Kamis, 30 Januari 2014

Penjelasan Dan Format Multimedia Pembelajaran

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai multimedia pembelajaran, sebaiknya kita pahami dahulu apa itu pengertian dari multimedia dan pembelajaran itu sendiri. Jadi Multimedia adalah suatu media yang menggabungkan dua atau lebih unsur media yang terdiri dari gambar, foto, teks, video maupun animasi yang terintegrasi. Sementara pembelajaran diartikan sebagai sebuah proses menciptakan lingkungan untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Di dalam sebuah pembelajaran sendiri yang paling utama yaitu bagaimana siswa itu belajar, belajar dalam arti aktivitas mental sehingga mereka mampu menghasilkan sebuah perubahan prilaku menjadi lebih baik yang sifatnya konstan.

Berbicara mengenai manfaat dari multimedia pembelajaran ini jika dipilih, digunakan dan dikembangkan dengan tepat maka bisa memberikan manfaat yang sangat banyak untuk para siswa dan guru. Secara umum manfaat tersebut adalah menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menarik, atraktif dan juga bisa meningkatkan kualitas belajar mengajar. Hal tersebut bisa didapatkan karena mengingat beberapa keunggulan yang dimiliki dalam multimedia pembelajaran adalah :

  • Mampu membesarkan benda yang berukuran kecil atau tak nampak dengan mata sekalipun seperti bakteri dan kuman.
  • Mampu memperkecil benda yang tidak mungkin dihadirkan karena ukurannya yang terlalu besar seperti gedung, pesawat, gajah dan sebagainya dalam proses pembelajaran.
  • Mampu menyajikan suatu peristiwa ataupun benda dengan lebih kompleks seperti beredarnya planet, bekerjanya sebuah mesin dan lain-lain.
  • Mampu menyajikan sebuah peristiwa yang jauh seperti salju, bulan dan sebagainya.
  • Mampu menyajikan sebuah peristiwa yang berbahaya untuk dipelajari seperti gunung meletus.
  • Mampu meningkatkan daya tarik siswa dalam mempelajarinya.

Selain itu karakteristik dari multimedia di dalam sebuah pembelajaran adalah :

Menyajikan lebih dari satu media secara bersamaan, misalnya saja dengan menggabungkan unsur visual dan audio.

Lebih bersifat interaktif
Bersifat mandiri sehingga siswa bisa belajar secara langsung tanpa bimbingan orang lain.

Pada dasarnya dalam menyajikan suatu pembelajaran dengan menggunakan multimedia, terdapat beberapa format yang bisa kita gunakan atau terapkan. Tapi apa saja format tersebut? perhatikan berikut ini :

Tutorial
Jadi tutorial ini merupakan sebuah pembelajaran yang menggunakan multimedia untuk penyampaian materi, baik itu secara teks, grafik maupun video.

Drill
Drill ini digunakan untuk melatih para pengguna sehingga mereka bisa mahir dalam mempelajari suatu keterampilan maupun untuk penguasaan sebuah konsep tertentu. Adapun program ini menyediakan beberapa soal yang nantinya akan ditampilkan acak, jadi setiap soal yang muncul selalu berbeda.

Simulasi
Pembelajaran yang satu ini dikemas dengan format penyampaian yang lebih dinamis dan biasa di aplikasikan di dunia nyata.

Eksperimen
Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan simulasi, tapi eksperimen ini lebih ditujukan untuk kegiatan yang sifatnya percobaan. Misalnya saja latihan praktikum di sebuah laboratorium.

Permainan
Permainan di sini disajikan untuk proses pembelajaran. Dengan begitu diharapkan aktivitas belajar bisa lebih menarik dengan bermain.

Dengan mengetahui pengertian dan juga berbagai format yang bisa kita terapkan dalam pembelajaran. Maka diharapkan proses belajar mengajar bisa lebih baik dan lebih efisien mengingat betapa pentingnya multimedia pembelajaran itu sendiri untuk saat ini.

Rabu, 29 Januari 2014

Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Seperti yang kita tahu, pembelajaran Bahasa Indonesia adalah salah satu materi yang di ajarkan di bangku sekolah. Adapun tujuan pembelajaran ini dapat kita tinjau dari dua sudut pandang, untuk para siswa ditujukan agar para siswa mampu menghayati bahasa dan juga sastra Indonesia serta mempunyai kemampuan yang baik dan benar dalam berbahasa. Sementara tujuan bagi para guru yaitu untuk mengembangkan potensi para siswa dalam berbahasa Indonesia, serta agar lebih mandiri dalam menyiapkan dan menentukan bahan ajar sesuai dengan kemampuan siswa dan kondisi lingkungan.

Selain itu, yang menjadi tujuan umum dari pembelajaran suatu Bahasa yakni peran pentingnya di dalam perkembangan intelektual dan emosional siswa serta sebagai penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua mata pelajaran. Di samping itu pembelajaran Bahasa Indonesia juga dapat memungkinkan manusia untuk bisa saling berkomunikasi dan berbagi pengalaman serta saling belajar satu sama lain untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Adapun pembelajaran Bahasa Indonesia di bangku sekolah diharapkan bisa membantu para siswa untuk mengenal dirinya sendiri, budayanya, budaya orang lain, belajar untuk menyampaikan gagasan, serta mampu menggunakan kemampuan imajinatif dan analitis yang terdapat pada diri masing-masing siswa. Jadi apabila kita rangkum, maka tujuan dari pembelajar tersebut seperti berikut ini :

Peserta didik diharapkan bisa berkomunikasi secara lebih efektif dan juga efisien serta mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai etika dan kesopanan.

Peserta didik diharapkan bisa semakin menghargai bahasa Indonesia dan bangga terhadap bahasa pemersatu bangsa tersebut.

Peserta didik diharapkan bisa memahami bahasa Indonesia dan juga mampu menggunakannya secara tepat.

Peserta didik diharapkan bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk semakin meningkatkan kemampuannya.

Peserta didik diharapkan mampu membaca untuk memperluas wawasan mereka serta bisa memperhalus budi pekerti.

Peserta didik diharapkan bisa lebih menghayati sastra Indonesia.

Adapun aspek dalam kemampuan berbahasa itu meliputi beberapa hal di antaranya seperti berbicara, mendengarkan, menulis dan membaca yang berhubungan dengan ragam sastra maupun ragam bahasa yang mana merupakan ruang lingkup dari standar kompetensi pembelajaran bahasa Indonesia.

Selasa, 28 Januari 2014

Model Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung atau yang dikenal dengan direct instruction ini adalah sebuah model pembelajaran yang menitik beratkan pada penguasaan konsep dan juga perubahan perilaku dengan melakukan pendekatan secara deduktif. Di sini peran dari guru memang sangat penting sebagai penyampai informasi, sehingga sudah seyogyanya seorang guru memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada seperti tape recorder, film, peragaan, gambar dan sebagainya. Adapun informasi yang disampaikan bisa berupa pengetahuan yang sifatnya prosedural maupun pengetahuan deklaratif. Meskipun demikian kekurangannya yaitu model pembelajaran seperti ini tidak bisa digunakan setiap waktu serta tidak dapat diterapkan di semua tujuan pembelajaran.

Dalam sintaks model pembelajaran langsung, terapat tujuh langkah yang mana di setiap langkah tersebut terdapat tahapan-tahapan dalam penyampaian materi. Untuk lebih jelasnya simak berikut ini :

• Menyampaikan orientasi pelajaran dan tujuan pembelajaran kepada siswa.

Jadi pada tahap ini para pengajar menyampaikan beberapa hal yang harus dipelajari dan juga kinerja peserta didik yang diharapkan.

• Melakukan review pengetahuan serta keterampilan pra-syarat.

Di sini guru akan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui keterampilan dan pengetahuan yang sudah dikuasai siswa.

• Menyampaikan materi pelajaran.

Dalam tahap ini pengajar akan menyampaikan materi dan informasi serta memberikan berbagai contoh dan sebagainya.

• Melaksanakan bimbingan.

Jadi bimbingan ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan yang bertujuan untuk menilai tingkat pemahaman peserta didik dan mencoba untuk mengoreksi kesalahan konsep yang ada.

• Memberi kesempatan untuk siswa agar terus berlatih.

Di sini guru memberi kesempatan untuk siswa agar terus melatih keterampilannya maupun menggunakan informasi yang baru secara kelompok atau individu.

• Menilai kinerja masing-masing siswa dan memberinya umpan balik.

Dalam tahap ini seorang guru akan memberikan review terhadap segala hal yang sudah dilakukan siswa, kemudian guru akan memberi umpan balik atas respon siswa dengan benar.

• Memberikan latihan mandiri.

Jadi guru juga bisa memberikan tugas secara mandiri untuk para siswa guna meningkatkan pemahaman atas materi yang telah disampaikan.

Di samping itu, model pembelajaran langsung ini pada dasarnya bisa dan sangat cocok diterapkan apabila mendapati situasi yang memungkinkan di antaranya seperti berikut ini :

  • Saat guru ingin mencoba mengenalkan bidang pembelajaran baru.
  • Saat guru ingin mencoba mengajari keterampilan kepada siswa ataupun mengajari prosedur yang mempunyai struktur jelas.
  • Saat para siswa mendapati kesulitan yang bisa diatasi dengan sebuah penjelasan terstruktur.
  • Saat guru ingin menyampaikan teknik tertentu sebelum para peserta didik melakukan kegiatan praktek.
  • Saat guru menginginkan para siswa tertarik akan suatu topik.

Jadi model pembelajaran langsung memang patut diterapkan apabila sudah mendapati beberapa kondisi seperti yang dijelaskan tersebut, sehingga proses belajar dan penyampaian materi kepada para siswa juga bisa semakin efektif.

Beberapa Prinsip Utama Dalam Pengembangan Kurikulum

Kurikulum atau lebih dikenal dengan sistem pembelajaran memiliki sebuah aspek yang berguna dalam membantu perkembangan dari kurikulum itu sendiri, sebut saja pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum itu sendiri adalah merupakan sebuah proses yang melibatkan perencanaan sehingga menghasilkan sebuah sarana baru yang lebih baik sehingga memberikan sebuah kondisi pembelajaran yang lebih baik.

Dalam pengembangan kurikulum, yang perlu diperhatikan adalah prinsip itu sendiri, agar perkembangan tetap terarah dan dapat diterima oleh para siswa itu sendiri. Prinsip berorientasi terhadap tujuan, merupakan hal diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, dimana hal tersebut tetap memiliki arti yang sama yaitu mengandung aspek – aspek pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan. Dari hal tersebut, maha selanjutnya akan ada pertumbuhan yang memunculkan perubahan tingkah laku siswa sehingga mencakup dari tiga spek tersebut dan tetap mempertahankannya.

