Rabu, 31 Juli 2013

Penelitian Pendidikan

Pengertian dari penelitian pendidikan adalah suatu kegiatan yang sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati kebenaran mengenai permasalahan pendidikan atas dasar penalaran yang rasional dan logis, serta adanya dukungan dari fakta empiris.

Penelitian pendidikan umumnya dilakukan untuk mengembangkan, menemukan dan menguji atas kebenaran dari suatu konsep, prinsip, pengetahuan dan mengenai pendidikan secara umum. Adapun tujuan penelitian pendidikan sebagai berikut :
  1. Untuk bahan masukan, meningkatkan mutu isi, proses serta hasil pembelajaran dan pendidikan di sekolah.
  2. Untuk membantu tenaga kependidikan seperti guru dan lainnya dalam mengatasi masalah pendidikan dan pembelajaran baik di luar maupun di dalam kelas.
  3. Untuk meningkatkan profesionalisme di dalam dunia pendidikan maupun tenaga kependidikan.
  4. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya akademik dalam lingkungan sekolah, sehingga bisa melakukan perbaikan mutu pembelajaran dan pendidikan secara berkelanjutan.
  5. Untuk meningkatkan keterampilan bagi tenaga pengajar khususnya saat melakukan PBT.
  6. Untuk meningkatkan kerja sama yang profesional di antara para pendidik maupun tenaga kependidikan.
Selain itu manfaat dari penelitian pendidikan sendiri yaitu :
  1. Sebagai peta yang dapat mendeskripsikan mengenai keadaan pendidikan serta mendeskripsikan tentang kemampuan sumber daya mengenai kemungkinan hambatan yang bisa dihadapi.
  2. Sebagai sarana diagnosis ketika mencari penyebab suatu kegagalan dan masalah yang di hadapi pada saat pelaksanaan pendidikan agar bisa dicari penyelesaiannya.
  3. Sebagai bahan dasar untuk menyusun suatu kebijakan, termasuk strategi dalam pengembangan pendidikan.
  4. Sebagai masukan yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dalam peralatan, pembiayaan, perbekalan dan tenaga kerja yang memiliki peran dalam keberhasilan pendidikan.
Untuk jenis-jenis dari penelitian pendidikan sendiri dibagi menjadi 6 bagian yakni :

Penelitian Deskriptif
Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan suatu kegiatan penelitian yang dilakukan terhadap objek-objek tertentu dengan cara sistematis dan jelas.

Penelitian Eksperimen
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 persyaratan yaitu peneliti harus melakukan kegiatan mengontrol, kemudian memanipulasi serta melakukan observasi.

Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian terhadap refleksi diri berdasarkan yang sudah dilakukan partisipan selama ini dalam situasi-situasi sosial (pendidikan) agar bisa memperbaiki praktek yang dilakukannya.

Penelitian Kualitatif
Metode penelitian ini yang sering kali digunakan untuk melakukan penelitian terhadap kondisi objek alamiah.

Penelitian Kuantitatif
Metode penelitian ini yang digunakan untuk meneliti sampel atau populasi tertentu.

R & D
Research an Development atau penelitian dan pengembangan ini merupakan strategi yang ampuh untuk memperbaiki praktek. Maksudnya untuk mengembangkan produk baru.

Pada hakikatnya penelitian pendidikan merupakan cara untuk memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai upaya untuk memahami proses kependidikan.

Selasa, 30 Juli 2013

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas atau yang biasa disingkat PTK ini terdiri atas 3 kata, yakni penelitian, tindakan serta kelas. Maksudnya penelitian adalah suatu kegiatan untuk mengamati sebuah objek dengan menggunakan metode tertentu serta memiliki tujuan untuk mendapatkan data yang berguna demi mencapai suatu tujuan tertentu.

Sedangkan Tindakan merupakan sesuatu yang dilakukan dengan sengaja demi mencapai tujuan. Sementara itu, suatu penelitian tindakan kelas diartikan sebagai pembelajaran sistematis atas upaya dalam meningkatkan praktek pendidikan oleh partisipan dengan cara refleksi serta menggunakan tindakan praktis mereka terhadap pengaruh dari tindakan tersebut. Untuk konteks pendidikan sendiri, PTK bisa juga diartikan sebagai tindakan perbaikan guru untuk mengorganisasikan suatu pembelajaran dengan sistematik supaya mendapatkan hasil yang tentunya lebih baik.

PTK atau penelitian tindakan kelas juga dibagi ke dalam 2 jenis yakni PTK praktis dan PTK partisipan. Pembagian dalam penelitian tindakan kelas tersebut kita kenal dengan action research practical. Untuk tujuan dari PTK praktis sendiri yaitu untuk meneliti situasi dan kondisi sekolah tertentu supaya keahliannya lebih meningkat. Jadi penelitian tersebut terfokus agar meningkatkan wawasan dan
pembelajaran siswa serta meningkatkan kemampuan guru.

Adapun manfaat dari Penelitian tindakan kelas antara lain :

· PTK bisa dilakukan oleh semua tipe maupun level sekolah, guru kelas baik itu secara kelompok maupun individu dan bahkan pimpinan sekolah sekalipun.

· PTK bisa memperbaiki kualitas praktek pendidikan, membantu guru maupun pimpinan sekolah untuk meningkatkan kompetensi.

· PTK bisa memberi ruang kepada partisipan pendidikan untuk melakukan penelitian, jadi mereka bisa terus mengembangkan metode yang efektif dalam pembelajaran.

· PTK bisa membantu para guru dalam mengidentifikasi masalah dengan sistematis.

· PTK bisa membangun komunitas dengan berorientasi penelitian pada suatu sekolah tertentu.

Untuk penelitian tindakan kelas juga dibagi menjadi tiga karakteristik utama yaitu :

· Penelitian tindakan yang difokuskan terhadap isu lokal serta digunakan dalam konteks lokal.

· Penelitian tindakan yang dilakukan untuk dan oleh praktisi.

· Hasil dari penelitian tindakan (suatu tindakan atau perubahan yang diterapkan oleh praktisi untuk konteks tertentu).

Sementara prinsip yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ada beberapa meliputi :

· Kegiatan yang nyata untuk situasi rutin

· Adanya kesadaran untuk memperbaiki kinerja

· SWOT yang digunakan sebagai dasar penelitian

· Upaya sistematik dan empiris

· Mengikuti prinsip SMART untuk perencanaan

Pada dasarnya tujuan dari penelitian tindakan kelas yaitu untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas dari pembelajaran dan juga membantu memberdayakan pengajar untuk memecahkan masalah mengenai pembelajaran di sekolah.

Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang di dalamnya tidak menggunakan model statistik, matematis atau komputer. Jadi penelitian tersebut dimulai dari menyusun beberapa asumsi dasar serta aturan berpikir yang nantinya akan digunakan di dalam penelitian. Selain itu metode penelitian kualitatif juga biasa disebut dengan metode penelitian naturalistik, hal ini dikarenakan dalam penelitian yang dilakukan itu dengan cara alamiah (natural).

Di dalam metode penelitian kualitatif sendiri terdapat 5 karakteristik yang menjadi pokok dalam penelitian tersebut, yaitu :

· Menggunakan lingkungan untuk sumber datanya

Misalnya seperti kondisi sosial yang akan dijadikan sebagai kajian utama dalam penelitian. Dengan pergi ke lokasi, kemudian mempelajari dan memahami situasi di sana. Jadi yang diamati sebenarnya tidak jauh dari konteks lingkungan tempat di mana tingkah laku tersebut berlangsung.

· Mempunyai sifat deskriptif analitik

Di sini semua data yang didapat dari lapangan disusun oleh peneliti, kemudian dilakukan analisa dengan membandingkan, mencari hubungan serta menentukan pola dari data aslinya. Dari analisa tersebut nantinya akan disusun dalam bentuk uraian naratif.

· Lebih menekankan pada
prosesnya (bukan hasil)

Jadi data yang dibutuhkan lebih berkenaan dengan beberapa pertanyaan seperti mengapa, apa serta bagaimana untuk mengungkap suatu proses dan bukan hasil dari kegiatan.

· Bersifat induktif

Penelitian tidak dilakukan secara deduksi melainkan dimulai dari kondisi lapangan yaitu fakta empirisnya.

· Mengutamakan makna

Makna yang ditekankan di sini seputar peristiwa.

Sementara berdasarkan penggunaannya, maka bisa dikemukakan mengenai tujuan dari penelitian kualitatif di bidang pendidikan yakni :

· Untuk menggambarkan proses suatu kegiatan pendidikan atas dasar yang terjadi sebenarnya di lapangan untuk bahan kajiannya yang nantinya berguna untuk menemukan kelemahan dan kekurangan pendidikan sehingga bisa ditentukan penyempurnaannya.

· Menafsir dan menganalisa suatu gejala, fakta serta peristiwa pendidikan yang tengah terjadi di lapangan dalam konteks ruang, waktu dan situasi secara alami.

· Menyusun hipotesa yang berhubungan dengan prinsip dan konsep pendidikan atas informasi dan data sebenarnya terjadi di lapangan yang berguna untuk kepentingan pengujian lanjutan dengan pendekatan kualitatif.

Yang menjadi kajian penelitian kualitatif di dalam suatu pendidikan yaitu erat kaitannya dengan proses bimbingan, pengajaran, manajemen atau pengelolaan kelas, pengawasan dan kepemimpinan pendidikan, upaya pengembangan kinerja profesi guru serta dan sebagainya. Selain itu penelitian kualitatif kerap digunakan dalam penelitian tindakan kelas dan dalam bidang pendidikan.

Definisi Penelitian

Definisi Penelitian - Sebenarnya kata riset atau penelitian sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dalam spektrum arti kata yang luas sehingga biasanya membuat bingung siswa untuk mempelajari arti dari kata tersebut dengan petunjuk atau tanda-tanda yang jelas untuk membedakan satu dengan lainnya. Bisa saja yang dahulunya dikenali sebagai suatu penelitian pada kenyataannya bukan, dengan begitu beberapa konsep yang salah pastinya harus diganti dengan konsep yang baru sementara konsep yang lama harus dibuang.

Pada dasarnya, semua manusia selalu ingin tahun serta hal ini bisa mendorongnya untuk bertanya dan juga mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Salah satunya yaitu dengan melakukan sebuah penelitian. Adapun cara lain yaitu dengan bertanya kepada seseorang atau melalui buku bacaan, akan tetapi cara tersebut tidak selalu bisa memperoleh jawaban ataupun jawaban yang kita dapatkan tidak meyakinkan.

