Pembelajaran Bahasa Inggris - Bahasa inggris pada era ini sangat penting bagi anda. Dengan semakin meluasnya globalisasi yang dimana seluruh kegiatan ekonomi, politik dan informasi sebagian besar menggunakan bahasa inggris. Untuk itu meningkatkan kemampuan bahasa inggris wajib anda lakukan, bagi usia belajar bahasa inggris sangatlah mudah. Dengan situasi belajar yang mereka hadapi setiap hari memudah untuk menyesuaikan dalam proses pembelajaran. Bagi anda yang sudah dalam usia produktif kerja sebagian besar anda mulai enggan untuk belajar namun dituntut untuk dapat berbahasa inggris merupakan suatu tantangan. Maka dari itu menggunakan metode mendengarkan lagu sangatlah mudah dan efektif.
Mendengarkan music memliki berapa manfaat salah satunya dapat meningkatkan fungsi otak kita. Bila dihubungkan dengan belajar bahasa inggris menggunakan metode mendengarkan lagu justru memberikan manfaat. Apabila kita mendengarkan lagu bahasa inggris yang terus menerus kita ulang anda dapat menghafal beberapa lirik. Setelah anda hafal silakan anda mencoba untuk menuli kembali lirik lagu yang anda benar. Usahakan lirik yang anda tulis sama dengan lirik yang ada dalam lagu tersebut. Lalu silakan anda menyanyikan kembali dengan lirik yang telah anda tulis dengan benar. Guna dari menyanyikan ini adalah untuk memperlancar dalam pelafalan kosa kata bahasa inggris. Setelah anda mencoba dan anda mulai bisa melafalkan dengan benar dan lancar maka saatnya anda untuk beralih ketahap selanjutnya.
Tahap selanjutnya adalah mencoba untuk mengartikan lagu tersebut kedalam bahasa Indonesia. Yang perlu adalah kamus bahasa inggris sebagai alat bantu penerjemah. Maksud dari penerjemah ini adalah untuk mengetahui beberapa arti kata yang ada dalam lagu tersebut, karena dalam lirik sebagian besar menggunakan bahasa sehari-hari digunakan dan bahasa yang mudah. Setelah anda mampu mengartikan dengan benar silakan anda mencari lagu yang lain dan mulailah anda menerjemahkan lagu tersebut. Bila telinga anda mulai terbiasa mendengarkan beberapa percakapan maka kemampuan anda dapat diasah kembali dengan belajar bahasa inggris melalui buku dan media lainnya. Dari poin adalah untuk meningkatkan kepekaan telinga dan rasa percaya diri anda dalam belajar bahasa inggris.
Senin, 30 Desember 2013
Sabtu, 28 Desember 2013
Model Pembelajaran Terbaru Untuk Anak SD
Model Pembelajaran Terbaru - Bagus tidaknya murid dapat dikaitkan dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Mulai dari system diskusi, system regu dan sebagainya. Siswa yang masuk tingkat sekolah dasar, rata-rata memiliki kesulitan dalam menerima pelajaran, bisa dikarenakan sifat yang masih ingin bermain dan rasa bosan dalam belajar. Tentunya guru harus mengetahui gejala ini untuk mengatisipasi siswa yang mengalami masalah ini. Rancangan system yang paling cocok untuk anak sd adalah dengan system bermain eksperimental. Metode pembelajaran ini tidak menekankan kepada murid untuk membaca dan menghafal teori yang mereka dari guru. Yang ditekankan dari metode ini adalah memberikan pengetahuan kepada murid lewat ekperimen yang tidak mereka duga.
Untuk lebih sederhananya seperti ini :
1. Sebelum memberikan teori pada bab
yang akan dibahas ajak murid untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan teori yang akan diterangkan usahakan jangan membuat siswa merasa curiga, selipkan beberapa macam permainan yang membuat mereka nyaman dan meningkatkan motorik siswa.
2. Setelah melakukan kegiatan diluar ruangan, berikan beberapa pertanyaan kepada siswa. Seperti apa yang telah dirasakan pada saat melakukan kegiatan.
3. Beri penjelasan kepada siswa melalui teori yang ada dan praktekan kembali bila siswa menginginkan contoh yang lain untuk lebih mengerti.
