999 )

Itulah macam-macam desain penelitian kuantitatif yang dapat kita ulas dalam artikel ini. Semoga dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan kita.

Senin, 26 Agustus 2013

Seputar Penelitian Asosiatif

Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. Penelitian ini memiliki tingkat yang tertinggi bila di bandingkan dengan penelitian yang lain, seperti penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan menggunakan penelitian ini, dapat kita temukan beberapa teori yang dapat memberikan penjelasan, perkiraan dan kontrol suatu gejala.

Penelitian sendiri di artikan sebagai suatu penyelidikan atau usaha pengujian yang di lakukan secara teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta dan menggunakan langkah-langkah tertentu, dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah suatu masalah. Di sisi lain tujuan dari sebuah penelitian digunakan untuk mengembangkan suatu metode, menguji serta mengemukakan kebenaran suatu masalah atau pengetahuan. Penelitian sejatinya adalah kegiatan yang objektif yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip atau teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif. Kemudian masalah adalah titik sentral atau fokus dari penelitian itu sendiri.

1. Hubungan kausal

Hubungan kausal merupakan hubungan yang sifatnya sebab-akibat, salah satu variabel ( independen ) mempengaruhi variabel yang lain ( dependen ), misalnya adalah pengaruh sosial media dengan kualitas belajar remaja.

2. Hubungan simetris

Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel yang bersifat sejajar atau terjadinya bersamaan,misalnya adalah apakah ada hubungan antara hewan-hewan yang turun dari gunung dengan akan terjadinya suatu bencana. Hubungan ini cenderung tidak menyelidiki siapa yang mempengaruhi dan siapa yang di pengaruhi.

3. Hubungan interaktif atau timbal balik

Hubungan interaktif atau timbal balik atau bisa juga di sebut hubungan respirokal adalah hubungan yang variabelnya saling mempengaruhi. Pada hal ini tidak di ketahui variabel independen maupun dependennya. Misalnya adalah hubungan antara prestasi dan beasiswa, pada kasus ini diasumsikan bahwa orang yang berprestasi akan mendapatkan beasiswa, sebaliknya orang yang mendapatkan beasiswa sudah pasti adalah orang yang berprestasi atau pintar. Contoh yang lain adalah hubungan antara kerja keras dan sukses pada hal ini diasumsikan orang yang memiliki niat lalu bekerja keras kelak ia akan menjadi orang sukses, dan sebaliknya orang yang sukses berawal dari niat dan kerja keras.

Dalam penelitian asosiatif menggunakan teknik analisis kuantitatif atau statistik. Kemudian perhitungan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel antara lain menggunakan perhitungan koefisien korelasi ( Rank Spearman ) dan ( Person Product Moment).

Minggu, 25 Agustus 2013

Desain Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen yaitu penelitian yang didalamnya melibatkan manipulasi pada kondisi subjek yang di teliti, dibarengi usaha kontrol yang ketat pada faktor-faktor luar dan melibatkan subjek pembanding atau metode ilmiah yang sistematis yang dikerjakan untuk membangun jalinan yang melibatkan fenomena sebab-akibat.

Metode penelitian eksperimental adalah metode penelitian yang bisa menguji dengan benar hipotesis yang menyangkut jalinan kausal (sebab-akibat). Didalam studi eksperimental peneliti merekayasa sangat sedikit satu variable, mengontrol variable lain yang relevan, serta mengobservasi efek/pengaruhnya pada satu atau lebih variable terikat. Didalam penelitian pendidikan variable yang dapat dimanipulasi terhitung metode pengajaran, type penguatan, pengaturan lingkungan belajar, type materi belajar serta ukuran grup belajar.

