Minggu, 12 Januari 2014

Karakteristik Pembelajaran Terpadu

Karakteristik Pembelajaran Terpadu - Dunia semakin berkembang dengan segala kelengkapannya yang semakin mengubah setiap tatanan yang terjadi seperti halnya dunia pendidikan yang harus terus dikembangkan guna menjawab tantangan setiap perubahan yang terjadi. Ada banyak cara untuk meningkatkan pembelajaran yang baik tersebut, salah satu contohnya adalah dengan membuat sebuah desain pendidikan yang pas untuk diaplikasikan pada sebuah kegiatan pembelajaran saat ini. Dan untuk itulah maka di sini saya akan membahas salah satu contohnya yakni desain pembelajaran terpadu. Seperti apakah desain pembelajaran yang satu ini? dan apakah pas untuk diterapkan pada peserta didik yang anda miliki. karenanya agar anda dapat memperoleh banyak informasi penting tentangnya, anda harus terlebih dahulu membaca beberapa ulasan yang saya rangkum tentang karakteristik pembelajaran terpadu berikut ini.

Pembelajaran terpadu ini merupakan sebuah desain pembelajaran yang terbilang baru yang dengannya memadukan berbagai macam unsur pembelajaran seperti halnya konsep pembelajaran, mata pelajaran dan materi pelajaran. Yang dengannya terkadang juga memadukan berbagai hal yang terkait dengan sebuah materi pembelajaran tanpa memperhatikan tema tertentu dalam sebuah mata pelajaran tertentu.

Pendidikan terpadu ini memiliki berbagai ciri utama yang membedakannya dengan pembelajaran yang lain. Yang di antaranya sebagai berikut ini:

1. Karakteristik pertama yang ada pada pembelajaran terpadu ini adalah bahwa proses pembelajaran menjadikan peserta didik sebagai pemeran utama yang dituntut untuk aktif dalam berbagai hal terkait dengan pembelajaran. Dengan kata lain para peserta didik akan diarahkan untuk aktif dan bersikap kritis terhadap materi pembelajaran.

2. Yang kedua pada pembelajaran terpadu ini para peserta didik akan lebih diarahkan untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih faktual sehingga dengannya mereka akan lebih mudah memahami sebuah materi pembelajaran yang bersifat abstrak.
3. Salah satu yang paling mencirikan dari pembelajaran ini adalah bahwa tidak adanya batasan yang jelas antar mata pelajaran sebagai akibat dari pandangan pembelajaran ini yang memadukan berbagai macam mata pelajaran dalam sebuah tema tertentu.
4. Pembelajaran ini fleksibel dan dapat disesuaikan menurut perkembangan dari anak serta situasi dan kondisi pada saat pembelajaran sehingga lebih efektif untuk digunakan.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya tampilkan terkait dengan pembelajaran terpadu beserta karakteristiknya, semoga dengannya memberi banyak manfaat untuk anda.

Sabtu, 11 Januari 2014

Desain Pembelajaran Berbasis Kompetensi Menarik untuk Dipilih

Pembelajaran Berbasis Kompetensi - Kehidupan masyarakat saat ini memang sangatlah berbeda dengan kehidupan masyarakat dulu. Ini karena sekarang ini berbagai perangkat teknologi telah meramaikan kehidupan masyarakat yang semakin modern sebagai akibat dari adanya pengaruh globalisasi. Hal ini jika kita kaitkan dengan pendidikan yang ada di negara kita tentunya akan mengantarkan kita pada sebuah permasalahan mengenai bagaimanakah cara yang terbaik untuk melaksanakan pendidikan ini dengan cara yang baik dan efektif.  Hal tersebut membuat kita berpikir panjang mengenai pendidikan yang salah satu di antaranya adalah memikirkan tentang desain pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan pada para peserta didik di era yang semakin modern ini. Desain pembelajaran berbasis kompetensi dalam hal ini menjadi salah satu yang terbaik, mengapa? Untuk mendapatkan keterangan selengkapnya maka ada baiknya jika anda memperhatikan ulasan berikut ini dengan seksama.

Desain pembelajaran berbasis kompetensi ini merupakan sebuah desain pembelajaran yang lebih mengedepankan pada pengembangan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik sesuai dengan standar yang dijadikan sebagai kompetensi. Untuk mewujudkannya maka harus ada minimal empat faktor utama yang harus diperhatikan untuk mendapatkan desain pembelajaran berbasis kompetensi yang baik yang di antaranya adalah dengan terlebih dahulu menentukan kompetensi-kompetensi yang memang sesuai untuk peserta didik, menjelaskan secara detail mengenai indikator-indikator yang harus dicapai oleh para peserta didik untuk dapat melakukan evaluasi-evaluasi yang diperlukan, melakukan pengembangan desain pembelajaran tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan dan terakhir adalah dengan melakukan penilaian secara keseluruhan mengenai perkembangan dari peserta didik saat menggunakan desain pembelajaran ini.