Untuk lebih mudahnya dapat dicontohkan sebagai berikut:
Bila anda akan membahas tentang radiasi silakan anda membaca atau mereview dahulu tentanga masalah ini. Lalu silakan ajak siswa untuk keluar ruangan untuk melakukan sesuatau kegiatan namun anda jangan member tahu tujuan dari siswa tersebut. Usahakan semua siswa ikut melakukan tugas yang telah anda rancang dan merasakan rasa panas dari radiasi sinar matahari. Setelah dirasa cukup panggil kembali siswa untuk masuk kekelas , tanyakan kembali dari kegiatan yang telah dilakukan tersebut apa meraka merasakan adanya rasa panas yang diterima pada saat melakukan kegiatan tersebut dan bila mereka merasakan serta menjelaskan biarkan . lalu anda beri pengetahuan fenomena yang telah mereka rasakan. Dengan cara ini anda akan menghemat waktu pelajaran dan 1 bab telah terselesaikan.
Untuk lebih sederhananya seperti ini :
1. Sebelum memberikan teori pada bab
yang akan dibahas ajak murid untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan teori yang akan diterangkan usahakan jangan membuat siswa merasa curiga, selipkan beberapa macam permainan yang membuat mereka nyaman dan meningkatkan motorik siswa.
2. Setelah melakukan kegiatan diluar ruangan, berikan beberapa pertanyaan kepada siswa. Seperti apa yang telah dirasakan pada saat melakukan kegiatan.
3. Beri penjelasan kepada siswa melalui teori yang ada dan praktekan kembali bila siswa menginginkan contoh yang lain untuk lebih mengerti.
Untuk lebih mudahnya dapat dicontohkan sebagai berikut:
Bila anda akan membahas tentang radiasi silakan anda membaca atau mereview dahulu tentanga masalah ini. Lalu silakan ajak siswa untuk keluar ruangan untuk melakukan sesuatau kegiatan namun anda jangan member tahu tujuan dari siswa tersebut. Usahakan semua siswa ikut melakukan tugas yang telah anda rancang dan merasakan rasa panas dari radiasi sinar matahari. Setelah dirasa cukup panggil kembali siswa untuk masuk kekelas , tanyakan kembali dari kegiatan yang telah dilakukan tersebut apa meraka merasakan adanya rasa panas yang diterima pada saat melakukan kegiatan tersebut dan bila mereka merasakan serta menjelaskan biarkan . lalu anda beri pengetahuan fenomena yang telah mereka rasakan. Dengan cara ini anda akan menghemat waktu pelajaran dan 1 bab telah terselesaikan.
Rabu, 11 Desember 2013
Pengertian Kurikulum Berdasar Para Ahli
Pengertian Kurikulum Berdasar Para Ahli - Kurikulum secara umum dapat didefinisikan sebagai komponen utama dalam pembelajaran dan proses pengembangan sistem belajar pada sebuah institusi pendidikan. Namun ada pendapat lain menurut para ahli mengenai pengertian dari kurikulum itu sendiri.
Hilda Taba : Menurut Hilda Taba, kurikulum adalah sebuah rancangan atau sebuah sistem yang tersusun secara beralur dari sebuah pembelajaran, dengan mempertimbangkan segala hal baik dari proses pembelajaran serta mengenai perkembangan individu.
Daniel Tanner & Laurel Tanner : Kurikulum merupakan pengalaman pembelajaran yang terarah dan juga terencana secara terstruktur dan tersusun melalui sebuah proses rekonstruksi pengetahuan dan juga pengalaman yang secara sistematis berada dibawah pengawasan lembaga pendidikan sehingga para pembelajar dapat terus memiliki motivasi dan minat untuk belajar. Sehingga memiliki dasar pemikiran bahwa belajar adalah bagian dari sebuah kompetensi sosial yang ada di pribadinya.
Romine : Kurikulum adalah bagian dari pendidikan yang mencakup semua aspek dan titik temu dari pembelajaran, aktivitas belajar, dan juga pengalaman yang diikuti oleh para peserta didik dengan bantuan berupa arahan dari pihak sekolah, baik di dalam kelas maupun diluar kelas.