Definisi penelitian sendiri biasanya sering disangkut pautkan dengan informasi atau pengumpulan data, kajian dokumentasi, studi pustaka, perubahan produk, penulisan makalah dan yang lainnya. Kata penelitian atau riset ini umumnya dikonotasikan dengan melakukan pekerjaan menyendiri di dalam laboratorium, perpustakaan maupun dalam kehidupan sehari-hari secara eksklusif.

Akan tetapi pada tulisan kali ini akan menjelaskan definisi dari penelitian serta membedakannya dengan suatu hal yang bukan penelitian. Adapun definisi dari penelitian yaitu :

  • Penelitian atau riset merupakan suatu proses yang dilakukan dengan sistematis dengan meliputi pengumpulan dan analisis data (informasi) dalam upaya meningkatkan pengertian kita mengenai fenomena yang telah menjadi perhatian kita maupun hal yang kita minati.

Selain itu ada juga pendapat lain mengenai definisi dari penelitian yang sebenarnya tidak jauh berbeda yaitu :

  • Penelitian adalah suatu proses ilmiah yang di dalamnya mencakup sifat intensif dan formal. Karakter intensif dan formal tersebut dikarenakan adanya ikatan terkait dengan urutan, aturan dan juga cara penyajiannya supaya mendapatkan hasil yang bermanfaat serta diakui bagi kehidupan. Menerapkan ketepatan dan ketelitian dalam melakukan penelitian harus dilakukan secara intensif supaya hasilnya bisa dipertanggungjawabkan, bisa memecahkan masalah dengan hubungan sebab akibat, serta bisa diulang kembali dengan menggunakan cara sama dan juga hasil yang sama. 

Demikian definisi dari penelitian yang bisa anda jadikan referensi.

Jumat, 26 Juli 2013

Pengertian Guru Profesional

Pengertian Guru Profesional - Guru merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar. Seorang guru ikut berperan serta dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Pengertian guru profesional menurut para ahli adalah semua orang yang mempunyai kewenangan serta bertanggung jawab tentang pendidikan anak didiknya, baik secara individual atau klasikal, di sekolah atau di luar sekolah.

Guru adalah semua orang yang mempunyai wewenang serta mempunyai tanggung jawab untuk membimbing serta membina murid. Latar belakang pendidikan bagi guru dari guru lainnya tidak selalu sama dengan pengalaman pendidikan yang dimasuki dalam jangka waktu tertentu. Adanya perbedaan latar belakang pendidikan bisa mempengaruhi aktivitas seorang guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Namun, karena tidak sedikit guru yang diperlukan di madrasah maka latar belakang pendidikan seringkali tidak begitu dipedulikan.

Jika kompetensi mempunyai arti kecakapan atau kemampuan, hal ini erat kaitannya dengan pemilihan ilmu, kecakapan atau keterampilan menjadi seorang guru. Kompetensi adalah suatu tugas
yang memiliki dan mempunyai kecakapan atas pengetahuan, keterampilan serta kemampuan yang dituntut karena jabatan seseorang.

Pengertian guru profesional adalah semua orang yang mempunyai kewenangan serta mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan siswa, baik individual atau klasikal. Hal ini berarti bahwa guru, harus memiliki minimal dasar kompetensi sebagai bentuk wewenang dan kemampuan di dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kompetensi guru adalah suatu keahlian yang wajib dipunyai oleh guru, baik dari kemampuan segi pengetahuan, kemampuan dari segi keterampilan dan tanggung jawab pada murid-murid yang di didiknya, sehingga dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik bisa berjalan dengan baik.

Hal ini guru perlu untuk mengetahui dan memahami kompetensi sebagai seorang guru. Kompetensi guru menjadi modal penting di dalam pengelolaan pendidikan dan pengajaran yang begitu banyak macamnya. Dilihat secara garis besar ada dua segi yaitu dari segi kompetensi pribadi serta dari kompetensi guru professional. Dengan macam-macam kompetensi itu maka pengertian guru profesional harus mampu mengembangkan kepribadian, berinteraksi serta berkomunikasi, mampu melaksanakan bimbingan serta penyuluhan, melaksanakan administrasi sekolah, menjalankan penelitian sederhana sebagai keperluan pengajaran, menguasai landasan kependidikan, memahami bahan pengajaran, menyusun program pengajaran, melaksanakan program pengajaran, dan mengevaluasi hasil dan proses belajar mengajar yang telah dijalankan.

Kamis, 25 Juli 2013

Disiplin Kerja Guru

Disiplin kerja guru sangat diperlukan oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Kedisiplinan merupakan fungsi operasional dari manajemen sumber daya manusia. Kedisiplinan adalah fungsi operatif yang paling penting karena semakin baik suatu kedisiplinan karyawan maka semakin tinggi disiplin kerja yang bisa diraih. Disiplin kerja bisa diartikan sebagai bentuk dari ketaatan atas perilaku seseorang di dalam mematuhi peraturan-peraturan dan ketentuan tertentu yang ada kaitannya dengan pekerjaan.

Tanpa adanya disiplin yang baik maka akan sangat sulit bagi sebuah perusahaan untuk mencapai hasil optimal. Disiplin yang baik adalah cerminan terhadap besarnya rasa tanggung jawab seseorang akan tugas yang dia terima. Dengan adanya sikap disiplin akan mendorong gairah kerja, untuk mewujudkan tujuan perusahaan.

Disiplin kerja guru menginginkan untuk dilaksanakannya semua peraturan yang sudah ada dan jika terjadi pelanggaran maka harus diambil tindakan. Tindakan atas kesalahan yang dilakukan bisa berupa hukuman atau sanksi yang tegas serta tidak bisa ditawar. Seorang ahli mendefinisikan disiplin adalah suatu pilihan di dalam hidup untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara menjalankan apa yang sebenarnya tidak diinginkan.

Sesudah melakukan hal yang sebenarnya tidak diinginkan tersebut dalam waktu beberapa lama, akhirnya disiplin menjadi pilihan dalam hidup demi mendapat apa yang diinginkan dengan menjalani apa yang akhirnya sekarang menjadi ingin dilakukan. Seseorang bisa menjadi disiplin serta akhirnya menikmatinya sesudah beberapa tahun menjalaninya.

Unsur yang terikat di dalam disiplin kerja guru adalah adanya peraturan, pedoman pelaksanaan, sanksi dan hukuman, kesadaran serta kesediaan untuk mentaati dan memperteguh pedoman organisasi. Dari uraian itu bisa dijelaskan bahwa disiplin kerja merupakan salah satu bentuk kesadaran serta kesediaan pekerja untuk menghargai dan patuh, serta taat terhadap peraturan yang berlaku baik peraturan tertulis atau peraturan tidak tertulis dengan konsekuensi siap menanggung sanksi apabila melakukan kesalahan.

Disiplin merupakan syarat yang harus ada bagi semua yang ingin membangun sebuah kebiasaan yang baru. Manusia baru akan mendapatkan sebuah kebiasaan baru pada saat dia secara disiplin menjalankan hal tersebut terus-menerus tanpa pernah terputus dalam selang waktu yang sudah ditentukan.

Rabu, 24 Juli 2013

Definisi Guru Profesional

Definisi Guru Profesional - Dalam istilah profesional sering dikaitkan dengan orang yang menerima upah atau gaji dari apa yang sudah dia kerjakan, baik dikerjakan dengan sempurna atau tidak. Dalam hal ini yang dimaksud dengan profesional adalah untuk guru. Suatu pekerjaan yang profesional ditunjang oleh ilmu tertentu yang mendalam yang diperoleh dari lembaga pendidikan yang sesuai sehingga pekerjaannya berdasarkan keilmuan yang dimiliki yang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu seorang guru perlu mempunyai kemampuan khusus, suatu kemampuan yang tidak mungkin dipunyai oleh yang bukan seorang guru.

Definisi guru profesional adalah kemampuan seorang guru untuk melaksanakan tugas pokoknya sebagai seorang pendidik dan pengajar yang meliputi kemampuan dalam merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Prinsipnya adalah setiap guru harus dilatih secara periodik di dalam menjalankan tugasnya. Apabila jumlah guru sangat banyak, maka seorang kepala sekolah bisa meminta wakilnya atau guru senior untuk membantu melakukan supervisi.

Keberhasilan seorang kepala

sekolah menjadi supervisor bisa ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja guru. Peningkatan kinerja guru ini ditandai dengan kesadaran serta keterampilan menjalankan tugas yang bertanggung jawab. Profesional merupakan pekerjaan atau aktivitas yang dijalankan oleh seseorang serta menjadi sumber pendapatan untuk kehidupan yang membutuhkan keahlian atau kecakapan yang memenuhi standar mutu pendidikan profesi.

Seorang guru profesional harus mempunyai empat kompetensi guru yang sudah ditetapkan dalam Undang-undang. Dalam keempat kompetensi guru seperti yang dimaksud dalam definisi guru profesional seorang guru harus mempunyai kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran secara luas serta. Penguasaan ini meliputi konsep dan struktur, serta metoda keilmuan atau teknologi atau seni yang sesuai dengan materi ajar.

Dalam definisi guru profesional, seorang guru harus mempunyai kompetensi kepribadian dimana hal tersebut adalah kemampuan kepribadian yang stabil dan dewasa, arif, bijaksana, berakhlak mulia dan berwibawa. Seorang guru juga harus mempunyai kompetensi profesional yang merupakan kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran yang luas dan mendalam. Kemampuan menguasai materi antara lain tentang konsep dan struktur materi ajar, materi ajar yang ada di dalam kurikulum, hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. Guru profesional juga harus mempunyai kompetensi sosial yang merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat.

Selasa, 23 Juli 2013

Ciri Guru Profesional

Ciri Guru Profesional - Guru yang sudah sertifikasi maka menjadi guru profesional adalah hal yang wajib. Berikut ini merupakan beberapa dari ciri guru profesional yang mungkin bisa menjadi panutan bagi yang ingin mengembangkan diri agar benar-benar menjadi guru profesional.

1. Guru harus selalu mempunyai tenaga untuk siswanya. Guru yang baik akan memberi perhatian pada siswa di setiap obrolan atau diskusi yang dilakukan dan punya kemampuan mendengar dengan seksama.

2. Seorang guru harus mempunyai tujuan yang jelas. Ciri guru profesional adalah menetapkan tujuan setiap pelajaran secara jelas dan bekerja guna memenuhi tujuan dalam setiap kelas.

3. Mempunyai keterampilan untuk mendidik agar murid disiplin. Guru harus mempunyai keterampilan disiplin yang efektif. Hal ini agar bisa memberi promosi atas perubahan perilaku positif di dalam kelas.

