Sabtu, 08 Maret 2014

Kegiatan Pembelajaran yang Efektif

Kegiatan Pembelajaran yang Efektif - Pada ulasan berikut ini saya akan mengajak anda untuk membicarakan tentang sebuah bahasan yang menarik mengenai Kegiatan Pembelajaran. Apakah itu kegiatan pembelajaran? Kegiatan pembelajaran dapat kita artikan sebagai sebuah kegiatan penyampaian materi pembelajaran yang dilakukan oleh seorang tenaga pendidik kepada para peserta didiknya. Kegiatan pembelajaran ini terjadi mengacu pada materi pembelajaran yang telah ditentukan sebelu kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam sebuah kegiatan pembelajaran terdapat komponen-komponen yang saling berkaitan yang dengannya harus seimbang antara satu dan yang lainnya agar dapat memiliki peranan yang baik dalam menciptakan sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif, yang diinginkan oleh semua orang di dunia ini. Karena itulah maka pada ulasan berikut ini saya telah merangkum beberapa komponen yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kaitannya degan terciptanya sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif.

Hal pertama yang menjadi sebuah komponen utama dalam kegiatan pembelajaran adalah adanya peserta didik. Peserta didik merupakan pelaku utama yang memiliki peran untuk belajar tentang materi pembelajaran yang diterima secara langsung dari penjelasan tenaga pendidik maupun materi pembelajaran yang didapat secara tidak langsung selama kegiatan pembelajaran melalui media semisal buku ataupun juga melalui pengamat secara langsung ke lapangan. Dengan hal tersebut maka kesiapan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Yang kedua adalah adanya materi pembelajaran. Seorang dapat belajar dengan baik walaupun sedang tidak bersama dengan tenaga pendidiknya karena dia mendapatkan materi pembelajaran yang baik melalui berbagai macam media. Terlebih untuk saat ini media pembelajaran ini kian bervariasi mulai dari buku, media elektronik hingga kecanggihan teknologi pun dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.

Yang ketiga adalah seorang tenaga pendidik yang mumpuni serta memiliki kecakapan dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya. Dalam hal ini seorang tenaga pendidik bukan hanya dituntut untuk menyampaikan materi pembelajaran saja tetapi juga membuat sebuah kondisi pembelajaran yang mendukung terjadinya kegiatan pembelajaran yang efektif bagi para peserta didiknya. Dengan seorang tenaga pendidik yang mengerti akan perannya tersebut maka akan tercipta kegiatan pembelajaran yang baik.

Demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan, semoga memberikan banyak manfaat untuk anda yang membutuhkannya.

Jumat, 07 Maret 2014

Metode Pembelajaran Inkuiri Untuk Anak

Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan di mana terjadi sebuah transfer ilmu atau informasi dari seorang tenaga pendidik kepada seorang peserta didiknya. Dalam sebuah kegiatan pembelajaran ini terdapat berbagai macam komponen yang memiliki peranan penting yang saling mengait satu sama lainnya sehingga jika kita berkeinginan untuk mendapatkan sebuah kegiatan pembelajaran yang baik dan efektif maka pemaksimalan komponen yang terdapat di dalamnya merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada seorang individu ini maka ada banyak sekali pengembangan model pembelajaran mulai dari strategi dan metode yang digunakan oleh tenaga pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya. Salah satunya adalah metode pembelajaran inkuiri.

Metode pembelajaran inkuiri merupakan sebuah metode pembelajaran yang menitik beratkan pada seorang peserta didik yang dituntut untuk menemukan hal baru dalam kegiatan pembelajaran atau dengan kata lain dapat kita katakan bahwa pembelajaran inkuiri ini akan mengajarkan kepada seorang peserta didik untuk lebih aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran secara ilmiah. Peran seorang tenaga pendidik sangat terbatas dalam pembelajaran inkuiri ini yakni sebagai peletak metode atau pembelajaran dasar saja. Setelah itu mereka memberikan tugas kepada para peserta didik untuk berpikir kritis terhadap sebuah permasalahan sehingga mereka dapat memecahkan sebuah permasalahan terkait dengan pembelajaran secara mandiri tetapi tetap berada dalam pengawasan dari tenaga pendidik dalam pelaksanaannya.

Sebagai sebuah metode pembelajaran tentu saja metode pembelajaran inkuiri ini tak lepas dari berbagai macam kelebihan dan kelemahan yang ada padanya. Kelebihannya adalah dengan metode pembelajaran semacam ini anak akan lebih aktif, dan jika dilakukan secara konsisten maka dapat meningkatkan rasa keingintahuan yang besar pada anak sehingga mereka memiliki gaya pemikiran yang lebih kritis dan diharapkan akan dapat melahirkan pemikiran baru nantinya. Kelemahannya adalah dalam menerapkan pembelajaran ini maka seorang tenaga pendidik harus lebih dahulu melakukan observasi kepada para peserta didiknya apakah memang mampu atau tidak, karena pada dasarnya pembelajaran ini akan berlangsung dengan efektif jika para peserta didik yang terlibat di dalamnya memiliki tingkat intelegensi yang tinggi.

Demikianlah sedikit ulasan yang dapat saya sampaikan tentang pembelajaran inkuiri ini, semoga memberi manfaat untuk anda.

Sabtu, 22 Februari 2014

Lika - liku kurikulum pendidikan yang pernah ada di Indonesia

Di dalam dunia pendidikan, salah satu kunci untuk menentukan kualitas yaitu kurikulum pendidikan. Tiap tahunnya kurikulum pendidikan selalu di sesuaikan dengan perkembangan ilmu pendidikan serta kebutuhan pasar. Tidak dapat di pungkiri bahwa ilmu pengetahuan sekarang semakin maju dengan pesat, oleh karena itu pasti suatu instansi pendidikan tetap mempertahankan kurikulum yang lama, karena jika di biarkan maka instansi pendidikan tersebut akan tertinggal dengan instansi pendidikan yang lain. Berikut adalah perjalanan kurikulum pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun.

Rentjana pelajaran 1947

Kurikulum pendidikan di Indonesia pada tahun ini masih di pengaruhi oleh sistem pendidikan Belanda dan Jepang, sehingga pada saat itu hanya meneruskan sistem pendidikan yang sudah ada.

Rentjana pelajaran terurai 1952

Setelah kurikulum 1947, kurikulum yang ada di Indonesia mengalami beberapa penyempurnaan yaitu Renjtjana pelajaran terurai 1952. Yang menjadi ciri khas pada kurikulum ini yaitu di setiap pelajarannya selalu dikaitkan dengan kehidupan yang ada sehari – hari.

Rentjana pendidikan 1964

Pada kurikulum kali ini pemerintah mengacu pada pengambangan moral kepribadian, kecerdasan otak, emosional serta artistik dan jasmani.

Rencana pendidikan 1968

Perubahan pada kurikulum tahun 1968 ini yaitu perubahan struktur kurikulum dari pendidikan

pancawardhana dirubah menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan ilmu dasar, serta kecakapan khusus.

Kurikulum 1975

Kurikulum ini menganut pada pendekatan integrative, yaitu setiap pelajaran yang diajarkan memiliki arti serta peranan lain yang menunjang tercapainya tujuan yang tentunya lebih intergratif dan menekankan pada efisiensi dalam hal daya serta waktu.

Kurikulum CBSA

Ciri khas dari kurikulum pendidikan yaitu berorientasi terhadap tujuan awal instruksional serta pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa atau anak didik dan menjadikan siswa lebih aktif.