Murray Print. : Kurikulum dapat didefinisikan sebagai sebuah ruang pembelajaran yang terencana, yang diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati oleh semua siswa pada saat kurikulum tersebut diterapkan.
Kurikulum juga merupakan sejumlah mata pelajaran yang ada di institusi pendidikan seperti sekolah, yang juga harus ditempuh dan juga dipelajari oleh setiap siswa guna memperoleh sejumlah ilmu dan pengetahuan.
Kurikulum dapat disebut sebagai suatu program yang merupakan bagian dari sebuah pendidikan yang sudah disediakan dari pihak sekolah untuk para siswa atau peserta didik guna mendukung sistem pembelajaran. Dengan adanya kurikulum, maka para siswa akan melakukan berbagai kegiatan pembelajaran sehingga akan berdampak pada perubahan dan juga perkembangan dari segi tingkah laku siswa tersebut. Hal ini tentunya harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan dan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dengan kata lain, sebuah institusi pendidikan berperan dalam menyediakan sarana dan lingkungan belajar bagi siswa, dan memberikan kesempatan untuk siswa agar dapat mengembangkan ilmu dan pengetahuannya.
Hilda Taba : Menurut Hilda Taba, kurikulum adalah sebuah rancangan atau sebuah sistem yang tersusun secara beralur dari sebuah pembelajaran, dengan mempertimbangkan segala hal baik dari proses pembelajaran serta mengenai perkembangan individu.
Daniel Tanner & Laurel Tanner : Kurikulum merupakan pengalaman pembelajaran yang terarah dan juga terencana secara terstruktur dan tersusun melalui sebuah proses rekonstruksi pengetahuan dan juga pengalaman yang secara sistematis berada dibawah pengawasan lembaga pendidikan sehingga para pembelajar dapat terus memiliki motivasi dan minat untuk belajar. Sehingga memiliki dasar pemikiran bahwa belajar adalah bagian dari sebuah kompetensi sosial yang ada di pribadinya.
Romine : Kurikulum adalah bagian dari pendidikan yang mencakup semua aspek dan titik temu dari pembelajaran, aktivitas belajar, dan juga pengalaman yang diikuti oleh para peserta didik dengan bantuan berupa arahan dari pihak sekolah, baik di dalam kelas maupun diluar kelas.
Murray Print. : Kurikulum dapat didefinisikan sebagai sebuah ruang pembelajaran yang terencana, yang diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati oleh semua siswa pada saat kurikulum tersebut diterapkan.
Kurikulum juga merupakan sejumlah mata pelajaran yang ada di institusi pendidikan seperti sekolah, yang juga harus ditempuh dan juga dipelajari oleh setiap siswa guna memperoleh sejumlah ilmu dan pengetahuan.
Kurikulum dapat disebut sebagai suatu program yang merupakan bagian dari sebuah pendidikan yang sudah disediakan dari pihak sekolah untuk para siswa atau peserta didik guna mendukung sistem pembelajaran. Dengan adanya kurikulum, maka para siswa akan melakukan berbagai kegiatan pembelajaran sehingga akan berdampak pada perubahan dan juga perkembangan dari segi tingkah laku siswa tersebut. Hal ini tentunya harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan dan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dengan kata lain, sebuah institusi pendidikan berperan dalam menyediakan sarana dan lingkungan belajar bagi siswa, dan memberikan kesempatan untuk siswa agar dapat mengembangkan ilmu dan pengetahuannya.
Selasa, 10 Desember 2013
Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen - Akuntansi yang secara garis besar dibagi menjadi duan, yaitu bidang akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan merupakan bidang yang bertugas mengolah transaksi perusahan dan pada akhir periode menghasilkan laporan keuangan (baik Neraca, Laba Rugi, dan laporan lain yang diperlukan. Informasi yang dihasilkan digunakan oleh pihak luar (ekstern) pwerusahaan, seperti pemegang saham, kreditor, investor, pemerintah, dan lain-lain. Sedangkan akuntansi manajemen merupakan bidang akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang diperuntukkan bagi pihak manajemen atau manajer perusahaan (intern). Informasi yang dihasilkan digunakan oleh semua lini manajemen. Mulai dari top manajemen, middle manajemen, sampai lower manajemen untuk mengambil keputusan bisnis bagi perusahaan.