Sedangkan desain penelitian eksperimen, meliputi :

a. Desain postes grup kontrol subjek random : memakai penentuan subjek dengan acak serta melibatkan dua
grup subjek tanpa pretes.

b. Desain pasangan subjek postes dengan random : memakai random pasangan untuk penentuan ke-2 grup subjek sekalian.

c. Desain pretes-postes grup kontrol subjek random : memakai randomisasi penentuan subjek dan memakai pretes serta postes.

d. Desain tiga grup salomon : adalah design yang memakai pretes, postes, penentuan dengan acak, serta melibatkan tiga grup dengan dua grup kontrol.

e. Desain empat grup salomon : nyaris sama juga dengan design tiga grup salomon cuma saja melibatkan empat grup.

f. Desain faktorial simpel : sesuaikan dengan keberadaan factor lain yakni factor level hingga memiliki bentuk yaitu design faktorial.

g. Desain quasi eksperimen : adalah di antara design eksperimen satu variabel

h. Desain grup kontrol tidak ekuivalen : amat pas bila peneliti membutuhkan subjek penelitian yang cocok dengan kondisi serta tatanan yang telah permanen.

i. Desain deret waktu : lakukan pretes serta postes berkali-kali.

j. Desain deret waktu dengan grup kontrol : melibatkan dua grup, yakni grup eksperimen serta grup kontrol serta hasil yang diperoleh lebih menyakinkan dari pada design pretes-postes satu grup.

k. Desain kontrabalans sekurang-kurangnya : melibatkan dua grup yang beroleh perlakuan yang sama juga dengan urutan beroleh perlakuan yang tidak sama hingga jumlah perlakuan serta jumlah grup mesti sama.

Dengan demikian ternyata ada sangat banyak desain penilitian eksperimen yang bisa kita kerjakan. Semoga artikel ini bisa berguna.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Penjelasan Mengenai Sumber Data Penelitian

Sumber data penelitian yaitu sumber subjek dari tempat mana data bisa didapatkan. Jika peneliti memakai kuisioner atau wawancara didalam pengumpulan datanya, maka sumber data itu dari responden, yakni orang yang menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis ataupun lisan. Sumber data berbentuk responden ini digunakan didalam penelitian.

Imam Suprayogo mengemukakan bahwa, tipe sumber data terlebih di dalam penelitian kualitatif bisa diklasifikasi seperti berikut.

Narasumber

Narasumber didalam perihal ini yakni orang yang dapat berikan informasi lisan perihal suatu hal yang ingin kita kenali. Seorang informan mungkin menyembunyikan informasi mutlak yang dimiliki oleh dikarenakan itu peneliti mesti pandai-pandai menggali data lewat cara membangun keyakinan, keakraban serta hubungan kerja dengan subjek yang dieteliti di samping terus gawat serta analitis.

Momen

Data atau informasi juga bisa didapatkan melewati pengamatan pada momen atau kegiatan yang terkait dengan persoalan penelitian. Dari momen atau kegiatan ini, peneliti dapat tahu sistem bagaimana suatu hal berlangsung dengan lebih tentu dikarenakan melihat sendiri dengan segera.

Area
Informasi kondisi dari lokasi momen atau kegiatan dikerjakan dapat digali melalui sumber lokasinya, baik adalah area ataupun lingkungannya. dari pemahaman lokasi serta lingkungan, peneliti dapat dengan cermat membahas serta dengan gawat menarik kemungkinan rangkuman.

Dokumen
Dokumen adalah bahan tertulis atau benda yang terkait dengan satu momen atau kegiatan spesifik. ia dapat adalah rekaman atau dokumen tertulis seperti rekaman, database, surat, arsip, gambar, benda peninggalan yang terkait dengan satu momen. Banyak momen yang sudah lama berlangsung dapat di teliti serta dipahami atas dasar dokumen atau arsip.

Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data didalam penelitian, maka diklasifikasikan jadi tiga sisi yang disingkat dengan 3p yakni : person, place, serta paper. Bila dipandang dari tempat mana sumber data berasal, maka sumber data bisa dibagi jadi sumber data primer serta sumber data sekunder. Data primer yaitu data penelitian yang didapatkan dengan segera dari sumber aslinya atau tanpa perantara. Sekunder yaitu data penelitian yang didapatkan dengan tidak segera melewati media perantara atau didapatkan serta dicatat oleh pihak lain. Penelitian kuantitatif meletakkan sumber data sebagai objek namun penelitian kualitatif meletakkan sumber data sebagai subjek yang mempunyai kedudukan yang mutlak.
Itulah penjelasan tentang sumber data penelitian semoga bisa menambah manfaat untuk anda semuanya.

Jumat, 23 Agustus 2013

Penelitian Eksperimen Pendidikan

Penelitian Eksperimen Pendidikan - Salah satu penelitian yang paling sering digunakan oleh seorang peneliti dalam bidang pendidikan yaitu penelitian eksperimen pendidikan. Di dalam penelitian eksperimen, variabel bebas ( independent variabel ) serta variabel terikat ( dependent variabel ), telah ditentukan secara jelas oleh para peneliti mulai awal penelitian. Variabel bebas terkadang adalah variabel yang diubah secara matematis. Dalam bidang pendidikan, yang diamati sebagai variabel bebas antaranya adalah : teknik mengajar, jenis – jenis penguatan / reinforcement, frekuensi penguatan, fasilitas pendidikan, materi belajar, lingkungan belajar, jumlah kelompok belajar dan lain sebagainya. Variabel terikat yang juga disebut dengan criterion variabe adalah variabel yang diukur menjadi akibat dari manipulasi terhadap variabel bebas.

Variabel terikat ini sering disebut dependent variabel sebab memang fungsi mereka bergantung pada variabel bebas. Penelitian eksperimen pendidikan adalah sebuah penelitian yang dapat menjawab pertanyaan bila anda melakukan sesuatu terhadap keadaan yang dikendalikan secara
ketat apa yang akan terjadi ?. Untuk mengetahui apa ada perubahan / tidak terhadap sebuah kondisi yang di kontrol secara ketat, jadi anda membutuhkan perlakuan / treatment pada keadaan tersebut serta hal inilah yang dikerjakan terhadap penelitian eksperimen pendidikan. Maka penelitian eksperimen pendidikan bisa dikatakan sebagai teknik penelitian yang dipakai untuk mencari hubungan perlakuan pada yang lain di dalam kondisi yang telah terkendali ( Sugiono : 2010 ).

Menurut MacLin dan Solso : 2002, penelitian eksperimen pendidikan merupakan sebuah penelitian yang didalamnya ditemukan paling tidak 1 variabel yang diubah untuk mempelajari antara hubungan sebab-akibat. Oleh sebab itu, penelitian eksperimen pendidikan erat kaitannya di dalam menguji sebuah hipotesis. Maka, dengan kata lain sebuah penelitian eksperimen pendidikan pada prinsipnya bisa diartikan sebagai metode sistematis untuk membangun hubungan yang berisi fenomena sebab akibat / causal – effect relationship. Sebagai contoh hubungan antara sebab – akibat dibidang pendidikan misalnya, mahasiswa yang memiliki nilai matematika diatas rata – rata cenderung sukses dalam menyelesaikan mapel merencana mesin.

Penelitian eksperimen pendidikan terkadang dilaksanakan oleh peneliti untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang berhubungan dengan suatu hal bila dilakukan pada keadaan yang di kontrol dengan teliti. Sekian sedikit ulasan singkat tentang penelitian eksperimen pendidikan, semoga berguna.

Kamis, 22 Agustus 2013

Penjabaran Tinjauan Pustaka Penelitian

Tinjauan pustaka penelitian memiliki arti yaitu peninjauan kembali pustaka-pustaka mengenai ( review of related literatur ). Sesuai dengan arti itu, sebuah tinjauan pustaka penelitian memiliki fungsi sebagai peninjauan kembali / review pustaka ( laporan penelitian dan lain – lain ) mengenai masalah yang berkaitan dan tidak selalu harus cocok identik dengan bidang masalah yang sedang dihadapi, namun termasuk juga yang seiring serta berkaitan ( collateral ).