4. Mempunyai keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik. Guru harus mempunyai keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik serta bisa memastikan agar perilaku
siswa menjadi baik saat siswa belajar dan bekerja sama.

5. Guru harus bisa berkomunikasi secara baik dengan orang tua murid. Seorang guru harus menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua dan bisa membuat mereka selalu mengerti tentang informasi yang sedang terjadi.

6. Guru mempunyai ekspektasi yang tinggi pada muridnya. Guru profesional memiliki ekspektasi besar pada siswa serta memacu semua siswa untuk terus bekerja dan mengerahkan potensi terbaik yang mereka miliki.

7. Mempunyai pengetahuan perihal kurikulum. Guru harus mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai kurikulum sekolah dan standar yang lain. Guru dengan sekuat tenaga akan memastikan bahwa pengajaran yang mereka lakukan sudah memenuhi standar-standar tersebut.

8. Mempunyai pengetahuan mengenai subyek yang diajarkan. Meskipun sudah jelas, namun terkadang diabaikan. Guru profesional memiliki pengetahuan yang sangat baik dan antusiasme terhadap subyek yang diajarkan. Guru tersebut selalu siap untuk menjawab semua pertanyaan dan menyimpan berbahai bahan yang menarik bagi siswa.

9. Guru selalu memberikan yang paling baik bagi anak didik di dalam proses pengajaran. Ciri guru profesional adalah selalu bergairah dalam mengajar dan bekerja bersama dengan anak didik. Guru akan merasa gembira ketika bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupannya dan memahami efek yang mereka miliki.

Senin, 22 Juli 2013

Tata Tertib Guru

Tata tertib guru dibuat dengan tujuan supaya jadi pedoman untuk guru dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, serta kewajibannya sebagai pengajar dan pendidik demi tujuan tercapainya pendidikan nasional yang sesuai dengan Pancasila serta UUD 1945. Guru mempunyai tanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan mempunyai tugas serta kewajiban menjalankan proses belajar mengajar secara aktif, efisien dan efektif.

Didalam tata tertib guru, seorang guru mempunyai tugas untuk menyusun program pembelajaran, menyusun silabus pembelajaran, menjalankan program pembelajaran. Guru juga bertugas untuk melaksanakan evaluasi hasil belajar mengajar dan mempunyai tanggung jawab atas tercapainya target kurikulum. Guru bertugas untuk mengadakan pengembangan di setiap bidang pendidikan yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Tugas lain dari seorang guru adalah membuat analisis tentang hasil ulangan harian yang sudah dijalankan, menyusun dan menjalankan program perbaikan dan pengayaan, meneliti kehadiran siswa sebelum berlangsungnya pembelajaran, membuat dan menyusun lembar kerja untuk semua mata pelajaran yang memerlukannya. Guru bertugas untuk membuat catatan mengenai kemajuan hasil belajar tiap siswa.

Di dalam tata tertib guru juga dijelaskan tentang kewajiban seorang guru. Guru harus menyadari bahwa pendidikan merupakan bidang pengabdian kepada Tuhan, Tanah Air, Bangsa serta Negara sehingga seorang guru mempunyai berbagai kewajiban. Kewajiban guru antara lain adalah menjaga kode etik keguruan, mengikuti Upacara Bendera setiap hari Senin serta upacara hari besar nasional yang lain, menghadiri adanya rapat dinas yang dilaksanakan sekolah, membimbing murid seutuhnya.

Seorang guru juga wajib berpenampilan rapi dan sopan, menandatangani daftar hadir, masuk dan keluar kelas sesuai jam pelajaran. Guru wajib untuk turut mengamankan kebijakan Kepala Sekolah, membantu menegakkan disiplin sekolah dan peduli pada kebersihan, ketertiban, serta keindahan lingkungan sekolah.

Diwajibkan bagi seorang agar tidak merokok di lingkungan sekolah, menjalin hubungan kekeluargaan antar sesama warga sekolah. Guru harus mempunyai loyalitas dan dedikasi yang tinggi, sedia untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan sekolah, dan memberi laporan tentang pelaksanaan tugas yang sudah dilaksanakan oleh kepada Kepala Sekolah.

Minggu, 21 Juli 2013

Cara Guru Mengajar

Cara guru mengajar menjadi penentu keberhasilan proses belajar mengajar. Guru yang mempunyai kemampuan untuk mengajar bisa merasakan bahwa di mana saja dia mengajar adalah hal yang menyenangkan. Peran seorang guru harus mampu memberi pengaruh pada muridnya melalui kepribadian.

Seorang guru yang menginginkan muridnya mengalami perkembangan harus melakukan pengamatan serta penelitian mengenai teori dan praktek mengajar sehingga dia bisa selalu meningkatkan cara dalam mengajar. Apabila seorang guru memahami dengan jelas pelajaran yang akan disampaikan, maka dia bisa meyakinkan siswa agar mereka percaya atas apa yang disampaikan guru. Siswa juga bisa tertarik terhadap pelajaran tergantung bagaimana cara guru menyampaikannya.

Cara guru mengajar yang baik adalah dengan mengetahui secara jelas obyek pengajaran. Jika pengajaran jelas sasarannya maka akan membuat murid bisa melihat dengan jelas maksud dari
pokok pelajaran tersebut. Murid bisa menangkap semua pelajaran, bahkan mereka mengalami kemajuan didalam belajar.

Hal yang harus diperhatikan saat memilih dan menuliskan sasaran pengajaran adalah inti sasaran harus disebutkan secara jelas, ungkapan yang penting dari sasaran pelajaran harus bertitik tolak dari konsep murid, sasaran pelajaran harus meliputi hasil belajar dan yang terpenting hasil dari sasaran bisa dicapai.

Inti dari pengajaran harus teratur dan sistematis. Perbanyak menggunakan contoh kehidupan pada saat melakukan pengajaran, perbanyak memakai contoh atau kiasan kehidupan sehari-hari atau dari apa yang pernah dialami. Dalam belajar bisa menggunakan ensiklopedia. Ensiklopedia adalah sebuah buku yang dipakai oleh ilmuwan, dimana di dalam ensiklopedia terdapat banyak penjelasan yang memakai gambar.

Pemahaman antara seorang guru dan siswa adalah syarat penting atas komunikasi. Dengan komunikasi yang baik maka penyaluran ilmu akan lebih efektif. Gunakan cara mengajar yang terbaik. Lakukan perubahan agar murid tidak bosan. Cara guru mengajar yang paling baik adalah dengan memakai cara mengajar yang mempunyai variasi dan fleksibel agar proses belajar lebih segar.

Cara mengajar yang efektif adalah menjadikan diri sendiri sebagai teladan hidup untuk menuturkan kebenaran. Cara ini adalah cara yang paling berpengaruh. Seseorang akan berwibawa jika ada keselarasan antara teori dan praktek.

Tanggung Jawab Guru

Tanggung Jawab Guru - Guru dikatakan sempurna apabila mempunyai tanggung jawab yang dijalankan dengan baik. Guru adalah seorang pendidik yang juga merupakan pembimbing. Dalam bidang kemanusiaan di sekolah, guru harus bisa menjadi dirinya sebagai orangtua kedua bagi siswa. Seorang guru harus bisa menarik simpati agar menjadi idola para siswa dan disukai sehingga siswa senang belajar dengan guru.

Para ahli menyebutkan bahwa tanggung jawab guru harus bisa menuntut murid untuk belajar, yang terpenting adalah membuat rencana dan menuntut murid untuk melaksanakan kegiatan belajar guru agar mencapai pertumbuhan serta perkembangan seperti yang diharapkan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk turut serta dalam membina kurikulum sekolah. Guru sesungguhnya adalah seorang kunci yang paling tahu mengenai keperluan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

Guru bertanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan kepada diri siswa baik kepribadian, watak serta jasmaniah. Menyalurkan ilmu pada murid sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit. Namun membina murid supaya menjadi manusia berkarakter pasti bukan pekerjaan yang gampang. Seorang guru bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan kepada siswa. Bimbingan tersebut supaya siswa bisa mengenal dirinya sendiri, menyelesaikan masalahnya sendiri, serta mempunyai emosional yang baik.

Guru bertanggung jawab untuk melakukan diagnosis dari kesulitan belajar serta melakukan penilaian belajar siswa, melakukan penelitian. Guru sebagai orang yang bergerak dibidang pendidikan harus selalu memperbaiki caranya bekerja. Guru bertanggung jawab untuk mengenal masyarakat. Seorang guru tidak mungkin menjalankan tugas dengan efektif, apabila guru tidak mengenal masyarakat. Guru bertanggung jawab untuk ikut menyukseskan pembangunan yang merupakan cara paling tepat untuk membawa masyarakat menjadi kesejahteraan. Pembangunan tersebut adalah pembangunan bidang spiritual dan materiil.

Guru mempunyai tanggung jawab moral dimana setiap guru haru mempunyai kemampuan untuk menghayati perilaku serta etika yang sesuai dengan Pancasila sekaligus mengamalkannya. Tanggung jawab guru dalam bidang pendidikan di sekolah adalah harus menguasai cara pengajaran yang efektif dimana guru harus bisa menjadi model bagi murid, bisa memberi nasihat, menguasai teknik bimbingan serta layanan dan bisa membuat serta melaksanakan evaluasi yang lain.

Sabtu, 20 Juli 2013

Instrumen Kinerja Guru

Penilaian instrumen kinerja guru merupakan penilaian dari tiap butir aktivitas tugas utama guru dalam rangka untuk pembinaan kepangkatan, karir dan jabatannya. Tugas utama guru yang dilaksanakan tidak bisa dipisahkan dengan kemampuan guru dalam penguasaan ilmu pengetahuan, penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan, sebagai kompetensi yang dibutuhkan

Adanya penguasaan akan kompetensi serta penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan guru, akan sangat menentukan pencapaian kualitas proses belajar mengajar atau pembimbingan murid, dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan. Sistem penilaian instrumen kinerja guru merupakan sistem penilaian yang telah dibuat untuk mengidentifikasi kecakapan guru dalam menjalankan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang dibuktikan dalam kerjanya.

Penilaian instrumen kinerja guru mempunyai 2 fungsi utama yaitu untuk menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensi serta ketrampilan yang
dibutuhkan untuk proses belajar mengajar, pembimbingan atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan. Untuk hal ini kinerja guru merupakan gambaran atas kekuatan dan kelemahan guru yang akan teridentifikasi dan mempunyai makna sebagai analisis keperluan atau audit ketrampilan setiap guru yang bisa dipakai sebagai bisnis.