Informasi yang dihasilkan akuntansi keuangan, berupa laporan keuangan, digunakan sebagai pertanggung jawaban manajemen atas kinerja yang telah dilakukan selama satu periode. Sedangkan informasi yang dihasilkan akuntansi manajemen digunakan oleh pihak intern (dalam) perusahaan, dan tidak untuk dipublikasikan ke publik. Informasi tersebut
digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil kebijakan perusahaan untuk kemajuan perusahaan di masa yang akan datang. Jika dalam akuntansi keuangan informasi yang digunakan berorientasi pada masa lalu (historical)., maka pada akuntansi manajemen semua sumber informasi digunakan. Mulai dari informasi biaya-biaya di masa lalu atau historical cost, sekarang atau current cost, dan biaya masa datang atau future cost.
Dalam menjalankan praktik akuntansi keuangan harus berpedoman pada SAK (Standar Akuntansi Keuangan) yang berlaku. Namun dalam akuntansi manajemen tidak ada batasan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. Selama prinsip-prinsip yang digunakan memberi manfaat bagi pihak manajemen perusahaan, baik itu dalam hal pengukuran, ataupun perhitungan, maka hal tersebut wajar diterapkan. Bahkan untuk prinsip atau pedoman yang telah terbukti berhasil dan bermanfaat dalam penerapan akuntansi manajemen di sebuah perusahaan, hal tersebut akan diadaptasi atau ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain.
Dalam akuntansi manajemen banyak disiplin ilmu yang terlibat, tidak hanya mengandalkan disiplin ilmu akuntansi, namun juga mengambil disiplin ilmu dari bidang lain, seperti manajemen dan psikologi sosial. Perpaduan berbagai disiplin ilmu tersebut bermanfaat dalam menjalankan fungsi utama akuntansi manajemen, yaitu pengambilan keputusan dan merumuskan kebijakan perusahaan untuk masa yang akan datang maka informasi yang dihasilkan berupa tafsiran. Tafsiran yang dihasilkan bermanfaat bagi manajemen dalam melakukan fungsi pengelolaan dan kontrol perusahaan.
Informasi yang dihasilkan akuntansi keuangan, berupa laporan keuangan, digunakan sebagai pertanggung jawaban manajemen atas kinerja yang telah dilakukan selama satu periode. Sedangkan informasi yang dihasilkan akuntansi manajemen digunakan oleh pihak intern (dalam) perusahaan, dan tidak untuk dipublikasikan ke publik. Informasi tersebut
digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil kebijakan perusahaan untuk kemajuan perusahaan di masa yang akan datang. Jika dalam akuntansi keuangan informasi yang digunakan berorientasi pada masa lalu (historical)., maka pada akuntansi manajemen semua sumber informasi digunakan. Mulai dari informasi biaya-biaya di masa lalu atau historical cost, sekarang atau current cost, dan biaya masa datang atau future cost.
Dalam menjalankan praktik akuntansi keuangan harus berpedoman pada SAK (Standar Akuntansi Keuangan) yang berlaku. Namun dalam akuntansi manajemen tidak ada batasan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. Selama prinsip-prinsip yang digunakan memberi manfaat bagi pihak manajemen perusahaan, baik itu dalam hal pengukuran, ataupun perhitungan, maka hal tersebut wajar diterapkan. Bahkan untuk prinsip atau pedoman yang telah terbukti berhasil dan bermanfaat dalam penerapan akuntansi manajemen di sebuah perusahaan, hal tersebut akan diadaptasi atau ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain.
Dalam akuntansi manajemen banyak disiplin ilmu yang terlibat, tidak hanya mengandalkan disiplin ilmu akuntansi, namun juga mengambil disiplin ilmu dari bidang lain, seperti manajemen dan psikologi sosial. Perpaduan berbagai disiplin ilmu tersebut bermanfaat dalam menjalankan fungsi utama akuntansi manajemen, yaitu pengambilan keputusan dan merumuskan kebijakan perusahaan untuk masa yang akan datang maka informasi yang dihasilkan berupa tafsiran. Tafsiran yang dihasilkan bermanfaat bagi manajemen dalam melakukan fungsi pengelolaan dan kontrol perusahaan.