Fungsi tinjauan pustaka penelitian yang berkaitan adalah hal yang mendasar di dalam penelitian, seperti yang dinyatakan oleh Leedy pada tahun 1997, bahwa semakin banyak peneliti mengetahui, memahami dan mengenal tentang penelitian – penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya ( yang berkaitan erat sesuai dengan topik penelitiannya ). Semakin bisa dipertanggung jawabkan tekniknya meneliti masalah yang dihadapi. Namun demikian, sebagian penulis / peneliti ( usulan penelitian / karya tulis ) menganggap bahwa href="http://www.informasi-pendidikan.com/2013/08/penjabaran-tinjauan-pustaka-penelitian.html">tinjauan pustaka penelitian adalah bagian yang tidak terlalu penting sehingga dibuat asal ada saja / hanya untuk sekedar menyatakan / membuktikan bahwa penelitian yang dikerjakan belum pernah dilaksanakan sebelumnya.

Pembuktian keaslian penelitian itu sebenarnya hanyalah salah 1 dari beberapa fungsi tinjauan pustaka. Kekurangan lain yang terkadang juga dijumpai yaitu dalam penyusunan, penstrukturan / pengorganisasian tinjauan pustaka penelitian. Banyak pembuatan tinjauan pustaka penelitian yang mirip dengan resensi buku ( dibahas buku/buku, tanpa ada hubungan yang bersistem ) / mirip dengan daftar pustaka ( hanya menuliskan siapa penulisnya serta di pustaka mana ditulis, jadi tidak membahas apa yang ditulis ). Tinjauan pustaka memiliki fungsi yakni :

1. Mengungkapkan penelitian – penelitian yang sama dengan penelitian yang akan anda lakukan, dalam hal ini, perlu diperlihatkan juga cara penelitian – penelitian tersebut dalam menjawab permasalahan serta merancang teknik penelitiannya.

2. Membantu memberikan gambaran mengenai metode serta teknik yang digunakan dalam penelitian tersebut.

3. Mengungkapkan sumber – sumber informasi / judul pustaka yang berkaitan dan belum anda ketahui sebelumnya.

4. Mengenal peneliti yang karyanya unik dan penting dalam permasalahan yang sedang anda hadapi. Kemungkinan dapat dijadikan narasumber / bisa ditelusuri karya tulisnya yang lain.

Semoga ulasan singkat kali ini berguna.

Rabu, 21 Agustus 2013

Jenis Data Penelitian

Jenis Data Penelitian - Aktivitas penelitian tidak bisa terlepas dari keberadaan info yang merupakan bahan utama untuk membuat gambaran spesifik tentang objek penelitian. Data merupakan fakta empirik yang sudah dikumpulkan oleh peneliti untuk memecahkan masalah / menjawab pertanyaan penelitian. Data penelitian bisa berasal dari berbagai hal yang dikumpulkan dengan memakai berbagai teknik selama proses penelitian berlangsung. Berikut jenis data penelitian :