Pengembangan kurikulum harus fleksibel, dalam arti luwes, atau mudah disesuaikan. Maksudnya adalah pengembangan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Jadi tidak kaku atau monoton, dan pengembangannya pun juga melibatkan penambahan – penambahan ilmu dan pengetahuan akan sekitar sesuai dengan lahan atau medan pembelajaran para siswa. Relevansi sangat diperlukan dalam pengembangan kurikulum, gunanya agar kurikulum tetap ada dalam naungan tujuan utama, baik secara isi maupun sistem.

Dalam pengembangan kurikulum harus dipertimbangkan juga segi efektivitasnya, maksudnya adalah dapat memanfaatkan dalam pendayagunaan dana, tenaga yang ada, waktu, dan juga beberapa sumber yang tersedia sehingga pengembangan tersebut dapat berjalan secara lancar dan membuahkan hasil yang optimal. Secara sederhana, pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, misal dari segi waktu, jika siswa memiliki waktu yang terbatas, maka harus dimanfaatkan dengan tepat dan sesuai akan tata ajaran dan juga materi pembelajaran yang dibutuhkan.

Kurikulum harus disusun secara berkesinambungan atau kontinuitas, dalam artian bagian dan aspek, materi, dan juga bahan kajian pembelajaran disusun secara berurutan lalu tidak boleh terlepas atau terpisah, sehingga antara satu dan yang lain memiliki hubungan yang bermakna dan sesuai dengan jenjang atau tingkatan pendidikan, struktur yang ada dalam satuan pendidikan, dan juga tingkat perkembangan siswa. Sehingga nampak jelas alurnya, yang berdampak dalam sistem pembelajaran yang lancar.

Pengembangan kurikulum harus tetap terpadu, bermutu dan juga seimbang baik secara proporsional maupun fungsional. Seperti pengembangan antara teori dan praktek, unsur sains, sosial, ilmu prilaku, dan humanoria.

Senin, 27 Januari 2014

Model Pembelajaran Pakem

Untuk saat ini di dalam kegiatan belajar mengajar memang diperlukan adanya strategi yang tepat dan sesuai untuk diterapkan. Adapun strategi yang cocok diterapkan dalam pembelajaran yaitu dikenal dengan Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan atau disingkat PAKEM. Jadi model pembelajaran PAKEM ini memungkinkan para siswa untuk mengerjakan beragam kegiatan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan dengan penekanan belajar sambil bekerja. Sedangkan para pengajar dapat menggunakan berbagai sumber ataupun alat bantu lain termasuk memanfaatkan lingkungan agar proses pembelajaran bisa lebih menaik dan menyenangkan.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar, model pakem ini bisa membuat siswa belajar dengan lebih menyenangkan. Adapun model pembelajaran pakem ini memiliki empat unsur di dalamnya seperti :

• Aktif
Belajar di sini adalah salah satu proses aktif untuk membangun makna atau pemahaman atas pengalaman dan informasi yang di dapat oleh peserta didik.

• Kreatif
Adapun proses dari pembelajaran juga harus bisa menumbuhkan kreativitas siswa, karena seorang anak memang dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

• Efektif
Sebuah pembelajaran dilakukan mempunyai tujuan yang harus bisa tercapai. Namun untuk bisa mencapai tujuan tersebut maka ada beberapa faktor penentu yang salah satunya yaitu model pembelajaran yang diterapkan. Selain itu
pembelajaran yang efektif apabila dilaksanakan bisa semakin menunjang keberhasilan pembelajaran selanjutnya.

• Menyenangkan
Kondisi yang menyenangkan ketika proses pembelajaran berlangsung bisa memotivasi para siswa untuk bisa fokus memperhatikan pembelajaran sehingga bisa meningkatkan pencapaian dari tujuan pembelajaran itu sendiri.

Sementara itu kegiatan belajar mengajar yang menggunakan pembelajaran pakem ini bisa dilihat dari 2 sisi. Berikut ini dari sisi guru dan siswa dalam proses pembelajaran :

• Aktif
Jadi untuk guru harus berperan aktif dalam memantau kegiatan belajar peserta didik, memberikan umpan balik, maupun mempertanyakan pertanyaan yang menyenangkan. Sementara untuk siswa haruslah rajin bertanya, berani menyampaikan gagasan maupun menanyakan gagasan orang lain.

• Kreatif
Di sini seorang guru haruslah lebih kreatif dalam arti mampu mengembangkan berbagai kegiatan yang ada serta bisa membuat alat bantu belajar sehingga proses belajar lebih berkesan. Sedangkan untuk siswa juga harus kreatif, misalnya saja seperti membuat sesuatu ataupun mengarang.

• Efektif
Agar pembelajaran bisa efektif maka guru harus bisa mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri, sementara siswa harus menguasai keterampilan yang diperlukan.

• Menyenangkan
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, cara mengajar guru sebaiknya tidak membuat siswa menjadi takut. Sedangkan siswanya juga harus mengondisikan bahwa mereka berada dalam situasi pembelajaran yang menyenangkan.

Jadi itulah metode yang efektif untuk diterapkan pada sebuah pembelajaran, dengan begitu tidak hanya guru saja yang semakin mudah dalam menyampaikan materi tetapi juga para peserta didik dapat merasakan proses belajar mengajar yang menyenangkan dengan pembelajaran pakem tersebut.

Minggu, 26 Januari 2014

Ciri-Ciri Serta Manfaat Media Pembelajaran

Sebelum kita membahas manfaat media pembelajaran, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari media pembelajaran itu sendiri yakni segala sesuatu yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan pesan, bisa merangsang perasaan, pikiran serta keinginan para siswa sehingga bisa mendorong terciptanya sebuah proses belajar yang efektif untuk semua peserta didik.  Adapun awalnya media pembelajaran ini dianggap hanya sebagai alat bantu untuk mengajar, jadi alat bantu yang digunakan tersebut merupakan alat bantu siswa untuk menerima pelajaran misalnya seperti model, gambar, objek maupun alat-alat lain untuk bisa memberikan pengalaman nyata serta mempertinggi retensi dan daya serap belajar peserta didik.

Selain itu, hubungan yang ada di antara media pembelajaran dengan sebuah teknologi pembelajaran adalah jika teknologi pembelajaran mampu memberi pengaruh terhadap pemahaman atau paradigma pembelajaran, maka perubahan yang terjadi tersebut bisa berimplikasi terhadap suatu proses kegiatan pembelajaran yang di dalamnya meliputi tujuan materi, strategi dan metode serta media dan evaluasi. Hubungan media pembelajaran dengan teknologi pembelajaran di sini memang sangat erat dikarenakan
cara menyampaikan para pengajar ketika mengajar tentunya akan menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran. Lantas seperti apa ciri-ciri media pembelajaran itu? terdapat 3 ciri media yang bisa menjadi petunjuk kenapa media tersebut digunakan serta apa saja yang bisa dilakukan yang sekiranya seorang pengajar tidak mampu untuk melakukannya. Jadi ke-tiga ciri itu di antaranya adalah :

• Ciri fiksatif
Untuk ciri yang satu ini akan menggambarkan bagaimana media itu merekam, lalu menyimpan dan melestarikan maupun merekonstruksikan sebuah objek atau peristiwa.

• Ciri manipulatif
Jadi ciri manipulatif ini merupakan transformasi atas suatu peristiwa ataupun objek yang sekiranya masih dimungkinkan, karena media tersebut masih mempunyai ciri manipulatif.

• Ciri distributive
Adapun ciri distributive dari sebuah media memungkinkan suatu peristiwa ataupun objek akan ditransportasikan melalui ruang serta bersamaan dengan itu akan disajikan kepada semua peserta didik sehingga mereka mendapatkan stimulus pengalaman yang sama mengenai hal tersebut.

Secara umum, beberapa manfaat media pembelajaran itu di antaranya seperti berikut :
• Bisa meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan dengan cara semakin mempercepat "rate of learning".
• Dapat membantu pengajar untuk bisa menggunakan waktu belajar dengan lebih baik lagi.
• Mengurangi beban pengajar dalam menyajikan dan menyampaikan informasi.

Itulah beberapa ciri-ciri serta manfaat media pembelajaran yang mampu berperan penting untuk meningkatkan kualitas dan juga mutu sebuah pendidikan.

Sabtu, 25 Januari 2014

Mengulas Teori Pembelajaran

Teori Pembelajaran - Proses belajar merupakan suatu kegiatan secara bertahap yang dilakukan manusia untuk terus mengalami perubahan dari segi perilaku sebagai bentuk akibat dari interaksi yang terjadi antar individu di dalam lingkungan masyarakat, keluarga hingga berbangsa serta bernegara. Adapun proses pembelajaran tersebut, memiliki kecenderungan atas perubahan perilaku maupun pola pikir serta pengetahuan yang dipunyai oleh masing-masing orang. Di dalam proses pembelajaran pun terdapat sebuah teori pembelajaran yang menjadi pedoman, untuk memperoleh proses pembelajaran secara maksimal yang bersifat prespektif. Jadi proses pembelajaran itu dilakukan berdasar teori pembelajaran tersebut, sehingga perubahan perilaku yang bisa kita amati langsung yaitu berupa penampilan. Sementara perubahan perilaku yang tidak bisa kita amati yaitu berupa kemampuan masing-masing individu untuk bertindak atas sesuatu hal.

Adapun proses pembelajaran sendiri merupakan suatu hal yang sangat lengkap, karena di dalamnya akan melibatkan berbagai tingkah laku dan pola pikir yang mempunyai peran penting demi kelangsungan proses pembelajaran itu sendiri. Teori pembelajaran juga terbagi menjadi empat bagian, ada teori pembelajaran humanistik, tingkah laku, kognitif dan sosial. Jadi masing-masing teori tersebut mempunyai fungsi serta peran tersendiri selama berlangsungnya proses pembelajaran tersebut terjadi. Untuk lebih jelasnya simak ulasan
berikut :

• Teori pembelajaran humanistik
Teori ini lebih terfokus pada peran dari pendidikan sebagai penyedia untuk memberikan pembelajaran yang baik terhadap para siswa. Adapun dalam teori ini juga menjelaskan bahwa proses pembelajaran itu merupakan sebuah cara untuk mencetak kepribadian orang di dalam lingkungannya agar menjadi seseorang yang lebih kooperatif yang mana diharapkan bisa mengembangkan potensi untuk mencapai tujuan hidup.

• Teori pembelajaran tingkah laku
Teori ini terfokus pada tingkah laku seseorang atas hasil dari sebuah interaksi yang telah terjadi. Adapun hasil itu bisa berupa perubahan dari segi tingkah laku menjadi lebih baik.

• Teori pembelajaran kognitif
Teori ini terfokus pada kemampuan kognitif individu dengan melalui tahapan proses pembelajaran. Jadi kemampuan ini akan mencakup suatu proses pendidikan, bisa berupa kegiatan langsung maupun peran langsung dari setiap individu pada suatu peristiwa tertentu.