Fungsi yang kedua adalah untuk menghitung nilai kredit yang didapat oleh guru atas kinerja nya, pelaksanaan tugas tambahan atau bimbingan yang relevan. Aktivitas penilaian kinerja diadakan setiap tahun sebagai bagian dari adanya proses pengembangan karir serta promosi guru untuk kenaikan jabatan fungsional dan pangkat.

Hasil dari penilaian kinerja guru ini diharapkan bisa bermanfaat untuk menentukan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan peningkatan mutu serta kinerja guru yang merupakan ujung tombak atas pelaksanaan proses pendidikan untuk mencetak manusia yang cerdas, dan berdaya saing tinggi. Penilaian kinerja guru adalah acuan bagi sekolah atau madrasah guna menetapkan pengembangan karir serta promosi untuk guru.

Sedangkan bagi guru, penilaian kinerja guru adalah acuan untuk mengetahui unsur-unsur kinerja yang dinilai serta sarana untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan untuk memperbaiki kualitasnya. Khusus bagi aktivitas pembelajaran dan pembimbingan, dijadikan dasar sebagai penilaian kinerja guru yaitu kompetensi pedagogik, sosial dan kepribadian dan profesional seperti yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional .

Karakteristik Guru

Karakteristik Guru - Guru di dalam proses belajar mengajar mempunyai peran untuk membantu supaya proses belajar mengajar siswa bisa berjalan dengan lancar. Seorang guru tidak menstransfer ilmu yang sudah dimilikinya, namun membantu siswa guna membentuk pengetahuannya. Seorang guru dituntut agar lebih memahami jalan pikiran dan cara pandang siswa. Guru haruslah profesional, kreatif dan menyenangkan dengan mengambil posisi sebagai orang tua yang penuh rasa sayang pada muridnya, teman sebagai tempat mengadu perasaan murid, fasilitator yang siap untuk melayani murid sesuai dengan minat serta bakatnya.

Ada berbagai macam karakteristik guru profesional. Yang pertama adalah taat pada perundang-undangan. Hal ini sesuai dengan kode etik guru Indonesia dimana guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Kebijaksanaan bidang pendidikan di Indonesia dipegang oleh pemerintah. Untuk hal ini seorang guru harus tahu tentang kebijakan pemerintah supaya bisa melaksanakannya. Baik untuk segala peraturan pelaksanaan yang telah dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional yang ada di pusat atau oleh dinas pendidikan daerah.

Karakteristik guru profesional yang kedua adalah memelihara serta meningkatkan organisasi profesi. Secara bersama-sama, guru menjaga dan meningkatkan mutu organisasi guru sebagai bentuk pengabdian. Hal tersebut menunjukkan bahwa perananan suatu organisasi profesi sebagai sarana pengabdian sangatlah penting.

Organisasi profesi mempunyai peran untuk melakukan pengawasan mutu layanan atas suatu bidang profesional yang dilakukan secara kesejawatan, baik perorangan atau melalui organisasi profesi. Organisasi profesi diharapkan bisa melakukan pengawasan seperti yang dimaksud dan sudah siap untuk menjalankan fungsinya.

Sedangkan karakteristik guru yang ketiga adalah memelihara hubungan dengan teman sejawat. Di dalam kode etik guru disebutkan bahwa guru harus menjaga hubungan seprofesi, mempunyai semangat kekeluargaan, serta kesetiakawanan sosial. Untuk itu guru hendaknya bisa menciptakan dan memelihara hubungan dan semangat kekeluargaan serta kesetiakawanan sosial ke sesama guru di dalam lingkungan atau di luar kerjanya.

Karakteristik atas seorang guru yang sangat disenangi oleh murid adalah demokrasi, kooperatif, baik hati, sabar, adil, konsisten, suka menolong, ramah, terbuka, suka humor, menguasai pekerjaan, fleksibel, peduli dan perhatian terhadap minat murid, mampu menciptakan suasana yang baik di tempat kerja.

Rabu, 17 Juli 2013

Manajemen Guru

Manajemen guru tidak saja di mulai pada saat seseorang menjadi guru, namun jauh sebelum dia menjadi guru, yaitu dimulai sejak prajabatan. Proses manajemen seorang guru dan karyawan terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, seleksi, proses pelatihan, dan pengembangan, proses evaluasi prestasi dan promosi serta proses pemberhentian dan atau pensiun.

Perencanaan guru dan karyawan sangatlah penting. Hal ini tidak lepas dari berubahnya pandangan kepada sumberdaya manusia. Jika dulu tenaga kerja dilihat sebagai salah satu fakta produksi, namun kini dianggap sebagai rekan untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan tersebut dimulai dengan analisis ketenagakerjaan. Analisis tersebut tentang deskripsi guru dan spesifikasi kerja. Deskripsi kerja menyangkut tentang tugas-tugas yang harus dilakukan oleh guru, dan spesifikasi kerja adalah tentang kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas tersebut.

Kelompok tenaga kerja kependidikan memberi rekomendasi agar memastikan bahwa calon-calon yang sesuai dengan kualifikasi saja yang direkrut sebagai guru. Rekrutmen calon guru tersebut harus berdasarkan hasil seleksi yang mengutamakan mutu calon. Seleksi dilakukan dengan melakukan berbagai tes untuk mendapatkan calon guru terbaik.

Seleksi atau penyaringan hanya dilakukan untuk pelamar yang memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Proses seleksi para calon guru disesuaikan dengan formasi yang tersedia serta latar belakang pendidikan. Agar memperoleh guru yang berkualitas maka seleksi dilakukan berdasarkan nilai test, yaitu tes kompetensi dan psikotest.

Manajemen guru yang berikutnya adalah mengenai penilaian dan evaluasi. Setiap tahun pekerjaan guru akan dinilai oleh kepala sekolah. Tujuannya adalah untuk mendapat bahan pertimbangan obyektif dalam pembinaan pegawai negeri sipil. Evaluasi tersebut harus dilakukan dengan adil, supaya mampu meningkatkan prestasi dan sikap profesional guru.

Pelatihan bagi guru ditujukan untuk menjaga serta meningkatkan prestasi. Sedangkan pengembangan dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi saat ini serta untuk masa yang akan datang. Evaluasi dalam manajemen guru sangat dibutuhkan untuk melaksanakan pelatihan serta pengembangan. Evaluasi bisa dilaksanakan melalui perbaikan pelatihan. Selain itu, juga diperlukan modifikasi supaya pelatihan yang akan dijalankan lebih efektif untuk meningkatkan kinerja guru.

Sejarah Guru

Berdasarkan sejarah guru, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang paling tua. Pekerjaan sebagai guru sudah ada sejak manusia mampu berpikir dan mengenal ilmu pengetahuan. Sepanjang sejarah kehidupan, guru selalu berada di tengah masyarakatnya. Guru mengajarkan banyak ilmu pengetahuan untuk membuat manusia menjadi mudah dalam menjalankan kehidupan atau terkadang guru mengajarkan kebenaran. Dalam sejarah Indonesia, pekerjaan guru ternyata berkembang sejalan dengan perkembangan zaman.

Pada masa kerajaan Hindu-Budha, guru berasal dari kasta tertinggi yaitu Brahmana. Kasta Brahmana ini mengajarkan segala hal yang berhubungan dengan agama serta kitab suci. Guru mengajarkan ilmu filsafat, hukum, sastra, beladiri, dan lain sebagainya.

Di masyarakat, guru mendapatkan posisi yang terhormat. Status guru bahkan lebih tinggi dari raja dan bangsawan. Kasta guru bahkan lebih mulia dibandingkan kasta yang lain. Saat itu, guru mengajarkan berbagai ilmu di tempat tertentu, bahkan sudah dikenal lembaga pendidikan. Sebagian besar dari lembaga pendidikan tersebut juga mempunyai asrama. Hal tersebut adalah cikal bakal adanya sekolah yang ada saat ini.

Pada saat agama Islam masuk ke bumi Indonesia, salah satunya adalah melalui jalur pendidikan serta dakwah. Melalui jalur pendidikan, para ulama menciptakan para guru melalui serangkaian pendidikan di pesantren. Tidak hanya pesantren saja, ada lembaga pendidikan yang lain seperti surau. Di masa kesultanan ini juga telah dikenal guru dengan spesialisasinya. Model pendidikan pada pesantren tersebut juga memakai sistem sekolah berasrama yang menjadi cikal bakal sekolah saat ini.

Pendidikan tradisional terus berlajan walaupun banyak raja-raja di Indonesia yang ditaklukan oleh VOC. Pemerintah kolonial Belanda baru peduli dengan nasib pendidikan masyarakat bumiputera sesudah berlakukanya Politik Etika atau Politik Balas Budi. Hal itu juga dikarenakan kebutuhan Pemerintah Hindia-Belanda akan tenaga profesional.

Pada masa Politik Etis, pendidikan dilaksanakan secara modern dan bergaya Eropa. Sekolah untuk guru dibentuk guna melahirkan guru yang bisa mengawal sistem pendidikan kolonial. Setelah adanya pergerakan nasional yang membangun sekolah bernafaskan nasionalisme Indonesia, sistem pendidikan kolonial ini mulai dilawan. Sesudah proklamasi kemerdekaan, guru-guru disatukan dalam Persatuan Guru Republik Indonesia. Sejarah guru inilah yang menjadikan guru saat ini semakin maju dan terus memperbaiki diri menjadi semakin berkualitas.

Selasa, 16 Juli 2013

Karakter Guru

Dibutuhkan karakter guru yang baik agar bisa menjadi guru profesional. Sebuah karakter yang ditulis dalam buku memang tidak mudah untuk dipraktekkan apalagi berhubungan dengan banyak faktor yang lain. Berikut ini adalah karakter yang bisa menjadikan seorang guru menjadi guru profesional.

- Rendah hati

Rendah hati adalah karakter dimana seorang guru yang berpikiran terbuka akan mudah menerima hal-hal baru. Ditengah pesatnya pertumbuhan dan segala jenis akses informasi, maka semua orang harus belajar kembali dan mau menjadi seorang pembelajar. Kondisi ini membuat guru bisa menjadi mitra belajar yang menyenangkan bagi siswa maupun sesama guru. Dengan karakter rendah hati maka membuka jalan bagi masuknya ilmu baru.

- Pandai mengelola waktu

Guru merupakan seseorang yang bekerja dengan administrasi dan tugas mengajar yang banyak pada setiap minggunya, dituntut agar pandai mengelola waktu. Tidak hanya siswa dikelas yang punya hak terhadap guru, tapi juga keluarga di rumah juga memerlukan perhatian. Seorang guru diharapkan pandai
mengelola waktu untuk membedakan prioritas, mana yang mesti dikerjakan sekarang atau yang harus dikerjakan bertahap.