Kurikulum 1994

Ciri dari kurikulum ini yaitu memberlakukan sistem kurikulum yang berlaku untuk seluruh instansi pendidikan yang berada di Indonesia. Kurikulum yang ada ini bersifat inti dan sangat penting sehingga daerah yang khusus akan dapat mengembangkan sistem pengajaran sendiri yang tentunya telah disesuaikan dengan lingkungan yang ada serta kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Dan di dalam kegiatan mengajar guru melibatkan siswa untuk aktif di dalam belajar.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) - 2004

Kurikulum berbasis kompetensi ini menekankan pada keseimbangan soft skill dan hard skill para siswa. Melalui sistem ini para siswa dididik sampai memenuhi kompensi kelulusan sehingga dapat memenuhi apa yang di harapkan oleh lapangan pekerjaan.

KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) - 2006

Pada kurikulum pendidikan ini kegiatan operasional disusun oleh dan dilaksanakan oleh masing - masing satuan pendidikan dan sekolah. Pada kurikulum ini menekankan pada ketercapaian dan kemampuan kompetensi siswa baik secara individual maupun kelompok. Penyampaian dalam hal pembelajaran harus menggunakan pendekatan serta metode dengan berbagai macam variasi. Sumber belajarpun bukan hanya oleh guru kelas, tetapi juga pada sumber belajar yang ada lainnya yang syarat atau memenuhi unsur edukatif.

Senin, 10 Februari 2014

Penjelasan Mengenai Aktiva

Penjelasan Mengenai Aktiva - Aktiva atau sering disebut dengan Harta (Asset) merupakan kekayaan yang dimiliki perusahaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Aktiva perusahaan diperoleh dari hasil kegiatan di masa lampau dan bermanfaat untuk kegiatan perusahaan dimasa yang akan datang. Dra. Lanita Winata mengemukakan bahwa, “Aktiva ialah sejumlah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatau perusahaan berupa uang, barang dan hak yang timbul dari transaksi-transaksi yang terjadi di masa lampau dan dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang.” Sedangkan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan) disebutkan bahwa, “Aktiva ialah Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh perusahaan.”

Aktiva menurut tingkat likuiditasnya (kemudahan dalam mengubah menjadi uang) dikelompokkan menjadi :

1. Aktiva lancar (current assets), merupakan aktiva paling likuid (memiliki likuiditas tinggi) atau yang paling mudah diubah menjadi uang. Aktiva lancar yaitu aktiva yang hanya dapat dipakai satu atau beberapa kali dalam proses produksi dan mempunyai umur ekonomis pendek (kurang dari satu tahun). Contoh dari aktiva lancar antara lain kas (uang tunai), piutang, perlengkapan, dan persediaan barang dagang (pada akuntansi perusahaan dagang), wesel tagih, beban dibayar dimuka.

2. Aktiva tetap (fixed assets), yaitu aktiva yang dapat dipakai berulang kali untuk berproduksi dan umur ekonomisnya panjang (lebih dari satu tahun). Aktiva tetap dibagi menjadi tiga, yaitu invetasi jangka panjang, aktiva tetap berwujud (Tangible Assets), dan aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets). Yang termasuk dalam aktiva tetap berwujud seperti peralatan, mesin, tanah, kendaraan, dan bangunan atau gedung. Zaki Baridwan mengungkapkan bahwa “Aktiva tetap berwujud yang sifatnya relatif permanen (menunjukkan sifat bahwa aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama) yang digunakan dalam kegiatan perusahaan.” Sedangkan yang termasuk golongan aktiva tetap tidak berwujud antara lain : goodwill, franchise, merek dagang, hak sewa, hak paten, dan hak cipta.

Setiap bentuk dari aktiva tetap berwujud selalu mempunyai penyusutan, karena nilainya dari tahun ke tahun semakin menyusut, kecuali tanah yang nilainya semakin naik setiap waktu.

3. Aktiva lain-lain, merupakan kelompok aktiva yang tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Contoh dari aktiva lain-lain seperti gedung yang masih dalam proses pembangunan dan barang konsinyasi.

Kamis, 30 Januari 2014

Penjelasan Dan Format Multimedia Pembelajaran

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai multimedia pembelajaran, sebaiknya kita pahami dahulu apa itu pengertian dari multimedia dan pembelajaran itu sendiri. Jadi Multimedia adalah suatu media yang menggabungkan dua atau lebih unsur media yang terdiri dari gambar, foto, teks, video maupun animasi yang terintegrasi. Sementara pembelajaran diartikan sebagai sebuah proses menciptakan lingkungan untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Di dalam sebuah pembelajaran sendiri yang paling utama yaitu bagaimana siswa itu belajar, belajar dalam arti aktivitas mental sehingga mereka mampu menghasilkan sebuah perubahan prilaku menjadi lebih baik yang sifatnya konstan.

Berbicara mengenai manfaat dari multimedia pembelajaran ini jika dipilih, digunakan dan dikembangkan dengan tepat maka bisa memberikan manfaat yang sangat banyak untuk para siswa dan guru. Secara umum manfaat tersebut adalah menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menarik, atraktif dan juga bisa meningkatkan kualitas belajar mengajar. Hal tersebut bisa didapatkan karena mengingat beberapa keunggulan yang dimiliki dalam multimedia pembelajaran adalah :

  • Mampu membesarkan benda yang berukuran kecil atau tak nampak dengan mata sekalipun seperti bakteri dan kuman.
  • Mampu memperkecil benda yang tidak mungkin dihadirkan karena ukurannya yang terlalu besar seperti gedung, pesawat, gajah dan sebagainya dalam proses pembelajaran.
  • Mampu menyajikan suatu peristiwa ataupun benda dengan lebih kompleks seperti beredarnya planet, bekerjanya sebuah mesin dan lain-lain.
  • Mampu menyajikan sebuah peristiwa yang jauh seperti salju, bulan dan sebagainya.
  • Mampu menyajikan sebuah peristiwa yang berbahaya untuk dipelajari seperti gunung meletus.
  • Mampu meningkatkan daya tarik siswa dalam mempelajarinya.

Selain itu karakteristik dari multimedia di dalam sebuah pembelajaran adalah :

Menyajikan lebih dari satu media secara bersamaan, misalnya saja dengan menggabungkan unsur visual dan audio.

Lebih bersifat interaktif
Bersifat mandiri sehingga siswa bisa belajar secara langsung tanpa bimbingan orang lain.

Pada dasarnya dalam menyajikan suatu pembelajaran dengan menggunakan multimedia, terdapat beberapa format yang bisa kita gunakan atau terapkan. Tapi apa saja format tersebut? perhatikan berikut ini :

Tutorial
Jadi tutorial ini merupakan sebuah pembelajaran yang menggunakan multimedia untuk penyampaian materi, baik itu secara teks, grafik maupun video.

Drill
Drill ini digunakan untuk melatih para pengguna sehingga mereka bisa mahir dalam mempelajari suatu keterampilan maupun untuk penguasaan sebuah konsep tertentu. Adapun program ini menyediakan beberapa soal yang nantinya akan ditampilkan acak, jadi setiap soal yang muncul selalu berbeda.

Simulasi
Pembelajaran yang satu ini dikemas dengan format penyampaian yang lebih dinamis dan biasa di aplikasikan di dunia nyata.

Eksperimen
Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan simulasi, tapi eksperimen ini lebih ditujukan untuk kegiatan yang sifatnya percobaan. Misalnya saja latihan praktikum di sebuah laboratorium.

Permainan
Permainan di sini disajikan untuk proses pembelajaran. Dengan begitu diharapkan aktivitas belajar bisa lebih menarik dengan bermain.

Dengan mengetahui pengertian dan juga berbagai format yang bisa kita terapkan dalam pembelajaran. Maka diharapkan proses belajar mengajar bisa lebih baik dan lebih efisien mengingat betapa pentingnya multimedia pembelajaran itu sendiri untuk saat ini.