Label:
Akuntansi,
Ekonomi,
Informasi Pendidikan,
Pelajaran
Senin, 18 November 2013
Mengenal Beberapa Karakter Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - Pasti bagi para pengajar maupun pelajar pernah mendengar kurikulum KTSP dan belum mengerti apa itu KTSP sesungguhnya. KTSP adalah sebuah bentuk operasional pengembangan kurikulum dimana kurikulum tersebut masih didalam area desentralisasi pendidikan dan juga otonomi daerah yang berperan memberikan wawasan baru terhadap sistem – sistem yang sedang bertujuan selama ini.
Dengan adanya kurikulum baru ini, dapat dipastikan akan terjadi pelonjakan dari segi efisiensi dan kinerja pembelajaran di sekolah atau disebut juga peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran. Hal ini mengingat bahwa para pelajar terdiri dari berbagai latar belakang kesukuan, status dan tingkat sosial yang dimana sekolah akan memusatkan pada asas pemerataan pembelajaran.
Seperti yang kita ketahui pada umumnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP memiliki focus kinerja dimana kurikulum tersebut mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, sumber belajar, pengelolaan, sistem penilaian, serta profesionalisme tenaga pendidik.
Namun ada 4 karakter pokok yang terdapat pada kurikulum KTSP, menurut Mulyasa (2007:179-180), yaitu:
Adanya perluasan pemberian otonomi yang luas oleh KTSP kepada sekolah maupun satuan pendidikan. Hal ini disertai dengan seperangkat tanggung jawab dimana hal tersebut berperan untuk mengembangkan kurikulum - kurikulum sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan setempat. Pihak sekolah juga diberi kewenangan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik atau pelajar.
Dalam KTSP tentunya ada partisipasi yang tinggi oleh masyarakat dan juga orang tua. Dengan adanya partisipasi kedua pihak tersebut, tentunya akan mempermudah komite sekolah dan dewan pendidikan dalam pengembangan program – program baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran para peserta didik.
Dalam KTSP, tentunya pihak institusi pembelajaran memerlukan kepala sekolah, guru, dan tenaga pelaksana kurikulum yang memiliki integritas dan kemampuan yang profesional. Kepala sekolah sendiri adalah manajer pendidikan profesional, yang ber-kooperatif dengan komite sekolah dalam satu tujuan, yaitu mengelola segala kegiatan sekolah agar berjalan sesuai dengan kebijakan – kebijakan yang sudah ditetapkan.
Guru sendiri direkrut sebagai tenaga didik profesional yang bekerja sesuai dengan bidangnya masing – masing, dan mereka bekerja sesuai dengan pola kinerja profesional yang sudah ditetapkan dan sudah melewati persepakatan bersama agar dapat memberi kemudahan dan dukungan sehingga pembelajaran terhadap peserta didik berhasil.
Dalam proses mengambil keputusan, kepala sekolah harus melakukan implementasi proses yang disebut bottom-up dengan cara yang demokratis. Sehingga seluruh pihak dapat mengemban tanggung jawab mereka masing – masing dan memiliki dedikasi yang kuat atas keputusan yang diambilnya.
Dalam KTSP, sebuah keberhasilan dalam pengembangan kurikulum institusi pendidikan serta keberhasilan dalam pembelajaran ditentukan oleh kerja tim yang kompak dan transparan sehingga terlibatnya berbagai pihak dalam proses pendidikan. Dengan hal ini, keberhasilan KTSP adalah hasil dari sinergi dari kegiatan kolaborasi tim pengajar.
Dengan adanya kurikulum baru ini, dapat dipastikan akan terjadi pelonjakan dari segi efisiensi dan kinerja pembelajaran di sekolah atau disebut juga peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran. Hal ini mengingat bahwa para pelajar terdiri dari berbagai latar belakang kesukuan, status dan tingkat sosial yang dimana sekolah akan memusatkan pada asas pemerataan pembelajaran.