1. Data berdasarkan sumbernya = berdasarkan sumbernya, data penelitian bisa dikelompokkan ke dalam 2 jenis yakni data primer serta data sekunder.
  • Data primer merupakan data yang didapat / dikumpulkan oleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya. Data primer biasanya disebut dengan data asli / data baru yang mempunyai sifat up to date. Untuk memperoleh data primer, peneliti wajib mengumpulkannya secara langsung. Cara yang bisa digunakan peneliti untuk mencari data primer yaitu observasi, diskusi terfokus, wawancara serta penyebaran kuesioner.
  • Data sekunder merupakan data yang didapat / dikumpulkan peneliti dari semua sumber yang sudah ada dalam artian peneliti sebagai tangan kedua. Data sekunder bisa didapat dari berbagai sumber misalnya biro pusat statistik yang biasanya disingkat dengan BPS, jurnal buku, laporan dan lain sebagainya. Pemahaman pada ke 2 jenis data di atas dibutuhkan sebagai landasan untuk menentukan cara dan langkah-langkah pengumpulan data penelitian.
2. Data berdasarkan sifatnya = berdasarkan sifat dan bentuknya, data penelitian bisa dibedakan menjadi 2 jenis yaitu data kualitatif ( data yang berbentuk kata – kata atau kalimat ) dan data kuantitatif ( data yang berbentuk angka ). Data kuantitatif bisa dikelompokkan berdasarkan teknik mendapatkannya yakni data diskrit serta data kontinum. Data berdasarkan sifatnya, data kuantitatif tersusun atas data nominal, data interval, data rasio dan data ordinal.
  • Data kualitatif = data kualitatif merupakan data yang berbentuk kalimat bukan berbentuk angka. Data kualitatif didapat melalui berbagai jenis cara pengumpulan data seperti analisis dokumen, wawancara, diskusi terfokus, / observasi yang sudah dituangkan ke dalam catatan lapangan / transkrip. Bentuk lain dari data kualitatif adalah foto yang didapat melalui pemotretan / rekaman video.
  • Data kuantitatif = merupakan data yang berbentuk angka / bilangan. Sesuai dengan kriterianya, data kuantitatif bisa diolah / dianalisis memakai teknik perhitungan statistika / matematika.
Semoga informasi di atas berguna untuk anda.

Selasa, 20 Agustus 2013

Pembahasan Penelitian Empiris

Penelitian empiris merupakan penelitian hukum yang memakai sumber data primer. Data yang diperoleh berasal dari eksperimen dan observasi.

Studi hukum :

1. Hukum bisa dipelajari dan diteliti sebagai sebuah studi tentang law in books.

2. Hukum bisa dipelajari dan diteliti sebagai studi tentang law in action : adalah studi ilmu sosial non doktrinal serta bersifat empiris.

Dalam penelitian sosial hukum tidak dijadikan sebagai suatu gejala otonom (normatif yang mandiri), namun sebagai sebuah institusi sosial yang dihubungkan secara nyata dengan variabel - variabel sosial lainnya. Hukum secara impiris adalah gejala masyarakat yang bisa dipelajari :
Sebagai variabel penyebab / independent variabel yang dapat menimbulkan akibat terhadap berbagai segi kehidupan masyarakat.

Sebagai variabel akibat / dependent variabel yang muncul sebagai hasil akhir / resultante dari berbagai kekuatan di dalam proses sosial. Penelitian hukum ini bukanlah penelitian hukum normatif, studi ini disebut dengan sosiologi hukum (empiris), yakni apabila sarana penelitiannya
adalah hukum yang menjadi variabel akibat / merupakan studi hukum serta masyarakat, yakni jika sasaran penelitiannya ditujukan terhadap hukum yang menjadi variabel independen. Adanya perbedaan dari penelitian sosiologis (empiris) dan normatif akan mengakibatkan perbedaan terhadap langkah – langkah teknis di dalam penelitian yang harus dikerjakan dan terhadap desain – desain penelitian yang wajib dibuat. Berikut perbedaan penelitian hukum sosiologis dengan penelitian normatif :

Penelitian hukum sosiologis ( empiris ) = memberikan arti penting terhadap analisis yang bersifat kuantitatif dan empiris, sehingga langkah dan desain teknis penelitian tersebut mengikuti pola dari penelitian ilmu sosial khususnya ilmu sosiologis ( socio – legal research ). Oleh sebab itu langkahnya adalah dengan dimulai dari perumusan hepotetis dan perumusan permasalahan, melalui penetapan sampul, lalu pengukuran variabel, selanjutnya pengumpulan data serta pembuatan desain analisis, dan semua proses diakhiri dengan menarik sebuah kesimpulan.