• Teori pembelajaran sosial
Teori ini mempunyai keterkaitan dengan perilaku sebagai bentuk proses penguatan serta mempunyai peluang untuk mengalami pengulangan. Adapun pada teori ini juga diberlakukan pemberian hukuman atas perilaku negatif yang dilakukan karena terjadi ketidaksesuaian.

Pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari proses pembelajaran tersebut tidak hanya berupa informasi atau fakta saja, melainkan juga bisa digunakan untuk kehidupan secara nyata. Di samping itu teori pembelajaran juga sangat diharapkan bisa dijadikan alat bantu untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah yang timbul selama proses pembelajaran. Dengan begitu hasil dari pembelajaran bisa langsung diterapkan dalam kehidupan kita. Silahkan klik link berikut untuk definisi dan penjelasan lebih lanjut mengenai teori belajar.

Jumat, 24 Januari 2014

Konsep Pembelajaran Yang Mutakhir Dan Inovatif

Berbicara mengenai konsep pembelajaran, ada salah satu konsep yang disebut dengan SPICES. Jadi konsep tersebut digagas oleh Harden dkk (1984) dan sudah banyak diterapkan serta dikembangkan dalam dunia pendidikan. Adapun konsep yang satu ini memang terbilang mutakhir dan inovatif karena memiliki beberapa keunggulan-keunggulan yang bisa membentuk para peserta didik untuk menjadi lebih baik.

Sebenarnya SPICES ini adalah akronim dari beberapa istilah yang sekaligus menggambarkan sebuah komponen utama dari suatu konsep pembelajaran. Untuk mengetahui lebih jelas, berikut ini kami berikan penjelasan dari akronim tersebut.

• Student-centered
Jadi student centered ini maksudnya siswa dapat secara aktif mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang sedang dipelajari, belajar untuk menentukan apa yang dikehendaki, turut aktif di dalam pengelolaan pengetahuan, mampu mandiri dalam mencari pengetahuan, mampu memanfaatkan berbagai media serta lebih menekankan pada pencapaian kompetensi dan bukan pada ketuntasan materi. Di sini peran dari seorang guru menjadi fasilitator dan juga pembimbing siswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

• Problem-based
Di sini maksudnya para siswa akan diberi trigger masalah atau semacam studi kasus yang nantinya akan digunakan untuk pencarian, penggalian dan pengumpulan informasi maupun ilmu. Sehingga dengan cara ini para siswa bisa terus dirangsang agar mampu mengembangkan pola pikir dan daya analisanya.

• Integrated
Maksudnya, perencanaan kurikulum
pelajaran nantinya akan di desain secara terintegrasi. Baik itu secara vertikal maupun horizontal. Jadi cara pikir siswa di sini tidak dikotak-kotakkan berdasarkan masing-masing ilmu, melainkan mereka bisa mengintegrasikan dan menghubungkan antara keterampilan dan pengetahuan yang didapatkannya secara menyeluruh.

• Community-based
Community based di sini berarti suatu pembelajaran haruslah berorientasi terhadap keperluan masyarakat maupun kepentingan konsumen. Sehingga proses pembelajaran peserta didik tidak hanya terbatas pada ruang kelas saja melainkan mereka juga bisa mempelajari berbagai macam aspek kehidupan bermasyarakat yang terdapat di sekitar mereka. Jadi secara tidak langsung mereka bisa berlatih sekaligus belajar untuk mengambil peran yang positif di dalam lingkungannya.

• Elective
Di samping menyediakan materi pelajaran yang sudah terstruktur berdasarkan kurikulum, sebuah sekolah setidaknya juga harus menyediakan berbagai macam program pilihan yang bisa diambil oleh para siswa berdasarkan minat, bakat dan tujuan masing-masing.

• Systematic
Di sini suatu pembelajaran akan dikembangkan sesuai dengan materi, tujuan dan masing-masing tahapannya.

Apabila kita tinjau dari komponen yang ada pada SPICES ini, maka konsep pembelajaran tersebut menawarkan kelebihan kepada kita. Adapun di antaranya seperti berikut :

Menjadikan peserta didik akan lebih aktif dan termotivasi di dalam proses pembelajarannya.
Mampu mengembangkan keterampilan serta memecahkan permasalahan secara komprehensif.
Melatih keterampilan di dalam lingkungan sosial secara aplikabel.
Memberi kesempatan belajar untuk para peserta didik berdasarkan minat, bakat serta karakteristik lainnya.
Membuat proses pembelajaran menjadi lebih tertib dan juga lebih efisien.

Itulah sedikit ulasan mengenai konsep pembelajaran yang mutakhir dan inovatis sehingga sangat tepat untuk di aplikasikan.

Kamis, 23 Januari 2014

Pengertian Dan Macam-Macam Komponen Pembelajaran

Macam-Macam Komponen Pembelajaran - Apabila kita lihat mengenai konsep pembelajaran sekarang ini nampaknya terus mengalami perubahan serta perkembangan mengikuti kemajuan IPTEK. Adapun pembelajaran tersebut memiliki arti yang sama dengan kegiatan mengajar yang mana dilakukan oleh para pengajar dalam menyampaikan dan menyajikan pengetahuan kepada peserta didiknya. Jadi pembelajaran itu adalah suatu sistem yang di dalamnya terdiri atas berbagai komponen pembelajaran satu sama lain yang saling berkaitan. Sementara itu yang dimaksud dengan pelaksanaan pembelajaran yaitu operasionalisasi atas perencanaan pembelajaran yang telah dibuat. Dengan demikian dalam pelaksanaannya tentu akan sangat bergantung dengan perencanaan pengajaran itu sendiri.

Jika kita simpulkan, maka komponen pembelajaran itu merupakan sebuah kumpulan beberapa item satu sama lain yang saling terhubung dan itu merupakan hal terpenting di dalam proses kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu untuk mengetahui apa saja komponen-komponen yang berperan penting di dalamnya bisa anda simak berikut ini :

• Kurikulum
Jadi kurikulum ini digunakan sebagai rancangan pendidikan yang kedudukannya sangat penting dalam segala aspek pendidikan. Bahkan dengan mengingat pentingnya peran dari kurikulum dalam perkembangan pendidikan, maka di dalam penyusunannya juga tidak dapat dilakukan apabila tidak memiliki landasan yang kuat. Sementara itu fungsi dari kurikulum ini adalah :
1. Sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan
2. Sebagai alat ukur atau barometer keberhasilan program pendidikan
3. Bisa digunakan sebagai pedoman ataupun patokan dalam meningkatkan kualitas pendidikan

• Guru
Di sini guru memiliki peran penting dalam membentuk siswa. Selain itu peran dari guru juga tidak hanya sebagai pengajar saja, melainkan juga sebagai pengembang, pembimbing dan pengelola pembelajaran. Adapun fungsi dari guru adalah :
1. Sebagai contoh untuk semua anak
2. Sebagai pendidik
3. Sebagai pengajar dan pembimbing
4. Sebagai pelajar maupun administrator pendidikan

• Siswa
Murid atau siswa di sini digunakan sebagai seseorang yang
turut mengikuti program pendidikan, baik di sekolah maupun di lembaga pendidikan yang lain. Akan tetapi jangan selalu menganggap siswa tidak tahu mengenai apa-apa, karena mereka juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Adapun fungsi dari siswa adalah :
1. Objek yang menerima pelajaran
2. Objek yang turut menentukan hasil pembelajaran

• Metode
Maksud dari metode pembelajaran yaitu sebuah upaya yang bisa dilakukan dalam membantu proses belajar supaya bisa berjalan lebih baik. Untuk fungsinya sendiri adalah :
1. Untuk memperlancar dan memudahkan proses belajar
2. Membantu pengajar dalam menjelaskan materi kepada peserta didik
3. Membantu peserta didik untuk menjadi lebih berani, aktif dan juga mandiri

• Materi
Materi memang haruslah didesain dengan baik agar bisa sesuai dalam mencapai tujuan pendidikan. Adapun fungsinya adalah :
1. Untuk memperluas dan menambah pengetahuan peserta didik
2. Sebagai dasar pengetahuan bagi siswa untuk pembelajaran
3. Menjadi bahan yang digunakan dalam pembelajaran

• Media (alat pembelajaran)
Jadi media ini menjadi perantara antara si pengantar pesan dengan si pengirim pesan. Adapun bentuknya bisa berupa software ataupun hardware sebagai alat bantu belajar. Sementara itu fungsinya adalah :
1. Bisa memberi pengaruh baik dan memperlancar interaksi antara pengajar dan peserta didik
2. Bisa lebih efektif dalam hal tenaga dan juga waktu
3. Bisa menjalin hubungan antar pribadi anak dengan lebih baik

• Evaluasi
Ini adalah tindakan untuk menentukan nilai atas suatu hal (dalam konteks hasil pendidikan). Untuk fungsinya sendiri adalah :
1. Memberikan laporan hasil belajar kepada orang tua siswa
2. Mengetahui keefektifan suatu metode belajar
3. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik

Jadi dalam proses belajar mengajar memang sangat dibutuhkan peranan komponen pembelajaran demi tercapainya proses pembelajaran yang baik, efektif dan efisien.

Silahkan klik link berikut untuk memperkaya wawasan Anda mengenai rencana pelaksanaan pembelajaran.

Rabu, 22 Januari 2014

Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri

Model pembelajaran inkuiri adalah sebuah strategi yang langsung terpusat pada peserta didik yang mana nantinya kelompok-kelompok siswa tersebut akan dibawa dalam persoalan maupun mencari jawaban atas pertanyaan sesuai dengan struktur dan prosedur yang jelas. Sehingga model pembelajaran ini bisa melatih para siswa untuk belajar mulai dari menyelidiki dan menemukan masalah hingga menarik kesimpulan. Adapun model ini menjadikan siswa akan lebih banyak belajar mandiri untuk memecahkan permasalahan yang telah diberikan oleh pengajar.

Dalam pengaplikasian model pembelajaran inkuiri ini terdapat beberapa langkah atau tahapan pembelajaran. Adapun tahapan-tahapan tersebut bisa anda lihat seperti berikut ini :

• Orientasi
Tahapan ini merupakan sebuah langkah untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih responsif. Jadi seorang guru di sini mengondisikan supaya peserta didik lebih siap dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Adapun yang dilakukan pada tahapan ini adalah :
1. Menjelaskan tujuan, topik maupun hasil belajar yang di capai oleh para peserta didik
2. Menjelaskan berbagai pokok kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran
3. Menjelaskan betapa pentingnya sebuah topik dan juga kegiatan
belajar.

• Merumuskan masalah
Ini adalah langkah yang akan membawa para siswa ke sebuah persoalan yang harus dipecahkan. Jadi persoalan tersebut disajikan dengan menarik agar lebih menantang para siswa untuk memecahkan teka-teki yang ada. Adapun konsep teka-teki tersebut haruslah mengandung konsep jelas sehingga bisa ditemukan atau dicari penyelesaiannya.