Rabu, 29 Januari 2014

Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Seperti yang kita tahu, pembelajaran Bahasa Indonesia adalah salah satu materi yang di ajarkan di bangku sekolah. Adapun tujuan pembelajaran ini dapat kita tinjau dari dua sudut pandang, untuk para siswa ditujukan agar para siswa mampu menghayati bahasa dan juga sastra Indonesia serta mempunyai kemampuan yang baik dan benar dalam berbahasa. Sementara tujuan bagi para guru yaitu untuk mengembangkan potensi para siswa dalam berbahasa Indonesia, serta agar lebih mandiri dalam menyiapkan dan menentukan bahan ajar sesuai dengan kemampuan siswa dan kondisi lingkungan.

Selain itu, yang menjadi tujuan umum dari pembelajaran suatu Bahasa yakni peran pentingnya di dalam perkembangan intelektual dan emosional siswa serta sebagai penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua mata pelajaran. Di samping itu pembelajaran Bahasa Indonesia juga dapat memungkinkan manusia untuk bisa saling berkomunikasi dan berbagi pengalaman serta saling belajar satu sama lain untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Adapun pembelajaran Bahasa Indonesia di bangku sekolah diharapkan bisa membantu para siswa untuk mengenal dirinya sendiri, budayanya, budaya orang lain, belajar untuk menyampaikan gagasan, serta mampu menggunakan kemampuan imajinatif dan analitis yang terdapat pada diri masing-masing siswa. Jadi apabila kita rangkum, maka tujuan dari pembelajar tersebut seperti berikut ini :

Peserta didik diharapkan bisa berkomunikasi secara lebih efektif dan juga efisien serta mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai etika dan kesopanan.

Peserta didik diharapkan bisa semakin menghargai bahasa Indonesia dan bangga terhadap bahasa pemersatu bangsa tersebut.

Peserta didik diharapkan bisa memahami bahasa Indonesia dan juga mampu menggunakannya secara tepat.

Peserta didik diharapkan bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk semakin meningkatkan kemampuannya.

Peserta didik diharapkan mampu membaca untuk memperluas wawasan mereka serta bisa memperhalus budi pekerti.

Peserta didik diharapkan bisa lebih menghayati sastra Indonesia.

Adapun aspek dalam kemampuan berbahasa itu meliputi beberapa hal di antaranya seperti berbicara, mendengarkan, menulis dan membaca yang berhubungan dengan ragam sastra maupun ragam bahasa yang mana merupakan ruang lingkup dari standar kompetensi pembelajaran bahasa Indonesia.

Selasa, 28 Januari 2014

Model Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran langsung atau yang dikenal dengan direct instruction ini adalah sebuah model pembelajaran yang menitik beratkan pada penguasaan konsep dan juga perubahan perilaku dengan melakukan pendekatan secara deduktif. Di sini peran dari guru memang sangat penting sebagai penyampai informasi, sehingga sudah seyogyanya seorang guru memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada seperti tape recorder, film, peragaan, gambar dan sebagainya. Adapun informasi yang disampaikan bisa berupa pengetahuan yang sifatnya prosedural maupun pengetahuan deklaratif. Meskipun demikian kekurangannya yaitu model pembelajaran seperti ini tidak bisa digunakan setiap waktu serta tidak dapat diterapkan di semua tujuan pembelajaran.

Dalam sintaks model pembelajaran langsung, terapat tujuh langkah yang mana di setiap langkah tersebut terdapat tahapan-tahapan dalam penyampaian materi. Untuk lebih jelasnya simak berikut ini :

• Menyampaikan orientasi pelajaran dan tujuan pembelajaran kepada siswa.

Jadi pada tahap ini para pengajar menyampaikan beberapa hal yang harus dipelajari dan juga kinerja peserta didik yang diharapkan.

• Melakukan review pengetahuan serta keterampilan pra-syarat.

Di sini guru akan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui keterampilan dan pengetahuan yang sudah dikuasai siswa.

• Menyampaikan materi pelajaran.

Dalam tahap ini pengajar akan menyampaikan materi dan informasi serta memberikan berbagai contoh dan sebagainya.

• Melaksanakan bimbingan.

Jadi bimbingan ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan yang bertujuan untuk menilai tingkat pemahaman peserta didik dan mencoba untuk mengoreksi kesalahan konsep yang ada.

• Memberi kesempatan untuk siswa agar terus berlatih.

Di sini guru memberi kesempatan untuk siswa agar terus melatih keterampilannya maupun menggunakan informasi yang baru secara kelompok atau individu.

• Menilai kinerja masing-masing siswa dan memberinya umpan balik.

Dalam tahap ini seorang guru akan memberikan review terhadap segala hal yang sudah dilakukan siswa, kemudian guru akan memberi umpan balik atas respon siswa dengan benar.

• Memberikan latihan mandiri.

Jadi guru juga bisa memberikan tugas secara mandiri untuk para siswa guna meningkatkan pemahaman atas materi yang telah disampaikan.

Di samping itu, model pembelajaran langsung ini pada dasarnya bisa dan sangat cocok diterapkan apabila mendapati situasi yang memungkinkan di antaranya seperti berikut ini :

  • Saat guru ingin mencoba mengenalkan bidang pembelajaran baru.
  • Saat guru ingin mencoba mengajari keterampilan kepada siswa ataupun mengajari prosedur yang mempunyai struktur jelas.
  • Saat para siswa mendapati kesulitan yang bisa diatasi dengan sebuah penjelasan terstruktur.
  • Saat guru ingin menyampaikan teknik tertentu sebelum para peserta didik melakukan kegiatan praktek.
  • Saat guru menginginkan para siswa tertarik akan suatu topik.

Jadi model pembelajaran langsung memang patut diterapkan apabila sudah mendapati beberapa kondisi seperti yang dijelaskan tersebut, sehingga proses belajar dan penyampaian materi kepada para siswa juga bisa semakin efektif.

Beberapa Prinsip Utama Dalam Pengembangan Kurikulum

Kurikulum atau lebih dikenal dengan sistem pembelajaran memiliki sebuah aspek yang berguna dalam membantu perkembangan dari kurikulum itu sendiri, sebut saja pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum itu sendiri adalah merupakan sebuah proses yang melibatkan perencanaan sehingga menghasilkan sebuah sarana baru yang lebih baik sehingga memberikan sebuah kondisi pembelajaran yang lebih baik.

Dalam pengembangan kurikulum, yang perlu diperhatikan adalah prinsip itu sendiri, agar perkembangan tetap terarah dan dapat diterima oleh para siswa itu sendiri. Prinsip berorientasi terhadap tujuan, merupakan hal diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, dimana hal tersebut tetap memiliki arti yang sama yaitu mengandung aspek – aspek pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan. Dari hal tersebut, maha selanjutnya akan ada pertumbuhan yang memunculkan perubahan tingkah laku siswa sehingga mencakup dari tiga spek tersebut dan tetap mempertahankannya.

Pengembangan kurikulum harus fleksibel, dalam arti luwes, atau mudah disesuaikan. Maksudnya adalah pengembangan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Jadi tidak kaku atau monoton, dan pengembangannya pun juga melibatkan penambahan – penambahan ilmu dan pengetahuan akan sekitar sesuai dengan lahan atau medan pembelajaran para siswa. Relevansi sangat diperlukan dalam pengembangan kurikulum, gunanya agar kurikulum tetap ada dalam naungan tujuan utama, baik secara isi maupun sistem.

Dalam pengembangan kurikulum harus dipertimbangkan juga segi efektivitasnya, maksudnya adalah dapat memanfaatkan dalam pendayagunaan dana, tenaga yang ada, waktu, dan juga beberapa sumber yang tersedia sehingga pengembangan tersebut dapat berjalan secara lancar dan membuahkan hasil yang optimal. Secara sederhana, pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, misal dari segi waktu, jika siswa memiliki waktu yang terbatas, maka harus dimanfaatkan dengan tepat dan sesuai akan tata ajaran dan juga materi pembelajaran yang dibutuhkan.