Desain pembelajaran berbasis kompetensi ini memiliki berbagai kelebihan jika benar-benar diterapkan dengan baik pada saat penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik. Yang pertama adalah jalannya pendidikan akan lebih terfokus pada kompetensi-kompetensi apa saja yang seharusnya dicapai oleh para peserta didik yang sesuai dengan standar-standar kompetensi yang sesuai yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu dengan menggunakan desain pembelajaran seperti ini maka akan memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki oleh para peserta didik baik yang merupakan potensi akademik maupun yang merupakan potensi non akademik.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya jelaskan, semoga memberi manfaat bagi anda.

Jumat, 10 Januari 2014

Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan Pembelajaran - Membahas pembelajaran dalam dunia pendidikan tidak akan ada habisnya. Dalam kesempatan kali ini akan membahas pengertian pendekatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran sendiri memiliki arti suatu sudut pandang tentang proses pembelajaran yang masih dalam arti umum yang didalamnya dapat mewadahi, menguatkan, memberikan inspirasi.

Dalam pembelajaran sendiri mengenal pendekatan pembelajaran dalam dua jenis yaitu pendekatan yang berpusat pada siswa dan pendekatan yang berpusat pada pengajar. Dari kedua jenis pendekatan ini tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan masing – masing. Yang perlu dilihat adalah mana yang cocok untuk diterapkan pada proses pembelajaran. Bila melihat kondisi di Indonesia maka sangat diyakini akan lebih banyak menggunakan proses jenis kedua yaitu berpusat pada pengajar.

Apapun pendekatan yang akan dipilih merupakan hasil dari penelitian dan solusi yang tepat dengan kondisi yang tepat. Selain dari pada itu pendekatan pembelajaran juga memiliki kerakteristik yang dapat digunakan antara lain.

1. Indetifikasi, menetapkan sasaran, menetapkan kualifikasi output dan target yang ingin dicapai harus dilatari oleh lingkungan yang kali ini berpatok pada masyarakat.

2. Pemilihan cara paling efektif untuk mencapai sasaran dengan mempertimbangkan.

3. Menentukan langkah yang akan dicapai mulai dari awal hingga akhir, dengan tujuan agar mudah dalam memantau kinerja.

4. Menetapkan criteria dan standar sebagai tolak ukur pencapaian pembelajaran yang telah ditetapkan..

Karekteristik yang ada akan lebih memudahkan dalam membuat beberapa rumusan pencapaian dalam pembelajran dan dapat menepatkan pendekatan pembelajaran mana yang tepat untuk digunakan. Dalam proses pembelajaran sendiri tidak dapat anda putuskan sendiri menginggat kemampuan dari setiap sumber daya dan lingkungan tidaklah sama. Tetap membutuhkan saran dari beberapa pemangku kepentingan. Bila anda merupakan tenaga pendidik yang akan memilih menggunakan pendekatan pembelajaran model seperti apa, usahakan sebelum memilih ketahuilah kebutuhan yang cocok pada daerah sekitar anda, jangan memaksakan menggunakan salah satu pendekatan yang benar namun sangat bertentangan dengan realita. Berkompromi dengan realita dapat menjadi faktor informal yang dapat anda gunakan. Dalam posisi ini dibutuhkan beberapa faktor informal untuk kepentingan bersama.

Kamis, 09 Januari 2014

Pengertian Pembelajaran Aktif

Pengertian Pembelajaran Aktif - Dalam beberapa kesempatan ini dalam kalangan pendidik banyak yang mengusulkan pembelajaran aktif ditingkatkan kembali. Bagi orang awam memahami dengan pembelajaran disekolah sudah merupakan pembelajaran aktif. Ternyata dalam dunia pendidikan pembelajaran aktif tidak diartikan dengan sederhana.

Dalam karya ilmiahnya A.Y. Soegeng memberikan pengertian pembelajaran aktif suatu kegiatan pembelajaran dimana terdapat keterlibatan pelajar dalam melakukan kegiatan dan memikirkan apa yang sedang dilakukan. Pembelajaran aktif secara tidak langsung menganjurkan untuk menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran supaya lebih menyenangkan dan mudah diterima. Hal ini harus diperhatikan mengingat cara belajar dan memahami setiap orang berbeda, namun dalam belajar siswa didik harus aktif untuk menggali pengetahuan.