- Menghargai sebuah proses

Rasa bosan, lelah dan letih karena aktifitas akan hilang jika guru menghargainya sebagai proses. Proses tersebut adalah seperti perputaran alam semesta yang dirasakan. Jika merasakan bosan, gagal atau belum berhasil dalam mengajar maka hargailah usaha yang sudah dilakukan tersebut dan anggap semua adalah proses. Jika menyesal dan malas karena telah gagal maka yang terjadi siswa yang akan menjadi korban karena guru tampil biasa-biasa saja tanpa inovasi.

- Berpikiran terbuka

Ilmu pengetahuan dan informasi berkembang dan bertambah sangat pesat. Kini informasi ada di mana saja dan tersedia dengan mudah tinggal bagaimana seseorang dengan pikirannya mampu mencerna dan memanfaatkan. Karakter guru  yang berpikiran terbuka inilah yang bermakna pada saat ini untuk diterapkan. Dengan pikiran yang terbuka maka guru akan mudah untuk menerima perbedaan dan senang akan perubahan.

- Percaya diri

Rasa percaya diri sangat jauh berbeda dengan sombong. Seorang guru yang percaya diri akan berusaha sekuat tenaga mempersiapkan diri untuk mengajar. Dengan karakter guru yang percaya diri maka dia yakin sesulit apapun masalah yang muncul, hal tersebut akan memberikan pengalaman dan masukan baginya di masa depan.

Disiplin Guru

Kata disiplin sudah sering didengar namun kata disiplin guru masih cukup jarang didengar. Salah satu hal yang sering dianjurkan oleh pemerintah dengan adanya Gerakan Disiplin Nasional dimana salah satu yang ada didalamya adalah disiplin mengajar bagi guru. Arti disiplin sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk itulah harus ditanamkan secara terus-menerus supaya disiplin menjadi suatu kebiasaan.

Disiplin secara istilah berasal dari bahasa inggris yang berarti tertib, taat atau mengendalikan tingkah laku, punya kemampuan penguasaan diri dan mengendalikan diri. Disiplin adalah bentuk ketaatan serta pengendalian diri secara sadar, rasional, dan tidak memaksakan perasaan sehingga tidak emosional. Sumber lain menyatakan bahwa disiplin adalah suatu perbuatan yang taat, tertib akan aturan serta norma dan kaidah yang berlaku baik dimasyarakat atau ditempat kerja.

Disiplin mempunyai tiga macam sifat, yaitu disiplin preventif, disiplin korektif dan
disiplin progresif. Disiplin guru diharapkan bisa menerapkan ketiga macam sifat tersebut. Disiplin preventif merupakan tindakan dari sumber daya manusia yang mempunyai dorongan untuk mentaati standar serta peraturan yang ada. Tujuan dari disiplin preventif ini adalah untuk mendorong SDM supaya mempunyai disiplin pribadi yang tinggi agar tugas kepemimpinan tidak terlalu berat.

Sedangkan disiplin korektif merupakan tindakan yang dilaksanakan sesudah terjadi pelanggaran. Tindakan ini untuk mencegah munculnya pelanggaran lebih lanjut dengan cara memberi hukuman atau tindakan disipliner. Disiplin progresif merupakan tindakan disipliner berulang-ulang yang berupa hukuman makin berat.

Disiplin bida diartikan sebagai suatu rasa patuh dan taat yang muncul yang disebabkan adanya kesadaran serta dorongan yang terjadi dari dalam diri orang tersebut. Bagi guru, disiplin waktu dalam mengajar adalah hal yang sangat berpengaruh pada prestasi siswa. Guru harus menjadi panutan dan tauladan bagi setiap muridnya, jadi dengan demikian setiap murid akan mempunyai motivasi untuk bisa belajar lebih giat.

Kedisiplinan guru akan memotivasi belajar siswa yang akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Demikian pula sebaliknya jika guru tidak disiplin mungkin murid akan malas sehingga berpengaruh pada hasil belajar. Untuk itu, disiplin guru dituntut untuk dalam hal waktu mengajar supaya tujuan yang diharapkan bisa dicapai dengan baik.

Senin, 15 Juli 2013

Fungsi Guru

Fungsi guru dan maknanya pada saat ini mengalami penciutan dimana guru adalah orang yang mengajar di sekolah. Mereka yang berada di suatu lembaga kursus atau pelatihan tidak disebut dengan guru melainkan tutor atau pelatih. Padahal keduanya tetap saja bertindak seperti guru yang mengajarkan hal-hal baru pada murid.

Jasa guru sangatlah besar dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan murid. Guru mempunyai peran serta fungsi yang sangat penting untuk membentuk kepribadian anak demi menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Ada beberapa fungsi guru, yang pertama adalah sebagai pendidik.

Guru selaku pendidik dimana guru menjadi tokoh panutan dan identifikasi bagi para murid dan lingkungannya. Untuk itu, seorang guru harus memiliki standar kualitas tertentu yang meliputi tanggung jawab, mandiri, disiplin dan wibawa. Fungsi yang lain adalah guru sebagai pengajar dan pembimbing yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti motivasi, hubungan murid dengan guru, kemampuan verbal, rasa aman serta kemampuan guru dalam berkomunikasi.

Guru juga berperan sebagai pembimbing dan dalam hal ini menyangkut fisik dan juga mental anak didik. Guru merupakan pemimpin dimana guru diharapkan punyai kepribadian dan pengerahuan untuk memimpin anak didiknya. Fungsi yang lain yaitu guru bertugas sebagai pengelola pembelajaran. Disini selain guru harus menguasai berbagai metode pembelajaran, guru juga harus selalu menambah pengetahuan dan ketrampilan supaya tidak ketinggalan jaman.

Fungsi dari seorang guru lainnya adalah sebagai model dan teladan. Guru sebagai teladan tentu saja pribadi dan apa yang dikerjakan guru akan selalu mendapat sorotan murid dan orang-orang di lingkungannya. Perilaku guru akan mempengaruhi murid, namun murid harus berani mengembangkan kepribadiannya sendiri.

Guru juga berfungsi sebagai pendorong kreatifitas. Kreativitas adalah hal yang sangat penting dalam proses belajar. Disini guru dituntut untuk mendemonstrasikan serta menunjukkan proses kreatifitas. Sebuah kreativitas dapat dilihat dari adanya kegiatan untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum ada dan tidak dilakukan oleh orang lain atau kecenderungan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Akibat dari fungsi guru ini maka guru akan senantiasa berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik untuk melayani peserta didik agar murid semakin kreatif.

Etika Guru

Di dalam etika guru Indonesia dituliskan dengan jelas bahwa guru membimbing murid untuk membentuk mereka menjadi manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Etika bagi guru adalah terhadap peserta didiknya, terhadap pekerjaan dan terhadap tempat kerja. Etika tersebut wajib dimiliki oleh seorang guru untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang baik.

Guru sebaiknya memberi contoh yang baik bagi muridnya. Keteladanan seorang guru adalah perwujudan realisasi kegiatan belajar mengajar dan menanamkan sikap kepercayaan kepada murid. Guru yang berpenampilan baik dan sopan akan mempengaruhi sikap murid demikian juga sebaliknya. Selain itu di dalam memberikan contoh kepada murid, guru harus bisa mencontohkan bagaimana bersifat objektif dan terbuka pada kritikan serta menghargai pendapat orang lain.

Guru harus bisa mempengaruhi dan mengendalikan muridnya. Perilaku dan pribadi guru akan menjadi bagian yang ampuh untuk mengubah perilaku murid. Guru hendaknya menghargai potensi yang ada di dalam keberagaman murid. Seorang guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan ilmu pengetahuan atau perkembangan intelektual saja, namun juga harus memperhatikan perkembangan pribadi anak didiknya baik perkembangan jasmani atau rohani.

Etika guru yang berikutnya adalah profesional terhadap pekerjaan. Sebagai seorang guru adalah pekerjaan yang mulia. Guru harus melayani masyarakat di bidang pendidikan secara profesional. Supaya bisa memberikan layanan yang memuaskan pada masyarakat maka guru harus bisa menyesuaikan kemampuan serta pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat.

Yang berikutnya adalah profesional terhadap tempat kerja. Suasana yang baik ditempat kerja bisa meningkatkan produktivitas. Kinerja guru yang tidak optimal bisa disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak memberi jaminan pemenuhan tugas dan kewajiban guru secara optimal.

Pendekatan pembelajaran kontekstual bisa menjadi pemikiran bagi guru supaya lebih kreatif. Strategi belajar yang membantu guru untuk mengaitkan materi pelajaran dengan situasi akan mendorong murid mengaitkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap profesional guru pada tempat kerja adalah dengan cara menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan tempat kerja dan lingkungan. Etika guru sangat dibutuhkan dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Minggu, 14 Juli 2013

Arti Guru

Arti guru merupakan aktor utama yang memastikan jiwa kepemimpinan yang tersimpan dalam diri setiap muridnya. Guru itu ibarat pemimpin, seorang guru mempunyai andil yang besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru dengan latar belakang profesi yang berbeda di masa depan.

Yang patut dicermati adalah guru memang takkan pernah bisa jadi pemimpin bila dia miskin integritas. Jika miskin integritas maka guru tidak mempunyai karisma dan inspirasi di depan murid-murid. Apabila guru sudah tak inspiratif bagi siswanya maka konsepsi guru sebagai sosok pemimpin hanya akan menjadi sekedar wacana.

Alih-alih memberikan keteladanan, bisa jadi guru juga tak paham mengapa dan untuk apa mereka menjadi idola anak muda di Indonesia. Ketenaran serta popularitas itu membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab yang besar. Arti guru adalah pemimpin. Walaupun bukan seorang bintang idola, namun sadarilah bahwa guru bisa melahirkan bintang idola berjiwa pemimpin.


Seorang pemimpin bicara mengenai ide dan harapan masa depan. Idenya tersebut tidak melulu mengenai bagaimana meraih status pegawai negeri sipil atau mendapat tunjangan sertifikasi dan lain sebagainya. Guru sebagai pemimpin, memahami tentang manfaatnya yang sangat besar untuk menyiapkan pemimpin masa depan bagi Indonesia.

Ciri seorang guru sebagai pemimpin adalah hidup yang merdeka dimana mereka tidak takut dengan atasan. Seorang guru tidak silau dengan harta dan jabatan. Mereka hanya takut jika cara berpikir dan bersikapnya jauh dari nilai-nilai kebenaran. Arti guru sebagai pemimpin akan jatuh bangun guna pertahankan idealisme kebenaran. Guru sebagai pemimpin harus tegar seperti batu karang yang menahan segala cobaan yang akan menguji karakter kepemimpinan mereka.