Seperti yang kita ketahui pada umumnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP memiliki focus kinerja dimana kurikulum tersebut mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, sumber belajar, pengelolaan, sistem penilaian, serta profesionalisme tenaga pendidik.
Namun ada 4 karakter pokok yang terdapat pada kurikulum KTSP, menurut Mulyasa (2007:179-180), yaitu:
Adanya perluasan pemberian otonomi yang luas oleh KTSP kepada sekolah maupun satuan pendidikan. Hal ini disertai dengan seperangkat tanggung jawab dimana hal tersebut berperan untuk mengembangkan kurikulum - kurikulum sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan setempat. Pihak sekolah juga diberi kewenangan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik atau pelajar.
Dalam KTSP tentunya ada partisipasi yang tinggi oleh masyarakat dan juga orang tua. Dengan adanya partisipasi kedua pihak tersebut, tentunya akan mempermudah komite sekolah dan dewan pendidikan dalam pengembangan program – program baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran para peserta didik.
Dalam KTSP, tentunya pihak institusi pembelajaran memerlukan kepala sekolah, guru, dan tenaga pelaksana kurikulum yang memiliki integritas dan kemampuan yang profesional. Kepala sekolah sendiri adalah manajer pendidikan profesional, yang ber-kooperatif dengan komite sekolah dalam satu tujuan, yaitu mengelola segala kegiatan sekolah agar berjalan sesuai dengan kebijakan – kebijakan yang sudah ditetapkan.
Guru sendiri direkrut sebagai tenaga didik profesional yang bekerja sesuai dengan bidangnya masing – masing, dan mereka bekerja sesuai dengan pola kinerja profesional yang sudah ditetapkan dan sudah melewati persepakatan bersama agar dapat memberi kemudahan dan dukungan sehingga pembelajaran terhadap peserta didik berhasil.
Dalam proses mengambil keputusan, kepala sekolah harus melakukan implementasi proses yang disebut bottom-up dengan cara yang demokratis. Sehingga seluruh pihak dapat mengemban tanggung jawab mereka masing – masing dan memiliki dedikasi yang kuat atas keputusan yang diambilnya.
Dalam KTSP, sebuah keberhasilan dalam pengembangan kurikulum institusi pendidikan serta keberhasilan dalam pembelajaran ditentukan oleh kerja tim yang kompak dan transparan sehingga terlibatnya berbagai pihak dalam proses pendidikan. Dengan hal ini, keberhasilan KTSP adalah hasil dari sinergi dari kegiatan kolaborasi tim pengajar.
Label:
informasi,
Informasi Pendidikan,
Pelajaran
Rabu, 13 November 2013
Akuntansi Biaya
Akuntansi Biaya - Schaum mengemukakan bahwa Akuntansi biaya adalah “suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya : Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.” Sedangkan menurut Carter dan Usry Akuntansi biaya adalah “penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.” Pendekatan yang digunakan dalam akuntansi biaya meliputi biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (akuntansi throughput).
Bidang akuntansi biaya merupakan salah dsatu bidang yang juga harus dikuasai manajemen sebagai tugasnya untuk memonitor dan merekam transaksi biaya, serta informasi biaya tersebut akan disajikan dalam bentuk laporan biaya. Manfaat akuntansi biaya adalah sebagai perencanaan mengenai biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk, serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.
Terdapat dua pengelompokan dalam akuntansi biaya, yaitu Actual Cost System atau Sistem Harga Pokok Sesungguhnya dan Standard Cost System atau Sistem Harga Pokok Standar. Yang dimaksud dengan Actual Cost System adalah jika harga produk atau pesanan dibebankan sesuai dengan
harga pokok yang dihabiskan untuk membuat produk tersebut. Pada sistem ini, perhitungan harga pokok dilakukan setelah produk selesai diproduksi, kemudian seluruh biaya pembuatan dihitung total keseluruhannya. Sedangkan yang dimaksud dengan Standard Cost System adalah jika harga pokok dibebankan di awal atau disepakati sebelum proses produksi dilakukan.