Untuk mengetahui pembelajaran aktif yang tepat dilakukan, maka sebagai tenaga pendidik harus mengetahui pembelajaran aktif seperti apa. Bonwell, memberikan gambaran tentang karakteristik sebagai berikut:

1. Pengembangan keterampilan, pemikiran dan daya analisis yang menjadi tujuan utama bukan penyampaian informasi yang dilakukan pengajar.

2. Mengerjakan tugas yang berkaitan dengan materi lebih baik supaya siswa tidak menjadi pasif.

3. Eksplorasi nilai dan sikap yang dimiliki siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.

4. Menekankan daya berpikir yang kritis, analisis, dan mampu memberikan evaluasi.

5. Terjadinya umpan balik lebih cepat terjadi pada proses pembelajaran.

Karekateristik ini lebih memudahkan tenaga pendidik untuk menerapkan pembelajaran aktif dan akan lebih tepat sasaran dan tercapai hasil yang diinginkan. Pembelajaran aktif memiliki beberapa strategi yang dapat anda gunakan:

- Siswa menjadi pusat perhatian. Maka dengan ini siswa justru akan lebih akan mengeksplor kemampuannya, dari pada terpusat oleh pengajar

- Dalam penyampaian materi kaitkan dengan kondisi kenyataan.

- Bertindak cermat melalui deferensiasi. Melalui tindakan ini bila terdapat siswa yang belum memiliki kepintaran dan kecermatan yang diinginkan akan lebih cepat terdeteksi. Dan mampu bertindak cermat.

- Media menjadi sarana belajar yang fungsional. Selagi untuk memberikan kemampuan analisis dan daya kritis.

-Pembelajan aktif sejatinya dapat dilakukan pada setiap jenjang pendidikan. Tinggal meningkatkan kemampuan tenaga pengajar agar dapat mencapai tujuan yang telah diinginkan.

Rabu, 08 Januari 2014

Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi Media Pembelajaran - Dalam dunia pendidikan ada beberapa unsur yang memiliki ikatan yang tidak dapat dihilangkan yaitu metode pembelajaran  dan media pembelajaran. Media pembelajaran  sendiri adalah suatu alat pembelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.  Metode pembelajaran tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa adanya media pembelajaran.  Untuk pemilihan media pembelajaran usahakan untuk melihat apakah menunjang metode dan membantu mencapai tujuan pembelajaran.  Maka bisa dikatakan media pembelajaran memiliki fungsi vital, dan menurut Levis & Lents fungsi media pembelajaran adalah :

1. Fungsi Atensi
Media pembelajaran tersebut menarik dan mampu mengarahkan perhatian siswa mampu berkonsentrasi pada pelajaran yang berkaitan dengan media tersebut. Media yang banyak digunakan untuk menarik atensi murid dengan menggunakan media gambar yang dapat
ditampilkan dengan mesin proyektor dan sebagainya.

2. Fungsi Afektif
Menggugah semangat belajar siswa dapat menggunakan media khususnya gambar. Dari media ini emosi siswa akan muncul dan daya serap akan semakin baik. Perpaduan antara teks dan gambar dapat menumbuhkan ketertarikan untuk mempelajari.

3. Fungsi Kognitif
Media dapat memudahkan siswa untuk merekam kembali kedalam otak mereka apa yang telah mereka dapat melalui beberapa gambar atau visual. Dan dalam memahami teks materi siswa akan lebih mudah, memang ada beberapa materi yang sangat mudah dimengerti dengan menggunakan gambar dari pada menggunakan teks yang banyak. Untuk itu media pembelajaran memudahkan untuk siswa memahami dan mengingat informasi yang diterima.

4. Fungsi kompensatoris
fungsi ini dari beberapa penelitian merupakan media visual yang sangat bagus untuk membantu siswa yang memiliki kelemahan dalam memahami teks yang ada.  Dengan menggunakan visual akan memberikan kemudahan untuk mengorganisir informasi yang telah didapat yang akan diteruskan kedalam otak yang nanti akan diterjemahkan menjadi informasi penting.

Media pembelajaran menjadi alternative alat bantu bagi tenaga pengajar untuk mengantisipasi tidak berjalannya proses transformasi ilmu seperti yang telah direncanakan. Penggunaan media pembelajaran memang akan menjadi alat bantu yang baik, optimalisasi ini akan memberikan dampak yang positif bagi peningkatan prestasi siswa.

Selasa, 07 Januari 2014

Teknik Pembelajaran Pada Paud

Pembelajaran Pada Paud - Belajar merupakan suatu kebutuhan khusus bagi semua orang. Bahkan untuk anak kecil juga sudah saatnya diberikan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengajarkan tindakan yang baik. Untuk menuntut anak usia dini tersebut mengerti yang telah diberikan oleh pendamping maka diperlukan teknik pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan teknik kembali pada lingkungan.