• Merumuskan hipotesis
Jadi hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara dalam sebuah permasalahan yang tengah dikaji. Adapun hipotesis tersebut memang masih perlu di uji kebenarannya. Sementara itu seorang guru juga harus bisa mengembangkan kemampuan menebak siswa dengan cara mendorongnya dalam merumuskan jawaban sementara serta merumuskan beberapa perkiraan yang mengarah pada jawaban yang sebenarnya.

• Mengumpulkan data
Adapun tahapan ini dilakukan untuk menjaring informasi yang diperlukan yang nantinya digunakan untuk menguji hipotesis yang telah di ajukan. Jadi di dalam model pembelajaran inkuiri ini pengumpulan data adalah proses mental yang teramat penting untuk mengembangkan intelektual.

• Menguji hipotesis
Pengujian hipotesis ini dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang bisa diterima berdasarkan data yang telah didapatkan  dari proses pengumpulan data sebelumnya. Pengujian ini juga berarti untuk melatih mengembangkan kemampuan berpikir secara masuk akal atau rasional, maksudnya jawaban yang dipaparkan tidak hanya bersifat argumen tapi harus didukung dengan data yang kuat.

• Menarik kesimpulan
Ini adalah tahapan akhir apabila jawaban sudah ditemukan dan kita bisa menarik beberapa kesimpulan atas permasalahan dan jawaban yang didapatkannya.

Jadi itulah beberapa tahapan model pembelajaran inkuiri. Adapun model pembelajaran tersebut diaplikasikan untuk meningkatkan kemampuan anak baik dari segi mental maupun daya pikirnya.

Selasa, 21 Januari 2014

Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Proses belajar mengajar memang merupakan bagian terpenting dalam mengimplementasikan kurikulum, termasuk memahami prinsip-prinsip pembelajaran itu sendiri. Adapun untuk bisa mengetahui efektivitas dan juga efisiensi suatu pembelajaran bisa kita lihat melalui kegiatan pembelajaran ini. Oleh karena itu, dalam melakukan pembelajaran sudah sepatutnya seorang pengejar mengetahui bagaimana cara untuk membuat kegiatan belajar bisa berjalan dengan baik serta bisa mencapai tujuan sesuai dengan yang diinginkan.

Memang, prinsip-prinsip pembelajaran adalah bagian terpenting yang wajib diketahui para pengajar sehingga mereka bisa memahami lebih dalam prinsip tersebut dan seorang pengajar bisa membuat acuan yang tepat dalam pembelajarannya. Dengan begitu pembelajaran yang dilakukan akan jauh lebih efektif serta bisa mencapai target tujuan. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa saja prinsip-prinsip pembelajaran tersebut, sebaiknya simak ulasan berikut :

• Prinsip motivasi dan perhatian
Dalam sebuah proses pembelajaran, di sini perhatian sangatlah berperan penting sebagai awalan dalam memicu kegiatan belajar. Sementara motivasi memiliki keterkaitan dengan minat siswa, sehingga mereka yang mempunyai minat tinggi terhadap mata pelajaran tertentu juga bisa menimbulkan motivasi yang lebih tinggi lagi dalam belajar.

• Prinsip keaktifan
Pada hakikatnya belajar itu merupakan proses aktif yang mana seseorang melakukan kegiatan untuk mengubah perilaku dan
pemikiran menjadi lebih baik.

• Prinsip berpengalaman atau keterlibatan secara langsung
Jadi prinsip ini erat kaitannya dengan prinsip aktivitas di mana masing-masing individu haruslah terlibat langsung untuk merasakan atau mengalaminya. Adapun sebenarnya di setiap kegiatan pembelajaran itu haruslah melibatkan diri kita secara langsung.

• Prinsip pengulangan
prinsip pengulangan di sini memang sangatlah penting yang mana teori yang bisa kita jadikan petunjuk dapat kita cermati dari dalil yang di kemukakan Edward L Thorndike mengenai law of learning.

• Prinsip tantangan
Penerapan bahan belajar yang kita kemas dengan lebih menantang seperti halnya mengandung permasalahan yang harus dipecahkan, maka para siswa pun juga akan tertantang untuk terus mempelajarinya.

• Prinsip penguat dan balikan
Kita tahu bahwa seorang siswa akan lebih semangat jika mereka mengetahui serta mendapatkan nilai yang baik. Terlebih lagi jika hasil yang didapat sangat memuaskan sehingga itu bisa menjadi titik balik yang akan sangat berpengaruh untuk kelanjutannya.

• Prinsip perbedaan individual
Proses belajar masing-masing individu memang tidaklah sama baik secara fisik maupun psikis. Untuk itulah di dalam proses pembelajaran mengandung penerapan bahwa masing-masing siswa haruslah dibantu agar lebih memahami kelemahan serta kekuatan yang ada pada dirinya dan kemudian bisa mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Jadi itulah beberapa prinsip-prinsip pembelajaran yang patut anda ketahui, sehingga kita juga bisa lebih memahami arti dari proses pembelajaran itu sendiri.


Senin, 20 Januari 2014

Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran

Dalam menyampaikan materi pelajaran kepada setiap peserta didik saat ini seorang tenaga pendidik diharuskan untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif. Hal ini karena perkembangan dunia teknologi yang ada saat ini mau tidak mau akan selalu mempengaruhi setiap lini kehidupan tak terkecuali pada seorang peserta didik. Bisa saja perkembangan teknologi tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi terciptanya sebuah pembelajaran yang baik dan efisien. Karenanya seorang tenaga pendidik tersebut harus menguasai banyak strategi pembelajaran yang dapat mereka gunakan untuk menyampaikan pelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi saat proses pembelajaran tersebut berlangsung dengan harapan jalannya pembelajaran dapat berlangsung dengan optimal. Ada banyak sekali strategi pembelajaran yang dapat digunakan yang beberapa di antaranya telah saya rangkum pada ulasan di bawah ini. Simak dengan seksama agar anda dapat menemukan banyak informasi penting tentangnya.

Strategi pembelajaran yang pertama merupakan strategi pembelajaran secara langsung. Dalam tahapan awal ketika seorang peserta didik baru pertama kali dalam proses pembelajaran maka strategi ini sangat pas untuk digunakan. Yang menjadi ciri utama dari strategi pembelajaran yang satu ini adalah bahwa seorang tenaga pendidik mempunyai peran utama dalam jalannya pembelajaran atau dapat diartikan bahwa seorang tenaga pendidik harus aktif dalam menyampaikan materi-materi pelajaran kepada para peserta didiknya.

Seorang tenaga pendidik juga dapat menggunakan strategi pembelajaran tidak langsung. Dalam strategi pembelajaran ini pembelajaran lebih dipusatkan pada peserta didik. Dan seorang tenaga pendidik memiliki peranan sebagai fasilitator yang mengondisikan dan mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik. Strategi pembelajaran seperti ini dapat diterapkan oleh tenaga pendidik pada peserta didik yang dinilai telah mampu menjalankan peranannya.

3. Tenaga pendidik juga dapat mengombinasikan antara dua strategi pembelajaran di atas atau yang sering kita sebut dengan strategi pembelajaran interaktif. Di sini seorang tenaga pendidik tetap harus aktif dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik, namun ada kalanya di sela-sela pembelajaran tersebut seorang tenaga pendidik dapat membuat sebuah forum diskusi antar peserta didik dan dapat pula membuat sebuah sesi tanya jawab guna membuat para peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.

Dan itulah beberapa hal yang dapat saya ulas tentang strategi pembelajaran, semoga bermafaat

Mengenal Macam-macam Metode Pembelajaran

Saat ini perkembangan dunia pendidikan khususnya di Indonesia memang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Nampaknya pengaruh dari globalisasi telah membuat tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik untuk melakukan tugasnya terhadap anak didik mereka. Salah satunya adalah dengan menguasai metode pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan pada anak didiknya sesuai dengan keadaan dan situasi belajar yang terdapat di lingkungannya. Penguasaan materi mengenai metode pembelajaran ini sangatlah penting untuk para pengajar agar mereka mampu melakukan tugasnya dengan baik dan pelajaran yang mereka ajarkan dapat diterima oleh peserta didik secara efektif. Untuk itulah maka pada ulasan berikut ini saya akan membahas tentang berbagai macam metode pembelajaran yang dengannya sangat menarik untuk anda cermati. Simak ulasan berikut ini dengan seksama.

Ada banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh seorang tenaga pendidik kepada para peserta didiknya yang di antaranya adalah sebagai berikut:

Yang pertama yang paling umum dilakukan oleh tenaga pendidik adalah metode pembelajaran ceramah. Metode pembelajaran ini merupakan sebuah cara penyampaian materi kepada peserta didik secara langsung. Tenaga pendidik menjelaskan materi ini secara detail kepada para peserta didiknya.

Yang kedua ada metode diskusi. Metode ini digunakan oleh para tenaga pendidik untuk menjalin komunikasi yang baik antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya maupun antara peserta didik dengan tenaga pendidiknya. Dengan metode seperti ini maka diharapkan para peserta didik akan lebih aktif dalam menyampaikan pendapatnya.

Metode yang selanjutnya adalah metode demonstrasi. Ini merupakan sebuah metode pembelajaran yang menggunakan bahan ajar sebagai sarana utama untuk mendapatkan pembelajaran yang baik. Dengan harapan para peserta didik akan terfokus pada saat belajar dan dapat dengan mudah memahami maksud dari pembelajaran.

Metode eksperimental akan mengakarkan kepada anak didik untuk mencoba, mengalami dan meneliti tentang fakta sesuai dengan bahan pembelajaran sehingga dengannya sangat baik untuk diterapkan pada peserta didik.

Metode pelatihan keterampilan merupakan metode yang sangat baik untuk mengembangkan potensi non akademik yang dimiliki oleh peserta didik.

Terakhir seorang tenaga pendidik juga dapat menggunakan metode study tour untuk peserta didiknya. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan, semoga dengannya dapat memberi banyak manfaat bagi anda.

Minggu, 19 Januari 2014

Mengenal Pembelajaran Kontekstual

Banyak cara yang dapat digunakan oleh para tenaga pendidik untuk melakukan yang terbaik dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-muridnya. Seorang tenaga pendidik yang baik dan professional haruslah peka terhadap situasi yang terjadi pada peserta didiknya. Salah satunya adalah yang terjadi sekarang ini ketika perkembangan dunia sudah semakin pesat dan perangkat teknologi telah mampu membuat para peserta didik untuk berpikir lebih kritis. Nah dengan kejadian seperti ini seorang tenaga pendidik tidak boleh hanya mengandalkan buku-buku atau teori saja. Tetapi lebih dari itu mereka harus memikirkan untuk menyampaikan pelajaran lebih nyata menggunakan pembelajaran kontekstual. untuk selengkapnya maka sebaiknya anda membaca ulasan berikut dengan seksama agar anda menemukan banyak informasi menarik tentangnya.