Ada dua realitas yang bersebrangan yang harus dihadapi oleh guru. Pada satu sisi, seorang guru harus menginspirasi murid untuk cinta pada tanah air dan bangsa melalui karya terbaik mereka. Namun di lain pihak negara disesaki dengan tontonan perilaku pemimpin yang justru merusak tatanan kehidupan berbangsa serta bernegara. Sistem kehidupan yang tidak cukup kondusif membantu untuk menguatkan peran guru untuk melahirkan dan mendidik calon pemimpin baru di Indonesia. Sehingga, teori tidak pernah seiring dengan realitas yang terjadi.

Pengertian Dan Definisi Guru

Pengertian Dan Definisi Guru - Guru adalah jabatan atau profesi yang membutuhkan keahlian khusus. Pekerjaan sebagai guru ini tidak bisa dilakukan oleh seseorang tanpa mempunyai keahlian sebagai guru. Menjadi seorang guru dibutuhkan syarat-syarat khusus. Apa lagi jika menjadi seorang guru yang profesional maka harus menguasai seluk beluk pendidikan serta mengajar dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang harus dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu.

Pengertian dan definisi guru adalah unsur penting di dalam keseluruhan sistem pendidikan. Karena itu peranan dan kedudukan guru demi meningkatkan mutu dan kualitas anak didik harus diperhitungkan dengan sungguh-sungguh. Pengertian dan definisi guru bukan hanya sebatas pegawai yang hanya melakukan tugas tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap disiplin ilmu yang dipikulnya.

Di dalam pendidikan, guru mempunyai tiga tugas pokok yang bisa dilaksanakan yaitu tugas profesional, tugas kemasyarakatan dan tugas manusiawi. Tugas profesional adalah tugas yang berhubungan dengan profesinya. Tugas profesional ini meliputi tugas untuk mendidik, untuk mengajar dan tugas untuk melatih. Mendidik mempunyai arti untuk meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar mempunyai arti untuk meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi, dan tugas melatih mempunyai arti untuk mengembangkan keterampilan.

Tugas manusiawi merupakan tugas sebagai seorang manusia. Guru harus bisa menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua bagi murid. Guru harus bisa menarik simpatik sehingga dia menjadi idola bagi siswa. Selain itu transformasi diri terhadap kenyataan di kelas atau di masyarakat harus dibiasakan agar setiap lapisan masyarakat bisa mengerti jika menghadapi guru.

Tugas kemasyarakatan adalah tugas sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang berfungsi sebagai pencipta masa depan dan penggerak kemampuan. Keberadaan guru bahkan menjadi faktor penentu yang tidak mungkin bisa digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dahulu apalagi pada masa kini.

Pengertian dan definisi guru adalah sebagai pengelola kegiatan proses belajar mengajar dimana dalam hal ini guru bertugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa agar bisa mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini guru berperan dan bertugas sebagai pengelola proses belajar mengajar. Guru berperan menjadi pengganti orang tua di sekolah. Dalam hal ini guru harus bisa menggantikan orang tua siswa jika siswa sedang berada di sekolah.

Sabtu, 13 Juli 2013

Profesionalisme Guru

Profesionalisme Guru - Menurut ahli, profesionalisme memberi penekanan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau suatu kemampuan manajemen dengan strategi penerapannya. Profesionalisme guru tidak sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen namun lebih merupakan sikap dan pengembangan profesionalisme, lebih dari seorang teknisi tidak hanya mempunyai keterampilan yang tinggi namun mempunyai tingkah laku sesuai dengan yang disyaratkan.

Jika guru di Indonesia sudah memenuhi standar profesional guru seperti yang berlaku di negara lain yang lebih maju maka kualitas sumber daya manusia Indonesia akan semakin meningkat. Untuk menjadi profesional seorang guru dituntut agar memiliki lima hal. Yang pertama guru harus mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya.

Kedua, guru harus menguasai secara mendalam bahan pelajaran yang diajarkannya serta bagaimana cara mengajarnya, yang ketiga guru bertanggung jawab untuk memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi, yang keempat guru harus mampu berfikir sistematis mengenai apa yang dilakukannya dan belajar dari
pengalamannya tersebut dan yang kelima adalah guru seyogyanya menjadi bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.

Demi membangun profesionalisme guru Indonesia yang profesional, maka diharapkan mempunyai syarat yaitu dasar ilmu yang kuat sebagai pengejawantahan pada masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan di abad ini. Guru juga harus mempunyai penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan ilmu praksis pendidikan dimana ilmu pendidikan merupakan ilmu praksis tidak hanya merupakan konsep belaka.

Profesi guru adalah profesi yang berkembang terus menerus dan berkesinambungan. Adanya persyaratan profesionalisme guru ini maka perlu adanya paradigma baru untuk melahirkan profil guru Indonesia yang benar-benar profesional. Guru yang profesional harus memiliki kepribadian yang matang dan berkembang, dengan penguasaan ilmu yang kuat dan keterampilan untuk membangkitkan peserta didik kepada sains dan teknologi dan pengembangan profesi secara berkesinambungan.

Empat aspek tersebut adalah satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan dan ditambah dengan usaha yang lain yang ikut mempengaruhi perkembangan profesi guru yang profesional. Pengembangan guru yang profesional menjadi perhatian secara global. Hal ini karena guru mempunyai tugas dan peran tidak hanya untuk memberikan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi tapi juga untuk membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam era hiperkompetisi.


4 Kompetensi Guru Profesional

Kompetensi Guru Profesional - Guru adalah salah satu unsur penting yang harus ada sesudah siswa. Apabila seorang guru tidak punya sikap profesional maka murid yang di didik akan sulit untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini karena guru adalah salah satu tumpuan bagi negara dalam hal pendidikan. Dengan adanya guru yang profesional dan berkualitas maka akan mampu mencetak anak bangsa yang berkualitas pula. Kunci yang harus dimiliki oleh setiap pengajar adalah kompetensi. Kompetensi adalah seperangkat ilmu serta ketrampilan mengajar guru di dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai seorang guru sehingga tujuan dari pendidikan bisa dicapai dengan baik.

Sementara itu, standard kompetensi yang tertuang ada dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional mengenai standar kualifikasi akademik serta kompetensi guru dimana peraturan tersebut menyebutkan bahwa guru profesional harus memiliki 4 kompetensi guru profesional yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian, profesional serta kompetensi sosial.
Dari 4 kompetensi guru profesional tersebut harus dimiliki oleh seorang guru melalui pendidikan profesi selama satu tahun.

Berikut ini adalah penjelasannya 4 kompetensi guru profesional:

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi ini menyangkut kemampuan seorang guru dalam memahami karakteristik atau kemampuan yang dimiliki oleh murid melalui berbagai cara. Cara yang utama yaitu dengan memahami murid melalui perkembangan kognitif murid, merancang pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi hasil belajar sekaligus pengembangan murid.

2. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian ini adalah salah satu kemampuan personal yang harus dimiliki oleh guru profesional dengan cara mencerminkan kepribadian yang baik pada diri sendiri, bersikap bijaksana serta arif, bersikap dewasa dan berwibawa serta mempunyai akhlak mulia untuk menjadi sauri teladan yang baik.

3. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah salah satu unsur yang harus dimiliki oleh guru yaitu dengan cara menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam.

4. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik melalui cara yang baik dalam berkomunikasi dengan murid dan seluruh tenaga kependidikan atau juga dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Jumat, 12 Juli 2013

Konsep Dasar Belajar

Konsep Dasar Belajar - Belajar adalah kunci yang paling utama dari setiap usaha pendidikan. Jadi tanpa belajar sesungguhnya tidak pernah ada pendidikan. Belajar sebagai suatu proses dan belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan upaya kependidikan. Sebagai contoh psikologi pendidikan serta psikologi belajar.

Perubahan serta kemampuan untuk berubah adalah batasan serta makna yang terkandung di dalam belajar. Hal ini disebabkan karena kemampuan berubah yang dikarenakan belajar. Maka, manusia bisa berkembang lebih jauh dari makhluk yang lainnya sehingga dia terpilih sebagai khalifah di bumi ini. Atau bisa jadi karena kemampuan berkembang melalui belajar itu pula manusia secara bebas bisa mengeksplorasi serta memilih dan menetapkan keputusan-keputusan yang penting di dalam hidup mereka.

Konsep dasar belajar merupakan kegiatan yang berposes dalam memakai unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Hal ini berarti bahwa
berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dijalani siswa baik pada saat dia berada di sekolah atau berada di lingkungan rumah atau di lingkungan keluarganya sendiri.

Untuk itu pemahaman yang benar tentang konsep dasar belajar dengan segala aspek serta bentuk dan manivestasinya sangat mutlak dibutuhkan oleh para pengajar. Adanya kekeliruan atau ketidak lengkapan persepsi mereka akan proses belajar dan hal-hal yang berkaitan dengannya mungkin bisa mengakibatkan kurang bermutunya hasil belajar yang dicapai murid.

Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa konsep dasar belajar hanya semata-mata menghapalkan atau mengumpulkan fakta-fakta yang ada dalam bentuk informasi atau materi dalam pelajaran. Maka orang yang beranggapan seperti itu biasanya akan segera merasa bangga saat anak-anaknya telah bisa menyebutkan kembali secara lisan sebagian besar informasi yang ada di dalam buku teks atau yang di ajarkan oleh guru.

Selain itu, ada juga sebagian orang yang memandang bahwa belajar adalah latihan biasa seperti yang terlihat pada latihan membaca serta menulis. Persepsi semacam ini biasanya membuat mereka akan merasa cukup puas jika anak-anak mereka sudah bisa memperlihatkan keterampilan secara fisik tertentu walaupun tanpa pengetahuan tentang arti dan hakikat serta tujuan keterampilan tersebut.

Kamis, 11 Juli 2013

Interaksi Belajar Mengajar

Interaksi Belajar Mengajar - Hidup antara manusia berlangsung di dalam berbagai bentuk hubungan serta di dalam berbagai keadaan. Tanpa proses interaksi dalam hidup, maka manusia tidak mungkin dapat hidup bersama. Interaksi terdiri dari kata inter yang berarti antar dan aksi yang berarti kegiatan. Sehingga interaksi adalah kegiatan timbal balik.

Dari sisi terminologi interaksi berarti hal saling melakukan aksi saling berhubungan dan mempengaruhi. Interaksi selalu berhubungan dengan istilah komunikasi. Komunikasi berasal dari kata communicare yang artinya berpartisipasi dan memberitahukan. Dalam proses komunikasi maka dikenal adanya unsur komunikan serta komunikator.