Metode yang digunakan adalah pendekatan yang sekiranya bisa diterapkan di dalam penelitian tersebut, yaitu :

1. Pendekatan yang bersifat normatif / legal research

2. Metode empiris / yuridis sosiologis

3. Menggunakan gabungan keduanya

Itu tadi sedikit penjelasan tentang penelitian empiris, semoga dapat menambah pengetahuan anda dan berguna.

Selasa, 13 Agustus 2013

Tipe Penelitianin

Tipe penelitian bisa ditinjau dari beberapa sudut pandang, oleh sebab itu yipe penelitian bisa dibedakan menjadi berikut :

1. Dari sudut sifatnya

a. Penelitian yang memiliki sifat eksploratif / penjajakan atau penjelajahan = penelitian ini mempunyai tujuan untuk mempertajam pengetahuan tentang suatu gejala tertentu agar memperoleh gagasan-gagasan baru mengenai sebuah gejala tersebut. Hal ini dilakukan untuk pengetahuan yang masih baru, dan belum banyak informasi tentang masalah yang diteliti / bahkan belum ada. Penelitian ini digunakan untuk tahap awal dari suatu penelitian. Dalam bidang hukum penelitian ini seperti penelitian tentang masalah identifikasi hukum

b. Penelitian yang memiliki sifat deskriptif = penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara tepat dari sifat-sifat suatu individu, kondisi / gejala kelompok tertentu / untuk menentukan penyebaran dari suatu gejala, untuk menentukan ada dan tidaknya hubungan antar satu gejala dengan gejala lain di dalam masyarakat. Deskripsi adalah pertanyaan faktual di dalam peristiwa sejarah yang meliputi what, when, who, dan where. Penelitian ini biasanya bermula dari hipotesis, biasanya juga tidak, bisa membentuk teori-teori baru / mempertajam teori yang telah ada, serta bisa memakai data kuantitatif dan kualitatif.

c. Penelitian yang memiliki sifat eksplanatif ( menjelaskan ) = penelitian eksplanatif memiliki tujuan untuk menguji hipotesis mengenai ada dan tidaknya hubungan antara sebab akibat dari variabel yang diteliti. Dengan begitu penelitian ini baru bisa dilakukan jika informasi-informasi mengenai masalah yang diselidiki telah cukup banyak, artinya sudah ada teori sebelumnya serta sudah ada penelitian empiris sebagai penguji berbagai hipotesis. Penelitian ini memiliki bentuk eksperimen yang dipadukan ilmu eksakta.

Sebenarnya penelitian eksperimen adalah menguji hubungan antara sebab akibat, wajib ada 2 kelompok yang memiliki ciri-ciri yang sama, yakni kelompok pertama merupakan kelompok yang diteliti serta kelompok kedua merupakan kelompok kontrol. Cara pengujiannya adalah dengan memberikan perlakuan kepada kelompok yang diuji / diteliti, dan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Jika sesudah diberi perlakuan terjadi perubahan dengan kelompok kontrol, maka perbedaan itu merupakan akibat dari perlakuan tertentu, sedangkan perlakuan yang diberikan merupakan sebab yang terjadi dari perbedaan tersebut.

Syarat Penelitian

Ada beberapa persyaratan penelitian yang penting dan harus diketahui terlebih dahulu. Berikut akan kami rangkum secara jelas dibawah ini.

1.Syarat-syarat dari latar belakang masalah :
Argumentasikan urgensi penelitian, jadi orang percaya bahwa kejadian itu perlu untuk diteliti

Bagaimana meyakinkan terhadap pembaca bahwa hal itu penting

Kemukakan fakta-fakta awal dengan kongkrit

Jelaskan kesenjangan yang ada di antara dassain / keadaan yang ada dengan dassolen / keadaan yang diinginkan.