Pembelajaran kontekstual ini dapat kita artikan sebagai model pembelajaran yang efektif karena pada pembelajaran ini kita dituntut untuk melakukan pembelajaran dengan cara menggunakan gambaran yang semirip mungkin dengan keadaan yang sebenarnya dengan kata lain pembelajaran seperti ini lebih merujuk pada persoalan faktual. Pembelajaran ini memiliki beberapa ciri utama yang sekaligus menjadi keunggulannya yang beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Ciri yang pertama adalah lebih menekankan pada konstruktivisme yakni peserta didik diarahkan untuk mengetahui cara kerja, menemukan dan mengonstruksi secara individual kemampuan baik yang berupa pengetahuan maupun keterampilan baru yang dimilikinya.

Yang kedua adalah sikap gemar bertanya. Ini merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran ini, yakni meningkatkan rasa keingintahuan yang dimiliki oleh para peserta didik sehingga karenanya penyampaian materi pelajaran pun akan semakin lancar dan efektif.

Yang ketiga pada pembelajaran kontekstual ini para peserta didik bukan hanya dituntut untuk dapat mengingat pengetahuan yang berdasarkan fakta-fakta yang dipelajarinya saja tetapi lebih dari itu mereka juga diarahkan untuk menemukan hal-hal baru yang lainnya.

Selanjutnya adalah dengan melakukan refleksi dan penilaian akhir. Refleksi ini merupakan sebuah cara untuk melakukan pengevaluasian pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik selama pembelajaran, sedangkan penilaian akhir merupakan penilaian terhadap hal-hal yang dilakukan oleh para peserta didik selama pembelajaran berlangsung melalui tugas-tugas yang telah dilaksanakannya.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan terkait dengan pembelajaran kontekstual ini, semoga memberi manfaat untuk anda.

Sabtu, 18 Januari 2014

Mengupas Model Pembelajaran Kooperatif

Dalam sebuah proses belajar mengajar yang terjadi saat ini kehadiran sebuah model pembelajaran merupakan salah satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Seorang tenaga pendidik harus peka terhadap situasi dan kondisi peserta didik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga dengan hal ini maka secara tidak langsung menuntut kepada setiap tenaga pendidik untuk berpikir kreatif dan inovatif saat menyampaikan materi pelajaran kepada para peserta didiknya. Nah salah satu contohnya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Bagaimanakah model pembelajaran yang satu ini? Dan apa saja kelebihan dan perbedaan yang dimiliki oleh model pembelajaran yang satu ini? Untuk mendapatkan informasinya secara lebih lengkap maka penting bagi anda untuk membaca ulasan berikut ini dengan seksama.

Model pembelajaran kooperatif ialah sebuah model pembelajaran yang didasarkan pada sebuah paham konstruktivis, dan hal ini sesuai dengan pendapat Isjoni (2009:14). Model
pembelajaran yang semacam ini menitik beratkan pada belajar bekerja sama antara peserta didik. Dengan kata lain melalui model pembelajaran seperti ini kemampuan peserta didik yang berprestasi dan yang biasa saja dalam hal akademik akan terasah bersama-sama karena dalam mode pembelajaran ini mereka akan banyak di arahkan untuk melakukan sebuah tugas yang dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok peserta didik tersebut.

Model pembelajaran seperti ini jelas sangat menguntungkan jika diterapkan pada peserta didik di Indonesia. Hal ini karena dengan model pembelajaran seperti ini maka akan dapat mengakomodir para peserta didik dari berbagai tingkatan prestasi mulai dari yang rendah, sedang hingga tinggi, mengakomodir berbagai macam perbedaan semisal agama, ras, suku dan budaya dari para peserta didik serta yang paling utama adalah menumbuhkan sikap saling menghargai sebagai satu kesatuan dalam kelompok yang tak terpisahkan. Dalam hal ini para peserta didik tersebut baik yang memiliki prestasi tinggi maupun rendah akan saling melengkapi satu sama lain dan akan saling mendukung terciptanya sebuah pembelajaran yang efektif.

Saat ini melihat berbagai situasi dan kondisi yang ada di lingkungan pendidikan di negara kita nampaknya menerapkan model pembelajaran kooperatif ini saat menyampaikan pelajaran kepada peserta didik merupakan sebuah hal yang sangat efektif untuk menciptakan sebuah pendidikan yang ideal. sekian, semoga bermanfaat.

Jumat, 17 Januari 2014

Macam-macam Model Pembelajaran dan Kelebihannya

Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh para tenaga pendidik untuk memberikan pelajaran pada para peserta didiknya karena saat ini telah berkembang berbagai macam model pendidikan yang bisa dipilih untuk digunakan dan diterapkan pada peserta didik sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Perlu untuk anda ketahui bahwasanya setiap model pembelajaran yang diterapkan pada seorang peserta didik ini akan sangat efektif jika disesuaikan dengan keadaan yang terjadi pada peserta didik. Karena setiap model pembelajaran tersebut memiliki karakteristik yang berbeda yang dengannya tentu akan sangat efektif dan akan mendukung terjadinya proses belajar mengajar yang baik jika para peserta didik mampu beradaptasi dengan model pembelajaran tersebut. Untuk selengkapnya anda dapat menyimak ulasan di bawah ini.

Terdapat berbagai macam model pembelajaran yang bisa digunakan oleh seorang tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya yang masing-masing model memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Dan berikut adalah beberapa di antaranya:

Model pembelajaran yang pertama adalah model pembelajaran secara langsung atau disebut ceramah. Kelebihannya adalah tenaga pendidik dapat menyampaikan materi pembelajaran secara langsung untuk dipahami oleh peserta didiknya namun di sini para peserta didik cenderung pasif dan tenaga pendidik yang lebih dominan.

Selanjutnya ada model diskusi. Di sini kelebihannya adalah seorang tenaga pendidik hanya berperan sebagai fasilitator yang menjadi pengatur kondisi pembelajaran sedangkan para peserta didiknya dituntut untuk lebih aktif dalam menyampaikan aspirasinya melalui diskusi kelompok dengan peserta didik yang lain sehingga selain komunikasi terjalin dengan baik juga mengajarkan peserta didik untuk berani mengutarakan pendapatnya.

Yang ketiga adalah sebuah model pembelajaran yang memadukan dua model pembelajaran di atas. Yakni model ceramah kombinasi. Di sini seorang tenaga pendidik tetap aktif dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didiknya namun ada kalanya mereka memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya melalui tanya jawab sebagai selingan materi pembelajaran.

Selain itu juga masih terdapat model pembelajaran yang lain seperti model pembelajaran resitasi dan eksperimental yang masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Dan demikianlah sedikit ulasan yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat untuk anda.

Kamis, 16 Januari 2014

Perencanaan Pembelajaran Serta Manfaatnya bagi Guru dan Siswa

Ketika dunia telah memasuki era modern seperti yang terjadi sekarang ini maka tak mustahil perubahan demi perubahan pun kian marak terjadi. Tak terkecuali pada dunia pendidikan. ada sebuah masalah pokok yang cukup pelik yang harus dihadapi dunia pendidikan yakni kehadiran teknologi yang selain memiliki dampak yang baik juga ada efek sampingnya bagi seorang peserta didik khususnya anak-anak. Biasanya karena penyalahgunaan teknologi ini membuat proses pembelajaran pada seorang peserta didik menjadi terganggu sehingga jika terjadi hal ini seorang tenaga pendidik harus tanggap dan melakukan upaya yang tepat. Salah satunya adalah dengan melakukan perencanaan pembelajaran yang baik dan tepat agar proses pembelajaran yang terjadi tetap terkontrol dengan baik dan agar dapat menjawab tantangan perubahan teknologi terhadap peserta didik.

Perencanaan pembelajaran merupakan sebuah usaha untuk menjalankan proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik dan matang sehingga akan mendapatkan hasil pembelajaran
yang memuaskan seperti apa yang telah diharapkan. Perencanaan pembelajaran ini sangat penting menjadi pedoman bagi seorang tenaga pendidik agar mampu mengarahkan peserta didiknya untuk belajar dengan baik. Perencanaan pembelajaran ini memiliki beberapa tujuan yang utama yang di antaranya adalah sebagai berikut:


Yang pertama adalah dengan melakukan perencanaan pembelajaran maka jalannya pendidikan atau pembelajaran tersebut akan lebih teratur sehingga dengannya lebih memudahkan bagi para tenaga pendidik maupun bagi peserta didik untuk melakukan evaluasi terhadap pembelajaran.
Selanjutnya para tenaga pendidik juga akan merasa lebih mudah dalam memberikan materi kepada para peserta didiknya dan lebih mudah dalam menentukan target-target pembelajaran karena memang telah direncanakan sedemikian rupa di awal sebelum pembelajaran terjadi.
Dengan perencanaan yang baik maka setiap unsur dalam pembelajaran yang meliputi tenaga pendidik serta peserta didik mampu memahami perannya dengan baik dalam proses pembelajaran karena tugas-tugas yang seharusnya mereka kerjakan telah direncanakan sebelumnya.
Karena pembelajaran ini telah berjalan di dalam alur yang telah ditentukan dalam sebuah perencanaan yang matang maka diharapkan akan menghemat waktu dan biaya pada saat proses pembelajaran dilakukan.


Dan itulah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan tentang perencanaan pembelajaran dan tujuannya di atas, semoga dengannya memberi banyak manfaat untuk anda.


Rabu, 15 Januari 2014

Pengertian Media Pembelajaran dan Manfaatnya

Teknologi terus mengalami perkembangan yang signifikan dari hari ke hari, membuat berbagai macam perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Tak terkecuali untuk masalah pendidikan. pengaruh teknologi dalam dunia pendidikan memang sangat besar baik itu yang bersifat membangun dan menunjang terciptanya pendidikan yang baik bagi setiap peserta didik ataupun justru sebaliknya. ya teknologi memang akan selalu membuat perubahan demi perubahan di masyarakat. Untuk itulah perlu kesadaran dan keseriusan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut dengan bijak. seperti salah satu contohnya adalah dengan menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran yang baik. seperti apakah pentingnya media pembelajaran ini dalam kegiatan belajar mengajar? Untuk mendapatkan keterangan selengkapnya maka ada baiknya anda membaca ulasan berikut ini dengan seksama agar anda menemukan banyak informasi penting tentangnya.

Media pembelajaran ini merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan oleh seorang tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada
para peserta didiknya. Media pembelajaran ini sendiri ada bermacam-macam yang dapat digunakan oleh para tenaga pendidik. Baik yang merupakan media pembelajaran demonstrasi seperti bahan ajar dalam buku-buku, media visual, audio hingga media video yang dapat dilihat oleh seorang peserta didik dalam berbagai perangkat teknologi yang berkembang saat ini semisal dari televisi dan internet.

Kehadiran media dalam sebuah proses pembelajaran memiliki banyak manfaat bagi seorang tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran maupun bagi para peserta didik dalam menerima materi pembelajaran. Di antaranya telah saya rangkum beberapa manfaat dari media pembelajaran seperti berikut ini:

Bagi seorang tenaga pendidik maka media pembelajaran ini sangat penting kehadirannya dalam menunjang setiap penjelasan yang dijabarkan oleh para tenaga pendidik kepada para peserta didiknya.