Pelaksanaan akuntansi biaya dalam sebuah perusahaan tentunya bukan tanpa suatu tujuan atau manfaat. Adapun manfaat penerapan akuntansi biaya antara lain sebagai perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk (barang atau jasa), dan pengambilan keputusan oleh manajemen. Aplikasi akuntansi biaya pada masing-masing perusahaan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut. Jadi kemungkinan terjadi perbedaan penerapan atau aplikasi akuntansi biaya antar perusahaan.
Berbagai macam biaya yang ada dalam perusahaan berdasarkan fungsi pokok perusahaan antara lain Biaya Produksi, yang meliputi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Tidak Langsung. Selain itu terdapat biaya operasi yang terdiri dari Biaya Penjualan dan Pemasaran, dan Biaya Administrasi dan Umum.
Sedangkan biaya berdasarkan periode akuntansi terdapat biaya pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan. Sedangkan menurut pengaruh perubahan volume kegiatan terdapat biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.
Berapapun jumlah barang atau jasa yang diproduksi, besarnya biaya tetap sama. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya mengalami perubahan sebanding dengan perubahan volume produksi, semakin banyak volume produksi, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Sedangkan biaya semi variable yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volumeproduksi, tetapi perubahannya tidak sebanding/proporsional.
Bidang akuntansi biaya merupakan salah dsatu bidang yang juga harus dikuasai manajemen sebagai tugasnya untuk memonitor dan merekam transaksi biaya, serta informasi biaya tersebut akan disajikan dalam bentuk laporan biaya. Manfaat akuntansi biaya adalah sebagai perencanaan mengenai biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk, serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.
Terdapat dua pengelompokan dalam akuntansi biaya, yaitu Actual Cost System atau Sistem Harga Pokok Sesungguhnya dan Standard Cost System atau Sistem Harga Pokok Standar. Yang dimaksud dengan Actual Cost System adalah jika harga produk atau pesanan dibebankan sesuai dengan
harga pokok yang dihabiskan untuk membuat produk tersebut. Pada sistem ini, perhitungan harga pokok dilakukan setelah produk selesai diproduksi, kemudian seluruh biaya pembuatan dihitung total keseluruhannya. Sedangkan yang dimaksud dengan Standard Cost System adalah jika harga pokok dibebankan di awal atau disepakati sebelum proses produksi dilakukan.
Pelaksanaan akuntansi biaya dalam sebuah perusahaan tentunya bukan tanpa suatu tujuan atau manfaat. Adapun manfaat penerapan akuntansi biaya antara lain sebagai perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk (barang atau jasa), dan pengambilan keputusan oleh manajemen. Aplikasi akuntansi biaya pada masing-masing perusahaan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut. Jadi kemungkinan terjadi perbedaan penerapan atau aplikasi akuntansi biaya antar perusahaan.
Berbagai macam biaya yang ada dalam perusahaan berdasarkan fungsi pokok perusahaan antara lain Biaya Produksi, yang meliputi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Tidak Langsung. Selain itu terdapat biaya operasi yang terdiri dari Biaya Penjualan dan Pemasaran, dan Biaya Administrasi dan Umum.
Sedangkan biaya berdasarkan periode akuntansi terdapat biaya pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan. Sedangkan menurut pengaruh perubahan volume kegiatan terdapat biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.
Berapapun jumlah barang atau jasa yang diproduksi, besarnya biaya tetap sama. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya mengalami perubahan sebanding dengan perubahan volume produksi, semakin banyak volume produksi, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Sedangkan biaya semi variable yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volumeproduksi, tetapi perubahannya tidak sebanding/proporsional.
Label:
Akuntansi,
Ekonomi,
Informasi Pendidikan,
Pelajaran
Jumat, 18 Oktober 2013
Pentingnya Sebuah Motivasi Belajar Siswa
Motivasi Belajar Siswa - Pada saat ini sering kali telah ada banyak siswa yang membolos pelajaran tertentu, dan hal ini adalah wujud kurangnya sebuah motivasi belajar siswa. Bahkan dengan tetap memakai pakaian seragam sekolah masih terdapat banyak siswa yang masih berkeliaran di tempat-tempat umum. Pada saat ditanya dengan terkadang mereka hanya menjawab bosan dengan mata pelajarannya.