Kurikulum harus disusun secara berkesinambungan atau kontinuitas, dalam artian bagian dan aspek, materi, dan juga bahan kajian pembelajaran disusun secara berurutan lalu tidak boleh terlepas atau terpisah, sehingga antara satu dan yang lain memiliki hubungan yang bermakna dan sesuai dengan jenjang atau tingkatan pendidikan, struktur yang ada dalam satuan pendidikan, dan juga tingkat perkembangan siswa. Sehingga nampak jelas alurnya, yang berdampak dalam sistem pembelajaran yang lancar.

Pengembangan kurikulum harus tetap terpadu, bermutu dan juga seimbang baik secara proporsional maupun fungsional. Seperti pengembangan antara teori dan praktek, unsur sains, sosial, ilmu prilaku, dan humanoria.

Senin, 27 Januari 2014

Model Pembelajaran Pakem

Untuk saat ini di dalam kegiatan belajar mengajar memang diperlukan adanya strategi yang tepat dan sesuai untuk diterapkan. Adapun strategi yang cocok diterapkan dalam pembelajaran yaitu dikenal dengan Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan atau disingkat PAKEM. Jadi model pembelajaran PAKEM ini memungkinkan para siswa untuk mengerjakan beragam kegiatan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan dengan penekanan belajar sambil bekerja. Sedangkan para pengajar dapat menggunakan berbagai sumber ataupun alat bantu lain termasuk memanfaatkan lingkungan agar proses pembelajaran bisa lebih menaik dan menyenangkan.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar, model pakem ini bisa membuat siswa belajar dengan lebih menyenangkan. Adapun model pembelajaran pakem ini memiliki empat unsur di dalamnya seperti :

• Aktif
Belajar di sini adalah salah satu proses aktif untuk membangun makna atau pemahaman atas pengalaman dan informasi yang di dapat oleh peserta didik.

• Kreatif
Adapun proses dari pembelajaran juga harus bisa menumbuhkan kreativitas siswa, karena seorang anak memang dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

• Efektif
Sebuah pembelajaran dilakukan mempunyai tujuan yang harus bisa tercapai. Namun untuk bisa mencapai tujuan tersebut maka ada beberapa faktor penentu yang salah satunya yaitu model pembelajaran yang diterapkan. Selain itu
pembelajaran yang efektif apabila dilaksanakan bisa semakin menunjang keberhasilan pembelajaran selanjutnya.

• Menyenangkan
Kondisi yang menyenangkan ketika proses pembelajaran berlangsung bisa memotivasi para siswa untuk bisa fokus memperhatikan pembelajaran sehingga bisa meningkatkan pencapaian dari tujuan pembelajaran itu sendiri.

Sementara itu kegiatan belajar mengajar yang menggunakan pembelajaran pakem ini bisa dilihat dari 2 sisi. Berikut ini dari sisi guru dan siswa dalam proses pembelajaran :

• Aktif
Jadi untuk guru harus berperan aktif dalam memantau kegiatan belajar peserta didik, memberikan umpan balik, maupun mempertanyakan pertanyaan yang menyenangkan. Sementara untuk siswa haruslah rajin bertanya, berani menyampaikan gagasan maupun menanyakan gagasan orang lain.

• Kreatif
Di sini seorang guru haruslah lebih kreatif dalam arti mampu mengembangkan berbagai kegiatan yang ada serta bisa membuat alat bantu belajar sehingga proses belajar lebih berkesan. Sedangkan untuk siswa juga harus kreatif, misalnya saja seperti membuat sesuatu ataupun mengarang.

• Efektif
Agar pembelajaran bisa efektif maka guru harus bisa mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri, sementara siswa harus menguasai keterampilan yang diperlukan.

• Menyenangkan
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, cara mengajar guru sebaiknya tidak membuat siswa menjadi takut. Sedangkan siswanya juga harus mengondisikan bahwa mereka berada dalam situasi pembelajaran yang menyenangkan.

Jadi itulah metode yang efektif untuk diterapkan pada sebuah pembelajaran, dengan begitu tidak hanya guru saja yang semakin mudah dalam menyampaikan materi tetapi juga para peserta didik dapat merasakan proses belajar mengajar yang menyenangkan dengan pembelajaran pakem tersebut.

Minggu, 26 Januari 2014

Ciri-Ciri Serta Manfaat Media Pembelajaran

Sebelum kita membahas manfaat media pembelajaran, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari media pembelajaran itu sendiri yakni segala sesuatu yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan pesan, bisa merangsang perasaan, pikiran serta keinginan para siswa sehingga bisa mendorong terciptanya sebuah proses belajar yang efektif untuk semua peserta didik.  Adapun awalnya media pembelajaran ini dianggap hanya sebagai alat bantu untuk mengajar, jadi alat bantu yang digunakan tersebut merupakan alat bantu siswa untuk menerima pelajaran misalnya seperti model, gambar, objek maupun alat-alat lain untuk bisa memberikan pengalaman nyata serta mempertinggi retensi dan daya serap belajar peserta didik.

Selain itu, hubungan yang ada di antara media pembelajaran dengan sebuah teknologi pembelajaran adalah jika teknologi pembelajaran mampu memberi pengaruh terhadap pemahaman atau paradigma pembelajaran, maka perubahan yang terjadi tersebut bisa berimplikasi terhadap suatu proses kegiatan pembelajaran yang di dalamnya meliputi tujuan materi, strategi dan metode serta media dan evaluasi. Hubungan media pembelajaran dengan teknologi pembelajaran di sini memang sangat erat dikarenakan
cara menyampaikan para pengajar ketika mengajar tentunya akan menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran. Lantas seperti apa ciri-ciri media pembelajaran itu? terdapat 3 ciri media yang bisa menjadi petunjuk kenapa media tersebut digunakan serta apa saja yang bisa dilakukan yang sekiranya seorang pengajar tidak mampu untuk melakukannya. Jadi ke-tiga ciri itu di antaranya adalah :

• Ciri fiksatif
Untuk ciri yang satu ini akan menggambarkan bagaimana media itu merekam, lalu menyimpan dan melestarikan maupun merekonstruksikan sebuah objek atau peristiwa.

• Ciri manipulatif
Jadi ciri manipulatif ini merupakan transformasi atas suatu peristiwa ataupun objek yang sekiranya masih dimungkinkan, karena media tersebut masih mempunyai ciri manipulatif.

• Ciri distributive
Adapun ciri distributive dari sebuah media memungkinkan suatu peristiwa ataupun objek akan ditransportasikan melalui ruang serta bersamaan dengan itu akan disajikan kepada semua peserta didik sehingga mereka mendapatkan stimulus pengalaman yang sama mengenai hal tersebut.

Secara umum, beberapa manfaat media pembelajaran itu di antaranya seperti berikut :
• Bisa meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan dengan cara semakin mempercepat "rate of learning".
• Dapat membantu pengajar untuk bisa menggunakan waktu belajar dengan lebih baik lagi.
• Mengurangi beban pengajar dalam menyajikan dan menyampaikan informasi.

Itulah beberapa ciri-ciri serta manfaat media pembelajaran yang mampu berperan penting untuk meningkatkan kualitas dan juga mutu sebuah pendidikan.