Dengan menggunakan media pembelajaran ini maka juga dapat menjalin komunikasi yang baik antara serang tenaga pendidik dan peserta didiknya. Bagi para peserta didik kehadiran media pembelajaran ini tentu memiliki berbagai manfaat yang di antaranya adalah lebih memudahkan untuk memahami sebuah penjelasan mengenai pelajaran,  mendapatkan gambaran tentang pembelajaran dan lain sebagainya.

Dan itulah sedikit ulasan yang dapat saya sajikan terkait dengan pengertian media pembelajaran serta beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dari kehadirannya dalam proses pembelajaran. Sekian, semoga bermanfaat bagi anda.

Selasa, 14 Januari 2014

Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi Sektor Publik - Lane (1993) memberikan pengertian bahwa “sektor publik dan sektor privat terkait dengan kepentingan (interest) yang timbul. Sektor publik terkait dengan kepentingan publik atau masyarakat (public interest), sedangkan sektor privat terkait dengan kepentingan individu atau kelompok individu sendiri (self interest).” Freeman and Shoulders (2000) menjelaskan bahwa, “Kepentingan publik tersebut terkait dengan politik dan pemerintahan. Hal inilah yang membawa pengertian sektor publik lebih banyak difokuskan pada pemerintah (Jones and Pendlebury, 2000), meskipun lingkup sektor publik termasuk organisasi non pemerintah yang tidak mencari keuntungan.”

Akuntansi sektor publik merupakan bidang akuntansi yang digunakan dalam organisasi nirlaba yang didirikan bukan semata-mata mencari keuntungan, dan karakteristik yang dimiliki juga berbeda dengan sektor private. Contoh lembaga yang menerapkan akuntansi sektor publik antara lain lembaga pemerintahan, rumah sakit, lembaga pendidikan, dan organisasi nirlaba lain.

Persamaan akuntansi sektor publik dengan akutansi keuangan adalah pada proses akuntansinya, yaitu meliputi proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaan, serta pelaporan transaksi keuangan organisasi publik dengan hasil berupa laporan keuangan yang digunakan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Jenis laporan keuangan yang dihasilkanpun sama dengan yang ada dalam akuntansi keuangan, yaitu antara lain laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, laporan perubahan ekuitas, dan laporan kinerja keuangan.

Perbedaan yang mencolok antara unit bisnis dengan sektor publik atau pemerintahan terletak pada tujuannya. Jika unit bisnis didirikan dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan dan mencapai laba atau keuntungan semaksimal mungkin (profit orientation), berbeda dengan sektor publik atau pemerintahan yang didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan dan mensejahterakan masyarakat. Perbedaan lain antara akuntansi keuangan dengan sektor publik adalah system akutansi yang digunakan. Jika akuntansi keuangan pada sektor swasta menggunakan accrual basic, maka pada sektor publik menggunakan cash basic.

Sumber pembiayaan kedua sektor juga memberikan perbedaan. Sektor publik memperoleh sumber dana antara lain dari pajak dan retribusi, laba perusahaan milik negara, pinjaman pemerintah dalam bentuk utang luar negeri, obligasi pemerintah, dan pendapatan lain-lain. Sektor swasta mempunyai sumber pendanaan dari modal pemilik maupun keuntungan perusahaan yang disisihkan. Selain itu juga dapat diperoleh dari pinjaman bank, maupun penerbitan saham.

Senin, 13 Januari 2014

Pengertian Strategi Pembelajaran dan Macamnya

Pengertian Strategi Pembelajaran dan Macamnya - Tantangan yang dihadapi oleh para penggerak dunia pendidikan saat ini semakin banyak. salah satunya adalah perubahan atmosfer dunia pendidikan yang sebagian besar dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi yang akan terus terjadi. Perlu untuk anda simak bahwa selain memberi dampak yang baik bagi peningkatan kualitas pembelajaran ternyata perkembangan teknologi ini juga memberikan efek samping yang kurang baik bagi dunia pendidikan terutama jika menyangkut tentang penyalahgunaan yang terjadi di lingkungan peserta didik. Karenanya dalam menyampaikan pelajaran dan menjawab tantangan perkembangan teknologi yang terjadi, seorang tenaga pendidik haruslah aktif dalam mengikuti perkembangan tersebut dan memikirkan strategi pembelajaran yang baik untuk para peserta didik yang dimilikinya.

Strategi pembelajaran merupakan cara atau metode yang digunakan untuk melakukan pengajaran yang baik dan efektif yang diantaranya terbagi menjadi:

Yang pertama adalah strategi pembelajaran secara langsung. Dalam hal ini para guru merupakan pemeran utama dalam penyampaian materi ajaran

kepada para peserta didik. Yang dengannya para guru harus aktif memberikan materi secara langsung. untuk strategi pembelajaran seperti ini bersifat deduktif.

Berbeda dengan strategi pembelajaran langsung maka yang selanjutnya adalah strategi pembelajaran tidak langsung. Dalam strategi pembelajaran seperti ini lebih dipusatkan pada para siswa yakni guru hanya berperan sebagai fasilitator yang bertugas mengelola lingkungan kondusif saat pembelajaran berlangsung.

Selanjutnya ada strategi pembelajaran interaktif. Strategi ini menekankan komunikasi yang terjalin antara para peserta didik dengan peserta didik yang lainnya maupun antara peserta didik dengan guru melalui kegiatan diskusi dan sharing untuk memecahkan sebuah permasalahan. Kelebihan dari strategi ini adalah mengajak peserta didik untuk lebih aktif dan peka terhadap setiap permasalahan yang dibahas dalam pembelajaran tersebut.

Yang keempat adalah strategi pembelajaran empiric, ini merupakan sebuah strategi pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas yang dilakukan oleh para peserta didik selama masa pembelajaran.

Terakhir untuk melengkapi terdapat strategi pembelajaran mandiri yang dengannya bertujuan untuk meningkatkan potensi masing-masing peserta didik serta mengakomodir inisiatif yang mereka miliki untuk mengembangkan dirinya sendiri.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan tentang strategi pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada peserta didik di atas, semoga memberi banyak manfaat bagi anda.

Minggu, 12 Januari 2014

Mengenal Metode-metode Pembelajaran

Metode-metode pembelajaran - Masalah yang dihadapi dunia pendidikan saat ini memang kian kompleks. hal tersebut terjadi mengiringi setiap jengal perubahan yang terus terjadi secara signifikan di lingkungan masyarakat. sehingga dengan fakta ini  menuntut kepada setiap tenaga pendidik untuk dapat menemukan solusi terbaik terhadap masalah tersebut. Salah satunya adalah dengan cara melakukan inovasi demi inovasi terhadap cara penyampaian pelajaran yang baik mereka sampaikan kepada para peserta didiknya agar proses pembelajaran yang terjadi dapat selaras dengan perubahan yang terjadi. metode pembelajaran sangat penting untuk dikuasai oleh para tenaga pendidik agar jalannya pendidikan dapat berjalan dengan baik. seperti apakah metode pembelajaran tersebut? simak ulasan di bawah ini agar anda dapat mendapat informasi menarik tentangnya.

Saat ini terdapat banyak sekali metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh seorang tenaga
pendidik dalam menyampaikan materi kepada para peserta didiknya yang secara umum saya ringkas pada ulasan berikut ini.

Metode yang pertama adalah metode ceramah. ini merupakan metode yang paling lazim digunakan oleh para tenaga pendidik yakni dengan menyampaikan materi pembelajaran secara langsung.
Lalu yang kedua terdapat metode diskusi. Metode ini lebih menekankan pada komunikasi yang tercipta antar unsur dalam pembelajaran seperti  tenaga pendidik dan peserta didiknya. Dengan harapan para peserta didik menjadi lebih aktif dalam menyampaikan gagasan-gagasan yang dimilikinya.

Ada metode ceramah interaktif yang merupakan kombinasi dari metode ceramah dan diskusi. Yang dengannya seorang guru tetap melakukan penjelasan secara langsung kepada para peserta didiknya namun sekaligus mengadakan tanya jawab kepada peserta didiknya sebagai selingan dalam proses pembelajaran.

Metode yang paling baik dalam menyampaikan pembelajaran adalah metode eksperimental. Metode ini memiliki kelebihan utama yakni seorang peserta didik akan mengalami, mencoba dan menemukan hal baru sesuai dengan eksperimen atau penelitian yang mereka lakukan. Sehingga dengannya akan mendorong timbulnya rasa keingintahuan yang tinggi pada seorang peserta didik.
Selain beberapa metode di atas maka yang tak kalah baik untuk digunakan adalah metode pelatihan keterampilan, metode study tour hingga metode peer teaching.

Dan itulah beberapa ulasan yang dapat saya kupas tentang metode-metode pembelajaran. Semoga sedikit ulasan di atas memberikan manfaat yang besar bagi anda.

Karakteristik Pembelajaran Terpadu

Karakteristik Pembelajaran Terpadu - Dunia semakin berkembang dengan segala kelengkapannya yang semakin mengubah setiap tatanan yang terjadi seperti halnya dunia pendidikan yang harus terus dikembangkan guna menjawab tantangan setiap perubahan yang terjadi. Ada banyak cara untuk meningkatkan pembelajaran yang baik tersebut, salah satu contohnya adalah dengan membuat sebuah desain pendidikan yang pas untuk diaplikasikan pada sebuah kegiatan pembelajaran saat ini. Dan untuk itulah maka di sini saya akan membahas salah satu contohnya yakni desain pembelajaran terpadu. Seperti apakah desain pembelajaran yang satu ini? dan apakah pas untuk diterapkan pada peserta didik yang anda miliki. karenanya agar anda dapat memperoleh banyak informasi penting tentangnya, anda harus terlebih dahulu membaca beberapa ulasan yang saya rangkum tentang karakteristik pembelajaran terpadu berikut ini.

Pembelajaran terpadu ini merupakan sebuah desain pembelajaran yang terbilang baru yang dengannya memadukan berbagai macam unsur pembelajaran seperti halnya konsep pembelajaran, mata pelajaran dan materi pelajaran. Yang dengannya terkadang juga memadukan berbagai hal yang terkait dengan sebuah materi pembelajaran tanpa memperhatikan tema tertentu dalam sebuah mata pelajaran tertentu.

Pendidikan terpadu ini memiliki berbagai ciri utama yang membedakannya dengan pembelajaran yang lain. Yang di antaranya sebagai berikut ini:

1. Karakteristik pertama yang ada pada pembelajaran terpadu ini adalah bahwa proses pembelajaran menjadikan peserta didik sebagai pemeran utama yang dituntut untuk aktif dalam berbagai hal terkait dengan pembelajaran. Dengan kata lain para peserta didik akan diarahkan untuk aktif dan bersikap kritis terhadap materi pembelajaran.