Teknik ini menitik beratkan kepada tindakan pembelajaran yang dilakukan dimana saja yang terdapat pada lingkungan tempat PAUD itu berada. Dalam fase usia anak dalam masa pertumbuhan belum mampu untuk diberikan pengetahuan dengan model pengajaran duduk. Nuansa yang dilakukan adalah dengan bermain dan diselipkan pengertian.

Menggunakan model bermain justru akan memudahkan anak usia dini mengingat apa yang telah disampaikan oleh pendamping. Selain itu teknik ini memerlukan partisipasi orang-orang yang berada di lingkungan PAUD tersebut. Teknik pembelajaran ini dimana anak-anak akan diajak untuk mengelilingi lingkungan PAUD dan diajak untuk menghampiri salah satu rumah warga. Namun sebelumnya telah melakukan kerja sama dengan pemilik rumah dimana area rumahnya digunakan anak-anak untuk belajar. Dari disana anak-anak diajak belajar mengenal beberapa tanaman, buah dan sebagainya tergantung yang tersedia pada rumah yang telah anda ajak kerja sama tersebut. Dari situasi ini memberikan rasa senang anak-anak dengan berjalan-jalan tersebut sudah sama dengan bermain keluar rumah dan mendapatkan pengetahuan.

Selain itu anak-anak diajak untuk berkeliling melihat keadaan sekitar PAUD. Dan mengajak untuk menemukan masalah, semisal lingkungan banyak dijumpai sampah maka dorong anak agar menemukan permasalahannya secara sederhana. Selain itu ajak anak untuk melakukan tindakan yang nyata seperti memungut sampah dan membuang pada tempatnya. Dengan melakukan tindakan tersebut sama saja dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan kemandirian dari anak didik. Dalam menjalankan teknik ini ada beberapa kendala, yang paling sering adalah orang tua yang selalu ingin mengikuti kemanapun anaknya melakukan kegiatan. Disini anda dituntut untuk meyakinkan kepada orang tua agar tidak mengikuti kegiata. Dampaknya pada anak yang akan terlatih untuk menjadi mandiri.

Minggu, 05 Januari 2014

Model Pembelajaran Inovatif

Model Pembelajaran Inovatif - Untuk memenuhi target dalam dunia pendidikan tidaklah mudah. Perlu adanya konsep, pelaksanaan, hasil dan evaluasi. Dari model pembelajaran yang sudah umum banyak ditemukan beberapa kekurangan yang menyebabkan  banyak beberapa pihak menginginkan adanya perubahan dari model konvensional sekarang. Model pembelajaran inovatif bisa menjadi cara yang tepat mengingat secara hakikatnya inovatif merujuk kepada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Ada beberapa model pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan referensi anda dalam menentukan model pembelajaran.

1. Cooperative Learning
model pembelajaran ini berfilosofi pada dasar posisi manusia yang merupakan makhluk social. Dimana bertindak berlandaskan tanggung jawab kepada semua, makhluk social dan sebagainya. Dengan dasar ini maka pembelajaran yang
diterapkan dengan menggunakan kelompok yang nantinya siswa akan lebih dikedepankan untuk saling berbagi pengetahuan. Selain itu siswa juga dituntut untuk mencari ilmu baru, bahkan bisa digunakan bersama untuk membentuk konsep baru. Tentunya kooperatif yang diunggulkan bukan individu.

2. Contextual teaching and learning
dalam garis besar pembelajaran model ini menggunakan Tanya jawab. Dalam Tanya jawab ini mengandung unsure kehidupan nyata setiap siswa. Dengan menunjuk pertanyaan dari hal yang dialami oleh siswa akan memberikan dorongan siswa untuk lebih giat belajar, menumbuh kreativitas dalam  berpikir dan menumbuhkan suasana belajar yang nyaman dari proses interaksi dalam pembelajaran ini.

3. Probing Prompting
Bila pada umumnya guru selalu memberikan suatu penjelasan materi pada saat jam pembelajaran bila menggunakan model pembelajaran ini guru tidak perlu memberikan dahulu teori yang akan dijelaskan. Pelaksanaannya guru memberikan pertanyaan kepada siswa seputar materi yang akan disampaikan. Dengan kata lain model ini menuntun untuk siswa lebih berinisiatif dalam menggali ilmu dan pengetahuan baru. Dan apabila sudah menjadi suatu kebiasaan maka siswa tersebut akan aktif dalam setiap pelajaran dikelas atau pada saat berada di rumah sekalipun. Disini peran guru selain menyusun pertanyaan yang baik adalah bagaimana memberikan motivasi dan dapat mengontrol suasana belajar menjadi lebih kondusif. Dimungkinkan akan ada beberapa gangguan kecil dari siswa itu sendiri.