Sabtu, 25 Januari 2014

Mengulas Teori Pembelajaran

Teori Pembelajaran - Proses belajar merupakan suatu kegiatan secara bertahap yang dilakukan manusia untuk terus mengalami perubahan dari segi perilaku sebagai bentuk akibat dari interaksi yang terjadi antar individu di dalam lingkungan masyarakat, keluarga hingga berbangsa serta bernegara. Adapun proses pembelajaran tersebut, memiliki kecenderungan atas perubahan perilaku maupun pola pikir serta pengetahuan yang dipunyai oleh masing-masing orang. Di dalam proses pembelajaran pun terdapat sebuah teori pembelajaran yang menjadi pedoman, untuk memperoleh proses pembelajaran secara maksimal yang bersifat prespektif. Jadi proses pembelajaran itu dilakukan berdasar teori pembelajaran tersebut, sehingga perubahan perilaku yang bisa kita amati langsung yaitu berupa penampilan. Sementara perubahan perilaku yang tidak bisa kita amati yaitu berupa kemampuan masing-masing individu untuk bertindak atas sesuatu hal.

Adapun proses pembelajaran sendiri merupakan suatu hal yang sangat lengkap, karena di dalamnya akan melibatkan berbagai tingkah laku dan pola pikir yang mempunyai peran penting demi kelangsungan proses pembelajaran itu sendiri. Teori pembelajaran juga terbagi menjadi empat bagian, ada teori pembelajaran humanistik, tingkah laku, kognitif dan sosial. Jadi masing-masing teori tersebut mempunyai fungsi serta peran tersendiri selama berlangsungnya proses pembelajaran tersebut terjadi. Untuk lebih jelasnya simak ulasan
berikut :

• Teori pembelajaran humanistik
Teori ini lebih terfokus pada peran dari pendidikan sebagai penyedia untuk memberikan pembelajaran yang baik terhadap para siswa. Adapun dalam teori ini juga menjelaskan bahwa proses pembelajaran itu merupakan sebuah cara untuk mencetak kepribadian orang di dalam lingkungannya agar menjadi seseorang yang lebih kooperatif yang mana diharapkan bisa mengembangkan potensi untuk mencapai tujuan hidup.

• Teori pembelajaran tingkah laku
Teori ini terfokus pada tingkah laku seseorang atas hasil dari sebuah interaksi yang telah terjadi. Adapun hasil itu bisa berupa perubahan dari segi tingkah laku menjadi lebih baik.

• Teori pembelajaran kognitif
Teori ini terfokus pada kemampuan kognitif individu dengan melalui tahapan proses pembelajaran. Jadi kemampuan ini akan mencakup suatu proses pendidikan, bisa berupa kegiatan langsung maupun peran langsung dari setiap individu pada suatu peristiwa tertentu.

• Teori pembelajaran sosial
Teori ini mempunyai keterkaitan dengan perilaku sebagai bentuk proses penguatan serta mempunyai peluang untuk mengalami pengulangan. Adapun pada teori ini juga diberlakukan pemberian hukuman atas perilaku negatif yang dilakukan karena terjadi ketidaksesuaian.

Pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari proses pembelajaran tersebut tidak hanya berupa informasi atau fakta saja, melainkan juga bisa digunakan untuk kehidupan secara nyata. Di samping itu teori pembelajaran juga sangat diharapkan bisa dijadikan alat bantu untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah yang timbul selama proses pembelajaran. Dengan begitu hasil dari pembelajaran bisa langsung diterapkan dalam kehidupan kita. Silahkan klik link berikut untuk definisi dan penjelasan lebih lanjut mengenai teori belajar.

Jumat, 24 Januari 2014

Konsep Pembelajaran Yang Mutakhir Dan Inovatif

Berbicara mengenai konsep pembelajaran, ada salah satu konsep yang disebut dengan SPICES. Jadi konsep tersebut digagas oleh Harden dkk (1984) dan sudah banyak diterapkan serta dikembangkan dalam dunia pendidikan. Adapun konsep yang satu ini memang terbilang mutakhir dan inovatif karena memiliki beberapa keunggulan-keunggulan yang bisa membentuk para peserta didik untuk menjadi lebih baik.

Sebenarnya SPICES ini adalah akronim dari beberapa istilah yang sekaligus menggambarkan sebuah komponen utama dari suatu konsep pembelajaran. Untuk mengetahui lebih jelas, berikut ini kami berikan penjelasan dari akronim tersebut.

• Student-centered
Jadi student centered ini maksudnya siswa dapat secara aktif mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang sedang dipelajari, belajar untuk menentukan apa yang dikehendaki, turut aktif di dalam pengelolaan pengetahuan, mampu mandiri dalam mencari pengetahuan, mampu memanfaatkan berbagai media serta lebih menekankan pada pencapaian kompetensi dan bukan pada ketuntasan materi. Di sini peran dari seorang guru menjadi fasilitator dan juga pembimbing siswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

• Problem-based
Di sini maksudnya para siswa akan diberi trigger masalah atau semacam studi kasus yang nantinya akan digunakan untuk pencarian, penggalian dan pengumpulan informasi maupun ilmu. Sehingga dengan cara ini para siswa bisa terus dirangsang agar mampu mengembangkan pola pikir dan daya analisanya.

• Integrated
Maksudnya, perencanaan kurikulum
pelajaran nantinya akan di desain secara terintegrasi. Baik itu secara vertikal maupun horizontal. Jadi cara pikir siswa di sini tidak dikotak-kotakkan berdasarkan masing-masing ilmu, melainkan mereka bisa mengintegrasikan dan menghubungkan antara keterampilan dan pengetahuan yang didapatkannya secara menyeluruh.

• Community-based
Community based di sini berarti suatu pembelajaran haruslah berorientasi terhadap keperluan masyarakat maupun kepentingan konsumen. Sehingga proses pembelajaran peserta didik tidak hanya terbatas pada ruang kelas saja melainkan mereka juga bisa mempelajari berbagai macam aspek kehidupan bermasyarakat yang terdapat di sekitar mereka. Jadi secara tidak langsung mereka bisa berlatih sekaligus belajar untuk mengambil peran yang positif di dalam lingkungannya.

• Elective
Di samping menyediakan materi pelajaran yang sudah terstruktur berdasarkan kurikulum, sebuah sekolah setidaknya juga harus menyediakan berbagai macam program pilihan yang bisa diambil oleh para siswa berdasarkan minat, bakat dan tujuan masing-masing.

• Systematic
Di sini suatu pembelajaran akan dikembangkan sesuai dengan materi, tujuan dan masing-masing tahapannya.

Apabila kita tinjau dari komponen yang ada pada SPICES ini, maka konsep pembelajaran tersebut menawarkan kelebihan kepada kita. Adapun di antaranya seperti berikut :

Menjadikan peserta didik akan lebih aktif dan termotivasi di dalam proses pembelajarannya.
Mampu mengembangkan keterampilan serta memecahkan permasalahan secara komprehensif.
Melatih keterampilan di dalam lingkungan sosial secara aplikabel.
Memberi kesempatan belajar untuk para peserta didik berdasarkan minat, bakat serta karakteristik lainnya.
Membuat proses pembelajaran menjadi lebih tertib dan juga lebih efisien.

Itulah sedikit ulasan mengenai konsep pembelajaran yang mutakhir dan inovatis sehingga sangat tepat untuk di aplikasikan.

Kamis, 23 Januari 2014

Pengertian Dan Macam-Macam Komponen Pembelajaran

Macam-Macam Komponen Pembelajaran - Apabila kita lihat mengenai konsep pembelajaran sekarang ini nampaknya terus mengalami perubahan serta perkembangan mengikuti kemajuan IPTEK. Adapun pembelajaran tersebut memiliki arti yang sama dengan kegiatan mengajar yang mana dilakukan oleh para pengajar dalam menyampaikan dan menyajikan pengetahuan kepada peserta didiknya. Jadi pembelajaran itu adalah suatu sistem yang di dalamnya terdiri atas berbagai komponen pembelajaran satu sama lain yang saling berkaitan. Sementara itu yang dimaksud dengan pelaksanaan pembelajaran yaitu operasionalisasi atas perencanaan pembelajaran yang telah dibuat. Dengan demikian dalam pelaksanaannya tentu akan sangat bergantung dengan perencanaan pengajaran itu sendiri.