2. Yang kedua pada pembelajaran terpadu ini para peserta didik akan lebih diarahkan untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih faktual sehingga dengannya mereka akan lebih mudah memahami sebuah materi pembelajaran yang bersifat abstrak.
3. Salah satu yang paling mencirikan dari pembelajaran ini adalah bahwa tidak adanya batasan yang jelas antar mata pelajaran sebagai akibat dari pandangan pembelajaran ini yang memadukan berbagai macam mata pelajaran dalam sebuah tema tertentu.
4. Pembelajaran ini fleksibel dan dapat disesuaikan menurut perkembangan dari anak serta situasi dan kondisi pada saat pembelajaran sehingga lebih efektif untuk digunakan.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya tampilkan terkait dengan pembelajaran terpadu beserta karakteristiknya, semoga dengannya memberi banyak manfaat untuk anda.

Sabtu, 11 Januari 2014

Desain Pembelajaran Berbasis Kompetensi Menarik untuk Dipilih

Pembelajaran Berbasis Kompetensi - Kehidupan masyarakat saat ini memang sangatlah berbeda dengan kehidupan masyarakat dulu. Ini karena sekarang ini berbagai perangkat teknologi telah meramaikan kehidupan masyarakat yang semakin modern sebagai akibat dari adanya pengaruh globalisasi. Hal ini jika kita kaitkan dengan pendidikan yang ada di negara kita tentunya akan mengantarkan kita pada sebuah permasalahan mengenai bagaimanakah cara yang terbaik untuk melaksanakan pendidikan ini dengan cara yang baik dan efektif.  Hal tersebut membuat kita berpikir panjang mengenai pendidikan yang salah satu di antaranya adalah memikirkan tentang desain pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan pada para peserta didik di era yang semakin modern ini. Desain pembelajaran berbasis kompetensi dalam hal ini menjadi salah satu yang terbaik, mengapa? Untuk mendapatkan keterangan selengkapnya maka ada baiknya jika anda memperhatikan ulasan berikut ini dengan seksama.

Desain pembelajaran berbasis kompetensi ini merupakan sebuah desain pembelajaran yang lebih mengedepankan pada pengembangan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik sesuai dengan standar yang dijadikan sebagai kompetensi. Untuk mewujudkannya maka harus ada minimal empat faktor utama yang harus diperhatikan untuk mendapatkan desain pembelajaran berbasis kompetensi yang baik yang di antaranya adalah dengan terlebih dahulu menentukan kompetensi-kompetensi yang memang sesuai untuk peserta didik, menjelaskan secara detail mengenai indikator-indikator yang harus dicapai oleh para peserta didik untuk dapat melakukan evaluasi-evaluasi yang diperlukan, melakukan pengembangan desain pembelajaran tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan dan terakhir adalah dengan melakukan penilaian secara keseluruhan mengenai perkembangan dari peserta didik saat menggunakan desain pembelajaran ini.

Desain pembelajaran berbasis kompetensi ini memiliki berbagai kelebihan jika benar-benar diterapkan dengan baik pada saat penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik. Yang pertama adalah jalannya pendidikan akan lebih terfokus pada kompetensi-kompetensi apa saja yang seharusnya dicapai oleh para peserta didik yang sesuai dengan standar-standar kompetensi yang sesuai yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu dengan menggunakan desain pembelajaran seperti ini maka akan memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki oleh para peserta didik baik yang merupakan potensi akademik maupun yang merupakan potensi non akademik.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya jelaskan, semoga memberi manfaat bagi anda.

Jumat, 10 Januari 2014

Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan Pembelajaran - Membahas pembelajaran dalam dunia pendidikan tidak akan ada habisnya. Dalam kesempatan kali ini akan membahas pengertian pendekatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran sendiri memiliki arti suatu sudut pandang tentang proses pembelajaran yang masih dalam arti umum yang didalamnya dapat mewadahi, menguatkan, memberikan inspirasi.

Dalam pembelajaran sendiri mengenal pendekatan pembelajaran dalam dua jenis yaitu pendekatan yang berpusat pada siswa dan pendekatan yang berpusat pada pengajar. Dari kedua jenis pendekatan ini tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan masing – masing. Yang perlu dilihat adalah mana yang cocok untuk diterapkan pada proses pembelajaran. Bila melihat kondisi di Indonesia maka sangat diyakini akan lebih banyak menggunakan proses jenis kedua yaitu berpusat pada pengajar.

Apapun pendekatan yang akan dipilih merupakan hasil dari penelitian dan solusi yang tepat dengan kondisi yang tepat. Selain dari pada itu pendekatan pembelajaran juga memiliki kerakteristik yang dapat digunakan antara lain.

1. Indetifikasi, menetapkan sasaran, menetapkan kualifikasi output dan target yang ingin dicapai harus dilatari oleh lingkungan yang kali ini berpatok pada masyarakat.

2. Pemilihan cara paling efektif untuk mencapai sasaran dengan mempertimbangkan.

3. Menentukan langkah yang akan dicapai mulai dari awal hingga akhir, dengan tujuan agar mudah dalam memantau kinerja.

4. Menetapkan criteria dan standar sebagai tolak ukur pencapaian pembelajaran yang telah ditetapkan..

Karekteristik yang ada akan lebih memudahkan dalam membuat beberapa rumusan pencapaian dalam pembelajran dan dapat menepatkan pendekatan pembelajaran mana yang tepat untuk digunakan. Dalam proses pembelajaran sendiri tidak dapat anda putuskan sendiri menginggat kemampuan dari setiap sumber daya dan lingkungan tidaklah sama. Tetap membutuhkan saran dari beberapa pemangku kepentingan. Bila anda merupakan tenaga pendidik yang akan memilih menggunakan pendekatan pembelajaran model seperti apa, usahakan sebelum memilih ketahuilah kebutuhan yang cocok pada daerah sekitar anda, jangan memaksakan menggunakan salah satu pendekatan yang benar namun sangat bertentangan dengan realita. Berkompromi dengan realita dapat menjadi faktor informal yang dapat anda gunakan. Dalam posisi ini dibutuhkan beberapa faktor informal untuk kepentingan bersama.

Kamis, 09 Januari 2014

Pengertian Pembelajaran Aktif

Pengertian Pembelajaran Aktif - Dalam beberapa kesempatan ini dalam kalangan pendidik banyak yang mengusulkan pembelajaran aktif ditingkatkan kembali. Bagi orang awam memahami dengan pembelajaran disekolah sudah merupakan pembelajaran aktif. Ternyata dalam dunia pendidikan pembelajaran aktif tidak diartikan dengan sederhana.

Dalam karya ilmiahnya A.Y. Soegeng memberikan pengertian pembelajaran aktif suatu kegiatan pembelajaran dimana terdapat keterlibatan pelajar dalam melakukan kegiatan dan memikirkan apa yang sedang dilakukan. Pembelajaran aktif secara tidak langsung menganjurkan untuk menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran supaya lebih menyenangkan dan mudah diterima. Hal ini harus diperhatikan mengingat cara belajar dan memahami setiap orang berbeda, namun dalam belajar siswa didik harus aktif untuk menggali pengetahuan.

Untuk mengetahui pembelajaran aktif yang tepat dilakukan, maka sebagai tenaga pendidik harus mengetahui pembelajaran aktif seperti apa. Bonwell, memberikan gambaran tentang karakteristik sebagai berikut:

1. Pengembangan keterampilan, pemikiran dan daya analisis yang menjadi tujuan utama bukan penyampaian informasi yang dilakukan pengajar.

2. Mengerjakan tugas yang berkaitan dengan materi lebih baik supaya siswa tidak menjadi pasif.

3. Eksplorasi nilai dan sikap yang dimiliki siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.

4. Menekankan daya berpikir yang kritis, analisis, dan mampu memberikan evaluasi.

5. Terjadinya umpan balik lebih cepat terjadi pada proses pembelajaran.

Karekateristik ini lebih memudahkan tenaga pendidik untuk menerapkan pembelajaran aktif dan akan lebih tepat sasaran dan tercapai hasil yang diinginkan. Pembelajaran aktif memiliki beberapa strategi yang dapat anda gunakan:

- Siswa menjadi pusat perhatian. Maka dengan ini siswa justru akan lebih akan mengeksplor kemampuannya, dari pada terpusat oleh pengajar

- Dalam penyampaian materi kaitkan dengan kondisi kenyataan.

- Bertindak cermat melalui deferensiasi. Melalui tindakan ini bila terdapat siswa yang belum memiliki kepintaran dan kecermatan yang diinginkan akan lebih cepat terdeteksi. Dan mampu bertindak cermat.

- Media menjadi sarana belajar yang fungsional. Selagi untuk memberikan kemampuan analisis dan daya kritis.

-Pembelajan aktif sejatinya dapat dilakukan pada setiap jenjang pendidikan. Tinggal meningkatkan kemampuan tenaga pengajar agar dapat mencapai tujuan yang telah diinginkan.

Rabu, 08 Januari 2014

Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi Media Pembelajaran - Dalam dunia pendidikan ada beberapa unsur yang memiliki ikatan yang tidak dapat dihilangkan yaitu metode pembelajaran  dan media pembelajaran. Media pembelajaran  sendiri adalah suatu alat pembelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.  Metode pembelajaran tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa adanya media pembelajaran.  Untuk pemilihan media pembelajaran usahakan untuk melihat apakah menunjang metode dan membantu mencapai tujuan pembelajaran.  Maka bisa dikatakan media pembelajaran memiliki fungsi vital, dan menurut Levis & Lents fungsi media pembelajaran adalah :

1. Fungsi Atensi
Media pembelajaran tersebut menarik dan mampu mengarahkan perhatian siswa mampu berkonsentrasi pada pelajaran yang berkaitan dengan media tersebut. Media yang banyak digunakan untuk menarik atensi murid dengan menggunakan media gambar yang dapat
ditampilkan dengan mesin proyektor dan sebagainya.

2. Fungsi Afektif
Menggugah semangat belajar siswa dapat menggunakan media khususnya gambar. Dari media ini emosi siswa akan muncul dan daya serap akan semakin baik. Perpaduan antara teks dan gambar dapat menumbuhkan ketertarikan untuk mempelajari.

3. Fungsi Kognitif
Media dapat memudahkan siswa untuk merekam kembali kedalam otak mereka apa yang telah mereka dapat melalui beberapa gambar atau visual. Dan dalam memahami teks materi siswa akan lebih mudah, memang ada beberapa materi yang sangat mudah dimengerti dengan menggunakan gambar dari pada menggunakan teks yang banyak. Untuk itu media pembelajaran memudahkan untuk siswa memahami dan mengingat informasi yang diterima.

4. Fungsi kompensatoris
fungsi ini dari beberapa penelitian merupakan media visual yang sangat bagus untuk membantu siswa yang memiliki kelemahan dalam memahami teks yang ada.  Dengan menggunakan visual akan memberikan kemudahan untuk mengorganisir informasi yang telah didapat yang akan diteruskan kedalam otak yang nanti akan diterjemahkan menjadi informasi penting.