Perlu segera ditangani dan perlu diteliti

Jelaskan ide-ide awal

2. Syarat-syarat rumusan masalah :
Berisi pertanyaan yang nantinya akan dijawad lewat pengumpulan data, pengolahan serta analisis data.

Rumusan masalah sebaiknya tersusun dari 2 / 3

Harus memiliki referensi ( tijauan pustaka )

3. Tinjauan pustaka adalah mereview pendapat-pendapat dari orang lain dan terbagi menjadi 2 yakni :
Landasan teoritis = setiap teori memiliki asumsi yang sesuai dengan keadaan nyata di masyarakat.

Landasan empiris = menyusun hasil penelitian dari orang lain yang

lalu digunakan sebagai landasan yang melengkapi susunan ilmiah yang sebelumnya sudah ada.

Kerangka pikir adalah ide gagasan yang berasal dari peneliti serta melihat hubungan sesudah membaca referensi, lalu memilih pendekatan apa yang digunakan.

Jenis-jenis penelitian menurut tujuan :
1. Penelitian murni

Adalah penelitian yang dilakukan sekedar untuk memahami fenomena organisasi dengan mendalam serta hasil penelitian tersebut digunakan untuk pengembangan ilmu manajemen / administrasi.

2. Penelitian terapan

Adalah penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang nantinya bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah.

3. Penelitian survey

Merupakan penelitian yang diarahkan pada populasi besar / kecil, namun data yang dipahami merupakan data dari contoh yang diambil dari organisasi tersebut, jadi ditemukan kejadian relatif, distributif, serta hubungan antar variabel. Seperti : penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan kecenderungan warga dalam memilih calon pemimpin nasional serta daerah, kualitas masyarakat Indonesia dilihat dari SDM nya.

4. Penelitian sx post facto

Merupakan sebuah penelitian yang diarahkan untuk menyelidiki kejadian yang sudah terjadi serta kemudian untuk mengetahui faktor-faktor yang bisa menyebabkan kejadian ini muncul. Misalnya : penelitian untuk menjelaskan sebab terjadinya kebakaran di dalam sebuah gedung pemerintahan / penelitian untuk mengungkapkan penyebab munculnya kerusuhan pada suatu daerah.

Senin, 12 Agustus 2013

Teknik Penelitian

Pengumpulan data adalah salah satu teknik penelitian yang paling penting. Menyusun instrumen memang kegiatan yang penting dalam penelitian, namun mengumpulkan data lebih penting, terutama bila peneliti memakai metode yang rawan akan masuknya unsur subjektif dari peneliti. Itulah pentingnya mengumpulkan data, maka harus ditangani dengan serius supaya hasil yang didapat sesuai dengan fungsinya yakni pengumpulan data yang cocok dan tepat.

Pengumpulan data di dalam penelitian harus dipantau supaya data yang didapat bisa terjaga tingkat validitas serta realiabilitasnya. Walaupun sudah memakai instrumen yang valid serta reliabel namun bila dalam proses penelitian anda tidak memperhatikan dengan baik, maka data yang terkumpul bisa jadi hanya tumpukan sampah. Peneliti yang mempunyai jawaban responden sesuai dengan keinginannya akan tidak reliabel. Petugas pengumpulan data sangat mudah dipengaruhi dengan keinginan pribadinya dan akan semakin condong kepada data yang terkumpul.