Jika kita simpulkan, maka komponen pembelajaran itu merupakan sebuah kumpulan beberapa item satu sama lain yang saling terhubung dan itu merupakan hal terpenting di dalam proses kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu untuk mengetahui apa saja komponen-komponen yang berperan penting di dalamnya bisa anda simak berikut ini :

• Kurikulum
Jadi kurikulum ini digunakan sebagai rancangan pendidikan yang kedudukannya sangat penting dalam segala aspek pendidikan. Bahkan dengan mengingat pentingnya peran dari kurikulum dalam perkembangan pendidikan, maka di dalam penyusunannya juga tidak dapat dilakukan apabila tidak memiliki landasan yang kuat. Sementara itu fungsi dari kurikulum ini adalah :
1. Sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan
2. Sebagai alat ukur atau barometer keberhasilan program pendidikan
3. Bisa digunakan sebagai pedoman ataupun patokan dalam meningkatkan kualitas pendidikan

• Guru
Di sini guru memiliki peran penting dalam membentuk siswa. Selain itu peran dari guru juga tidak hanya sebagai pengajar saja, melainkan juga sebagai pengembang, pembimbing dan pengelola pembelajaran. Adapun fungsi dari guru adalah :
1. Sebagai contoh untuk semua anak
2. Sebagai pendidik
3. Sebagai pengajar dan pembimbing
4. Sebagai pelajar maupun administrator pendidikan

• Siswa
Murid atau siswa di sini digunakan sebagai seseorang yang
turut mengikuti program pendidikan, baik di sekolah maupun di lembaga pendidikan yang lain. Akan tetapi jangan selalu menganggap siswa tidak tahu mengenai apa-apa, karena mereka juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Adapun fungsi dari siswa adalah :
1. Objek yang menerima pelajaran
2. Objek yang turut menentukan hasil pembelajaran

• Metode
Maksud dari metode pembelajaran yaitu sebuah upaya yang bisa dilakukan dalam membantu proses belajar supaya bisa berjalan lebih baik. Untuk fungsinya sendiri adalah :
1. Untuk memperlancar dan memudahkan proses belajar
2. Membantu pengajar dalam menjelaskan materi kepada peserta didik
3. Membantu peserta didik untuk menjadi lebih berani, aktif dan juga mandiri

• Materi
Materi memang haruslah didesain dengan baik agar bisa sesuai dalam mencapai tujuan pendidikan. Adapun fungsinya adalah :
1. Untuk memperluas dan menambah pengetahuan peserta didik
2. Sebagai dasar pengetahuan bagi siswa untuk pembelajaran
3. Menjadi bahan yang digunakan dalam pembelajaran

• Media (alat pembelajaran)
Jadi media ini menjadi perantara antara si pengantar pesan dengan si pengirim pesan. Adapun bentuknya bisa berupa software ataupun hardware sebagai alat bantu belajar. Sementara itu fungsinya adalah :
1. Bisa memberi pengaruh baik dan memperlancar interaksi antara pengajar dan peserta didik
2. Bisa lebih efektif dalam hal tenaga dan juga waktu
3. Bisa menjalin hubungan antar pribadi anak dengan lebih baik

• Evaluasi
Ini adalah tindakan untuk menentukan nilai atas suatu hal (dalam konteks hasil pendidikan). Untuk fungsinya sendiri adalah :
1. Memberikan laporan hasil belajar kepada orang tua siswa
2. Mengetahui keefektifan suatu metode belajar
3. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik

Jadi dalam proses belajar mengajar memang sangat dibutuhkan peranan komponen pembelajaran demi tercapainya proses pembelajaran yang baik, efektif dan efisien.

Silahkan klik link berikut untuk memperkaya wawasan Anda mengenai rencana pelaksanaan pembelajaran.

Rabu, 22 Januari 2014

Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri

Model pembelajaran inkuiri adalah sebuah strategi yang langsung terpusat pada peserta didik yang mana nantinya kelompok-kelompok siswa tersebut akan dibawa dalam persoalan maupun mencari jawaban atas pertanyaan sesuai dengan struktur dan prosedur yang jelas. Sehingga model pembelajaran ini bisa melatih para siswa untuk belajar mulai dari menyelidiki dan menemukan masalah hingga menarik kesimpulan. Adapun model ini menjadikan siswa akan lebih banyak belajar mandiri untuk memecahkan permasalahan yang telah diberikan oleh pengajar.

Dalam pengaplikasian model pembelajaran inkuiri ini terdapat beberapa langkah atau tahapan pembelajaran. Adapun tahapan-tahapan tersebut bisa anda lihat seperti berikut ini :

• Orientasi
Tahapan ini merupakan sebuah langkah untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih responsif. Jadi seorang guru di sini mengondisikan supaya peserta didik lebih siap dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Adapun yang dilakukan pada tahapan ini adalah :
1. Menjelaskan tujuan, topik maupun hasil belajar yang di capai oleh para peserta didik
2. Menjelaskan berbagai pokok kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran
3. Menjelaskan betapa pentingnya sebuah topik dan juga kegiatan
belajar.

• Merumuskan masalah
Ini adalah langkah yang akan membawa para siswa ke sebuah persoalan yang harus dipecahkan. Jadi persoalan tersebut disajikan dengan menarik agar lebih menantang para siswa untuk memecahkan teka-teki yang ada. Adapun konsep teka-teki tersebut haruslah mengandung konsep jelas sehingga bisa ditemukan atau dicari penyelesaiannya.

• Merumuskan hipotesis
Jadi hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara dalam sebuah permasalahan yang tengah dikaji. Adapun hipotesis tersebut memang masih perlu di uji kebenarannya. Sementara itu seorang guru juga harus bisa mengembangkan kemampuan menebak siswa dengan cara mendorongnya dalam merumuskan jawaban sementara serta merumuskan beberapa perkiraan yang mengarah pada jawaban yang sebenarnya.

• Mengumpulkan data
Adapun tahapan ini dilakukan untuk menjaring informasi yang diperlukan yang nantinya digunakan untuk menguji hipotesis yang telah di ajukan. Jadi di dalam model pembelajaran inkuiri ini pengumpulan data adalah proses mental yang teramat penting untuk mengembangkan intelektual.

• Menguji hipotesis
Pengujian hipotesis ini dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang bisa diterima berdasarkan data yang telah didapatkan  dari proses pengumpulan data sebelumnya. Pengujian ini juga berarti untuk melatih mengembangkan kemampuan berpikir secara masuk akal atau rasional, maksudnya jawaban yang dipaparkan tidak hanya bersifat argumen tapi harus didukung dengan data yang kuat.

• Menarik kesimpulan
Ini adalah tahapan akhir apabila jawaban sudah ditemukan dan kita bisa menarik beberapa kesimpulan atas permasalahan dan jawaban yang didapatkannya.

Jadi itulah beberapa tahapan model pembelajaran inkuiri. Adapun model pembelajaran tersebut diaplikasikan untuk meningkatkan kemampuan anak baik dari segi mental maupun daya pikirnya.

Selasa, 21 Januari 2014

Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Proses belajar mengajar memang merupakan bagian terpenting dalam mengimplementasikan kurikulum, termasuk memahami prinsip-prinsip pembelajaran itu sendiri. Adapun untuk bisa mengetahui efektivitas dan juga efisiensi suatu pembelajaran bisa kita lihat melalui kegiatan pembelajaran ini. Oleh karena itu, dalam melakukan pembelajaran sudah sepatutnya seorang pengejar mengetahui bagaimana cara untuk membuat kegiatan belajar bisa berjalan dengan baik serta bisa mencapai tujuan sesuai dengan yang diinginkan.