Media pembelajaran menjadi alternative alat bantu bagi tenaga pengajar untuk mengantisipasi tidak berjalannya proses transformasi ilmu seperti yang telah direncanakan. Penggunaan media pembelajaran memang akan menjadi alat bantu yang baik, optimalisasi ini akan memberikan dampak yang positif bagi peningkatan prestasi siswa.

Selasa, 07 Januari 2014

Teknik Pembelajaran Pada Paud

Pembelajaran Pada Paud - Belajar merupakan suatu kebutuhan khusus bagi semua orang. Bahkan untuk anak kecil juga sudah saatnya diberikan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengajarkan tindakan yang baik. Untuk menuntut anak usia dini tersebut mengerti yang telah diberikan oleh pendamping maka diperlukan teknik pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan teknik kembali pada lingkungan.

Teknik ini menitik beratkan kepada tindakan pembelajaran yang dilakukan dimana saja yang terdapat pada lingkungan tempat PAUD itu berada. Dalam fase usia anak dalam masa pertumbuhan belum mampu untuk diberikan pengetahuan dengan model pengajaran duduk. Nuansa yang dilakukan adalah dengan bermain dan diselipkan pengertian.

Menggunakan model bermain justru akan memudahkan anak usia dini mengingat apa yang telah disampaikan oleh pendamping. Selain itu teknik ini memerlukan partisipasi orang-orang yang berada di lingkungan PAUD tersebut. Teknik pembelajaran ini dimana anak-anak akan diajak untuk mengelilingi lingkungan PAUD dan diajak untuk menghampiri salah satu rumah warga. Namun sebelumnya telah melakukan kerja sama dengan pemilik rumah dimana area rumahnya digunakan anak-anak untuk belajar. Dari disana anak-anak diajak belajar mengenal beberapa tanaman, buah dan sebagainya tergantung yang tersedia pada rumah yang telah anda ajak kerja sama tersebut. Dari situasi ini memberikan rasa senang anak-anak dengan berjalan-jalan tersebut sudah sama dengan bermain keluar rumah dan mendapatkan pengetahuan.

Selain itu anak-anak diajak untuk berkeliling melihat keadaan sekitar PAUD. Dan mengajak untuk menemukan masalah, semisal lingkungan banyak dijumpai sampah maka dorong anak agar menemukan permasalahannya secara sederhana. Selain itu ajak anak untuk melakukan tindakan yang nyata seperti memungut sampah dan membuang pada tempatnya. Dengan melakukan tindakan tersebut sama saja dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan kemandirian dari anak didik. Dalam menjalankan teknik ini ada beberapa kendala, yang paling sering adalah orang tua yang selalu ingin mengikuti kemanapun anaknya melakukan kegiatan. Disini anda dituntut untuk meyakinkan kepada orang tua agar tidak mengikuti kegiata. Dampaknya pada anak yang akan terlatih untuk menjadi mandiri.

Minggu, 05 Januari 2014

Model Pembelajaran Inovatif

Model Pembelajaran Inovatif - Untuk memenuhi target dalam dunia pendidikan tidaklah mudah. Perlu adanya konsep, pelaksanaan, hasil dan evaluasi. Dari model pembelajaran yang sudah umum banyak ditemukan beberapa kekurangan yang menyebabkan  banyak beberapa pihak menginginkan adanya perubahan dari model konvensional sekarang. Model pembelajaran inovatif bisa menjadi cara yang tepat mengingat secara hakikatnya inovatif merujuk kepada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Ada beberapa model pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan referensi anda dalam menentukan model pembelajaran.

1. Cooperative Learning
model pembelajaran ini berfilosofi pada dasar posisi manusia yang merupakan makhluk social. Dimana bertindak berlandaskan tanggung jawab kepada semua, makhluk social dan sebagainya. Dengan dasar ini maka pembelajaran yang
diterapkan dengan menggunakan kelompok yang nantinya siswa akan lebih dikedepankan untuk saling berbagi pengetahuan. Selain itu siswa juga dituntut untuk mencari ilmu baru, bahkan bisa digunakan bersama untuk membentuk konsep baru. Tentunya kooperatif yang diunggulkan bukan individu.

2. Contextual teaching and learning
dalam garis besar pembelajaran model ini menggunakan Tanya jawab. Dalam Tanya jawab ini mengandung unsure kehidupan nyata setiap siswa. Dengan menunjuk pertanyaan dari hal yang dialami oleh siswa akan memberikan dorongan siswa untuk lebih giat belajar, menumbuh kreativitas dalam  berpikir dan menumbuhkan suasana belajar yang nyaman dari proses interaksi dalam pembelajaran ini.

3. Probing Prompting
Bila pada umumnya guru selalu memberikan suatu penjelasan materi pada saat jam pembelajaran bila menggunakan model pembelajaran ini guru tidak perlu memberikan dahulu teori yang akan dijelaskan. Pelaksanaannya guru memberikan pertanyaan kepada siswa seputar materi yang akan disampaikan. Dengan kata lain model ini menuntun untuk siswa lebih berinisiatif dalam menggali ilmu dan pengetahuan baru. Dan apabila sudah menjadi suatu kebiasaan maka siswa tersebut akan aktif dalam setiap pelajaran dikelas atau pada saat berada di rumah sekalipun. Disini peran guru selain menyusun pertanyaan yang baik adalah bagaimana memberikan motivasi dan dapat mengontrol suasana belajar menjadi lebih kondusif. Dimungkinkan akan ada beberapa gangguan kecil dari siswa itu sendiri.

Jumat, 03 Januari 2014

Mengupas Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berbasis Masalah - Dalam dunia pendidikan yang memiliki peranan penting adalah model pembelajaran. Dengan model tersebut maka akan memunculkan hasil dari yang telah ditargetkan. Pembelajaran untuk SD hingga SMA dengan pembelajaran Mahasiswa sangatlah berbeda. Mahasiswa akan lebih dituntut untuk menghasilkan solusi dari permasalahan yang timbul dengan ilmu yang dimiliki.

Guna menciptakan lulusan dari perguruan tinggi yang baik maka perlu diperhatikan metode pembelajaran.  Pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu contoh metode yang dapat diterapkan. Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pembelajaran yang mengambil contoh kajian berupa masalah nyata sebagai saran agar mahasiswa dapat berpikir kritis dan meningkatkan keterampilan memecahkan masalah serta dapat menyerap pengetahuan dengan baik.

Sebagian perguruan tinggi menggunakan contoh atau studi kasus yang sudah usang. Sementara mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis. Maka yang dibutuhkan adalah pembaruan dalam pembelajaran tersebut. Dalam menggunakan pembelajaran berbasis masalah harus menyampaikan karakteristik pembelajaran ini dengan baik,. Karena berbicara karakteristik maka langkah pertama adalah silakan mengajak belajar mahasiswa dengan masalah. Lalu berikan teori dengan masalah dunia nyata yang benar-benar terjadi di sekitar mahasiswa.  Dengan ini akan memudahkan untuk mengorganisir pelajaran yang berhubungan dengan masalah dan mahasiswa diminta untuk memberikan solusi terbaik dalam memecahkan masalah yang telah mereka hadapi dalam proses pembelajaran.

Untuk memudahkan bagaimana proses pembelajaran berbasis masalah ini tindakan pertama setelah para mahasiswa diberikan  contoh masalah nyata adalah penyampaian ide. Tahap ini sangat penting karena dengan menggali ide yang dimiliki oleh mahasiswa tidaklah gampang. Mengingat kemampuan daya serap mahasiswa ada yang cepat atau lambat.  Tuliskan semua ide yang muncul beserta masalah yang telah dipilih. Dan kemudian gunakan metode diskusi untuk menelaah bersama dengan mendalam untuk menemukan solusi. Tahap selanjutnya bagikan informs berupa buku atau baha bacaan, atau informasi terakhir yang terkait dengan masalah tersebut.  Setelah itu fase mempelajari dan memecahkan masalah. Dan yang terakhir adalah mengambilkan tindakan yang akan diambil  dengan bentuk ajakan untuk mengembangkan ide-ide yang telah muncul yang akan dijadikan pemecahan masalah.

Rabu, 01 Januari 2014

Inovasi Pembelajaran Bagi Guru

Inovasi Pembelajaran - Pada saat metode pembelajaran sudah ditentukan, ekspektasi terhadap hasil akan selalu dinantikan oleh seluruh elemen pendukung dalam proses pembelajaran. Bila dalam perjalanannya ekspektasi tersebut tidak kunjung terjadi bahkan cenderung terjadi kerancuan maka dibutuhkan suatu inovasi bagi jajaran pengajar. Inovasi pembelajaran dibutuhkan untuk menemukan cara yang baik atau cara lain untuk mendapat hasil yang baik dari proses pembelajaran. Dalam inovasi  sendiri memiliki beberapa nila penting dalam pembelajaran antara lain :

1. Terdapat peningkatan dalam kualitas pembelajaran mulai dari segi perencanaan,proses dan evaluasi
2. Adanya peningkatan kelulusan siswa.
3. Peningkatan kualitas dalam penyelenggaraan pendidikan

Dalam 3 poin di atas merupakan tujuan dari dilakukannya inovasi. Untuk mendapatkan hasil yang
baik ada beberapa cara dalam inovasi yang dapat anda gunakan. Salah satunya dengan cara ICT yaitu Information, communication and technology. Dalam proses pembelajaran juga dibutuhkan ICT untuk mengelola informasi dengan tujuan agar dapat dikelola dengan mudah.  Metode ini memiliki sifat yang efektif dan efisien karena dalam pengelolaannya dapat disimpan dalam bentuk suara, tulisan dan gambar yang nanti akan menjadi suatu ilmu.  Dengan menggunakan ICT ini dalam proses pembelajaran akan terlihat lebih menarik dan tidak terkesan monoton. Mengapa ini bisa terjadi? Karena dalam menggunakan ICT yang telah terencana dengan baik dan secara sistematis maka proses pembelajaran akan lebih menarik dan dinamis.

Sebagai pelaku dunia pendidikan penggunaan ICT dalam pembelajaran harus didukung. Sebab ICT ini juga dapat memberikan efek positif berupa kemampuan berpikir siswa lebih bagus. Slain itu untuk meningkatkan nilai dari efektivitas, efisien dan seberapa menarik proses pembelajaran. Penggunaan ICT sebagai salah satu inovasi dalam pendidikan telah dilaksanakan dalam beberapa tahun belakangan ini.  Inovasi ini sangat cocok bila dilihat dari kemampuan beberapa daerah untuk memenuhi kebutuhan penyedia informasi yang masih minim karena dalam pembelajaran guru juga perlu untuk menjadi seorang yang ahli dalam inovasi ini. Cukup dengan computer namun peran gurun juga tidak selalu dijalankan dengan baik.