Hubungan antara komunikan dan komunikator biasanya menginteraksikan tentang satu hal yang dikenal dengan istilah pesan atau message. Demi menyampaikan pesan dibutuhkan saluran atau media. Dalam komunikasi terdapat empat unsur yaitu adanya komunikan, adanya komunikator, isi pesan dan saluran atau media.

Apabila dikaitkan dengan proses

belajar mengajar, maka interaksi belajar mengajar adalah suatu hal yang saling melakukan aksi di dalam proses belajar mengajar yang di dalamnya ada suatu hubungan antara murid dan guru untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan dari interaksi tersebut adalah suatu hal yang sudah disadari serta disepakati sebagai milik bersama dan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan itu.

Belajar serta mengajar adalah dua konsep yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan pengajaran. Belajar cenderung kepada apa yang dilakukan oleh siswa sedangkan mengajar cenderung kepada apa yang dilakukan oleh guru sebagai pemimpin dalam belajar. Dua kegiatan itu menjadi terpadu dalam satu kegiatan ketika terjadi hubungan timbal balik atau interaksi antara guru dengan siswa pada saat pengajaran berlangsung.

Di pendidikan, interaksi belajar mengajar mempunyai sifat edukatif dengan maksud bahwa interaksi itu terjadi dalam rangka untuk mencapai tujuan pribadi untuk mengembangkan potensi pendidikan. Interaksi bertujuan untuk membantu pribadi anak mengembangkan potensi diri sepenuhnya sesuai dengan cita-citanya dan hidupnya bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri serta masyarakat dan negara. Di dalam interaksi tersebut harus ada perubahan tingkah laku dari murid sebagai hasil dari belajar. Interaksi belajar mengajar merupakan kegiatan timbal balik antara guru dengan murid.

Rabu, 10 Juli 2013

Ciri-Ciri Belajar

Ciri-Ciri Belajar - Hakekat belajar yaitu sebuah perubahan tingkah laku yang terjadi pada pembelajar. Belajar memiliki ciri-ciri belajar diantaranya, perubahan yang terjadi secara sadar, perubahan dalam belajar bersifat fungsional, perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, perubahan dalam belajar tidak bersifat sementara, perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah, perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.

Sesuai dengan aliran humanis, menyatakan bahwa setiap orang menentukan sendiri tingkah laku mereka. Siapa saja bebas memilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan tidak terikat pada lingkungan. Tujuan pendidikan adalah untuk membantu masing-masing orang untuk mengenal dirinya sendiri sebagai manusia yang unik dan menolongnya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.

Menurut pandangan serta teori konstruktivisme belajar merupakan proses aktif dari pelajar untuk merekonstruksi makna, mengikuti tes, aktifitas dialog, pengalaman fisik serta lain sebagainya. Belajar adalah proses untuk mengasimilasi dan menghubungkan pengalaman atau bagian yang dipelajarinya dari pengertian yang dipunyai sehingga pengertiannya semakin berkembang.

Ada beberapa ciri-ciri belajar atau prinsip dalam belajar. Yang pertama adalah belajar mencari makna. Makna diciptakan murid dari apa yang telah mereka lihat, mereka dengar dan mereka rasakan serta alami.

Ciri yang kedua yaitu konstruksi makna. Kontruksi makna adalah proses yang terus menerus. Ciri-ciri belajar yang ketiga adalah belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta namun pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. Belajar bukan sebuah hasil perkembangan namun perkembangan itu sendiri.

Ciri yang keempat bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman subyek belajar dengan dunia fisik dengan lingkungannya. Yang kelima bahwa hasil belajar tergantung pada apa yang sudah diketahui pelajar, tujuan serta motivasi yang mempengaruhi proses interaksi dengan bahan yang sudah dipelajari.

Dari ciri-ciri tersebut maka proses mengajar bukanlah aktifitas memindahkan pengetahuan dari guru ke murid namun suatu kegiatan yang memungkinkan seorang siswa merekonstruksi sendiri ilmu yang dimiliki dan menggunakan pengetahuan untuk diterapkan dalam kehidupan. Maka karena hal tersebut guru sangat diperlukan untuk membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan peran mereka sebagai mediator serta fasilitator

Selasa, 09 Juli 2013

Teori-Teori Belajar

Teori-teori belajar bisa dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas fakta dan penemuan yang terkait dengan kegiatan belajar. Salah satu dari teori-teori belajar adalah teori koneksionisme. Teori koneksionisme merupakan sebuah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L Thorndike berdasarkan eksperimen yang dia lakukan pada tahun 1890an. Eksperimen yang dia lakukan memakai hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena dalam belajar.

Dari belajar dengan hewan, dia melihat bahwa ada unsur persamaan antara manusia dan hewan, namun pada manusia kemampuannya lebih tinggi. Thorndike menyimpulkan bahwa belajar adalah pembentukan hubungan atau koneksi antara stimulus dan respons dan penyelesaian masalah yang bisa dilakukan dengan cara error dan trial. Hal penting yang mempengaruhi semua belajar adalah hasil.

Thorndike berpendapat bahwa belajar akan berlangsung pada diri murid jika murid berada dalam tiga macam hukum belajar. Hukum belajar
tersebut yaitu hukum kesiapan belajar, hukum latihan, dan hukum pengaruh. Hukum tentang kesiapan belajar merupakan prinsip yang menggambarkan suatu keadaan si siswa yang cenderung akan mendapatkan kepuasan atau ketidakpuasan.

Konsep teori yang lain dikemukakan oleh Ivan Petrovitch Pavlov. Secara garis besar konsep ini tidak jauh berbeda dengan pendapat Thorndike. Apabila Throndike menekankan tentang hubungan stimulus serta respons, pada teori ini guru sebaiknya tahu mengenai apa yang akan diajarkan olehnya, reaksi apa yang sebaiknya diketahui guru tentang apa yang akan diajarkan serta respons apa yang diharapkan muncul dari siswa, juga tahu kapan sebaiknya hadiah sebagai akan diberikan. Pavlov lebih mencermati arti tentang pentingnya penciptaan kondisi atau lingkungan yang bisa menimbulkan respons pada diri murid.

Hasil eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasaan bisa diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami bisa digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang telah disiapkan. Pada saat lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang telah dikondisikan. Menerapkan strategi Pavlov membuat individu bisa mengendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang cocok untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sedangkan individu tidak menyadari bahwa dia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar.

Definisi Motivasi Belajar

Definisi motivasi belajar yaitu keseluruhan daya untuk menggerakan dalam diri siswa yang mengakibatkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang diinginkan oleh subyek belajar itu bisa tercapai. Dalam belajar, prestasi siswa akan lebih baik jika siswa mempunyai dorongan motivasi orang tua untuk berhasil jauh lebih besar dalam diri siswa tersebut. Hal ini karena ada kecenderungan bahwa seseorang yang mempunyai kecerdasan tinggi mungkin akan gagal berprestasi karena kurang adanya motivasi orang tua mereka.

Definisi motivasi belajar sangat penting artinya untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar yang diinginkan, jadi motivasi siswa dalam belajar perlu diciptakan. Motivasi mempunyai tiga fungsi yaitu untuk mendorong manusia untuk berbuat yaitu sebagai penggerak motor yang melepas energi, menentukan arah perbuatan yaitu kearah tujuan yang akan diraih, menyeleksi perbuatan yang harus
dikerjakan guna mencapai tujuan dengan cara menyisihkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan yang ingin diraih.

Seseorang akan melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Sebuah motivasi yang lebih baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang bagus atau dengan kata lain bahwa dengan usaha yang tekun karena adanya motivasi maka akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Motivasi yang paling penting untuk pendidikan adalah motivasi dalam prestasi dimana seseorang lebih cenderung untuk berjuang mencapai sukses atau memilih kegiatan yang berorientasi untuk tujuan sukses atau untuk gagal. Tingginya intensitas motivasi murid akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar murid tersebut.

Ada beberapa cara untuk membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa dalam melakukan aktivitas belajar. Cara untuk membangkitkan motivasi belajar antara lain dengan memberi angka. Tidak sedikit siswa yang justru untuk mencapai angka yang baik sehingga biasanya yang dikejar itu adalah nilai. Untuk itu langkah yang bisa ditempuh guru adalah bagaimana cara memberi angka-angka yang dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap pelajaran. Cara kedua untuk membangkitkan motivasi belajar adalah dengan memberi hadiah. Hadiah bisa membangkitkan motivasi belajar jika dia mempunyai harapan untuk memperolehnya.

Senin, 08 Juli 2013

Keaktifan Belajar

Keaktifan Belajar - Guru adalah penanggung jawab dalam kegiatan proses pembelajaran. Hal ini karena guru yang langsung memberikan kemungkinan bagi para murid untuk belajar dengan efektif melalui pembelajaran. Adanya guru proses pengajaran masih tetap memegang peranan yang penting. Guru berperan dalam proses pengajaran yang belum dapat digantikan oleh hal lain bahkan komputer yang paling modern. Terlalu banyak unsur manusiawi yang merupakan hasil dari proses pengajaran yang tidak bisa didapat dari alat apapun.

Maka bisa dipahami bahwa guru memegang peranan yang penting pada proses belajar siswa melalui pembelajaran. Guru perlu menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses interaksi yang baik dengan murid, supaya mereka bisa melakukan berbagai aktivitas belajar secara efektif.

Untuk menciptakan interaksi yang baik dibutuhkan profesionalisme dan tanggung jawab yang tinggi dari guru dalam usaha untuk membangkitkan dan mengembangkan keaktifan belajar murid. Segala keaktifan siswa pada proses belajar sangat menentukan keberhasilan pencapaian dari tujuan pembelajaran tersebut. Tingkat keaktifan belajar murid dalam suatu proses pembelajaran juga sebagai tolak ukur dari kualitas pembelajaran tersebut.

Pembelajaran disebut berhasil serta berkualitas jika seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar murid terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi namun semangat belajar yang besar, serta rasa percaya pada diri sendiri.

Agar keaktifan belajar siswa muncul dalam proses pembelajaran, diperlukan berbagai upaya dari pengajar untuk bisa membangkitkan keaktifan mereka. Mengajar adalah usaha yang dilakukan oleh guru agar siswa belajar. Di dalam pengajaran maka siswa yang menjadi subjek, mereka adalah pelaku kegiatan belajar. Supaya siswa mempunyai peran sebagai pelaku dalam kegiatan belajar, maka sebaiknya guru merencanakan proses mengajar, yang mendorong siswa banyak melakukan berbagai aktivitas belajar. Aktivitas belajar atau tugas yang dikerjakan murid hendaknya menarik minat mereka, dibutuhkan dalam perkembangannya, serta bermanfaat untuk masa depannya.