Memang, prinsip-prinsip pembelajaran adalah bagian terpenting yang wajib diketahui para pengajar sehingga mereka bisa memahami lebih dalam prinsip tersebut dan seorang pengajar bisa membuat acuan yang tepat dalam pembelajarannya. Dengan begitu pembelajaran yang dilakukan akan jauh lebih efektif serta bisa mencapai target tujuan. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa saja prinsip-prinsip pembelajaran tersebut, sebaiknya simak ulasan berikut :

• Prinsip motivasi dan perhatian
Dalam sebuah proses pembelajaran, di sini perhatian sangatlah berperan penting sebagai awalan dalam memicu kegiatan belajar. Sementara motivasi memiliki keterkaitan dengan minat siswa, sehingga mereka yang mempunyai minat tinggi terhadap mata pelajaran tertentu juga bisa menimbulkan motivasi yang lebih tinggi lagi dalam belajar.

• Prinsip keaktifan
Pada hakikatnya belajar itu merupakan proses aktif yang mana seseorang melakukan kegiatan untuk mengubah perilaku dan
pemikiran menjadi lebih baik.

• Prinsip berpengalaman atau keterlibatan secara langsung
Jadi prinsip ini erat kaitannya dengan prinsip aktivitas di mana masing-masing individu haruslah terlibat langsung untuk merasakan atau mengalaminya. Adapun sebenarnya di setiap kegiatan pembelajaran itu haruslah melibatkan diri kita secara langsung.

• Prinsip pengulangan
prinsip pengulangan di sini memang sangatlah penting yang mana teori yang bisa kita jadikan petunjuk dapat kita cermati dari dalil yang di kemukakan Edward L Thorndike mengenai law of learning.

• Prinsip tantangan
Penerapan bahan belajar yang kita kemas dengan lebih menantang seperti halnya mengandung permasalahan yang harus dipecahkan, maka para siswa pun juga akan tertantang untuk terus mempelajarinya.

• Prinsip penguat dan balikan
Kita tahu bahwa seorang siswa akan lebih semangat jika mereka mengetahui serta mendapatkan nilai yang baik. Terlebih lagi jika hasil yang didapat sangat memuaskan sehingga itu bisa menjadi titik balik yang akan sangat berpengaruh untuk kelanjutannya.

• Prinsip perbedaan individual
Proses belajar masing-masing individu memang tidaklah sama baik secara fisik maupun psikis. Untuk itulah di dalam proses pembelajaran mengandung penerapan bahwa masing-masing siswa haruslah dibantu agar lebih memahami kelemahan serta kekuatan yang ada pada dirinya dan kemudian bisa mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Jadi itulah beberapa prinsip-prinsip pembelajaran yang patut anda ketahui, sehingga kita juga bisa lebih memahami arti dari proses pembelajaran itu sendiri.


Senin, 20 Januari 2014

Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran

Dalam menyampaikan materi pelajaran kepada setiap peserta didik saat ini seorang tenaga pendidik diharuskan untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif. Hal ini karena perkembangan dunia teknologi yang ada saat ini mau tidak mau akan selalu mempengaruhi setiap lini kehidupan tak terkecuali pada seorang peserta didik. Bisa saja perkembangan teknologi tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi terciptanya sebuah pembelajaran yang baik dan efisien. Karenanya seorang tenaga pendidik tersebut harus menguasai banyak strategi pembelajaran yang dapat mereka gunakan untuk menyampaikan pelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi saat proses pembelajaran tersebut berlangsung dengan harapan jalannya pembelajaran dapat berlangsung dengan optimal. Ada banyak sekali strategi pembelajaran yang dapat digunakan yang beberapa di antaranya telah saya rangkum pada ulasan di bawah ini. Simak dengan seksama agar anda dapat menemukan banyak informasi penting tentangnya.

Strategi pembelajaran yang pertama merupakan strategi pembelajaran secara langsung. Dalam tahapan awal ketika seorang peserta didik baru pertama kali dalam proses pembelajaran maka strategi ini sangat pas untuk digunakan. Yang menjadi ciri utama dari strategi pembelajaran yang satu ini adalah bahwa seorang tenaga pendidik mempunyai peran utama dalam jalannya pembelajaran atau dapat diartikan bahwa seorang tenaga pendidik harus aktif dalam menyampaikan materi-materi pelajaran kepada para peserta didiknya.

Seorang tenaga pendidik juga dapat menggunakan strategi pembelajaran tidak langsung. Dalam strategi pembelajaran ini pembelajaran lebih dipusatkan pada peserta didik. Dan seorang tenaga pendidik memiliki peranan sebagai fasilitator yang mengondisikan dan mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik. Strategi pembelajaran seperti ini dapat diterapkan oleh tenaga pendidik pada peserta didik yang dinilai telah mampu menjalankan peranannya.

3. Tenaga pendidik juga dapat mengombinasikan antara dua strategi pembelajaran di atas atau yang sering kita sebut dengan strategi pembelajaran interaktif. Di sini seorang tenaga pendidik tetap harus aktif dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik, namun ada kalanya di sela-sela pembelajaran tersebut seorang tenaga pendidik dapat membuat sebuah forum diskusi antar peserta didik dan dapat pula membuat sebuah sesi tanya jawab guna membuat para peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.

Dan itulah beberapa hal yang dapat saya ulas tentang strategi pembelajaran, semoga bermafaat

Mengenal Macam-macam Metode Pembelajaran

Saat ini perkembangan dunia pendidikan khususnya di Indonesia memang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Nampaknya pengaruh dari globalisasi telah membuat tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik untuk melakukan tugasnya terhadap anak didik mereka. Salah satunya adalah dengan menguasai metode pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan pada anak didiknya sesuai dengan keadaan dan situasi belajar yang terdapat di lingkungannya. Penguasaan materi mengenai metode pembelajaran ini sangatlah penting untuk para pengajar agar mereka mampu melakukan tugasnya dengan baik dan pelajaran yang mereka ajarkan dapat diterima oleh peserta didik secara efektif. Untuk itulah maka pada ulasan berikut ini saya akan membahas tentang berbagai macam metode pembelajaran yang dengannya sangat menarik untuk anda cermati. Simak ulasan berikut ini dengan seksama.

Ada banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh seorang tenaga pendidik kepada para peserta didiknya yang di antaranya adalah sebagai berikut:

Yang pertama yang paling umum dilakukan oleh tenaga pendidik adalah metode pembelajaran ceramah. Metode pembelajaran ini merupakan sebuah cara penyampaian materi kepada peserta didik secara langsung. Tenaga pendidik menjelaskan materi ini secara detail kepada para peserta didiknya.

Yang kedua ada metode diskusi. Metode ini digunakan oleh para tenaga pendidik untuk menjalin komunikasi yang baik antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya maupun antara peserta didik dengan tenaga pendidiknya. Dengan metode seperti ini maka diharapkan para peserta didik akan lebih aktif dalam menyampaikan pendapatnya.

Metode yang selanjutnya adalah metode demonstrasi. Ini merupakan sebuah metode pembelajaran yang menggunakan bahan ajar sebagai sarana utama untuk mendapatkan pembelajaran yang baik. Dengan harapan para peserta didik akan terfokus pada saat belajar dan dapat dengan mudah memahami maksud dari pembelajaran.

Metode eksperimental akan mengakarkan kepada anak didik untuk mencoba, mengalami dan meneliti tentang fakta sesuai dengan bahan pembelajaran sehingga dengannya sangat baik untuk diterapkan pada peserta didik.

Metode pelatihan keterampilan merupakan metode yang sangat baik untuk mengembangkan potensi non akademik yang dimiliki oleh peserta didik.