Maka dari itu sebuah kebosanan di dalam belajar adalah salah satu indikasi perwujudan rendahnya motivasi pada diri siswa. Dan hal Ini cukup jelas sekali akan dapat merugikan siswa. Dan oleh karena itu seorang guru dan juga para orang tua sangat perlu mengkaji beberapa siswa sering kali bolos pelajaran. Dan para guru maupun orang perlu mencari sebuah solusi terbaik supaya para siswa tidak lagi melakukan tindakan bolos serta bosan belajar.
Hal yang paling utama dan terpenting untuk seorang pelajar ialah adanya sebuah motivasi. Motivasi itu sendiri ialah sebuah dorongan untuk dapat melakukan sebuah kegiatan belajar siswa dengan sepenuh hati. Untuk para pelajar sebuah motivasi ini dapat di katakana sebagai kendaraan dan siswa adalah bensinnya. Tidak akan pernah ada artinya apabila sebagus apapun kendaraannya tanpa adanya sebuah bahan. Dan begitu pula halnya dengan sebuah motivasi
Motivasi adalah dorongan untuk melakukan suatu kegiatan dengan baik. Dengan demikian, Dengan adanya sebuah motivasi belajar maka para siswa di harapkan untuk dapat menggerakkan keinginan mereka belajar secara maksimal. Dan apabila di kelompokkan, maka dengan adanya sebuah motivasi ini sebuah motivasi dapat di bagi menjadi dua kelompok yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Sebuah motivasi intrinsik ialah sebuah dorongan untuk dapat melakukan yang berasal dari dalam setiap diri orang, dalam hal ini salah satu upaya yang dapat di lakukan adalah dengan pihak para orang tua maupun guru selalu dapat mendorong para pelajar untuk melakukan sebuah motivasi belajar.
Motivasi belajar siswa yang tergolong motivasi ekstrinsik ialah sebuah dorongan dari luar pelajar itu sendiri. Untuk mendorong motivasi golongan ini para guru di wajibkan untuk memiliki sebuah trik tersendiri untuk dapat membangkitkan kemauan sebuah motivasi belajar siswa.
Maka dari itu sebuah kebosanan di dalam belajar adalah salah satu indikasi perwujudan rendahnya motivasi pada diri siswa. Dan hal Ini cukup jelas sekali akan dapat merugikan siswa. Dan oleh karena itu seorang guru dan juga para orang tua sangat perlu mengkaji beberapa siswa sering kali bolos pelajaran. Dan para guru maupun orang perlu mencari sebuah solusi terbaik supaya para siswa tidak lagi melakukan tindakan bolos serta bosan belajar.
Hal yang paling utama dan terpenting untuk seorang pelajar ialah adanya sebuah motivasi. Motivasi itu sendiri ialah sebuah dorongan untuk dapat melakukan sebuah kegiatan belajar siswa dengan sepenuh hati. Untuk para pelajar sebuah motivasi ini dapat di katakana sebagai kendaraan dan siswa adalah bensinnya. Tidak akan pernah ada artinya apabila sebagus apapun kendaraannya tanpa adanya sebuah bahan. Dan begitu pula halnya dengan sebuah motivasi
Motivasi adalah dorongan untuk melakukan suatu kegiatan dengan baik. Dengan demikian, Dengan adanya sebuah motivasi belajar maka para siswa di harapkan untuk dapat menggerakkan keinginan mereka belajar secara maksimal. Dan apabila di kelompokkan, maka dengan adanya sebuah motivasi ini sebuah motivasi dapat di bagi menjadi dua kelompok yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Sebuah motivasi intrinsik ialah sebuah dorongan untuk dapat melakukan yang berasal dari dalam setiap diri orang, dalam hal ini salah satu upaya yang dapat di lakukan adalah dengan pihak para orang tua maupun guru selalu dapat mendorong para pelajar untuk melakukan sebuah motivasi belajar.
Motivasi belajar siswa yang tergolong motivasi ekstrinsik ialah sebuah dorongan dari luar pelajar itu sendiri. Untuk mendorong motivasi golongan ini para guru di wajibkan untuk memiliki sebuah trik tersendiri untuk dapat membangkitkan kemauan sebuah motivasi belajar siswa.
Langganan:
Postingan (Atom)