Oleh sebab itu, walaupun pengumpul data hanya sebatas sebagai pengumpul data, namun harus tetap memenuhi standar dan persyaratan yakni memiliki keahlian yang baik dalam melakukan kegiatan pengumpulan data. Mengumpulkan data memang merupakan pekerjaan yang sulit dan melelahkan. Di dalam penelitian sosial, biasanya petugas pengumpul data mondar-mandir dari sekolah satu ke sekolah yang lain / dari rumah satu ke rumah yang lain melakukan interview / membagi angket. Memang kadang sangat mudah memperoleh responden namun ada saat juga sulit sehingga akan menimbulkan keputusasaan. Oleh sebab itu biasanya kegiatan ini diberikan kepada peneliti junior dan peneliti senior yang membuat desain, mengolah data, menyusun instrumen, serta mengambil kesimpulan. Berikut beberapa jenis pengumpulan data :

1. Pengumpulan data lewat kuesioner / angket = banyak penelitian yang memakai kuesioner sebagai teknik yang dipilih dalam mengumpulkan data. Kuesioner / angket memangan memiliki banyak kelebihan sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Prosedur penyusunan kuesioner sebagai berikut :

Merumuskan tujuan yang ingin dicapai

Mengidentifikasi variabel yang ingin dijadikan sasaran

2. Pengumpulan data lewat interview = teknik interview membutuhkan waktu yang lumayan lama dalam mengumpulkan data bila dibandingkan dengan menyebarkan angket. Interview sangat rumit dan sulit, peneliti harus memperhatikan dari cara duduk sampai cara menginterview responden.

Sekian info kali ini semoga berguna.

Macam-Macam Metode Penelitian

Metode penelitian adalah rangkaian dari cara / kegiatan pelaksanaan penelitian dan didasari oleh pandangan filosofis, asumsi dasar, dan ideologis serta pertanyaan dan isu yang dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu. Rancangan ini menjelaskan prosedur / langkah-langkah yang harus dijalani, waktu penelitian, kondisi data dikumpulkan, sumber data serta dengan cara apa data tersebut dibuat dan diolah. Tujuan dari rancangan ini adalah menggunakan metode penelitian yang baik dan tepat, dirancang kegiatan yang bisa memberikan jawaban yang benar terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian. Berikut macam-macam metode penelitian :

1. Penelitian kuantitatif

Penelitian ini didasari oleh suatu filsafat positivisme yang mengacu pada fenomena-fenomena objektif serta dikaji secara kuantitatif. Memaksimalkan objektivitas desain dalam penelitian dengan memakai angka-angka, struktur, pengolahan statistik, dan percobaan terkontrol. Di dalam penelitian kuantitatif ada beberapa metode yakni : deskriptif, survei, komparatif, penelitian tindakan, korelasional, dan ekspos facto.

2. Penelitian deskriptif 
Penelitian deskriptif merupakan sebuah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang ada, dan yang sedang berlangsung saat ini maupun yang lampau. Seperti : berapa lama orang dewasa menghabiskan waktunya untuk bekerja. Penelitian deskriptif, dapat menjelaskan sesuatu kondisi saja, namun dapat juga menjelaskan keadaan da dalam langkah-langkah perkembangannya. Penelitian yang demikian disebut dengan penelitian perkembangan (developmental studies). Ada 2 sifat di dalam penelitian perkembangan yakni longitudinal / sepanjang waktu dan cross sectional / dalam potongan waktu.

3. Penelitian survei
Metode survei digunakan untuk mendapatkan informasi dalam bentuk opini dari sejumlah orang terhadap isu dan topik tertentu. Dalam survei ada 3 karakter utama yaitu 1) informasi dikumpulkan dari kelompok besar orang yang digunakan untuk menjelaskan beberapa aspek tertentu. 2) informasi dikumpulkan lewat pengajuan pertanyaan (biasanya tertulis). 3) informasi yang didapat dari sampel, tidak dari populasi. Tujuan dari survei adalah untuk mengetahui gambaran umum dari populasi.

4. Penelitian ekspos facto
Metode yang meneliti hubungan antara sebab dan akibat. Penelitian ini dilakukan terhadap program, kejadian / kegiatan yang sudah berlangsung / telah terjadi. Seperti penelitian tentang pemberian gizi pada waktu hamil bisa menyebabkan bayi sehat.

Di atas adalah sedikit penjelasan mengenai macam-macam metode penelitian. Semoga berguna.