Terakhir seorang tenaga pendidik juga dapat menggunakan metode study tour untuk peserta didiknya. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan, semoga dengannya dapat memberi banyak manfaat bagi anda.

Minggu, 19 Januari 2014

Mengenal Pembelajaran Kontekstual

Banyak cara yang dapat digunakan oleh para tenaga pendidik untuk melakukan yang terbaik dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-muridnya. Seorang tenaga pendidik yang baik dan professional haruslah peka terhadap situasi yang terjadi pada peserta didiknya. Salah satunya adalah yang terjadi sekarang ini ketika perkembangan dunia sudah semakin pesat dan perangkat teknologi telah mampu membuat para peserta didik untuk berpikir lebih kritis. Nah dengan kejadian seperti ini seorang tenaga pendidik tidak boleh hanya mengandalkan buku-buku atau teori saja. Tetapi lebih dari itu mereka harus memikirkan untuk menyampaikan pelajaran lebih nyata menggunakan pembelajaran kontekstual. untuk selengkapnya maka sebaiknya anda membaca ulasan berikut dengan seksama agar anda menemukan banyak informasi menarik tentangnya.

Pembelajaran kontekstual ini dapat kita artikan sebagai model pembelajaran yang efektif karena pada pembelajaran ini kita dituntut untuk melakukan pembelajaran dengan cara menggunakan gambaran yang semirip mungkin dengan keadaan yang sebenarnya dengan kata lain pembelajaran seperti ini lebih merujuk pada persoalan faktual. Pembelajaran ini memiliki beberapa ciri utama yang sekaligus menjadi keunggulannya yang beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Ciri yang pertama adalah lebih menekankan pada konstruktivisme yakni peserta didik diarahkan untuk mengetahui cara kerja, menemukan dan mengonstruksi secara individual kemampuan baik yang berupa pengetahuan maupun keterampilan baru yang dimilikinya.

Yang kedua adalah sikap gemar bertanya. Ini merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran ini, yakni meningkatkan rasa keingintahuan yang dimiliki oleh para peserta didik sehingga karenanya penyampaian materi pelajaran pun akan semakin lancar dan efektif.

Yang ketiga pada pembelajaran kontekstual ini para peserta didik bukan hanya dituntut untuk dapat mengingat pengetahuan yang berdasarkan fakta-fakta yang dipelajarinya saja tetapi lebih dari itu mereka juga diarahkan untuk menemukan hal-hal baru yang lainnya.

Selanjutnya adalah dengan melakukan refleksi dan penilaian akhir. Refleksi ini merupakan sebuah cara untuk melakukan pengevaluasian pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik selama pembelajaran, sedangkan penilaian akhir merupakan penilaian terhadap hal-hal yang dilakukan oleh para peserta didik selama pembelajaran berlangsung melalui tugas-tugas yang telah dilaksanakannya.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan terkait dengan pembelajaran kontekstual ini, semoga memberi manfaat untuk anda.

Sabtu, 18 Januari 2014

Mengupas Model Pembelajaran Kooperatif

Dalam sebuah proses belajar mengajar yang terjadi saat ini kehadiran sebuah model pembelajaran merupakan salah satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Seorang tenaga pendidik harus peka terhadap situasi dan kondisi peserta didik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga dengan hal ini maka secara tidak langsung menuntut kepada setiap tenaga pendidik untuk berpikir kreatif dan inovatif saat menyampaikan materi pelajaran kepada para peserta didiknya. Nah salah satu contohnya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Bagaimanakah model pembelajaran yang satu ini? Dan apa saja kelebihan dan perbedaan yang dimiliki oleh model pembelajaran yang satu ini? Untuk mendapatkan informasinya secara lebih lengkap maka penting bagi anda untuk membaca ulasan berikut ini dengan seksama.

Model pembelajaran kooperatif ialah sebuah model pembelajaran yang didasarkan pada sebuah paham konstruktivis, dan hal ini sesuai dengan pendapat Isjoni (2009:14). Model
pembelajaran yang semacam ini menitik beratkan pada belajar bekerja sama antara peserta didik. Dengan kata lain melalui model pembelajaran seperti ini kemampuan peserta didik yang berprestasi dan yang biasa saja dalam hal akademik akan terasah bersama-sama karena dalam mode pembelajaran ini mereka akan banyak di arahkan untuk melakukan sebuah tugas yang dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok peserta didik tersebut.

Model pembelajaran seperti ini jelas sangat menguntungkan jika diterapkan pada peserta didik di Indonesia. Hal ini karena dengan model pembelajaran seperti ini maka akan dapat mengakomodir para peserta didik dari berbagai tingkatan prestasi mulai dari yang rendah, sedang hingga tinggi, mengakomodir berbagai macam perbedaan semisal agama, ras, suku dan budaya dari para peserta didik serta yang paling utama adalah menumbuhkan sikap saling menghargai sebagai satu kesatuan dalam kelompok yang tak terpisahkan. Dalam hal ini para peserta didik tersebut baik yang memiliki prestasi tinggi maupun rendah akan saling melengkapi satu sama lain dan akan saling mendukung terciptanya sebuah pembelajaran yang efektif.

Saat ini melihat berbagai situasi dan kondisi yang ada di lingkungan pendidikan di negara kita nampaknya menerapkan model pembelajaran kooperatif ini saat menyampaikan pelajaran kepada peserta didik merupakan sebuah hal yang sangat efektif untuk menciptakan sebuah pendidikan yang ideal. sekian, semoga bermanfaat.

Jumat, 17 Januari 2014

Macam-macam Model Pembelajaran dan Kelebihannya

Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh para tenaga pendidik untuk memberikan pelajaran pada para peserta didiknya karena saat ini telah berkembang berbagai macam model pendidikan yang bisa dipilih untuk digunakan dan diterapkan pada peserta didik sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Perlu untuk anda ketahui bahwasanya setiap model pembelajaran yang diterapkan pada seorang peserta didik ini akan sangat efektif jika disesuaikan dengan keadaan yang terjadi pada peserta didik. Karena setiap model pembelajaran tersebut memiliki karakteristik yang berbeda yang dengannya tentu akan sangat efektif dan akan mendukung terjadinya proses belajar mengajar yang baik jika para peserta didik mampu beradaptasi dengan model pembelajaran tersebut. Untuk selengkapnya anda dapat menyimak ulasan di bawah ini.

Terdapat berbagai macam model pembelajaran yang bisa digunakan oleh seorang tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya yang masing-masing model memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Dan berikut adalah beberapa di antaranya:

Model pembelajaran yang pertama adalah model pembelajaran secara langsung atau disebut ceramah. Kelebihannya adalah tenaga pendidik dapat menyampaikan materi pembelajaran secara langsung untuk dipahami oleh peserta didiknya namun di sini para peserta didik cenderung pasif dan tenaga pendidik yang lebih dominan.

Selanjutnya ada model diskusi. Di sini kelebihannya adalah seorang tenaga pendidik hanya berperan sebagai fasilitator yang menjadi pengatur kondisi pembelajaran sedangkan para peserta didiknya dituntut untuk lebih aktif dalam menyampaikan aspirasinya melalui diskusi kelompok dengan peserta didik yang lain sehingga selain komunikasi terjalin dengan baik juga mengajarkan peserta didik untuk berani mengutarakan pendapatnya.

Yang ketiga adalah sebuah model pembelajaran yang memadukan dua model pembelajaran di atas. Yakni model ceramah kombinasi. Di sini seorang tenaga pendidik tetap aktif dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didiknya namun ada kalanya mereka memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya melalui tanya jawab sebagai selingan materi pembelajaran.

Selain itu juga masih terdapat model pembelajaran yang lain seperti model pembelajaran resitasi dan eksperimental yang masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Dan demikianlah sedikit ulasan yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat untuk anda.