Karena hal tersebut maka didalam pembelajaran upaya guru dalam mengembangkan keaktifan belajar murid menjadi sangat penting. Hal ini disebab keaktifan belajar siswa menjadi penentu bagi kesuksesan pembelajaran yang dilakukan.

Minggu, 07 Juli 2013

Definisi Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah harapan bagi setiap murid yang sedang mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta harapan bagi wali murid dan guru. Kata Prestasi belajar adalah suatu pengertian yang terdiri atas dua kata yaitu Prestasi dan kata belajar, dimana masing-masing mempunyai arti berbeda. Prestasi belajar banyak didefinisikan, seberapa jauh hasil yang sudah didapat siswa dalam penguasaan tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam waktu tertentu.

Pada umumnya prestasi belajar dinyatakan dalam angka atau huruf untuk membandingkan dengan satu kriteria. Prestasi belajar adalah kemampuan bagi murid dalam pencapaian berfikir yang tinggi. Harus dimiliki tiga aspek dalam prestasi belajar yaitu kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor.

Definisi prestasi belajar merupakan hasil yang didapat dengan baik pada seorang siswa baik dalam pendidikan atau bidang keilmuan. Siswa memperoleh prestasi belajar dari hasil yang telah dicapai oleh siswa yang diperoleh dari proses belajar. Definisi prestasi belajar adalah hasil pencapaian yang maksimal menurut kemampuan siswa pada waktu tertentu pada sesuatu yang dipelajari, dikerjakan, dimengerti dan diterapkan.

Seluruh pelaku pendidikan yaitu siswa, orang tua dan guru tentu ingin tercapainya sebuah prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar yang baik adalah salah satu indikator akan keberhasilan proses belajar. Tapi kenyataannya tidak semua siswa bisa mendapat prestasi belajar yang baik dan ada siswa yang mendapatkan prestasi belajar yang buruk. Baik dan buruknya prestasi belajar yang diperoleh murid dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Pengertian prestasi belajar bisa mempunyai arti sebagai tingkat keterkaitan siswa di dalam proses belajar mengajar sebagai evaluasi yang dilakukan oleh pengajar. Prestasi belajar siswa adalah sebuah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dituliskan dalam bentuk simbol angka atau huruf dan kalimat yang bisa menunjukkan hasil yang telah didapat oleh setiap murid pada periode tertentu. Dari uraian tersebut maka bisa disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah ukuran keberhasilan aktivitas belajar siswa dalam menguasai sejumlah mata pelajaran selama periode tertentu.

Pengertian Proses Belajar

Pengertian proses pembelajaran yaitu suatu proses interaksi antara siswa dengan pengajar dan sumber belajar dalam suatu lingkungan. Pembelajaran merupakan bentuk bantuan yang diberikan pengajar supaya bisa terjadi proses mendapatkan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran serta tabiat, pembentukan sikap dan kepercayaan pada murid. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran adalah proses untuk membantu murid supaya bisa belajar secara baik.

Pembelajaran mempunyai arti yang mirip dengan pengajaran, meskipun memiliki konotasi yang tidak sama. Pada konteks pendidikan, seorang guru mengajar agar murid bisa belajar dan menguasai isi pelajaran sehingga memperoleh sesuatu obyektif yang ditentukan atau aspek kognitif, serta bisa mempengaruhi perubahan sikap atau aspek afektif, dan ketrampilan atau aspek psikomotor seseorang murid.

Pengajaran mempunyai kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak saja, yaitu pekerjaan guru. Pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan murid. Menurut Oemar Hamalik, Pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang telah tersusun yaitu unsur material, manusiawi,
perlengkapan, fasilitas, perlengkapan serta prosedur yang saling berpengaruh untuk memperoleh tujuan pembelajaran, yaitu manusia yang terlibat didalam sebuah sistem pengajaran yang terdiri dari guru, murid dan tenaga yang lain. Materinya meliputi buku-buku, papan tulis dan lain sebagainya. Fasilitas serta perlengkapan terdiri atas ruang kelas dan audiovisual. Prosedur pengajaran meliputi jadwal beserta metode penyampaian informasi, belajar, ujian dan lain sebagainya.

Sedangkan pengertian proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan pada perilaku kognitif, perilaku afektif dan psikomotorik yang terjadi dalam diri murid. Perubahan itu bersifat positif yang berarti berorientasi ke arah yang lebih baik. Dalam pengertian proses belajar dapat dibedakan atas tiga fase yaitu fase informasi lalu fase transformasi dan terakhir fase evaluasi.

Dimana setiap pelajaran diperoleh sejumlah informasi. Ada informasi yang menambah pengetahuan yang sudah dimiliki, ada informasi yang memperhalus dan memperdalamnya, ada juga informasi yang bertentangan dengan apa yang sudah diketahui sebelumnya.

Sebuah informasi harus dilakukan analisis, diubah atau ditransformasi ke dalam suatu bentuk yang lebih abstrak atau konseptual supaya bisa dipakai untuk hal yang lebih luas. Untuk itu bantuan guru sangat dibutuhkan. Kemudian semua itu dinilai sampai sejauh mana pengetahuan yang didapat dan tranformasi itu bisa dimanfaatkan untuk memahami gejala lain.

Sabtu, 06 Juli 2013

Teori Belajar Kognitif

Secara umum terdapat ada tiga jenis teori belajar yang telah dikenal, yaitu teori belajar Kognitif, Behavioristik dan teori belajar Konstruktivistik. Namun pada pembahasan kali ini, akan disampaikan pembahasan mengenai teori belajar kognitif. Teori belajar ini tidak sama dengan teori belajar behavioristik.

Teori kognitif lebih mementingkan sebuah proses belajar dari pada hasil dari belajar itu sendiri. Untuk penganut aliran kognitif mengungkapkan bahwa belajar bukanlah sekedar melibatkan hubungan diantara respon dan stimulus. Berbeda dengan model belajar behavioristik yang mempelajari setiap proses belajar hanya menjadi hubungan stimulus-respon.

Pada model belajar kognitif adalah suatu bentuk teori belajar yang sering disebut dengan model perseptual. Belajar kognitif menyatakan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh pendangan serta pemahamannya mengenai situasi yang berhubungan dengan tujuan belajar mereka. Belajar adalah perubahan pandangan dan pemahaman yang tidak selalu bisa terlihat sebagai
perilaku yang nampak.

Teori belajar kognitif juga menekankan pada bagian-bagian atas situasi yang saling berkaitan dengan konteks situasi itu sendiri. Membagi-bagi atau memisahkan situasi atau materi pelajaran kedalam komponen-komponen yang lebih kecil serta mempelajarinya dengan cara terpisah bisa menyebabkan kehilangan arti. Pandangan akan teori ini bahwa belajar adalah suatu proses didalam yang melingkupi memory, retensi, pengolahan informasi, emosi dan aspek kejiwaan yang lain.

Belajar adalah kegiatan yang melibatkan kompleksnya proses berpikir. Belajar terjadi antara lain meliputi pengaturan stimulus yang didapat dan disesuaikan dengan struktur kognitif yang sudah dipunyai dan terbentuk dalam pikiran seseorang atas dasar pemahaman dan pengalaman. Teori belajar kognitif menerangkan belajar dengan cara fokus pada perubahan proses jiwa dan struktur yang terjadi sebagai akibat dari usaha untuk memahami kehidupan. Teori kognitif yang dipakai untuk menerangkan tugas yang sederhana seperti mengingat nomor telepon dan kompleks dan memesahkan masalah yang tidak jelas.

Ada empat prinsip dasar teori kognitif yaitu pembelajar aktif dalam usaha untuk memahami pengalaman, pemahaman bahwa murid meningkatkan tergantung pada apa yang sudah mereka ketahui, belajar membangun pengertian dari pada catatan, belajar merupakan perubahan dalam struktur jiwa seseorang.

Kemandirian Belajar

Kemandirian Belajar - Sikap mandiri seseorang tidak terbentuk dengan cara yang mendadak, namun melalui proses sejak masa anak-anak. Dalam perilaku mandiri antara tiap individu tidak sama, kondisi ini dipengaruhi oleh banyak hal. Hal yang mempengaruhi atau faktor penyebab sikap mandiri seseorang itu dibagi menjadi dua, yaitu faktor dari dalam individu dan faktor dari luar individu.

Berbagai faktor mempengaruhi kemandirian seseorang, antara lain adalah faktor Eksogen. Faktor ini berasal dari luar seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor kemandirian yang lain adalah faktor endogen. Faktor ini berasal dari dalam diri murid, yaitu fisiologis dan psikologis.

Di dalam uni pendidikan, cara belajar secara aktif harus ditempuh untuk mendidik murid agar berpikir mandiri. Kualitas kemandirian adalah ciri yang sangat dibutuhkan manusia dimasa depan. Pengajar berusaha mengembangkan belajar dengan caranya sendiri dan mereka berusaha menemukannya sendiri. Sikap seorang pengajar dalam pembelajaran yang membuka peluang untuk pelajar memperoleh gerak atau ruang kerja seluas-luasnya dalam waktu kerja dan caranya, ditandai dengan tidak menonjolkan peranan mengajar dalam kelas.

Jadi Kemandirian belajar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk melakukan aktivitas belajar dengan cara mandiri atas dasar motivasinya sendiri untuk menguasai suatu materi tertentu sehingga bisa dipakai untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Sehingga dalam kemandirian belajar, seorang siswa harus proaktif serta tidak tergantung pada guru.

Jika dilihat dari aspek kognitif maka dengan belajar secara mandiri akan didapat pemahaman konsep pengetahuan yang awet sehingga akan mempengaruhi pada pencapaian akademik murid. Kondisi tersebut karena murid sudah terbiasa menyelesaikan tugas yang didapat dengan usaha sendiri serta mencari sumber-sumber belajar telah tersedia.

Kemandirian belajar siswa, akan menuntut mereka untuk aktif baik sebelum pelajaran berlangsung dan sesudah proses belajar. Murid yang mandiri akan mempersiapkan materi yang akan dipelajari. Sesudah proses belajar mengajar selesai, murid akan belajar kembali mengenai materi yang sudah disampaikan sebelumnya dengan cara membaca atau berdiskusi. Sehingga murid yang menerapkan belajar mandiri akan mendapat prestasi lebih baik jika dibandingkan dengan murid yang tidak menerapkan prinsip mandiri.